13 Jun 2016

Juguran Blogger: Ke Museum Dermaji dan Trekking di Curug Wanasuta

Museum Dermaji dan Curug Wanasuta

MUSEUM DESA DERMAJI

Habis sarapan pagi, kami berkunjung ke Museum Desa Dermaji. Museumnya ada di Balai Desa Dermaji lantai dua.

Museum di lantai dua

Naik ke lantai dua balai desa Dermaji

Pintu masuk Museum

Lantai dua. Pintu yg di kejauhan sana itu perpustakaan.

Di dalam museum yg berukuran kira-kira 3×8 meter tersimpan beberapa benda bersejarah desa Dermaji. Seperti Bokor Kinang, kacamata Kuna, Pedupan, Bendo.

Bokor dan lain-lain

Bokor Kinang, kacamata Kuna, Pedupan, Bendo, dan lain-lain

Ada juga foto beberapa kepala desa Dermaji dari dulu sampe sekarang.

Kepala desa dermaji

Yang paling baru paling ganteng ya. Haha.

Ada koleksi lampu juga nih. Kayak petromax, senthir, dan gembreng. Ternyata di museum desa Dermaji juga ada Garu, yg fungsinya untuk membajak sawah. Trus ada juga Korakan Sapi, semacam lonceng yg fungsinya untuk dikalungkan di leher sapi biar sapi gampang ditemukan karena suara lonceng.

Koleksi lampu

Koleksi lampu

Juga terpajang kerajinan tangan desa Dermaji berupa rambut pasangan lakon pewayangan. Trus ada permainan tradisional berupa Cangkriman dan Tulupan atau bedil-bedilan.

Bedil-bedilan

Ada bedil-bedilan

Eh ada Ani-ani juga untuk memetik padi! Trus Pendaringan untuk menyimpan beras.

ani-ani

Ani-ani dan kawan-kawannya

Keren banget ya desa Dermaji punya museum yg tertata rapi. Selain museum, desa Dermaji juga punya website loh!

Website desa dermaji

Jangan lupa buka website dermaji.desa.id ya!

Museum dermaji

Kalau mampir ke Desa Dermaji, kamu harus mampir ke museumnya lo ya!

CURUG WANASUTA

Lalu kami melanjutkan berwisata ke Air Terjun naik 2 mobil. Melewati jalan berkelok menanjak yang aduhai.

Btw aku jadi ngerasa aneh. Soalnya kemarin malam aku lihat rumah-rumah di sini bagus-bagus banget. Eh sekarang kok terasa biasa aja ya? Ah whatever. Mungkin mataku dihalusinasi sama makhluk halus biar kemarin malam aku seneng hahaha. Makasih yaaaa.. :takut:

Rumah desa dermaji

Rumah penduduk Dermaji dan Masjid Baiturrohman

Perjalanan dilanjutkan. Melewati pemandangan pegunungan yang bagus banget. Kami berhenti untuk foto-foto.

jalan dermaji

Pemandangan Sawah Dermaji

Pemandangan sawah dermaji

Melihat keindahan pegunungan dengan sawahnya,
seketika lupa peristiwa mistis tadi malam.
Desa Dermaji memang super awesome indahnya!
:kiss:

Selfie bareng

Duh bagus banget pemandangannya!

Foto bareng

Selfie bareng di sawah.
Norak?
Ah kami lo cuek! Hahaha

Nganjuk's nect top model

Nganjuk’s Next Top Model!

Curug Wanasuta gak begitu jauh dari tempat kita foto-foto. Patokannya adalah jembatan yg ada tulisannya ROAD ART. Nah beberapa langkah ke depan, di situ ada papan putih orange dan di bawahnya ada jalan setapak. Nah, ikutilah jalan setapak itu sampe menemui gubuk peristirahatan.

Road Art

Patokan Jembatan Road Art

Papan putih

Di bawah papan ini ada jalan setapak.

Treknya lumayan licin dan curam. Tapi gak jauh kok. Kira-kira cuma 1 km. Waaupun cuma 1 km, tapi perjalanan trekking ini sungguh melelahkan. Peserta Juguran Blogger pada sibuk mengatur nafas, sehingga sesuai tagline Juguran Blogger, yaitu sedikit bicara, banyak ngos-ngosan wisata. Hahaha.

Aku sempet ngrekam video perjalanan menuju ke sana loh. Tonton aja ya.

Buat yg males nonton video (kejam banget sih! Hahaha), nih, fotonya:

Levitasi Wanasuta

Levitasi di atas Curug Wanasuta
(klik untuk memperbesar)

Sik sik, kok diatas curug?

Iya bro, ternyata kami ini berada di atas air terjun. Jadi kalau mau melihat air terjunnya harus turun ke bawah sana. Hmm, ini lo foto air terjunnya kalau trekkingnya bener..

Curug Wanasuta

Air Terjun (curug) Wanasuta

Sepulang dari air terjun, kami disuguhi kelapa muda loh! Ya Alloh seger banget! Kami pun makan bareng lalu foto-foto.

Makan kelapa muda

Kakak pengoncek kelapa muda sedang berakseh!

Duh minum kelapa muda di pinggir jalan emang dasar kami-kami ini cuek bebek gak punya malu. Hahaha. Ya ngapain malu lah. Emang kegiatan kami ini memalukan apa? Khan enggak. Haha

Makan kelapa muda

Makan kelapa muda berjamaah.
:sip:

Dan acara Juguran Blogger pun hampir usai. Curug Wanasuta adalah destinasi wisata terakhir yg kami kunjungi.

Setelah dari curug, balik ke rumah pak Kades Dermaji. Mandi-mandi. Packing-packing. Lalu pulang.

2 jam kemudian sudah sampe ibu kota Purwokerto lagi. Tidak lupa beli oleh-oleh. Aku beli gethuk goreng sama Nopia dan cemilan lainnya habis 150 ribuan lebih hahah.

Lha yo ben. Wong aku punya duit. Duit segitu mah dikit! HAHAHHA. Sombong yo ben!

Oleh oleh di Eco 21

Pusat Oleh-oleh Purwokerto, Eco 21

Trus-trus.. Setelah beli oleh-oleh, kami diantar menuju stasiun. Jam 16.55 kereta Bengawan akan berangkat menuju Jogja. Tiket Purwokerto – Jogja 76 ribu. 3 jam perjalanan. Mahal ya! Lah yo ben. Wong aku punya duit. Duit segitu mah dikit! Hahahaha.

——————–

And this is the end of the posts of Juguran Blogger. Terimakasih banyak telah meloloskan diriku untuk ikutan. Ini perjalanan yg lumayan melelahkan karena dari Nganjuk – Purwokerto itu 8 jam sendiri. Belum ke Desa Kalisari dan Dermaji yg juga berjam-jam. Walaupun melelahkan, tapi aku seneng banget bisa dapat kenalan baru. Hahaha.

Jangan lupa untuk datang di festival Dermaji di akhir Juli nanti yaaa..

Menuju Festival Dermaji

Blogger Indonesia terpilih. Haha.

Muhammad Ali Mudzofar a.k.a ndop. Punya motto hidup: Think less feel more. Lebih banyak merasa, lebih banyak manfaatnya. Lebih banyak mikir? Cepet tua loh! #eh



28 KOMENTARS YUK KOMEN ↓

Biar avatarmu muncul, daftar di gravatar.com ya

  1. Blogger terpilih Indonesia!!! hahahaha. wah sampeyan iki ojo gawe perkoro njuk dituntut karo wong sirik dari kasta liyo loh hahaha. Iya nih nggak sabar nunggu Festival Dermaji, sama suguhan tempe mendoan khas Banyumas ditambah kopi panas, duh nikmat tenan :-)

    • Huahaha. Lha dari peserta yg jumlahnya 30 anitu ternyata hanya 11 orang yg terpilih hahah.

      Nunggu diundang maneh ah. Tapi asline rodok males nek aku soale jarakku lumayan adoh. Kecuali mampir solo disik, nggosip. Hahahah

  2. mawi wijna #

    Curug e apik Ndop. Klo di tengah2 musim hujan airnya lebih banyak lagi kayaknya. Ide minum kelapa muda habis nyari curug itu boleh juga, wkwkwkw.

    • Ahaha. Opomaneh gratis ya. Btw kui asline nyasar deh. Mosok trekke malah sampe ke atas air terjunnya HAHAHA

  3. saya saranin kalau mau ke curug yg keren datang aja ke curug 7 panjalu ciamis

  4. betul tuh untuk berpetualang sangat cocok di curug 7 soalnya alamnya masih asri

  5. poso poso jalan jalan terus ndop. lha iku malah ngombe degan

  6. curug emang gaada matinya ya, cuma sayang nih dari dulu ga pernah kesampean buat pergi kesana T,T ini coba dilihat monggo, siapa tau bisa jadi next destination juguran blogger. (P.S: :dance: aku diajak dong :p)

    • Ini aku daftar kok mas. Gak diundang atau diajak haha.

  7. manteb bgt pemandangannya

  8. mantap…gan…..
    artikel yg di buat untuk memperkenalkan wisata alam di indonesia…..
    lanjutkan…

  9. Mantap banget mas. Asik ya ada temen2 blogger gitu trus jalan2. :v

  10. Ya Allah ndop, aku wes suwe banget terkagum2 dengan konsep Desa Dermaji, yang menurutku konsep desa paling Ideal dan patut dijadikan model bagaimana membangun desa. Sudah lama kepikiran, kapan2 harus datang ke desa ini. Sampean malah sudah sampai di desa ini duluan. Senang sekali baca postingan ini. Thanks ndop.

    • Wow. Aku malah baru tau gara2 ikutan ini kang. Berati diriku kurang wawasan hahahha

  11. halo mas Dzofar salam kenal ya dari saya, Bambangruk.
    Pemandangannya manteb banget tuh mas. Luar biasa

  12. lihat peralatan jaman dahulu kadang terfikir sekarang ini sudah jauh lebih maju

  13. kirain hunting pokemon,
    ehhh

  14. Wah, baru tau aku kalau ada desa yang punya museum sendiri. Keren! :) Lihat sawah jadi kangen liburan… *eh, ini baru senin padahal :p

  15. agung nglaban #

    wes 1 wulan luweh durung ono postingan anyar..

    • Huahahah iyo kang, sewulan punjul. Biyuuuh.. sibuk ngerjain order ki (baca: turu)

  16. :pertamax:
    kunjungi blog ane jga ya,

  17. sebuah desa punya museum sendiri? hmm… luar biasa

  18. Alamnya terlihat asri dan indah, kayaknya asyik untk pergi kesana… :dance:

  19. Jadi mupeng kesana. Liat alamnya masih asri banget. Kayaknya masih jarang yang kesana. Wah hidden paradise nih :) :sip:

    • Iyo. Dan medeni hahahah

  20. Ibe #

    Foto yang terbang keren tuh bang hahah

  21. Di dalam museum yg berukuran kira-kira 3×8 meter tersimpan beberapa benda bersejarah desa Dermaji. Seperti Bokor Kinang, kacamata Kuna, Pedupan, Bendo.

  22. Wah itu di daerah lumbir banyumas ya gan?

    soalnya ane pernah mampir disana walau cuma sebentar hehe lanjut perjalanan ke cilacap



Komen dong!