Wisata Nganjuk: Sendang Putri Wilis dan Bukit Watu Lawang

Sebagai warga Nganjuk yang ngehits sejagat raya, aku merasa malu banget karena belum ke tempat wisata yang ngehits juga sejak berrrtahun-tahun yang lalu. Perkaranya cuma 1, daku males bayar ojek yang mahalnya minta ampun. Walaupun aku punya duit berlimpah sih. Tapi entahlah aku mendadak pelit aja kalau harus bayar mahal. Hahaha.

6 Mei 2018. Nah, karena kemarin habis acaranya Nganjuk Heritage Run kok si Bagus Ridho Laksono ngajak piknik ke Sedudo, yowis ayuk aja!

Karena berdua doang kok nanti kita malah pacaran, maka aku berinisiatip mengajak 1 teman lagi, yang saat itu saya temukan dia sedang gak tentu arah, gabut, atau mau ngapain, mau pulang kok hari masih pagi, nanggung. Nah, mengetahui hal itu, aku yg tanggap langsung mengajak Syamsi, anak Caruban Mlayu, untuk ikut piknik aja! Dia langsung mau! Yes!

Kami berangkat bertiga motoran naik gunung ke desa Ngliman, Sawahan Nganjuk. Aku digonceng Bagus. Syamsi sendirian. Kasihan. Hahaha

Acara Nganjuk Heritage Run bisa kalian tonton videonya di bawah ini ya:

Perjalanan menuju ke sana khan ya tinggal lurus aja, jadi gak perlu saya arahkan. Kalian tinggal buka gugel mep, cari alamat Sawahan Nganjuk sudah pasti nemu.

AIR TERJUN SINGOKROMO

Perjalanan dimulai menuju Air Terjun Singokromo yang jalan menuju ke sana sudah tidak sesengsara dulu lagi.

Btw, jalan menuju ke sini terpampang jelas banget ya bannernya, Jadi kalian kalau ada banner tolong dibaca pelan-pelan. Kalau lurus ke Air Terjun Sedudo. Kalau belok ke kiri ke Singokromo.

Parkir motor ternyata bayar lagi. Lalu kami jalan kaki. Jalan setapaknya sudah ditata rapi sekarang. Jadi makin gampang menuju ke lokasi air terjunnya.

Air Terjun Singokromo 2018

Berani nyemplung dong! Walaupun cuma di ujung haha.

Untuk yang bawa mobil, bisa kok ke sini. Cuman jalannya agak sempit jadi mohon dipikir ulang. Trus parkir mobil jauh banget dari lokasi air terjun. Jadi mohon dipikir ulang kalo bawa mobil ya.

Btw, di sini sudah ada warung makannya sekarang. Asyik bisa makan-makan sambil melihat air terjun yg masih alami.

Perjalanan dilanjutkan menuju wisata selanjutnya..

SENDANG PUTRI WILIS

Karena air terjunnya emang terlalu deras sehingga kalau dibuat kungkum-kungkum kurang asyik, maka kami memutuskan untuk sebentar aja di Air Terjun Singokromonya. Kami langsung melanjutkan ke Sendang Putri Wilis, di mana di situlah tempat kungkum yang sebenarnya!

Jalan kaki bentar doang kok. Gak jauh-jauh amat. Ada petunjuk jalannya juga. Menuju Sendang Putri Wilis kita gak perlu bayar lagi. Jalan menuju ke sana belum ditata serapi jalan menuju Singokromo tadi. Tapi masih bisa ditelusuri dengan mudah dan aman.

Sendang Putri Wilis

Di sini kungkum lumayan lama. Airnya gak sedingin Singokromo tadi sih. Jadi sangat nyaman buat mandi-mandi asyik. Airnya tentu saja bening. Btw, Sendang Putri Wilis ini letaknya di atas Air Terjun Singokromo. Tapi anehnya airnya gak sedingin air terjun Singokromo. Ya gitu deh. Aneh ya. Haha.

Btw, di sini ada capung yang seumur hidup aku baru kali ini melihatnya. Dodokerok alias Capungnya unik banget. Dia suka sama manusia! Hahaha. Kalau tangan kita dijulurkan, dia akan menclok dan duduk santai di sana. Sangar ya!

capung sawahan

Capungnya lagi kenthu.

Btw, di area desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk sini, sinyal hape yang ada cuma Telkomsel ya. Kadang IM3 nyaut. Kalau yang lain keknya matek total. Jadi mending kalian fokus wisata aja gak usah main hape kecuali foto-foto. Hehehe.

Sebenarnya masih ada wisata satu lagi di area sini, namanya Pertapaan Sadepok. Sayangnya kami lupa. Dan juga karena masih ada wisata lain yg wajib dikunjungi, makanya kami gak mampir ke Sadepok dan melanjutkan ke..

AIR TERJUN SEDUDO

Nah, buat yang bawa mobil, ke Sedudo inilah wisata yg pas. Karena emang ini letaknya di jalan utama. Walaupun parkir mobil khusus ada. Tapi karena letaknya jauh dari lokasi air terjun, maka orang2 biasanya parkirnya ya di pinggir jalan. Kalau mau tertib dan parkir di tempat yg disediakan sih, bagus banget. Tapi harus jalan kaki lumayan capek. Hihihi.

Jangan khawatir! Di sana ada ojek yg jumlahnya melimpah! Kalian cukup bayar 10 ribu untuk diantar dari parkiran mobil ke lokasi air terjun Sedudo.

Sekarang ini Sedudo sudah jauh berbeda dibanding beberapa tahun yang lalu. Kita sudah tidak bisa mandi-mandi kayak dulu. Gak bisa berlomba lama-lamaan berada di bawah air terjun kayak dulu. Semua berubah sejak adanya tragedi memilukan beberapa tahun yang lalu.

Makanya Sedudo sekarang dipagar. Kalian bisa mandi-mandi sih di area luar pagar. Tapi airnya keruh. Butek. Ada sih area mandi-mandinya di bawah. Tapi keknya airnya gak sejernih zaman past. Hihihi.

Sedudo 2018 dipagar

Sekarang dipagar. Padahal sensasi mandi tepat di bawah air terjun Sedudo adalah yang paling berkesan.

Trus sekarang Sedudo juga gak alami lagi. Sudah kayak taman wisata keluarga. Sudah dibangun ini itu. Sudah modern. Warung-warungnya sudah ditata rapih. Bagus kok. Tapi aku gak begitu suka karena kurang alami. Udaranya juga gak sedingin dulu.

Sedudo 2018 yang sudah modern

Jadi, kami ke sini cuma mampir makan indomi telur aja. Kalau kalian suka nasi jagung iwak asin, di sini dijual di mana-mana.

Selain cuma mampir makan, kami foto-foto tentu saja. Karena mandi-mandinya khan udah dua kali tadi. Hihihi.

Sedudo yang ikonik

Karena hari sudah semakin panas, maka kami melanjutkan perjalanan ke..

BUKIT WATU LAWANG

Di sini ternyata parkir motor bayar lagi. Omaigod! Yaudah gak papa wong gak bendino. Hohoho.

Bukit Watu Lawang ini letaknya ada di jalan menuju Sedudo tadi. Bannernya terpampang nyata kok. Zaman now khan serba mudah. Apa-apa ada bannernya segedhe gaban. Jadi gak perlu pusing nanya orang.

Memasuki gerbang pintu masuk, lalu kita jalan kaki. Deket banget kok cuma 300 meteran. Lumayan trekking dikit-dikit lah. Capeknya gak kerasa soalnya pemandangan di sekitar SANGAT BAGUS!

perjalanan menuju watu lawang

Buanyak banget spot foto di sini. Kalian bisa pilih yang sesuai selera. Kalau aku sih suka spot foto yang ini..

Bukit Watu Lawang

Ini memang spot andalan sih haha

Kalian bisa menghitung jumlah air terjun di belakangku gak? Yes, itu adalah pemandangan yang dihidangkan dengan lezat di Bukit Watu Lawang ini. Pemandangan langka. Satu-satunya di dunia. Di mana terlihat air terjun bertingkat-tingkat berurutan dari atas sampe bawah.

Kalau aku kemarin berhasil melihat 4 air terjun. Sebenarnya sih ada lebih dari 4 ya. Coba kalian ke sini deh. Trus coba hitung berapa jumlah air terjunnya. Hohoho.

Kalian bisa foto di batu-batu yang tersebar di sana. Cuman ya harus hati-hati ya. Jangan sampe nggeblak. Hihihi.

Di sini juga sudah disediakan warung makan. Maklum sekarang penduduk sekitar sudah tanggap menangkap peluang bisnis pariwisata. Hihihi. Jadi jangan khawatir kelaparan dan kehausan.

VLOG

Ini sudah aku buatkan vlognya juga. Tonton deh. Biar tahu kenyataannya kayak gimana:

—-

Yup, dalam sehari bisa berswisata ke 4 tempat wisata sekaligus! Kalau berangkat lebih pagi lagi, bisa 5 malah. Hanya ada di Nganjuk lah ya. Wisata alam air terjun yang asyik dengan pemandangan pegunungan hijau yang menarik.

Untuk yang bawa anak kecil, disarankan untuk ke air terjun Sedudo sama Watu Lawang saja. Singokromo sama Sendang Putri Wilis tolong diskip dulu. Nunggu anak-anakmu sudah SD atau SMP ya. Sabar buk, pak. Hahaha.

Yasudah. Tugasku sebagai blogger Nganjuk sudah selesai. Sudah gak punya utang posting lagi. Hahaha. Ntar kalau ada wisata Nganjuk baru lagi, semoga aku bisa ke sana dan posting lagi. Thank you kawan-kawan Ndofans™.

Sampe jumpa lagi di postingan selanjutnya!

9 Comments

Komen dong!