10 Alasan Kenapa Harus Canon G7X Mark II

Canon G7X Mark II

Hae gaes, welkam tu ma yutub cenel! Tudei am gonne tok ebaut ma kemra kenen ji sewen eks mark tu..

*kesurupan yutuber*

Jadi kameraku SLR Nikon D3200, si Ani Kondriatun yang aku beli 4 tahun yang lalu, saya jual. Karena dengan membawa kamera sebesar dan seberat itu, daku males banget. Lagian udah berat-berat bawa kamera, eh yang difoto orang lain. Sebagai seorang model, daku gak terima dong!

Trus ketika aku minta difotoin sama mereka, eh mereka pura-pura gak bisa motret! Fotoku ngeblur di sana sini, dicrop di sana sini, pinginnya difoto close up, eh yang difokuskan malah pot bunga di belakangku, atau ketika pingin difoto seluruh body, eh, sepatu mahalku dicrop! FAK FAK FAK! I just can’t handle this! I just can’t!

:lol:

Ketika saya juwal, eh lha kok langsung laku tanpa ditawar. Dasar orang kebanyakan duit ya, jual barang jadi kemurahan! HAHAHA

Trus aku khan lebih menemukan passion ke dunia vlog daripada fotografi, jadi megang SLR is not suitable for me anymore. Aku perlu sesuatu yg ringan, kecil, simpel, dan bagus! Dan paling penting bisa moto diri sendiri alias selfieeee!

Lalu brosing-brosing di yutub, lha kok banyak vlogger menyarankan Canon G7X Mark II.

Langsung deh aku beli! Maklum duitnya kebanyakan jadi kalo mau beli sesuatu tinggal transfer aja. HAHAHAHA.

Nah, berikut ini alasan-alasan kenapa aku yaqin bingid beli kemra kenen ji sewen eks mark tu itu:

  1. Kecil. Bisa masuk saku. Bisa ndlesep di cepitan tas. Alasan ini jadi alasan kuatku kenapa harus beli kamera dijital ini.
  2. Layar bisa diflip ke atas dan bisa dibengkokkan ke bawah. Ini kelebihan mark II ya. Yang versi sebelumnya gak bisa ditekuk ke bawah. Jadi kalau mau moto enggel atas (moto sambil megang kamera tangan lurus ke atas) kita gak bisa ngintip layarnya. Yang mark II ini bisa!
  3. Gak perlu mikir beli lensa baru. Karena ini bukan mirrorless, tapi kamera pocket alias kamera dijital biasa yang lensanya permanen gak bisa digonta-ganti. Walaupun harus setia dengan atu lensa, tapi lensanya all in one banget! Lumayan wide 24mm. Bisa dizoom sampe 100mm. Bukaannya juga 1.8 sudah pasti sangat tajam, bokeh, dan sangat bagus di low light (cahaya minim).
  4. Gak perlu ribet belajar settingan kamera manual. Karena cukup pilih menu auto dan BAM!!! Kalian langsung rekam secara instant! Hasilnya? Di luar ekspektasi! Keren yahood!
  5. Buat selfie baguuuus banget! Baik foto maupun video. Temen-temen akooh banyak yang nggumun dan tersenyum bahagia kalau aku silihi kamera ini. Karena muka mereka jadi ganteng dan cyantique. Trus dalam sekejab memori penuh berisi foto selfie dia yang masing-masing fotonya cuma beda enggel 5 derajat kemiringan.
  6. Gak terlalu norak kalo di mol. Karena ini kamera dijital biasa, kalian bisa rekam video semaunya tanpa takut dilirik tajam sama satpam yang naksir sama kamu. Karena dikira kamera ini murah gitu. Jadi satpamnya gak minat.
  7. Ini kamera sangat PAS buat vlogger. Iya! Ini memang untuk kita! Para vlogger! Kecil, ringan, layar bisa flip, bisa slomo pakai mode 60 fps (eh, kalo ini diedit sendiri pakai software ding), bisa time-lapse! Mode gambar juga lengkap, mulai portrait, landscape, macro, dll.
  8. LCD layarnya sesuai dengan hasil! Jadi gambar yang tampak di LCD sama persis ketika kalian lihat di HP atau komputer.
  9. Sensor kameranya JEMPOLAN! Temenku yang ada punya Canon M10. Lalu dia coba kamera ini malam-malam trus ndomblong. Katanya dengan ISO gedhe, noisenya gak separah punya dia, bahkan gak kelihatan noisenya. (Ehm ehm.. Jelaslah.. Harganya beda boooo…)
  10. Ada WIFInya juga lo!. Lah kenapa ini masuk list? Khan semua kamera zaman now sudah pakai fasilitas ini ndop? Hehehe.. gak popo. Soalnya nanti pasti ada yg nanya. Jadi saya jelaskan sekalian. Hehehe. Jadi bisa ngopi file straight from kamera ke hp mu pakai aplikasi Canon Camera Connect yang ada di android atau iOS.

Eeeeh.. Gak boleh gitu ndop! Reviewmu terlalu subyektif tuuuh! Ya masa kameranya sesempurna itu sih? Gak ada kelemahaannya sama sekali gitu? Reviewer yang buruk!

Hehehe.. Sabar ya sayang..

Kelemahannya cuma satu sih, gak ada mic externalnya. Jadi suaranya kalau dalam suasana super crowded (rame), semua suaranya masuk! Hahaha.

Eh, kelemahannya dua ding, karena bentuknya kecil, untuk tangan cowok ukuran dewasa, kamera ini dipegangnya agak kurang mantab. Jadi agak hawatir kalau jatuh gitu. Solusinya ya dimurkan pakai gorillapod kayak foto di atas. Jadi yang kita pegang gorillapodnya. Bukan kameranya.

Kelemahannya kurang satu lagi ding, kalau terkena angin kencang, maka dia akan kerekam “brebek-brebek” dan kalau ada angin kenceng trus kamu ngomong, suaramu akan kalah sama “brebek-brebek” itu. Tapi itu versi yutub ya. Kebetulan aku belum pernah mengalami suara brebek-brebek. Soalnya belum pernah ngrekam video outdoor dalam keadaan berangin kenceng.

Untuk rekaman outdoor so far is aman sentausa. Kalau cuaca berangin kencang, lebih baik kemulan saja, gak usah ngevlog di luar. Okeee gaes!

Eh, ada kelemahan lain yang bikin orang mundur pelan-pelan gak jadi beli kamera ini. IYA, IYA, KAMERA INI MIHIL BINGID! Gara-gara mahalnya, kalau kamu posting memamerkan kemampuan betapa bagusnya kamera ini, PASTI! IYA PASTI, ada banyak yang merekomendasikan untuk beli kamera lain yang menurut dia lebih oke dan worth it daripada beli kamera mahal ini.

Mahalnya berapa sih?

Aku beli di plaza kamera is ebaut sewen million therti thauzend (7030K alias PITUNG YUTO TELUNG PULUH EWU) saja!

“SAJA” GUNDULMU! Kuwi larang ndop!

What? Cuma segitu itu mahal? Situ miskin ya?

MENTOLO TAK PISUHI KOWE NDOP! MENDING TUKU KAMERA LIYANE NEK DUIKE SAK MONO NDOP! KOWE PANCEN GUWOBLOK NDOP! GELEMEN DIBUJUKI WONG-WONG YUTUB! SUMPAH GOBLOK! NELONGSO AKU NDUWE KONCO KOYOK KOWE NDOP. TAK KIRO KOWE KI PINTER, TIBAKE TUKU KAMERA AE RAISO MILIH! GOBLOK!

Tuh khan, PASTI ada yang merekomendasikan untuk beli kamera lain. Bonus bahasa sumpah serapah ala orang-orang miskin. Hahaha.

:pukul:

RAUSAH KAKEHAN CANGKEM NDOP! BUKTINE ENDI? AKU PERLU BUKTI!

Bukti? Nih!

MALES NONTON! GAK PUNYA KUOTA! BYE!

Dasar miskin!

13 Comments

Komen dong!