Nonton Habitat Surabaya: Standup Comedy Special By Bintang Emon

Sempet dibikin bete sama venuenya yang ndelik gatau di mana tempatnya. Ini lo, Balai Pemuda Surabaya yang luasnya selapangan bola. Banyak banget ruangan yang bisa berpotensi menjadi venue “Habitat”, standup comedy show punyanya Bintang Emon.

Muter-muter sampe capek. Sampe kesasar ke galeri seni. Sampe nanya satpam dan satpamnya pun bingung. Hahaha.

Aku soalnya cuma mantau dari jauh. Biarkan Bangkit (@bangkitku) yang bergerak. Soalnya dia yang tahu Surabaya. Saya mah cuma anak kabupaten yang gatau apah-apah.

Untung aku gak kebelet pipis ya. Jadi secara fisik aku gak bete. Tapi secara mental, deg-degan banget nih. Mana acara menurut jadwal dimulai jam 7 malam. Sementara ini sudah jam 7 kurang lima menit beroooo! Mana acara stendap kan biasanya sangat tepat waktu. Takut banget kalau tiket 372 ribu ini hangus gara-gara telat nonton :cry:

Untungnya sepertinya ada titik cerah. Bangkit dengan semangat memimpin perjalanan menuju venue. FYI, di Balai Pemuda lagi banyak acara juga. Jadi di sini otomatis ada banyak orang. Cuman untuk memastikan orang-orang ini mau nonton stendap atau acara lain, itu susah.

Bukannya kalau ada acara stendap selalu ada petunjuk arahnya?

HARUSNYA ADA SIH! Tapi entah mengapa acara sebergengsi “Habitat” dengan tiket paling murah TIGARATUS TUJUH PULUH DUA RIBU SERATUS SATU rupiah ini sesusah ini menemukan venuenya. Huhuhue.

Setelah muter-muter balai pemuda, akhirnya kami menemukan sebuah cagak dengan kertas havees putih bertuliskan “STAND UP COMEDY BINTANG EMON”. Bahkan judul acaranya pun gak ada beroooo! Istimewa banget ya!

Poster HABITAT

Dengan setengah berlari, aku masuk ruangan itu dan menuju eskalator. Di lantai ataslah venuenya berada. Dan di penukaran tiket pun, gak ada poster habitat sama sekali. Huwahahaha

Bener-bener istimewa sekali acara kali ini. Harga tiket 372.101 rupiah itu ternyata gak cukup buat nyetak x-banner Habitat di loket penukaran tiket, atau ngeprint poster A4 saja lah, sekadar untuk petunjuk arah.

Penukaran tiket Habitat

Tapi gak papa. Ini menunjukkan kalau Bintang Emon itu komika mahal. Jadi gak perlu poster-poster segala. Kalau mau nonton ya harus effort lah. Cari venuenya sendiri. Kalau memang niat mau nonton pasti ketemu kok venuenya. Kira-kira seperti itu kali ya mindset acara ini.

Whatever.. klen tonton saya velog saia di bawah ini..

Acaranya diadakan Jumat malam, 29 September 2023, jam.. pokoknya pas aku sudah nyampe venunya, acaranya belum dimulai, saya tenang! Hohoho.

Tapi ketenangan rada buyar karena di dalam sudah ada ribuan orang dan ternyata tiketku sama bangkit beda level. Dia beli tiket Gold sementara aku Silver. Selisih cuma seratus ribuan sih. Dan Bangkit panggok ngarep dewe. Sementara aku belakang hampir mentok. Huhuhue. Bintang Emon dari sini cuma kelihatan sak jentik. Cauwilik. Huhuhue.

Panggung Habitat

Dan aku otomatikli nonton dewean. Ketawanya dewean juga. Wehehe. Kalau masalah ini sudah biasa sih. Akutu sepertinya extrovert. Jadi berada di antara banyak orang saja aku seneng.

Acara mundur setengah jam dari jadwal. Jam setengah lapan malam, Emsi Renal (@renaldisowi) dan Axel (@axelmocsy) membuka acara. Renal bilang, dia dapat tawaran ngemsi hamin satu alias kemarin banget! Jadi apakah memang semendadak itu ya persiapannya?

Renal dan Axel

Aku selama melihat ke panggung, terganggu sama tirai panggung yang tidak tertutup sempurna. Bahkan sempet terlihat ada putih-putih sliweran. Anjay apaka itu penampakan? Apaka hanya aku yg lihat itu? Yang jelas, ini acara sepertinya emang serba terburu-buru. Jadi maybe gak ada gladiresik.

OPENER PERTAMA: Fito

Opener pertama tampil. Mas-mas wan lainer kebanggaan Suroboyo, Fito (@fito_pangestu1).

Fito Pangestu

Hmmm.. ada beberapa jokes yang gak kena. Tapi sebagian besar lucu kok. Fito juga mentalnya bagus. Soalnya ketika ada joke gak kena, dan penonton hening, dia malah jadikan itu sebagai punchline. Dan penonton gak nyangka ternyata itu memang disengaja. Ternyata itu masuk dalam penulisan. Haha.

OPENER KEDUA: Rian

Rian (@rian.apriliayunus) adalah komika yang pembawa boneka.

Rian Apriliayunus

Ternyata bisa ya, boneka dijadikan properti stendap. Mantab mas! Walaupun beberapa materi aku gak rilet. Tapi ouwerol sangat menghibur.

OPENER KETIGA: Adi Arkiang

Mas Adi (@adi.arkiang) membawakan materi tentang mas-mas pesantren yang mencoba dugem.

Ardi Arkiang

Mas Adi ini juga mantan asistennya Bintang. Lucu banget materimu mas! Dengerin suara dia ngomong aja lucu.

Di foto atas, kelihatan kan, tirai kebuka dikit. Dan hal itu mengganggu banget buat aku yang gampang terdistraksi sama visual.

HEADLINER: Bintang Emon

Bintang Emon tampil jam 8.22 malam. Aku suka sama lightingnya sih. Biru neon menyala. Mecing banget sama outfit Bintang yang putih-putih.

Bintang Emon

Oh, jadi ini tigaratus tujuh puluh ribu sekian sekian rupiah itu. Iya deh. Iya, worth banget ternyata. Tapi kasian openers sebelumnya ya, tampil ketika tirai tertutup. Huhuhue.

Ah kamutu norak Ndop! Emang begitu kali, acara stendap bergengsi tuh, headlinernya harus sangat keren dan surprise. Masa sepadan sama opener sih?

Iya deh iya :ampun:

Bintang tampil rileks banget. Walaupun sempet dia agak over ketika ek taut meragain salah satu capres. Ektautnya bikin karpetnya geser. Sementara di karpet itu berdiri sebuah kursi dan meja dengan air mineral. Serem sih kalau sampai jatuh. Pasti buyar dikit konsentrasinya. Hmmm kayaknya enggak. Komika sekelas Bintang Emon pasti tahu banget cara mengatasi kejadian² kayak gitu. Malah bisa jadi punchline yang lucu.

Materinya padet banget. Materi politik tepi jurang banyak banget. :takut:
Ada materi jambore yang dibawain juga. Tapi dikit dan dimodifikasi sesuai situasi sekarang.

Dia banyak ngebahas kisah percintaannya dengan Alca. Ngebahas kisah hidupnya yg miskin sampe sekarang yg udah kaya raya.

Aku gak ngerasa Bintang sedang menyombongkan diri sih. Walaupun penonton di belakangku sering banget bilang “Sombong amat!”. Mungkin dia baru sekali nonton stendap. Jadi masih norak.

Bintang Emon setahu saya baik dan ramah. Nggak sombong. Dia cuma introvert saja. Gak suka bergaul. Dulu pas Standup Hutan aku sempet ajak dia foto bareng dan mau kok.

Bintang selesai stendap jam 9.42 malam. Total 1 jam 20 menit penonton dihibur dengan materinya yg mateng banget. Semua teknik stendap bener-bener dikuasai dengan baik. Pemaen memang!

Acara selanjutnya adalah foto-foto. Penonton boleh ngefotoin bintang emon dan beberapa opener dan emsi di panggung. Iya bener. Ngefotoin. Bukan foto bareng. Yuyur ini situasinya okword. Soalnya biasanya komika foto sama penonton tapi kali ini nggak ada. Ada apa ini? :???:

Bahkan yang beli tiket VIP pun gak ada jatah foto bareng. Bangkit sebagai pemilik tiket kategori gold bilang, dia kecewa karena dia gak dapat fasilitas lebih dibanding silver. Tapi ntah kenapa badmoodnya sampe kena di aku. Akutu butuh tukang foto, dia malah kabur ngobrol sendiri sama temannya yg lain. :cry:

Akhirnya aku malah minta tolong panitia, Faiz (faizku_suma), buat fotoin aku. Karena kami saling folo di ige. Makasi kaka Faiz gemes haha. Foto di awal postingan, foto aku sedang megang tulisan, itulah hasilnya.

Selain foto megang tulisan, sebagai bukti aku nonton stendapnya Bintang Emon, akhirnya aku foto selfie dengan background panggung. Mayan lah ya, ada bukti otentik kalau aku nonton Habitat.

Foto panggung Habitat Bintang Emon

Aku bingung ini nanti diposting di instagramnya gimana ya, kalau gak ada foto bareng komika? Akhirnya aku ngedit sendiri kayak begini.

Dzofar Habitat Bintang Emon

Keren kan editanku? Aku memang pemaen! :cool:

Komen yuk kak!