Wisata Nganjuk: Bukit Cinta

Soriii.. Lamaaa gak posting. Maklum waktuku sekarang banyak dihabiskan untuk bersosialisasi sesama manusia di dunia nyata. Setelah ngerjain order, langsung cusss cangkrukan sama teman-teman. Haha.. My life is getting better sih. Maklum udah lama gak bersosialisasi (baca: kesepian). Tapi lama-lama kangen ngeblog juga, kangen “me time” nggethu sendiri di dalam kamar. Dan bersyukur dikasih waktu sendiri juga di bulan penuh rohmat ini. Baiklah gan, sis, bro, saatnya posting!

14 – 15 Juni 2015

Bukit Cinta Ngepeh Loceret Nganjuk

Bukit Cinta
Ds. Ngepeh, Kec. Loceret, Kab. Nganjuk

Okay, wisata selanjutnya adalah Bukit Cinta. Biyuh-biyuh namanya maut sekali! Kalau dibahasa Inggriskan menjadi LOVE HILL! Aduduuh, romantis sekali gak sih! Hahaha..

Btw, kenapa namanya bukit cinta?

Yah, dugaan kalian benar! Soalnya di sana banyak muda-mudi berpacaran. Bahkan beberapa saat lalu pernah ada sweeping. Banyak yang ketangkep karena berbuat yg begitu-gitu. Hahaha.

Kalau kami jelas beda. Kami ke Bukit Cinta untuk menikmati alamnya yang amazing.

Saking bagusnya, besoknya kami ke sana lagi karena di hari pertama terlalu tergesa-gesa mengejar sunset karena kesorean.

Bukit Cinta adalah bukit yang berada di Desa Ngepeh, kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Di sana kalian bisa melihat alam Nganjuk dari ketinggian yang pemandangannya sangat mind blowing!

Cara menuju ke Bukit Cinta:

Dari Alun-alun Nganjuk lurus saja ke selatan. Sampe perempatan Adipura Loceret belok kiri. Lalu ada lampu merah belok kanan. Lurus saja sampe ada pertigaan belok kanan. Pertigaan lagi belok kiri. Luruuuuus..

Ada pertigaan belok kiri. Pertigaan lagi belok kanan. (mbulet ya? Hahah)

Udah lurus saja. Nanti kamu akan melewati jembatan yg banyak pohon bambunya. Lalu akan melewati aspal juga. Trus nanti akan menemui aspal dengan tulisan “NDOLI DITUTUP PINDAHE NDIK BUKIT CINTA”

Dolly ditutup

Walaupun kalimatnya apalah-alah,
tapi ini penunjuk jalan yang paling gampang ditemukan.
Hahahaha

Nah sampe situ beloklah ke semak-semak di sebelah kanan.

Belok kanan

Belok kanan ya kakak..

Di situ ada cabang. Pilih cabang yang kiri.

Belok Kiri

Ikuti petunjuk arahnya ya kakak..

Udah ikuti instinct saja naik ke bukitnya. Sepeda motor bisa dibawa sampai puncak kok. Kalau pingin jalan kaki (baca: gak berani), motor bisa diparkir di pertengahan bukit.

Buat pesepeda kayak aku, bisa kok naik sampai atas. Aku pas ke sana, ada dua pemuda setrong yang sepedahan sampe puncak! Ah, aku jadi pingin coba! Hahaha.

Menurutku paling enak jalan kaki dari bawah ya. Soalnya alam seindah ini kalau dinikmati sambil naik motor kok jadi terbelah konsentrasinya.

Eh, aku sempet memotret panorama di Bukit Cinta pakai iPhone 5. Lumayan hasilnya baguuus..

Panorama Bukit Cinta

Klik untuk memperbesar ya kakak.

Sebelum mencapai puncak, pemandangannya sudah indah. Silakan foto-foto. Jangan lupa bawa kamera yang bagus ya. Plus tripod biar bisa foto bareng.

Melompat di bukit cinta

Bawa bendera juga boleh!

Memegang bendera di bukit cinta

Another view di Bukit Cinta

Oh iya, di sini masuknya gak dipungut biaya sama sekali. Soalnya ini sebenarnya bukan tempat wisata. Cuman saking kreatifnya pemuda-pemuda Nganjuk, Bukit cinta ini dijadikan tempat nongkrong dan foto-foto. Untungnya sih gak banyak sampah di sana sini. Masih wajar lah ada satu dua botol akua yang bisa kalian pungut dan dibuang di tempat sampah di bawah sana.

Kalau ke sini, paling pas jam 4 sorean. Karena masih punya banyak waktu untuk foto-foto. Lihat fotoku bawa bendera di atas, itu dijepret jam 4 sorean. Ketika cahaya matahri masih terang-terangnya. Tapi gak panas. Ketika langit masih biru-birunya. Awan juga masih menggantung dengan indahnya. Aku ke sana habis sholat Ashar di Pondok Mojosari yang kebetulan deket-deket situ tempatnya.

Oh iya, properti kayak balon, payung, bendera, kayaknya asyik buat dibawa di sini. Atau aku barusan kepikiran bawa guntingan kertas berbentuk bintang atau love. Nanti bisa difoto sambil dilempar ke atas menjadi silhouette ketika sunset tiba.

Mas Riu alias mas Arif

Partnerku Mas Arif <-- boleh difollow IGnya.

Mau levitasi kayak mas Arif di atas, boleeeh, asal hati-hati yaaa. Hahaha.

Eh, ayok cepetan naik ke puncak, sebelum sunsetnya habis!

Jalan kaki ke bukit cinta

Mengejar sunset! Hahaha

Di puncak sini banyak bebatuan untuk tempat foto. Kalian bisa berkreasi dengan pose dan angle yang menarik untuk menghasilkan foto yang unik dan asyik. Hahaha

Foto berempat

Kiri ke kanan: Arif, Ndop, Yoli, Imelda

Sayangnya bebatuan di sini sudah dicoret-coret sama makhluk labil kurang kerjaan. Jadi kealamian bebatuannya jadi ternoda, hina dan kotor. Hahaha. Tapi gak papa wis, yang penting distop, jangan ditambahi lagi.

Di puncak ada dua spots bebatuan yang jaraknya sekitar 100 meteran. Setelah puas foto-foto di bebatuan pertama, kami pindah di bebatuan kedua di sana.

Menuju spot bebatuan lainnya di bukit cinta

Foto ala-ala film pecinta alam. Hahaha

Puncak Kedua

Sambil nunggu sunset tiba nih..

Waktu semakin sore, mentari di sebelah barat semakin menurun, cahaya semakin mengoranye, langit biru pelan-pelan membaur dengan cahaya oranye dari mentari.

Eh ayok, berburu foto sebanyak-banyak sebelum mentari benar-benar habis ditelan rotasi bumi!

Gunung apa ya ini?

14 Mei 2015.
Kiri sendiri itu mas photografer, Ulin Nuha. Difollow IGnya ya!

Selfie dulu

Eyaolo, gak enek bature. Bhahaha..

Saatnya berburu foto-foto silhouette! Mumpung matahari sudah mau turun!

Silhouette

Terimakasih mas Noeha, jepretanmu yg ini keren bingits!

Imelda in silhouette

Imelda was done such a great pose!
And I captured it in right time!

Fitya in Silhouette

So does Fitya! This is a good pose for Romadhon!

Silhouette Bareng

Bagus nih buat tema Agustusan! Hahaha.

Hmm.. kayaknya kalian musti ke sana deh karo sore-sore nggak ada kerjaan alias mati gaya. Soalnya penampakan di foto sama pemadangan aslinya sangat jauh berbeda rasanya. Di foto kita cuma bisa lihat gambarnya doang, kalau ke sana langsung kita bisa merasakan hembusan angin sepoi-sepoi khas Nganjuk. Trus merasakan pemandangan Nganjuk dari atas secara 3 dimensi yang tentunya bisa bikin kita merasa kecil di hadapanNya Sang Pencipta Alam.

Piknik gak harus buang-buang duit. Di Bukit cinta ini contohnya, hanya modal bensin doang. Mau ngirit banget bahkan gratis juga bisa, silakan bersepeda saja. Lelahnya biasa aja kok, gak sampe bikin njarem seminggu. Hahaha.

Selamat nongkrong ganteng dan cantik di Bukit Cinta. Jaga sikap. Gak boleh sombong. Aku sudah membuktikannya. Pas aku bilang, “Halah, kakiku masih kuat kok kalau cuma gini doang!”, eh, aku langsung kepleset sodara-sodara! Hahaha.

Kalau ke sini, kalau sudah mendengar adzan maghrib, segera bergegas pulang yaaa. Suasananya “gak enak”. Kalau ada sampah, tolong dimasukin tas. Trus dibuang kalau sudah nemu tempat sampah.

Cintai alammu, karena alam akan selalu membalas cinta kita padanya.

#sedikitcurcol

91 Comments

Komen dong!