Kemana Perginya si Bulu Kaki?

Aku tuh suka banget mengamati orang. That’s why biasanya aku lebih suka sendirian kalau ke mana-mana. Biar bisa bebas mengamati orang lain tanpa ada gangguan pertanyaan “Sedang ngelihatin siapa sih?”

Di zaman now, aku merasa ada yg janggal ketika mengamati orang. Terutama kalau sedang mengamati laki-laki. Terutama bagian agak ke bawah. Bukan ke tengah ya. Bawahnya lagi. Teruuus ke bawah. Nah setapp!! Lihat tuh, kakinya mulus banget yak?

Sementara kaki guweh?

Kaki asli dan kaki meja

Kaki manusia dan kaki meja

Bulu kaki

Kaki berbulu

Nggilani ya kakiku banyak bulunya?

Buat saya pribadi, aku suka dengan kakiku sendiri yang seksi berbulu lebat. Gak ada tuh perasaan risih. Biasa aja. Gak kerasa apa-apa.

Buat masyarakat zaman now mungkin beda ya. Keberadaan bulu kaki dianggap nggilani, gak rapi, gak keren, gak bersih. Buktinya banyak bulu kaki yang dishave alias dicukur alias diwax bersih supaya mulus.

Lihatlah kaki mulus para pria di bawah ini..

kaki mulus

Bagaimana bisa kakinya mulus-mulus begitu? Apakah itu karena efek kamera byuti? Bukan ya. Itu memang asli bersih mulus begitu kok kakinya. Aku sudah nonton videonya soalnya.

Itulah yang aku lihat sekarang-sekarang ini. Hampir semua cowok kakinya gak ada bulunya. Lalu aku timbul pertanyaan, kenapa kok begitu? Apa yang sebenarnya terjadi?

Iseng-iseng aku survey di instagram. Pakai fitur poll. Dan hasilnya adalah..

polling tentang bulu kaki

Ketika aku lihat hasilnya, ternyata 97 orang menjawab karena hormon. 140 orang karena dicukur. Dominan dicukur ternyata. Tapi tunggu dulu, kenapa bulu kaki harus dicukur sih?

BULU KAKI DICUKUR? WHY?

Setelah brosing-brosing di internet, ternyata alasannya sama kayak dugaanku di atas, alasan kebersihan dan penampilan.

Trus ada alasan yang tidak logis, biar lebih aerodinamis ketika bersepeda atau berenang. Ya amplop, sejak kapan bulu-bulu kaki bisa mengurangi kecepatan? Kecuali bulu kakinya sepanjang rambut gitu baru percaya aku. Lha kalau sekedar bulu kaki seharusnya gak selebai itu. Hihihi.

Zaman sudah berbalik ya. Zamanku dulu, iya zaman dulu, iya iya, aku sudah tua! Dulu justru sebaliknya deh. Laki-laki yang gak punya bulu kaki justru dibully. Dikata-katain gak jantan lah. Gak laki lah. Hahaha.

Eh, ngomongin dicukur, aku juga pernah sekali dua kali bulu kakiku tak cukur. Karena dulu aku malu. Di saat temen-temen MTsN ku belum pada tumbuh bulu kaki, lha aku sudah lebat aja nih! Padahal brengos sama jenggot gapunya. Hahaha.

Trus aku kuwalat mungkin ya. Setelah dicukur malah tumbuh subur. Yaudah lah pasrah aja. Lama-lama juga temen-temen lain pada tumbuh bulu kakinya. Lagian ketika MTsN dulu aku sudah pakai celana panjang. Jadi gak kelihatan juga sih.

Makin dewasa (tubuhnya doang yg dewasa, jiwa sih masih MTsN mulu), aku merasa punya bulu-bulu tangan, kaki, paha, sekitar pusar (iya ini aku sopanin dikit, biar gak nyebut jemb.. tit! Hahaha), adalah merupakan keindahan yang dikasih Tuhan secara gratis! Sayangnya, daku gak brewokan ya. Cuma punya kumis dan jenggot dikit aja. Tapi yang jelas itulah yang pantas aku terima. Gusti Alloh khan Maha Designer banget tuh. Jadi apa yang kita punya itu yang TERBHAEK buat kita!

Melihat hasil survey followerku, ternyata sebagian besar mereka memilih dicukur, ya sudahlah pilihan mereka masing-masing ya. Walaupun menurut pendapat pribadiku, bulu kaki gak usah dicukur dibiarin aja. Terutama buat kalian yg brewokan. Kalau atas brewokan. Dada berbulu lebat. Tapi kakinya gundul kayak kaki meja, menurutku kok gak balance ya. Hahaha.

Tapi terserah deh. Aku bukan Tuhan Yang Maha Benar yang harus dituruti. Jadi sante ajaaa.. Yang penting hepih!

Baiklah, kita membahas jawaban polling selanjutnya..

KARENA HORMON?

97 orang menjawab hormon. Ada benarnya sih. Aku pernah baca artikel di majalah National Geographic Indonesia edisi April 2017. Nih, aku fotoin cuplikan artikelnya..

majalah national geographic april 2017

Baca yg merah aja ya. Itu dijelaskan kalau..

Bulu tubuh akan lenyap dalam lingkungan terkendali yang tidak berdebu.

Hmm.. Menurut teori revolusi, manusia berevolusi sesuai lingkungannya ya. Kalau lingkungannya penuh debu, bulu-bulu tubuh akan tumbuh untuk melindungi kulit dari debu yang mengganggu. Demikian sebaliknya.

Trus aku jadi mikir. Apa jangan-jangan bulu kaki yg hilang di tubuh laki-laki itu karena mereka gak main-mainan debu lagi?

Wow, BISA JADI YA!

Perhatikanlah gaya hidup laki-laki zaman now. Bangun tidur. Mandi. Sekolah/kuliah/kerja. Yang naik motor gak akan terkena debu karena pakai celana ketat sampe debu-debu gak ada celah untuk masuk. Trus kalopun gak pakai celana panjang/ketat, naik motornya juga cepet-cepet, debu-debu mana bisa nempel? Ye kan? Trus buat yang manjya dan kaya, naiknya mobil. Sudah tentu bebas dari debu.

Yang nganggur? Ya di rumah lah. Main game. Nonton tipi. Brosing-brosing bokep. Nonton yutub. Brosing tutorial vector di blog dzofar dak kom. Main sosyel media. Update status. Stalking-stalking. DI DALAM KAMAR BERASE. Di atas kasur. Kalaupun melantai, lantainya kinclong. Atau beralaskan tikar atau karpet. Mau main bola aja, mainnya di dalam gedung. Gedung olahraga. Main futsal!

Karena lingkungan para cowok zaman now pada bersih bebas dari debu, maka tubuh para cowok zaman now pun tidak memproduksi hormon khusus yg berperan menumbuhkan bulu kaki. Kalau tubuh gak butuh, ngapain ditumbuhin? Gitu mungkin logikanya.

Soalnya bulu tubuh sebenarnya untuk melindungi kulit dari kotoran kayak debu. Sama fungsinya kayak bulu hidung untuk melindungi hidung dari debu supaya kita gak flu.

Kalau kita bandingin sama lingkungan hidup para cowok zaman past. Gak ada hape. Main di luar rumah. Main bola di lapangan. Main petak umpet. Main kasti. Main Bak Boi! Main kelereng. Semuanya bersentuhan dengan debu. Makanya bulu kakinya lebat-lebat.

Hmm make sense gak sih?

Kayaknya ada temen instagram yg menganggap teori evolusi manusia itu make sense..

pendapat netizen

Nah, berati ada contoh kasus nyatanya.

Trus ada netizen lain yg chat ke aku. Dia malah pingin punya bulu-bulu di tubuhnya. Tapi gak tumbuh-tumbuh. Udah pakek penumbuh rambut pula. Tapi zonk. Jadi teori evolusinya ada benernya. Alasan hormon ada benernya. Manusia berevolusi dengan lingkungan memang ada benarnya.

—-

Jadi.. Kalian yang cowok, bulu kakinya emang gak ada atau karena dicukur? Kalau dicukur alasannya kenapa? Kalau emang gak ada bulunya, sebenarnya kamu pingin punya bulu kaki apa enggak? Alasannya apa?

Tuh, sudah saya kasih bahan nulis komentar. Sana komentar sana! Hahaha.

18 Comments

Komen dong!