Dulu saya sempet menghinabina si blekberi, tapi nyatanya saya beli jugak! Tidak lain tidak bukan karena kebutuhan. Lebih tepatnya aku mencukupi kebutuhan klien. Kebutuhan klien akan komunikasi yang mudah. Walaupun biayanya mahal. -_- Etapi, segala hal itu ada hikmahnya. Baik buruk bisa diambil manfaatnya. Nah, nggak beda sama blackberry. Ada hikmahnya juga lo punya blekberih. […]
Kalau nggak ditulis lengkap dan benar begitu, mendingan nggak usah salam. Cukup selamat malam, selamat pagi, atau malam mas ndop, atau hoeeee… atau hi, leh nalan, atau asl plz… Soalnya begini sodaraku sekalian ndofans yang makin saya cintai, saya sering dihina lo pas awal-awal chatting. Sudah nggak kenal, ee menghina lagi.. Dihina piye to ndop? […]
Habis nulis ini aku akan jalan kaki menuju warung makan yang letaknya nggak begitu jauh dari tempatku sekarang. Tapi, perhatikanlah apa yang terjadi terhadap orang-orang di sekitarku. Apalagi terhadap teman dekat. Mereka pasti mencegahku dan berusaha keras meminjamkan motornya ke aku. Tapi apa yang mereka dapat, mereka hanya akan menerima penolakanku. Hohoho… Maafkan aku temanku, […]
Sudah sangat memrihatinkan memang pakean anak muda di jaman sekarang. Sudah tidak lagi memerhatikan kesopanan. Kelihatan di sana-sini. Bahkan pada bagian yang nguzubile musti ditutup. Memang sih, kalo dalam keadaan berdiri, pakean anak-anak muda jaman sekarang ini oke-oke. Penuh warna. Yang pink, merah marun, ijo muda. Pokoknya fulkaler deh. Dizainnya juga pressbody. Jadi ndak usum […]
Postingannya si ndop kali ini agak-agak berbau temperamental. Soalnya si ndop emang sedang resah. Resah terhadap lingkungan sekitarnya. di mana lingkungan itu semakin tidak menghargai, semakin tidak melestarikan budaya, semakin tidak menjunjung tinggi bahasa daerah… Bahasa Indonesia memang bahasa pemersatu, yang menurut pendapat bodoh saya, maksudnya pemersatu adalah digunakan di saat-saat bahasa lain tidak cocok […]
Di kosan sampeyan ada jajannya nggak? kalo di kosan saya (ngGebang, Suroboyo) ada lo bos. Cuman ndak ada yang juwal. Ada sih yang juwal, tapi ndak berada di kosan. walah, apa maksotnya kalu ndak ada yang juwal?? maksotnya begini,
”Mas Ndopar, monggo..” Mas ndopar, silakan ”Mboten Pak, sampun..” tidak Pak, sudah Kata saya kepada Bapak yang menawari saya kopi. Suasana Alun-alun masih gelap gulita. Hanya diterangi layar gedhe di depan sana yang menayangkan pertunjukan wayang. Yup, saya memang sedang nonton wayang di Alun-alun. Begitu juga dengan ribuan warga Nganjuk lainnya. Di sinih rameh sekalih […]