Menjadi Dewasa Madiun: Standup Comedy by Nopek Novian

Jujurly, akutu gak begitu mengikuti Nopek dadi awal karir dia. Soalnya jokenya kurang rilet sama aku. Joke dia kan dulu pas kompetisi stendap itu seputar petani, pedesaan, orang mesken, pokoknya merana lah, hidupnya. Lah, hidupku kan bergelimang harta, bisnisman sukses, tinggal di tengah kota metropolitan Nganjuk siti, pokoknya tidak punya masalah dalam hidup.

Cuma di percintaan saja sih, akutu gak pernah sukses. Maklum akutu kalau bercinta selalu too much. Bucinnya too much, kalau lagi baik ya too much baiknya. Soal tampang juga too much gantengnya. Sementara typeku tuh yang wajahnya jelek. Jadi wajar kalau pasanganku selalu mundur pelan-pelan karena minder dengan aura malaikat yang aku miliki. Huhuhue so sad! Mau bilang “info njelekin wajah dong lur!” Kok takut jelek beneran, susahnya jadi orang terlalu ganteng beginih. :cry:

Selain karena terlalu ganteng dan baik, akutu juga egois dalam… eeeh, kok malah curhat di sini? Topiknya Nopek woey!

Baiklah, kita kembali ke aiped pero em wan!

.. jadi akutu auto sekip sama materinya Nopek. Kala itu ya. Kalau sekarang, di saat orderan vector mulai menipis, dan aku mulai ragu sama masa depan pervectoran Indonesia, aku jadi rilet. I need money ya robbi! Hidupku merana ya Tuhan! Hahaha.

Dan jujurly, pas kompetisi itu lucunya Nopek itu ya lucu aja. Gak bikin aku memutuskan untuk rooting him.

Tapi memang rata-rata begitu sih. Kalau kita nonton stendap di tv atau yutub, sebenarnya materi stendap yang “sebenarnya” gak sepenuhnya begitu gaes. Karena kalau di tv atau yutub, itu pasti ada rem-remnya. Karena kalau diloskan, komika akan sangat mudah dipenzarrah. Huhuhuhe.

Karena gak mau gembling, maka aku nonton stendapnya Nopek pertama kali itu secara “paketan” dengan puluhan komika lainnya. Yaitu di acara akbar Jambore Standup tahun 2022 yang lalu. Saat itu aku langsung, LOH LOH LOH, KOK TERNYATA LAUWUCU stendapmu Pek! Sejak saat itu, aku berzanzih, untuk nonton spesyel syo-nya Nopek kalau memang ada!

Berbekal ngelmu grapyak yang saya punya, akhirnya aku dikasih tahu temen kalau Nopek, pada 12 Nopember 2023, ngadain Standup Comedy Tour berjudul Menjadi Dewasa. Loh, loh, loh, ya gak pikir panjang. Langsung tumbas tiketnya! Apalagi tiketnya cuma satus ewu repes sajah!

Menjadi Dewasa Nopek Novian Madiun

Rencana awal mau nonton di Kediri bareng temen. Ketika sudah deal, lha kok temenku lupa transfer! Blok! Besoknya (atau kapan ya, lupa!), ketika mau transfer, eh tiket sudah soldaut! Blok blok blok! Hahahah

Tapi yang namanya jodoh ya, ternyata masih ada tiket untuk syo di Madiun. Yaudah tanpa tedeng aling-aling (apa sih ini artinya?), dan tanpa cawe-cawe (ini juga apa sih artinya?), serta tanpa babibu (ini juga apa sih artinya?), aku langsung menghendel proses penransferan supaya temenku gak lupa lagi. Tiket online akhirnya didapat. Hariha siap ditunggu! Oh iya, aku beli tiket 9 Agustus ya. Jadi 3 bulan sebelum hariha.

12 Nopember 2023 pun tiba. Bertepatan dengan hari Minggu. Bertepatan dengan aku nonton film The Marvels di CGV Plaza Lawu Madiun.

Bentar, foto dulu..

Pose nyegat gerep

Foto di atas adalah ketika aku nyegat gereb.

Habis nonton The Marvels

Foto di atas adalah ketika nunggu film dimulai. Iya sendirian aja. Soalnya sirkelku itu yg duiknya turah-turah cuma aku. Yang lainnya maybe juga turah-turah duiknya. Tapi karena finansial plannya bagus, uangnya diinvestasikan (baca: main slot #eh). Gak dihambur²kan buat nonton filem kayak aku.

Apalagi filmnya be aja, nathin spesyel. Just another Marvel film lah.

Alasan lainnya aku nonton sendirian adalah aku gamau ngerepotin temen dengan ngajak-ngajak nobar. Soalnya akulah yg biasanya telat datang dan bikin mereka deg-degan tiketnya hangus hahaha.

Kelaparan banget. Karena aku bosen makan pitsa atau mekdi, akupun beli bakso pinggir jalan di sebelah Lawu Plaza.

Bakso sebelah Lawu Plaza

Suka banget sama Madiun. Soalnya banyak tempat nongkrongnya di trotoarnya yg esdedik. Ada payonnya juga jadi gak kehujanan. Bahkan ada musiknya! Saat itu diputer lagunya dewa pula. Sebagai baladewa, aku pun singelong.

Ngasi makan perut selese, saatnya ngasi makan batin!

Jadi habis makan bakso aku langsung ke Mesjid Agung Madiun untuk menjalankan ibadah selfi centak-centuk petang rokangat dan telong rokangat. Dari Plaza Lawu ke Mesjid Agung jalan kaki bero. Maklum orang kaya, ya. Bosen naik mobil bro! Aku sudah berada di tahap, ternyata sehat itu jauh lebih penting daripada banyak harta tapi sakit²an karena kurang gerak. Padahal aslinya pelit aja akutu. Huhuhue.

Masjid Agung Madiun

Selain beribadah, aku juga suka pipis di masjid karena jedingnya pasti ada bak mandinya, jadi bisa siram menyiram.

Letak Venue Ballrom Nawasena Resto deket sama Masjid Agung. Jadi aku jalan kaki lagi ke venue karena jaraknya deket. Dan seperti yang bisa saya duga, saya jalan kaki sendirian. Orang-orang ini kenapa pada suka motoran dan mobilan ya? Ribet loh padahal huhuhue.

Ketika sudah sampe venue, ternyata saya ndredeg dikit. Venuenya gak ramah warga kabupaten nih. Banyak mobilnya! Sementara aku cuma jalan kaki njir. Orang miskin aja naik motor loh. Duh, ini nyopot sepatunya di mana ya?

Aku pun nunggu temen datang. Biar bisa masuk venue bareng-bareng. Tapi ternyata mereka selo respons. Yowis akhirnya aku nekat mlebu dewe. Di dalam sana ternyata aku diawe-awe sama seseorang yang keknya kenal nih. Ternyata mbak Ipah. Mbake Wahyu. Yang dulu sebelumnya nonton Abdur juga.

Setelah menukarkan tiket online menjadi gelang, aku ikutan nimbrung bareng mereka. Padahal kenal akrab juga belum. Tapi aku kan grapyak, jadi langsung ngobrol aja gitu. Hahaha.

Gelang Menjadi Dewasa

Ternyata mbak-mbak ini pengen banget foto sama artis yang mau nonton Nopek juga. Pemain Juki di drama series “Para Pencari Tuhan”, yang nama aslinya Isa Bajaj. Trus karena aku gak ngefans sama dia, jadi aku fotoin mereka.

Foto bareng Isa Bajaj

Setelah berbuat baik kepada mereka, saatnya aku menuai balasannya dari Yang Maha Kuasa. Acara Standup Comedy Tour “Menjadi Dewasa” by Nopek Novian pun segera dimulai. Kami satu rombongan masuk ballroom. Yah, di dalam sudah full. Akhirnya kami kebagian bangku belakang. Dadi gaiso ndelok rainya Nopek dari dekat. Huhuhue.

SAYANGNYA… AKU GABISA NGEVLOG DI SINI!

Karena kamera hape dikasih stiker! :cry:

Aduh! Bencana alam ini! Setelah berfikir sebentar sambil menarik nafas dalam-dalam, akhirnya aku mengihlaskan segalanya. Dan inilah vlog seadanya yang berhasil aku buat:

Kata panitianya sih, nanti ada sesi foto-fotonya. Hmmm. Okay bero!

Walaupun panitianya lupa, kamera hape kan ada dua: depan dan belakang. Kanapa yang ditutup cuma kamera belakang? Haha. Tapi emang bener sih, kalau ngrekam semuanya pake kamera depan itu pasti susah dan gampang ketauan hahaha.

Walhasil selama emsi, opener, dan headliner tampil, aku bener-bener gak punya futij widio sama sekali. Padahal di acara stendap sebelumnya, aku selalu merekam entrance mereka sampe naik ke panggung. Habis itu udah. Stendapnya saya nikmati sendiri bersama penonton yang lain.

Tapi gak papa. Maybe pihak adamjaya selaku penyelenggara, melakukan tindakan preventif. Dari pada kejadian yg nggak-nggak, lebih baik dicegah dari awal. Okebero!

Emsi sering ngeblank

Acara dibuka oleh dua emsi yg agak ngeblank: Alvan Christianto (@alvanchris) dan Indra Bishmawan (@indrabshm). Hahaha. Kalian berdua ini perlu getelong lebih lama lagi supaya dapat kemistri ketika ngemsi. Jadi biar tektokannya sat set. Gak banyak diemnya. Hahaha. Tapi kalian berdua ini jadi bukti kalau ngemsi itu gak semudah pinter omong saja. Tapi juga harus jago tektokan dan saling melengkapi kekosongan.

Alvan Christianto dan IndraAlvan Christianto dan Indra Bishmawan

Tapi mungkin saja kalian sengaja diem-dieman biar lucu ya? Hmm.. menarik idenya! Hahaha

Oh iya, bangku tempat duduknya mendatar ya, jadi penonton balakang auto gabisa lihat kaki penampil. Soalnya panggungnya juga gak tinggi-tinggi amat. Kami yang di belakang hanya bisa melihat dada ke atas. Kalau pengen lihat kaki penampil, harus effort cari-cari celah di antara penonton. Atau harus berdiri kali ya. Haha

Opener pertama: Iqbal

Iqbal

Komika lokal Madiun yang sudah berstendap lumayan lama. Soalnya aku familiar sama wajahnya. Ternyata aku pernah nonton Iqbal (@miqbalf77) pas tampil di acara Satria Tawa 2019 yang lalu.

Materinya unik. Dia ceritain pengalamannya PKL menjadi tukang fotokopi. Karena sudah senior, maka penulisannya solid dan lucu.

Opener Kedua: Danang

Danang

Aku juga sangat familiar sama Danang (@dansder_). Ternyata dia juga tampil di Satria Tawa 2019 yang lalu. Dan pernah ketemu juga pas dia ewang-ewang di stendapnya Dono Pradana.

Danang membawakan materi tentang pencak silat yang menjadi cirikhas Madiun. Dia juga membahas replika Kabah dan Singapur. Ada satu bit yg memorable: wudlu. Hihihih.

Opener Ketiga: Fajri

Fajri MRP

Fajri (@fajri_mrp) juga familiar bagiku. Karena dia pernah jadi openernya Abdur di PPTJ. Fajri ini opener yang dibawa Nopek dari Suroboyo. Jadi dia bukan opener lokal.

Untungnya dia di sini bawain materi yang berbeda. Yaitu sebagai komika yg minder dan menceritakan pengalaman pernikahannya yg absurd.

Opener Keempat: Axel

Axel Mocsy

Axel (@axelmocsy) juga komika bawaan Nopek dari Suroboyo. Komika kristen yg tidak taat-taat amat. Saya tau Axel ini pas dia ngemsi di stendapnya Rais, You Raise Me Up. Jadi aku gak pernah lihat dia stendap. Cuman pas ngemsi bareng sama Renal, dia lucu banget! Jadi penasaran stendapnya selucu apa?

Axel membawakan materi yg sebagian besar sensitif dan dark comedy. Ngebahas Abah umi, reggae. Dia juga ternyata dianugerahi cacat. Tapi dikit. Cacatnya cuma mak klutik. Ada materi tentang ngisi bensin juga.

Dan serpraisingli, keseluruhan stendapnya lucu banget! :tepuk:

Sang Penguasa Jawa: Nopek Novian!

Nopek Novian

Jam 8.03 malam. Akhirnya sang headliner alias penampil utama, sekaligus yang punya acara, Nopek Novian (@nopeknovian) tampil. Enerjinya Nopek itu gak tertandingi. Apalagi dia sedang di kandang dia sendiri nih! Madiun! Tempat asal Nopek berada.

Oh iya saya lupa, stendap comedy kalau di jawa timur begini, auto pake bahasa jawa ya! Campur-campur gitu, bahasa Jawa-Indo. Tapi biasanya jokes-nya lebih meledak kalau pakai bahasa jowo. Karena sangat deket dan rilet sama bahasa sehari-hari penonton.

Nopek seringkali bilang stendapnya fri stael. Padahal ternyata materi nopek topiknya lengkap. Dia ngebahas Pernikahan, keluarga, mertua, bahkan sampe ke tema politik. Dia juga membahas show dia sebelumnya, membahas buwuhan, sampe ke asisten.

Banyak adegan surprise yang bikin penonton tepuk tangan. Keren ah, ini! Pantesan dia penguasa jawa. Susah banget dikalahin! :ampun:

Jadi mon map buat Gautama dan mas Yono, kalian berdua harus berjuang sangat-sangat keras! Soalnya masih jauuuuuuuh banget kalau mau ngalahin Nopek. Ibarat perjalanan, Nopek sudah sampe New York, sementara kalian masih sampe desa Cangkringan, kabupaten Nganjuk. Haha

Nopek yang plonga-plongo nggah-nggih ketika jadi bintang tamu di podkes, ternyata di balik itu, dia sangat jenius! Stendapnya lancar banget, ngomongnya cuwepet gak ada grogi-groginya. Bener-bener komika dewa! Lauuuwucu pol!

Tiket sratus ribu kayaknya sangat kemurahan. Dan Nopek juga menjelaskan kalau dia bikin tur ini bukan untuk cari uang. Soalnya uang sratus ribu itu dipotong ini itu hampir habis. Nopek cuma kebagian sejuta setengah per-show, katanya. Jadi dia ngadain stendap tour kayak gini tujuannya untuk ketemu penggemar yang selalu support dia sampe menjadi sebesar sekarang.

Walaupun crita kayak gini kalau aku ceritain ke temenku yg awam, pasti susah dipercaya, pasti pada bilang, “Gak mungkin lah! Bikin syo pasti cari untung lah!”. Tapi buatku (yang juga nduwe darah seniman iki), aku yakin kalau Nopek jujur bilang apa adanya. Seorang seniman sejati itu yg terpenting support dari orang lain, entah itu teman, keluarga, atau penggemar.

Dia juga bilang kalau untuk cari uang, dia lebih memilih endorse di story atau postingan instagram yg angka duitnya jauh lebih fantastis dengan effort yg jauh lebih sedikit dibanding bikin stendap tur kayak gini.

Tapi emang panggungnya menurutku masih kurang proper untuk sekelas syonya Nopek. Soalnya gak ada backdrop tulisan Menjadi Dewasa. Hanya kain hitam tanpa tulisan apa-apa. Jadi memang bajetnya sangat amat mepet. Hihihi. Tapi gapapa yang penting kan penonton puas sama lucunya! :lol:

Acara selesai jam setengah sembilan malam. Dan setelah acara selesai, penonton boleh membuka stiker yg menutupi kamera belakang hape dan saatnya sesi yang paling ditunggu-tunggu sama penonton: foto bareng Nopek.

Karena tempat dudukku di belakang, jadi antrinya lama. Dan ketika panitia bilang waktunya dibatasi, aku jadi ikutan ndusel mas-mas gemoy antri nunggu giliran. Sebelum dapat giliran, aku lap dulu kamera aifun tuwelfku supaya gak ngeblur hasilnya.

Dan inilah hasil foto-fotonya:

Foto bareng Nopek Novian

Selain sama Nopek, aku juga foto bareng opener² dan mas-mas surprise. Haha

Bersama openers dan mistery guess
Dari kiri ke kanan: Hari Otong (@hari_otong89), Axel, Aku, Fajri, Danang

Jadi di tengah-tengah stendap, Nopek memanggil spesyel ges yang tidak ada di poster. Yaitu asisten dia sendiri sama Hari Otong. Penonton terkezut. Sayangnya aku yg gak begitu ngikutin vlognya Nopek, jadi agak gak rilet. Tapi so far lucu juga para asisten ini. Tentu saja mereka berdua juga komika ya. Bukan sembarangan orang.

Sayangnya asisten yg pakai baju jawa itu ndelik entah di mana. Jadi aku gak sempet foto bareng. Dan ada satu lagi opener yg kancrit gak foto bareng. Iqbal ning ndi ya? Bal, nendi we?

Akhirnya ketemu Iqbal ndik cepitan lawang. Ternyata dia lagi mencari kesempatan. Kesempatan dalam kecepitan. Anjir punchlineku kureng. :sad:

Foto bareng Iqbal

Jangan-jangan Iqbal sengojo ndelik ben iso selfi berdua karo aku? Huahahaha.

Setelah acara selesai, aku diajak pulang bareng semobil sama temennya Wahyu (@wahyu_muharram). Sayangnya kami saat itu gak foto-foto. Karena emang aku belum akrab. Plus energi mereka berlebih jadinya aku diem aja biar gak berebut energi. Hahaha

Kami kelaparan dan makan di sego pecel Bu Wo. Sebagai orang Nganjuk, sego pecel Bu Wo itu masih jauh di bawah standar rasa sego pecel Nganjuk. Tapi mau gimana lagi, perut lapar ini gak boleh disingkronkan sama lidah. Jadi lidah harus mengalah.

Kami pulang ke Caruban. Aku langsung nyegat bis Sumber di sebelah Masjid Gedhe Caruban menuju ke Nganjuk.

Ouwerol.. Matur suwun mas Nopek. Stendapmu lauwucu. Rahangku bar iki njaluk diservis, pistonne kenek.

Bonus foto:

Foto instagram untuk postingan Nopek

Apik ya, editanku! Hihihih.

Bye bye

Komen yuk kak!