Menuju Air Terjun Ngebleng yang Penuh Perjuangan!

Untungnya blogku tersayang ini dari dulu gak ada niatan mau jadi blog khusus tema apa gitu. Ini blog pribadi, ya suka-suka guweh lah mau diisi apa. Aku suka sensi sama orang-orang yg sok-sokan main tema di blognya. Ujung-ujungnya kehabisan ide mau nulis apa. Trus ujung-ujungnya lagi, gak apdit sampe berbulan-bulan. Blognya ngangkrak banyak debu-debu dan sarang kolojengkingnya. Yang siap ngentup pemiliknya yang tega menelantarkan blognya. Bhahahaha sukurin deh kalian itu!

Blogku ini rame dari trafik orang mencari tutorial vector. Tapi aku gak tergoda untuk selalu menulis tutorial kayak dulu lagi. Masanya sudah berganti beroh. Sekarang itu musimnya piknik!

Maklum banyak orang stress di dunia ini. Kebanyakan facebookan kali ya. Hahahaha.

Dan edisi piknik kali ini, sangat menantang. Menuju Air Terjun Ngebleng memang penuh perjuangan! Simak ceritaku di bawah ini dengan seksama yaaa…

_____________

Gara-gara instagramnya @explorenganjuk yang makin hari makin ngehits aja. Baru beberapa minggu followernya udah 1000 aja. Cepet banget! Bahahaha.

Nah, IG yang membahas apa aja yg ada di Nganjuk itu kemarin menarik perhatianku yang asli Nganjuk ini. Ternyata eh ternyata, di daerah Jatikalen (baca: njatikalen) sana, yang merupakan kecamatan di Nganjuk paling ujung timur, berbatasan dengan kabupaten Jombang (baca: njombang), ada air terjun yang masih alami. Namanya Air Terjun Ngebleng (“e” dibaca kayak “e” di bengkuang).

Air Terjun Ngebleng

Air Terjun Ngebleng
Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk

5 April 2015

Berangkat dari Nganjuk jam 7.30 pagi bareng kak Dimas. Mampir Baron dulu untuk menjemput Miftahur dan adiknya Sulthon. Berangkat bareng-bareng jam 9 pagi.

Kami berangkat tanpa panduan apa-apa. Baca petunjuk di instagram @ExploreNganjuk gak bakalan cukup. Ngandalin google mep, tapi sinyal Simpatiku juga mendrip-mendrip. Saya yakin air terjun Ngebleng belum ada yg pernah check in di sana. Gimana caranya cek in, wong gak ada sinyal internet di sana! Bhahahaha.

Walhasil ketika ke sana, tetep gunakan GPS ya bero. Tapi bukan GPS yang ituuu, tapi GPS = Gunakan Penduduk Sekitar. Bhahahaha..

Berbekal nanya-nanya penduduk sekitar, kami berangkatnya jadi melewati jalan yang nggrotal-nggrotal, makadam, memasuki hutan, rumah penduduk, jeplok ndut, licin, SANGAT TIDAK RECOMMENDED! Gak akan aku jelaskan di sini deh. Nyusahin kamu nanti.

Pas pulangnya, untungnya kami bareng sama teman lainnya, melewati jalan yang halus dan bersahabat. Lewat mana itu?

Nih…

CARA MENUJU AIR TERJUN NGEBLENG

Rute ke air terjun Ngebleng

Rute dari Nganjuk ke kecamatan Plandaan Jombang
berdasarkan Google map.

  • Dari Nganjuk kota, lewatilah jalan bis yang menuju Surabaya.
  • Sampelah ke kecamatan Baron. Di situ ada pasar Baron, belok kiri. Lurus teruuuuus ikuti jalan utama…
  • Akan sampe ke kecamatan Lengkong, lurus aja terus.
  • Sampe ke Kecamatan Plandaan Jombang.

Jalan di kecamatan Plandaan

Begini bentuk jalannya.
Di sebelah kanan ada gundukan rumput. Di baliknya itu sungai.

jalanan Plandaan

Saya foto pas pulang.

  • Sampai pertigaan belok ke kiri ya. Ciri-ciri pertigaannya banyak tulisan Bank BRI dan papan iklan lainnya.

Belok kiri di pertigaan

Pokoknya nemu pertigaan kayak begini, belok kiri ya bero!

  • Lalu melewati jalan cor-coran. Lalu setelah itu jalanah tanah. Santai, nggak ada makadam kok. Masih bersahabat kok jalannya.

Jalan tanah

Jalanah tanah

  • Lurus aja terus jangan belok-belok. Lalu akan melewati jalan aspal halus yang di kanan kiri hutan. Asyik!

Jalanan aspal halus

Jalanan aspal yang halus!
Awas di depan ada sapi. Bhahahha

  • Lalu jalanan akan turun. Dirimu akan melihat pemandangan di bawah yang awesome! Aku gak sempet motret saking terpananya.
  • Notok jedok ketemu pertigaan. Belok kiri.
  • Lurus teruuuus. Sampe ketemu aula Badan Permusyawaratan Desa atau Kantor Kepala Desa Klitih, Plandaan, Jombang.

Kantor Kepala Desa Klitih kecamatan Plandaan kabupaten Jombang

Kantor Kepala Desa Klitih, Kec. Plandaan, Kab. Jombang.
Sampai sini, tanya penduduk ya!

  • Nah, dari sini, kalian bisa merasa lega. Tinggal nanya penduduk sekitar. Di mana letak desa Tondo Wesi (atau penduduk sekitar menyebutnya Ndosi). Dan Desa Tondo Wesi itu masuk kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk.

Penduduknya ramah kok. Jadi gak mungkin bohong. Kalau kalian males nanya. Nih aku kasih beberapa foto kapan harus belok. Kalau nyasar tetep nanya penduduk saja ya beroh. GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) wajib diaktifkan!

Belok kiri

Belok kiri.

Belok kiri teruus

Belok kiri lagi. Semacam muter yaaa

Masuk desa Tondo Wesi

Aha! Selesai!
Tetep nanya penduduk ya, di mana letak air terjunnyaaa..

Nah, lalu masuk aja. Di ujung sana ada penitipan motor yang gak mau dikasih duit. Mungkin mereka sudah kaya raya soalnya sapinya buanyaaak!

Lalu jalan kakilah menuju Air Terjun Ngebleng sejauh kira-kira 2 km? Lupa. Jalan kakinya lumayan melelahkan buat yg sering futsal dan running. Dan SANGAT MELELAHKAN buat yang gak pernah olahraga. So, prepare your body ya beroh!. This is not a simple journey.

Pilih yang kanan

Jalan kaki ke kanan. Awas banyak sapi! Haha

SANGAT DISARANKAN minta bantuan penduduk sekitar untuk mengantarkan ke lokasi Air Terjun Ngebleng. Kasih upah kira-kira 15 ribu. Soalnya lumayan jauh dan melelahkan.

Memasuki wilayah Air terjun Ngebleng ini belum ada biaya retribusinya. Jadi gratis semua. Gak bayar. Piye? Enak to? Bhahaha.

Lalu pegunungan hijau dengan tanah berupa kapur menghantar. Jalannya licin. Cuaca saat itu panas sekali. Eh, supaya kalian gak sesengsara kami, nih, aku kasih tips apa saja yang harus dibawa ketika ke sana:

PERALATAN YANG HARUS DIBAWA KETIKA TREKKING KE AIR TERJUN NGEBLENG

  • Sepatu atau sandal yang kuat dan keset. Jangan pakai sandal jepit suwalo. Nanti putus!
  • Wajib pakai topi! Kecuali kalau kalian pingin mukanya gosong! Bahahaha
  • Pakean lengan panjang. Biar gak gosong sih ini.
  • WAJIB BAWA MAKANAN dan MINUMAN! Untuk minuman, bawa yang banyak ya! Soalnya di dalam hutan sana gak ada yg jualan.
  • Bawa tikar juga boleh. Siapa tau nanti di tengah jalan kelelahan trus nggelar tiker buat bobok-bobok cantik atau ngemil-ngemil lucuk.
  • WAJIB BAWA KAMERA (kamera hape juga boleh)! Hare gene ke tempat wisata gak bawa kamera ya rugi besar. Bhahaha.
  • WAJIB BAWA SALIN BAJU, CELANA (plus sempak), SARUNG. Soalnya kalau ke sini gak nyemplung dan mandi-mandi lucu, ya rugi besar! Bawa sarung untuk keperluan salin, biar gak kelihatan anunya. Hahahha. Soalnya di sini gak ada ruangan salinnya.
  • WAJIB BAWA TAS KRESEK buat tempat sampah dan pakean basah.

Sandal jepit putus

Sandal jepitnya putus. Jalan kapurnya licin soalnya.

Pegunungan

Bolehlah selfie-selfie di sini.
Mumpung bawa tongsis belum dilarang di sini. Bhahaha

Cabang-cabang

Banyak jalan menuju roma Air Terjun Ngebleng.
Maka sangat disarankan untuk dianterin penduduk sekitar.

Panas!

Kami pede aja cuma ngandalin insting.
Walaupun endingnya kami nyasar jauh banget!
Kapok! Hahahaha

Jalannya licin

Kayaknya sih kering ya, tapi terkadang ini licin.

Buat yg gak pakai bantuan penduduk sekitar, nih aku kasih tau jalannya..

Setelah jalan kaki lumayan lama, kamu akan melewati pepohonan rimbun. Mulai masuk hutan nih ceritanya. Sambil tengok ke kanan bawah. Kalian akan menemukan patokan D16 di bawah ini:

Patokan D16

Aku gak ngerti maksudnya D16 itu apa
Tapi yang jelas ini patokan yang harus kalian temukan.
Selalu ngeliat sisi kanan bawah ya.

Kalau sudah menemukan patokan itu, tandanya udah deket ke belokan menuju Air Terjun Ngebleng yang fenomenal itu. Tetep hepi jalan kaki. Jangan ngeluh. Nyanyi-nyanyilah kalau perlu. Soalnya di sini gak ada hiburan selain keheningan hutan dan suara kicau burung di kejauhan.

Lama-lama kalian akan menemukan percabangan yang bikin galau harus ke mana. JRENG JRENG JRENG!!!

Cabang galau

Nah lo, belok kemana ini???
*ngitung benik*

Jangan khawatir bro, beloklah ke kanan! Jangan kayak kami, lurus aja sampe nyasar 2 kilometeer ke dalam hutan! Hahahaha.

Sebenarnya kalau diperhatikan dengan detail, ada petunjuk yang ukurannya kecil banget. Hanya orang-orang beriman yang bisa melihatnya. :doh:

petunjuk menuju air terjun Ngebleng

Petunjuknya keciiil banget!
Pokoknya belok ke kanan yaaa

Petunjuknya kecil

Petunjuk keramat menuju Air Terjun Ngebleng

Setelah belok kanan. Udah kalian bisa lega. Sekitar 100-200 meteran mungkin ya, kalian sudah sampe ke Air Terjun Ngebleng yang fenomenal ituuh..

(abaikan tulisan tentang kesasar di bawah ini kalau kalian kepingin langsung lihat foto-foto air terjun Ngebleng)

_________

KESASAR

Kami berempat yang kesasar 2 kilometer (melewati hutan yang banyak nyamuknya, jalan becek tapi gak pakek nasi, trus banyak ranting mengganggu kedigdayaan (((KEDIGDAYAAN))) tubuhku yg tinggi ini karena harus menunduk rendah) itu ya gara-gara gak menemukan petunjuk kecil itu. Untungnya bisa menemukan jalan yg benar, setelah mengandalkan GPS alias nanya penduduk sekitar.

Untung ada satu dua orang melintas. Bapak-bapak dan mas-mas naik motor (di hutan ternyata bisa dilewati motor!) yang berangkat ngarit, ibu-ibu yang sedang menggendong ranting kayu dan dedaunan yg diperoleh dari hutan. Nah, bapak2nya dari Jombang, jadi dia gak ngerti ada air terjun Ngebleng di sekitar hutan sini. Kami galau!

Untung belasan menit kemudian ada dua ibu-ibu (yang kemudian aku sebut pahlawan wanita terbaik kategori Best Attitude) baik hati yang menyempatkan berhenti sebentar dari jalan kaki membawa ranting pohon yang beratnya saya perkirakan lebih dari 10 kilo, untuk menjawab pertanyaan dari kru ekspedisi Ngebleng kami, Miftahur.

Dengan senyum merekah, tanpa curiga, tanpa waspada sama sekali, ibu-ibu itu dengan senangnya menjelaskan di mana letak Air Terjun Ngebleng. Menyadari ternyata kami ini dari Nganjuk, mereka langsung kaget, “Wah, saking mriki tasik tebih mas, njenengan mbalik mrikooo… mengke nek wonten papringan, njenengan menggok ngiwooo…

“Tebih” (jauh, red) versi orang desa yg biasa jalan kaki jauh itu, artinya JAUHNYA BENERAN! Jauhnya paripurna. Kalau cuma 200-300 meter, mereka pasti bilangnya, “Mriku celak mawon” alias (ke situ aja deket kok), gak jauh.

Kesasar sejauh ini, untuk manusia yang melek teknologi GPS kayak kami berempat ini, membuat citra diri runtuh seruntuh-runtuhnya… :cry:

Nyasar

Abaikan foto selfie kami ketika nyasar ini.
Bukan petunjuk yg terpuji.

Untungnya kami bertiga gak nyerah trus balik pulang. Hanya satu orang yg nyerah mau balik pulang saja katanya. Beuh, rugi banget, udah nyasar sejauh ini kok malah nyerah. Duh, pliz deh. Lo aja yg pulang sendiri!

Tapi aku cegah, soalnya dia yg bonceng aku. Kalau dia pulang duluan, trus aku pulang numpak opo? Bhahahha..

Perdebatan 3 lawan 1. Ya akhirnya yg satu manut. Walau di perjalanan balik itu, dia sudah gak kuat…

kelelahan

Tepar kelelahan. Makanya sering olahraga Dim!
Dan jangan suka ngeluh! Energimu terkuras tuh!

Sambil nunggu beberapa menit sampe kak Dimas bisa jalan kaki lagi, kami bertiga malah selfie-selfie hepi di dalam hutan. Bhahahhaha…

Selfie di hutan

Walaupun lelah, tapi kami bertiga tetep hepi dan ganteng..

Jangan dikira kami gak kelelahan. Sama aja tauk, lelah banget! Tapi kami selalu optimis dan gak ngeluh. Tuh, keringat di muka aku jadikan minyak rambut supaya klimis. Aku juga bawa sisir biar rambutku senantiasa rapi secara paripurna. Bhahahahha..

____________

AIR TERJUN NGEBLENG

Hore, akhirnya kami sampe ke air terjun Ngebleng! Untung kami tadi gak nyerah. Dan kak Dimas untungnya termotivasi dari keceriaan kami bertiga yang sepertinya gak habis batrenya hahaha.

Dalam perjalanan ke air terjun Ngebleng yang udah gak nyasar ini, kami bertemu rombongan para instagramer Nganjuk dari Kecamatan Loceret. Masih brondong-brondong seger gitu deh. Masih SMA. Ada yg ganteng sih satuk. Tapi keknya kemudaan deh buat aku. Eh, iya lupa, aku khan cowok! BHAHAHAHAHAH…

Lha hayuk, makin rame makin enak!

Sampe di lokasi air terjun. Aku cari-cari di mana air terjunnya. Eh, gak nemu. Dalam hati, halah cuma sungai doang toh! Hahahah. Jadi perjalanan kalian akan terhenti di perempatan berupa sungai.

Di atas Air Terjun Ngebleng

Ini bukan air terjunnya.
Melainkan sungai di atasnya air terjun yang sebelah kiri.

Ternyata, setelah aku telusuri lagi, di sebelah kanan sungai ada jojrokan yg curam banget! Ternyata aku baru sadar kalau aku sekarang sedang berdiri-berdiri ganteng di atas air terjun. Di atas bro! Bhahhahaha..

di atas Air Terjun Ngebleng

Tempatku berdiri ini adalah undakan pertama.
Tempat orang yg terlihat di foto adalah undakan kedua
Undakan ketiganya gak kelihatan

Mas-mas yang saya foto di atas itu kalau ditanya asalnya mana, dia bisa bingung mau njawab Nganjuk atau Jombang. Soalnya rumahnya khan perbatasan Nganjuk – Jombang. Mungkin saja dia punya 2 KTP ya. Hahahaha.

Jadi Air Terjun Ngebleng ini ada 4 undakan. Kalau kalian baru sampe Air Terjun Ngebleng, kalian hanya akan melihat sungai yang mengalir pelan dari kiri ke kanan. Di sebelah kanan ada undakan 1 dan 2 yang kecil cuma dua meter. Lalu semakin ke bawah semakin tinggi undakannya, sekitar 3-4 meteran. Aku gak berani turun, masih punya banyak kerjaan! Hahahha..

Undakan 1

Air Terjun Ngebleng undakan 1

Ndop dan undakan 1

Airnya anget! Modelnya Hot! Hahahaha

Undakan dua dan tiga

Undakan dua dan tiga

Walaupun sungai dengan batu kapur yang saya injak ini ada yang keset dan ada yg licin, tapi aku gak berani spekulasi untuk turun ke bawah deh. Kalau aku kepleset trus jatuh pingsan lak repot. Aku belum nemu tukang vector yg murah dan sebagus aku. Hahhaha..

Kameraku aja hampir saja nyemplung air ketika si Sulthon motoin aku tapi dia gak hati-hati menginjak permukaan sungai yang ternyata licin.

Kedalaman sungainya rata-rata cuma semata kaki. Ada yg sedengkul di tempat-tempat tertentu. Namanya bebatuan ya, permukaannya gak mungkin rata. Akeh jeglongane! Sungai di sebelah kanan rata-rata permukaan batu kapurnya keset. Tapi sungai di sebelah kiri, licin banget! Baaanget!

Licin banget!

Nah kalau menyusuri sungai ini harus sangat hati-hati.
Licin banget maksimal!
Dan di ujung sana gak ada apa-apa. Hahhaha..

Miftahur dan Sulthon

Miftahur dan Sulthon.
Mereka ini adik kakak. Dan gak mirip. Bhahaha

Udah bosen? Ngerasa cuma segitu doang?

Yuk, saya antarkan ke surga cabang Njatikalen Nganjuk yang dari tadi belum kita foto. Yaitu undakan terakhir, alias ke empat!

Cara menuju ke sana, gampang. Sebelum nyampe ke sungai, ada belokan ke kanan menyusuri jalan setapak. Jalannya cukup dilewati satu orang saja loh ya. Trus jalannya licin banget dan lumayan curam.

Jalan setapak yang licin dan curam

Jalan setapak yang licin.
Aku sering kepleset lewat sini. Hahaha

Permukaan tanah di sini macem-macem ya. Ada yang kapur, ada yg tanah liat biasa. Tapi mereka tetep damai gak bertengkar. Perbedaan itu indah khan? Banget!

Curam dan licin

Jalannya lumayan njojrok ya beroh!
Hati-hati. Licin bingit pulak!

Aku sih lebih sering menginjak tanaman liar biar kakiku keset. Kalau nginjak tanahnya sih lebih banyak keplesetnya. Hahaha.

Dan perjalanan sepuluh menit menit menuruni jalan setapak itu akan dibayar ganjaran setimpal…

Air Terjun Ngebleng

Faineli! Air Terjun Ngebleng!

Undakan terakhir pun sudah tercapai. Undakan ke empat di Air Terjun Ngebleng ini tingginya sekitar 10 meter. Jadi jangan coba-coba lompat dari atas tadi ya bero. Kecuali kalau kalian bosen hidup sih..

Air Terjun Ngebleng

Another angle
Ada jemurannya kelihatan! Hahaha

Adik di atas air terjun

Jangan melompat lo dik!
Anak jaman sekarang pada galau kali ya. Hahaha

Itu adik kecil menganggap remeh ketinggian si air terjun dan kayaknya ancang-ancang mau melompat aja. Untungnya sih dia gak jadi melompat. Yang di bawah pada memperingatkan soalnya.

Mandi mandi lucuk

Mandi-mandi lucuk di air terjun Ngebleng
Yang fenomenal!

Kegagumanku agak berkurang melihat ukiran karya pemuda-pemuda labil yang ukril gak ada kerjaan berikut ini..

Ukiran merusak kealamian batu

Kayak gini bagus?
NGGILANI BRO! NDESO KOWE! Njaluk diantemi!

Ukirannya dalam banget pula. Sialan banget tuh yang ngukir di situ. Kealamian batuan kapur yang warnanya keemasan itu pun harus terganggu secara permanen dengan adanya ukiran bangsat itu! Taek lo bro!

Oke deh lupakan marah-marahnya. Mari kita nikmati keindahannya sajaaa..

Mandi

Ngintip orang mandi aaah..

Sungai di depan Ngebleng

Sungai di depan air terjun

Air di sini anget. Maklum ini bukan pegunungan yang dingin. Lha wong lapisan tanahnya aja banyak kapurnya. Semoga airnya mengandung belerang atau apa gitu ya, siapa tahu bisa menyembuhkan panuku. Udah berbulan-bulan panuku belum sembuh-sembuh soalnya. Aku sih yang kemproh. Sprei kok dicucinya setahun sekali. Bhahaha..

Lha piye? Bau keringetku itu menenangkan bro, bikin nyenyak tidur. Kalau dicuci, ilang dong baunya. Bhahahha..

Brondong mandi

Pilih mana? Kiri atau kanan?
Eh, iya lupa, aku khan cowok.
Bhahahhaa…

Cekungan buat mandi di Ngebleng

Angle lain dari Air Terjun Ngebleng

Di sebelah kanan ada cekungan kayak goa kecil yang asyik banget kalau ngumpul di situ duduk-duduk sambil menikmati air terjun Ngebleng yang hangat. Saat itu jam 1 siang sih, jadi airnya anget. Nyaman banget di badan.

Cekungan kecil buat duduk

Kalau ke sini wajib naik ke goa kecil ini.

Goa kecil di Ngebleng

Jangan khawatir kepleset,
permukaan batunya banyak yg keset kok.

Bertapa

Ketauan deh kalau aku sering bertapa
biar orderan vectorku laris..

Nyemplung yuk. Mumpung sudah sepi.

Nyemplung

Sok-sokan sedada,
padahal aslinya airnya cuma sepinggang sih.
Bhahahha

Berenang

Apalagi ini, sok sokan airnya seleher.. -__-

Aslinya cetek

Kedalaman air aslinya…
Bhahahaha..
Silakan yang mau nyemplung, airnya cetek kok.

Miftahur Ngebleng

Mift, kalau moto air terjun pakai auto aja ya modenya.
Kayak ini khan bagus. Hahahaha

Jangan kayak ini

Jangan kayak gini, terlalu cerah ini.
Ouver Eksposyoe.

Kayaknya sudah puas ya main-main air dan mengagumi keeksotisan Air Terjun ngebleng. Saatnya pulang!

Eh, ada mbak-mbak baru datang. Wah, dirimu telat mbak. Harusnya dari tadi ke sininya. Banyak brondong-brondong ganteng mandi loh! Bhahahaha..

Mbak-mbak pengunjung

Kalau mbak-mbak ini nyemplung dan bajunya basah kuyub,
aku ga bisa mbayangin mereka mau salin di mana.

Soalnya di sini masih alami dan gak ada tempat salinnya. Jadi kalau cewek mau salin gitu di mana ya? Wah gak ngerti juga ya. Kalau cowok khan lepas baju di mana saja khan bisa. Kalau cewek mbuh ya.

Yuk, kita pulang!

Kami bertiga naik ke atas lagi. Di undakan pertama tadi. Dimas udah naik dari tadi sih. Malah udah tiduran sambil nunggu kami selesai mandi-mandi di Air Terjun Ngebleng.

Setelah aku salin baju, mencucui sandal, datanglah motor trail berbondong-bondong ke sini. VREEMM VREEEM…

Lah, kok motornya jalan melewati sungai? Airnya kotor dong! Wah untungnya aku sudah selesai mandi. Kasian yg masih di bawah ya. Hahahaha.

Sekotor-kotornya air sungai di sini, ya masih kotor sungai di kota besar yg tercemar itu lah. Jadi santai saja. Lagian motor trailnya khan nggak ke sini setiap hari. Kebetulan hari itu Minggu. Dan motornya baru datang sekitar jam 1 siang. Jadi kalau mau ke sini dengan air masih bersih, mending pagi aja ya.

Perjalanan pulang lumayan menguras tenaga. Kami sempet istirahat sebentar karena cuacanya panas bingit.

Lelah bro

Lelah banget! Leren disik.. Fiuuuh..

Dalam perjalanan pulang, kami bertemu banyak sapi yang bebas dilepas. Sapinya putih-putih bersih dan badannya sehat. Sorot matanya bahagia banget. Beda dengan sapi-sapi yang diikat dengan tali yang gampang marah dan temperamental itu.

Sapi bebas

Jangan takuuut.. Sapinya gak doyan kamu kok.
Bhahahhaa.

Kira-kira sejam perjalanan (plus istirahat), sampelah kami ke rumah penduduk tempat parkir motor tadi. Legaa banget! Harapannya sih langsung menyerbu warung buat makan siang yang tertunda. Namun ternyata gak ada yg jual makanan. :cry:

Makanya sangat disarankan bawa bekal dari rumah ya. Bawa nasi bungkus misalnya.

Yang tersedia sih, singkong goreng sama minuman..

Singkong goreng tinggal dua

Singkong gorengnya tinggal dua.. Monggo..

Ya, gak kenyang lah. Apalagi kalori kami sudah berkurang buanyak tadi pas trekking. Untung sudah pada sarapan. Kalau enggak, bisa pada semaput kelaparan. Bhahahah

Jadi buat yg mau ke sini, WAJIB SARAPAN DULU yang banyak ya bro! Penting ini!

KENDALA-KENDALA DI AIR TERJUN NGEBLENG

  • Penunjuk arah yang sangat kurang. Rawan banget kesasar.
  • Belum ada tempat salin baju
  • Gak ada peringatan “bahaya” atau tidaknya
  • Gak ada tempat sampah. Jadi kalau mau buang sampah musti bawa kresek sendiri ya.
  • Jalur Trekkingnya buat motor trail juga. Jadi pejalan kaki harus minggir.
  • Gak ada penjual makanan! Jadi harus bawa bekal.

Semoga segala kendala itu segera diperbaiki demi kenyamanan pengunjung ya. Kalau perlu suruh bayar biaya masuk aja 5 ribu juga pada mau kok. Duitnya buat bikin bilik tempat salin baju. Kalau perlu toilet sekalian. Penjual makanan juga sangat penting sih. Bahahahah.

Tapi lupakan saja deh kendala-kendala di atas, yang jelas liburan ke Air Terjun Ngebleng itu sangat menyenangkan dan menantang. Lelah trekking akan terbayar dengan keindahan air terjunnya. Kehangatan airnya bisa mengendorkan otot-otot yang kaku.

Apalagi air terjun ini masih belum terkenal ya. Jadi buruan ke sini deh, sebelum rame dan mainstream. Aku harap sih, semoga tetep asri alami seperti ini aja deh. Kalau semakin rame nanti banyak sampah di mana-mana, ukiran-ukiran nggilani lainnya…

Hmm.. kayaknya harus diakhiri postingan ini. Udah terlalu panjang. Aku juga sudah lelah nulis. Bhahaha

Bye..

105 Comments

Komen dong!