Wisata Karimun Jawa: Cari Kepiting di Pulau Cemara Besar, Camping dan Snorkeling di Pulau Menjangan Kecil

Mas Triyadi mengajak kami berenam melaut ke Pulau Cemara Besar. Jadi setelah ke pulau Cemara Kecil, kita selanjutnya ke pulau Cemara Besar.

Perjalanan di atas perahu ketika itu ombaknya lumayan gedhe. Angin kencangnya sanggup menerbangkan sempak dan handuk kami yg dicantolkan di kayu di tengah atap perahu. Kami goyang-goyang sambil pegangan apapun di perahu. Di tengah perjalanan dadakno hujan turun. Tikar-tikar yg dibuat alas makan tadi sekarang berubah menjadi atap untuk melindungi kami dari hujan.

Kata Mas Triyadi, ini nggak seperti yg diharapkan. Ombaknya harusnya nggak segedhe ini. Tapi mas Triyadi bilangnya pas ketika perahu mendarat sih, biar kami nggak panik. Terutama aku yg nggak bisa renang. Cuma bisa pasrah. :takut:

Untung selama naik perahu, KAMI DIWAJIBKAN MEMAKAI PELAMPUNG, kali aja perahunya numplek, kita akan tetep ngambang gitu. Duh serem banget sih..

Untungnya sih nggak sampe numplek ya. Udah nggak keitung berapa kali aku komat-kamit baca mantra biar dikasih keselamatan. Hahaha..

Eh, ini loh penampakan pulau Cemara Besar dari satelit..

Pulau Cemara Besar

Pulau Cemara Besar dari google earth.
Bentuknya unik beudh yaaa. Kayak daun pohon cemara.

Keliling Pulau Cemara Besar paling cuma 800 meter. Alias nggak ada sekilo meter. Kecil banget kok. Sealun-alun lah ya. TAPI PULAU CEMARA BESAR INI MASIH PERAWAN DAN NGGAK ADA PENDUDUKNYA!

Hayah kono! Lak tambah medeni! Jangan-jangan nanti di dalam pulaunya ada alien? Ada makhluk laut yg langka yg gedhenya sak gedung DPR? Who knows? Duh makin serem ya!

Akhirnya ombak makin mengecil. Goyangan-goyangan kencang di perahu sudah nggak kerasa lagi, hal ini menandakan kami sudah semakin dekat dengan pulau Cemara Besar.

Oh iya, kami di sini diajak mas Triyadi MENCARI KEPITING!

Oke, berati gak perlu lah kita masuk ke dalam pulau yang masih berupa hutan belantara itu..

TAPI TERNYATA DUGAANKU SALAH. JUSTRU KITA CARI KEPITINGNYA ITU DI DALAM HUTAN DI DALAM PULAU CEMARA BESAR SANA!

What?

Aku semakin panik dong. Sebagai seorang yg bergelut di dunia modelling, memasuki hutan rimba is nggak banget. Bikin tanganku lecet-lecet kena ranting pohon. Maka dari itu, aku pun pakek Hoodie UNKL347 warna ijo harganya 200 ribu beli di Jakarta dua tahun yang lalu. Untuk melindungi lengan, juga kepala. Aku sudah kayak gadis belia berhijab gitu.. Duh syahdunya..

Mas Triyadi mengeluarkan pisau kayak Rambo. Duh, ini bakalan ngapain sih?

TERNYATA MAS TRIYADI MAU MBABAT ALAS!

Jadi di dalam pulau Cemara Besar, buanyak banget ranting pohon yang mlungker-mlungker ke sana kemari mbulet. Entah ini pohon apa. Ada yg menebak-nebak ini rotan. Ada yg bilang bakau. Yang lain diam saja. Aku juga ikut-ikutan diam saja ah, ntar kalau kebanyakan nanya dikiranya aku panik. Damn, hello my friend, aku ini blogger, jadi harus punya informasi yg komplit terhadap tulisanku.. Aku nggak panik tauk!

Masa sih ndop gak panik?

Mmmm.. Iya deh panik, tapi dikit… *merinding*

Untuk bisa masuk ke dalam hutannya, kita harus “membuka” jalan dengan memotongi ranting-ranting pohonnya. Mas Triyadi dan Pak Sopir Perahu memimpin di depan. Kami cuma mbuntut di belakangnya gitu. Trus aku milih posisi paling belakang sendiri soalnya aku sebenarnya kebelet pipis. Khan kalau di belakang sendiri bisa pipis tanpa mereka ketahui gitu.

Walaupun kenyataannya aku nggak jadi pipis. Mending ditahan saja. Situasinya kayak melarang aku berbuat macam-macam gitu. Aaakk.. takyuuut..

Penjaga Pulau Cemara Besar

Penghuni Pulau Cemara Besar ternyata seorang model!

Hahaha..

Nah kayak gitu loh, hutannya. Gak kayak hutan biasanya gitu. Gak belantara-belantara amat. Nggak rimbun-rimbun amat. Juga nggak dingin-dingin amat. Di dalam hutan situ malah anget loh. Aku aja gobyos itu pakek jaket.

Jadi mas Triyadi akan mencari kayu yang sudah lapuk untuk dihancurkan. Biasanya di dalam kayu itu ada kepitingnya sedang bersembunyi gitu. Susah-susah gampang sih, soalnya dari semua kayu lapuk yg dihancurkan, hanya ada kira-kira 60 persennya yg di dalamnya ada kepitingnya.

Eh, mas Joddie sempet ngrekam video pas mas Triyadi dan Pak perahu menemukan kepiting loh! DITONTON YA!

Ada adegan yg saya potong.
Takut di whatsapp sama yg punya. Huahahaa..

Setelah kepiting sudah cukup banyak, kita keluar dari hutan aneh ini. Menuju bibir pantai dan berjalan mengelilingi pantai.

Pantai di pulau Cemara Besar

Pantai Pulau Cemara Besar.
Air lautnya bersih khan? Gak ada botol akuanya!

Pantai Cemara Besar

Pulau Cemara Besar tetep indah di segala enggel

Setelah menemukan letak perahunya, kami semua naik satu persatu. Mas Aryan naik, lalu mas Andi. Tiba-tiba mas Andi teriak kesakitan. Ternyata KAKINYA DIGIGIT IKAN BERACUN!!!

Kali ini semua panik. Gak cuma aku doang loh ya! Hahaha.. Mas Triyadi terutama yg paling panik. Maklum dia khan bertanggung jawab gitu. Lha kok apesnya, mas Triyadi lupa nggak bawa petiga ka. Duh! Aku sebenarnya bawa tensoplas, cuman aku baru inget pas udah pulang. Duh! :cry:

Andi merasa kesakitan di sebelah samping telapak kakinya. Padahal dia pakai sandal Eiger yang lumayan aman sebenarnya. Tapi entahlah, ikannya jitu banget menggigit bagian samping kakinya. Cepet banget pula! Kayak kilat! Habis nggigit langsung ilang tanpa jejak!

Ikan kurang kerjaan sih, kenapa juga berenangnya di pantai yg cuma sedalam 20 cm? IYA, MEMANG DANGKAL BANGET!

Aku lupa apa nama ikannya. Tapi yg jelas beracun. Mas Andi sampe merasakan kemeng (ngilu) di kakinya sampe merambat ke atas gitu..

Sudah bisa ditebak, mas Andi setelah ini hanya akan ada di atas perahu, no nyemplung ke air laut lagi. Dia trauma. Wajar sih.

Pulau Cemara Besar

Bye bye pulau Cemara Besar, si Andy gak akan melupakanmu!
Hahahaha..

Yaudah, yuk kita melaut lagi!

_______

Karena sudah semakin sore, maka kita akan mencari pulau untuk camping. Wow, aku sudah lama nggak camping nih. Terakhir tahun 2002 pas jaman camping pengaderan kampus dulu. Cuman bedanya, ini camping cuma berenam doang. Dan bukan di hutan, tapi di pantai!

Mas Triyadi mengantarkan kami ke pulau Menjangan Kecil. Pulau ini ada penghuninya sih, ada resortnya gitu. Horee.. aku nanti bisa nunut pipis di resortnya deh. Asyik!

Pulau Menjangan ini banyak pohon kelapanya. Dan pulaunya udah rapi gak kayak Pulau Cemara Besar tadi. Jadi akan aman kalau ngecamp di sini.

Pulau Menjangan Kecil Karimun Jawa

Pulau Menjangan Kecil dilihat dari atas.

Jadi ada pulau Menjangan Kecil dan Menjangan Besar. Kedua pulau ini deket sama Karimun Jawa. Jadi nggak usah takut akan ada ombak besar. Di sini ombaknya kecil banget. Sangat tenang dan damai!

Kira-kira jam 5 sore kami udah sampe di pulau Menjangan Kecil. Yang berpengalaman bikin tenda pun unjuk kehebatan. Karena aku gak mudeng sama sekali, aku pun cuma membantu ngangkat barang bawaan saja.

Hore tenda sudah selesai dibuat!

Ngecamp di Pulau Menjangan Kecil

Aku di atas perahu saja. Haha.
Tendanya ijo! Mecing banget sama dedaunan di sekitarnya.

Tenda di Pulau Menjangan Kecil

Hore, ntar malam kami nginep di sini!

Kami sudah lelah banget ya. Seharian ini melaut. Dari pagi sampe sore. Jadi semoga nanti istirahatnya bisa nyenyak di pulau ini.

Untuk cemilan nanti, mas Triyadi nyuruh kami mencari kerang di pantai. Kepiting yang tadi juga akan dimasak di sini buat cemilan. Asyik banget!

Okay, aku sebenarnya dari tadi gelisah kepingin pipis dan kepingin “laporan”. Sudah dua laporan belum aku jalankan soalnya keadaan yg nggak memungkinkan. Jadi rencananya akan aku dobel saja sore ini. Semoga Tuhan mengampuni.

Mau pipis di resort? Nggak bisa bro. Jauhnya kebangetan! Lagian situasinya lagi tegang gara-gara Andy habis kegigit ikan tadi, aku jadi ikut-ikutan trauma. Pokoknya aku harus cawik nih, biar tetep sah dibuat “laporan”.

Untung mas Triyadi bawa dua kardus air akua. Jadi persediaan air tawarnya lumayan banyak ini. Akhirnya aku bawa 2 gelas akua buat pipis. Aku cari tempat tersembunyi yang lumayan rimbun gitu. Lalu pipis di situ. Sambil berdoa semoga nggak ada yg marah ketika aku pipisin. Huahaha..

Dan ini pengalaman pertamaku pipis di ruang terbuka! Ternyata nikmat juga. Kapan-kapan coba lagi ah. Huahaha..

Lalu aku wudlu pakek air laut. Nggak pakek kumur-kumur soalnya asin. Lagian kumur-kumur tuh nggak wajib kok. Cuma sunnah. Jadi gak dilakukan nggak papa.

Untung bawa tikar berlebih, jadi aku bisa pinjam satu buat laporan. Setelah selesai, aku legaaa banget selega-leganya. Lalu ngrekam video ini…

Malam datang. Cahaya semakin gelap. Langit bermendung. Bulan tak kunjung terlihat. Kami tenguk-tenguk di depan tenda. Menggelar tikar. Ngemil kerang sama kepiting. Aku tiduran di dalam tenda sambil dengerin musik dari iPhone 5 ku. Duh suaranya kedengeran sangat jelas. Mungkin karena sunyinya alam di sini.

Tim Gravis Design malah rapat loh. Mereka profesional banget ya. Liburan pun nyempetin rapat. Soalnya ada job yg perlu dirapatkan. Hehehe.

Kami malam itu makan malam pakek mie, telur sama kering tempe bikinan istrinya mas Triyadi. Rasanya SANGAT LEZAT! Hahaha..

Ketika bulan datang menyapa. Cahaya gelap pun menjadi terang. Malam itu ternyata padang mbulan. Oh pantes udah tanggal 13 Mei. Aryan sibuk motret bulan pakek kamera Prosumernya..

Bulan gedhe

Kameranya Aryan bisa motret bulan. Kameraku malah gak bisa :(

Bintang Laut

Nemu bintang laut juga..
Yang sebelah kanan itu nggak tau kewan opo..

Malam semakin gelap. Kameranya Aryan sudah nggak sanggup membidik suasana. Aku keluarkan kameraku, si Ani Kondriatun, saatnya kita bekerja Ni! Saatnya bermain slow speed! Yay!

Hany

Aryan menulis nama kekasihnya..

Ternyata bermain slow speed itu menyenangkan..

Ndop

Aku juga ikut-ikutan ah..

Aneh ya, kamera itu dapat warna biru langit dari mana ya? Khan aslinya ini gelap banget. Wong sudah jam 10 malam. Warna hijau daun juga dari mana ya dapatnya? Ah ini ajaib! Aku semakin cinta sama kameraku. Niat ngejual pun nggak jadi deh. Eman-eman banget!

Aslinya gelap banget

Ini aslinya gelap banget!

gelap!

Aslinya gelap banget khan?
Ini pakek flash aja langitnya hitam kelam!

Aslinya sih nggak dingin-dingin amat di sini. Justru menurutku anget. Mungkin karena air di sini khan asin, jadi nggak kayak sungai di gunung yang dingin. Tapi nggak komplit kalau kemping nggak bakar-bakar sesuatu untuk dibikin api unggun C Sasmi.

Akhirnya Aryan dan Andy (yang kakinya sudah nggak sakit lagi), sibuk ngumpulin kayu buat dibakar. Setelah susah payah akhirnya bisa terbakar juga..

Api Unggun

Api Unggun dari kayu-kayu di sekitar tenda.
Good job Aryan dan Andy!

Aryan dan andy bermain api

Aryan dan Andy asyik bermain api

Api Unggun Berlima

Foto bareng di belakang api unggun.
Momen yang tak terlupakan loh.. Terharu nih..

Adit sudah tidur jam segitu. Mungkin dia kelelahan. Kami berlima setelah itu menghabiskan malam dengan tenguk-tenguk di tikar yang digelar di depan tenda. Ngobrolin apa aja. Karena kami orang pinter semua, obrolannya jadi berbobot. Macam teori kejadian bumi, bintang, bulan, dan lain-lain. Sesuai tema malam itu yg padang mbulan di pulau terpencil pula.

Aryan juga sempet curhat perjalanan hidupnya selama ini dan dia merasa beryukur bisa bertemu kak Joddi dkk. Ah, bener-bener moment yang tak terlupakan..

Jam 12 malam tet, aku tidur duluan. Aku sudah kelelahan juga soalnya. Aku yg terbiasa tidur di kasur springbed yang empuk ternyata bisa tidur sangat nyenyak di dalam tenda yang hangat. Sampe kata temen-temen aku ngorok! Huahahaha.. Seumur-umur aku ini gak pernah ngorok. Kecuali kelelahan doang.. Anak-anak lain kayaknya tidur jam 1 an..

Malam yang indah.. Bukan oleh indahnya lampu-lampu disko, tapi indahnya bulan yang bersinar cerah menyinari kami. Berpadu dengan kerlip bintang yang kadang-kadang dia berjalan bagai kilat. Ketika aku melihatnya, aku langsung make a wish gitu. Biar kayak di film-film. Hahaha..

Langit malam itu tampak begitu luas. Tak terhalang gedung-gedung kota. Mata bebas memandang alam ke segala arah. Dunia ini sudah sangat cukup indah ya Tuhan.. Entah mengapa aku ini masih sering mengeluh karena masalah dunia.. Ah, betapa hinanya aku..

______

Aku bangun kira-kira jam lima pagi. Laporan dong. Eh, ternyata sudah ada yg bangun duluan. Mas Adit. Dan dia kaget ketika air laut ternyata sudah naik hampir mengenai tenda. Sandalnya Kak Joddie pun harus rela hilang tersapu pasang air laut!

HUWAAAAAAAAAAAAA… Untung sandalku nggak aku taruh di pinggir tadi.. Tiker yg digelar pun juga basah kuyup kena air laut. Huahahaha..

Jam 6 pagi kami sudah harus packing. Karena masih ada kegiatan terakhir, yaitu SNORKELING di laut agak ke sana. Yang tadi sudah aku tunjukkan di video di atas.

Dengan mata yg masih ngantuk, aku dan Aryan mengemasi tenda. Udah gak usah rapi-rapi amat. Bisa dirapikan di atas perahu saja. Setelah semua beres, kami melaut lagi. Cuma bentar kok. Cari batu karang yang bagus buat dilihat pas snorkeling.

Perahu berangkat.. Matahari mulai menyapa dari timur sana..

Sun Rise

Sun Rise yang menghangatkan kami..

Tidur di atas perahu ah

Tidur dulu ah..

Mas Triyadi menyuruh kami sarapan dulu sebelum snorkeling. Aku yg ngantuk banget ini sebenarnya udah males snorkeling lagi. Pinginnya tidur aja. Hahaha.

Sarapan

Sarapan dulu sambil ngantuk-ngantuk..

Setelah perahu berhenti di tempat yg dipilih, kami semua pakek pelampung dan kacamata snorkeling. Nyemplung pertama seperti biasa si Aryan. Hahaha.

Siap siap snorkeling

Siap-siap nyemplung..

Snorkeling Aryan

Aryan gegap gempita kalau ketemu air laut..

Aku nyemplung kali ini juga karena kebelet pipis. Sama kayak postingan sebelumnya. Hahaha. Setelah makek pelampung dan kacamata snorkeling, aku akhirnya nyemplung juga lalu pipis di dalam laut. Hahaha.

Jodi dan ndop siap siap nyemplung

Jodi dan aku siap-siap nyemplung.
Aku sudah nggak tahan kepingin pipis. Hahaha..

Akhirnya kameranya kak Jodi yang bisa tahan air itu nyemplung ke laut. Nah saatnya narsis-narsisan di dalam laut nih! Dimulai dari..

MAS BEBEK.

Snorkeling Mas bebek

Ikannya buanyak!

ARYAN.

Aryan Snorkeling

Aryan sudah mulai jago renang nih!

NDOP.

ndop snorkeling

Ndop. Iya ini saya! Huahaha..

ndop snorkeling lagi

Semakin dekat…

Ndop snorkeling

Corak kaosku mecing sama corak ikannya yaaa..

Kira-kira setengah jam asyik snorkeling ke sana ke mari. Aku kali ini gak berani memutari perahu, soalnya ketika mendekati belakang perahu, lha kok nggak ada batu karangnya. Cuma ada warna biru tua doang. Duh, ini berati dalam banget. Balik ke depan ah.. Takut.. Hahaha..

Kami disuruh naik ke perahu lagi, melaut lagi mencari batu karang yg bagus buat snorkeling. Yang di sini ini ternyata emang mencari pemandangan ikan lorek-lorek tadi. Dan sudah berhasil mengapcernya. Aku sudah seneng banget! Hahaha..

Kira-kira sepuluh menit lagi sudah sampe. Dan ternyata di sini memang terumbu karangnya bagus-bagus semua! Aku langsung semangat nyemplung bareng teman-teman lainnya. Bahkan mas Triyadi pun ikut nyemplung cuma pakek sempak doang! Huahaha…

Dan inilah hasil jepretan mas Triyadi.. Keren-keren euy..

Terumbu Karang Karimun Jawa 1

Indah sekali yaaa…

Terumbu Karang Karimun Jawa 4

Duh, keren banget! Kayak bola peramal nasib nih..

Terumbu Karang Karimun Jawa 3

Cuma bisa merinding melihat ciptaanNya ini…

Terumbu Karang Karimun Jawa 2

Sudah kayak taman bermain aja yaa..

Adit Snorkeling

Ini buktinya, kalau snorkeling gak perlu bisa renang.
Mas Adit tangannya diem aja udah ngambang sendiri.

Ndop dan Aryan snorkeling

Menyadari mas Triyadi moto-moto terumbu karang,
aku dan Aryan mendekat dong biar katut kefoto..

Walaupun aku harus merelakan memandangi tubuhnya mas Triyadi yg cuma sempakan saja itu.. Semacam iritasi mata gitu deh.. Huahahaha..

_______

Akhirnya, liburan ini pun akan usai. Kami semua naik lagi ke perahu untuk pulang balik ke pulau besar Karimun Jawa. Kami diajak mampir ke rumahnya mas Triyadi untuk mandi-mandi dan ngeteh. Soalnya jam 11 kapal Ekspress Bahari dari Karimun jawa ke Jepara akan berangkat.

Jam 9 kami semua sudah selesai mandi. Duh, mandi di rumahnya mas Triyadi ini mandi paling deg-degan yang pernah aku rasakan seumur hidup! Lha wong kamar mandinya cuma ditutupi slambu yang bisa terbuka kalau ketiup angin. Trus entah kenapa istrinya sering banget ke dapur yang dekat banget sama kamar mandi.

Akupun menutupi anuku pakek gayung, timba, ember, yang aku tata di atas bak mandi biar gak kelihatan. Huahahasyem! Setiap gayung demi gayung aku cuma bisa berdoa supaya nggak ada yg masuk dapur atau ngelirik kamar mandi. Huahaha..

Rumahnya mas Triyadi

Semua rumah di sini memasang Parabola.
Duh jadi kepingin masang juga di rumah..

Siap siap pulang

Ciri-ciri orang sombong dan egois:
kalau foto selalu depan sendiri!
:siul:

Setelah ngeteh panas, kami di antar ke warung makan buat sarapan. Aku nemu jenis ikan yg menggigit si Andy kemarin. Langsung aku ambil ikan itu, lalu kumakan dengan semangat. Dendammu telah kubalaskan, Ndy! Huahaha..

Lalu kami jalan kaki menuju pelabuhan. Menunggu kapal berangkat. Yah.. Selamat tinggal Karimun Jawa. Suatu saat aku akan ke sini lagi deh!

Selamat tinggal karimun jawa

Guud bae Karimun Jawa..

Sudah tiga hari aku nggak bisa internetan. Di dalam kapal, sejam kemudian, akhirnya sinyal internet 3 kembali lagi. Beuh buanyak sms, whatsapp, BBM masuk bertubi-tubi. Aku balas satu persatu dong. Terutama sms balasannya Kak Krisna Okky yang dia kepingin kopdaran ketika tahu kalau aku di Jepara Beach Hotel Minggu yang lalu..

Akhirnya aku bilang kalau sebentar lagi nyampe Jepara. Singkat cerita, akhirnya kami berdua bisa kopdaran juga di pelabuhan sambil menunggu jemputan datang.

Ndop dan Okky

Ndop kepingin gemuk, Okky kepingin kurus.
Bagemana kalau kita tukeran badan saja?

Jemputan ditunggu selama setengah jam lebih belum datang. Rencanaku sih kepingin ngajak temen Gravis Design buat mampir ke Rumah Kartini. Tapi karena sudah sore jemputan belum datang, akhirnya aku saja yang ke Rumah Kartini, dibonceng motor sama kak Okky.

Di dalam rumah kartini

Di dalam Rumah Kartini.
Udah kayak museum saja loh..

Foto bareng mas Apeep

Foto bareng mas Apeep. Mbah-mbahane rumah Kartini.
Hahaha..

Di depan rumah kartini

Foto di depan rumah kartini

Aku niatnya beli kaos tulisan Crimon java. Eh, pas mau bayar, tiba-tiba mas Apeep diam. Trus katanya gak usah bayar. Waduh! Berati ini gratis? IYA! HUAHAHAHA.. KOK CUMA SATU SIH NGASIHNYA??? #eh Guyon ya mas.. Hahaha.. Makasih buanyak. Ditunggu orderan vectornya. Ntar aku gratisi juga..

Eh, aku pamit ya, jemputannya keknya mau datang. Duh, cepet banget aku di Rumah Kartini, paling cuma sepuluh menit. Huahaha..

Kak Okky mengantarku balik ke pelabuhan. Beberapa menit kemudian jemputan datang.. Akhirnya.. Harus mengucapkan selamat tinggal lagi ke kak Okky.. Makasih udah diajak jalan-jalan walaupun sangat tergesa-gesa. Haha..

Sampe Solo kira-kira jam 10 malam. Aku masih nginep sehari di Solo di rumahnya mas Joddi. Besoknya baru pulang.. Duh melelahkan banget liburan kali ini. Sangat amat menyenangkan tapi! Kapan-kapan harus liburan lagi. Biar gak jenuh kehidupan ini..

Udah ah, kepanjangan ini postingannya..

84 Comments

Komen dong!