Hati-hati Beli Software di Tokopedia

Terserah klean menganggap aku diendorse sama toped. Saya sih bodo amat! (etapi kalau toped mau ngendorse aku, boleh lo ya. Khan sudah langganan? Tarifku masih murah kok. Hahah).

Jadi sebulan lebih yang lalu, tepatnya 2 September 2020, aku iseng beli software Corel Draw di Tokopedia. Nama sellernya apa perlu disebut? Nggak usah ya. Kalian search aja penjual software di toped yang reviewnya bagus semua. Ada dikit yg bilang nipu, dll. Tapi setidaknya yg bilang nipu, duitnya sudah direfund sama si seller. So, emang beneran reviewnya bagus.

Tapi..

Kalian harus jeli dan hati-hati. Soalnya aku hampir tertipu. Untung duitku sudah balik 100%.

Terima kasihku kepada temen instagram @sipiqi yang kala itu mencurigai sellernya. Kala itu, tepat setelah aku beli software seharga ENAM JUTA itu, aku LIVE IG dan pamer ke followersku kalau aku habis beli software Corel Draw seharga lebih murah dibanding website corel.com yang saat itu tertulis 665 dolar wicis kalau dirupiahkan sekitar 10 jutaan (kurs dolar 14 ribu sekian).

Sipiqi yang sudah berpengalaman di dunia jual beli online barang digital kayak jualan tiket murah, mencurigai akun di toped yang aku sebut di live IG. Dia bilang sekitar 70% itu hasil carding alias “nyolong” kartu kreditnya orang lain.

HMMM.. KOK IT SOUNDS BAD ya?

Rasa senengku saat itu langsung berubah drastis menjadi was-was dan deg-degan. ENAM JUTAku melayang nih? Etapi kan aku dapat softwarenya nih? Gak papa kan?

Jadi ceritanya setelah klik “Beli” softwarenya, si seller memroses. Tapi yang membuat aku curiga adalah, beli software kok sampe 2 jam?

Seharusnya gak selama itu. Aku pernah beli software Parallel Desktop hanya perlu waktu 5 menit. Itu pun lama di nulis data pembeli dan nomer e-card Jenius aja. Prosesnya was wus langsung selese dapat email pembelian dan nomer serial software plus link download.

Ini adalah chat dari seller yang berhasil saya simpan di hpku:

Penipu 1

Mencurigakan sih, kenapa corel error pembayarannya? Dugaan kalau ini pelaku carding semakin kuat. Dua jam kemudian si seller ngechat aku:

Akhirnya dibeliin juga

Seneng banget rasanya setelah mendapatkan email dari sellernya. Email kubuka. It looks so legit. Ada link download. Ada serial number. Dan semuanya lancar setelah kuinstall.

Email dari Seller Toped

Mantab kan emailnya? Seolah-olah asli banget. Apa sebenarnya memang asli ya? Hmm. Mari kita analisis lagi.

Aku pun menyekrol-nyekrol isi email dan iseng ngeklik-ngeklik link yang ada di email. Kemudian aku shock! Ada link berupa “Invoice” yang linknya error alias broken link.

Email dari seller 2

Trus ketika melihat PDF invoicenya, aku kok curiga:

Invoice Palsu?

Makin deg-degan akutu. Kecurigaanku memuncak. Kemudian aku ngechat sellernya:

Chat ke seller

Trus sama sellernya dijawab begini:

DIjawab sama sellernya

Aku lapor ke @sipiqi lagi. Kata Fikri (sipiqi), jawaban yang diberikan seller itu jawaban standar pemain carding. Bahkan Fikri menaikkan kecurigaannya atas permainan carding seller menjadi 80%. WOW, daku semakin sedih. ENAM JUTAKUUUU!!!

Kalaupun aku gak lapor ke Fikri, akupun membaca jawaban dari seller, gak ada perasaan lega sama sekali. Jawaban dari seller tak lebih hanya ngeles-ngeles aja dan sok-sokan polos. Padahal mungkin dia deg-degan sama pertanyaanku. Soalnya aku securiga itu. Hahaha.

Aku Leo, mas seller! Aku punya instinct yang jauh lebih kuat dibanding zodiak yg lain!

Rasa penasaranku makin naik ke ubun-ubun. Sebelum itu, aku sempet nunduk lemes sambil mbrebes nangis. :cry: Hidupku kok gini-gini amat ya? HUAUHAUHA.

Dan malam itu aku pun bener-bener melekan gak tidur demi melakukan investigasi. Gimana bisa dia beli software corel seharga lebih murah dari situs resminya tapi legit? Dia untung dari mana? Kalaupun dia main carding alias duitnya nyolong, tapi kok harganya beda sama yang di situs? Kenapa dia gak beli di situsnya aja.

WHY WHY WHY? Kenapa nyolongnya nanggung? HUAHAHAHA :lol:

Pagi menjelang. Setelah menenangkan diri, akhirnya aku tercetus ide untuk riset nomer referensi pembelian si seller. Aku buka situs corel. Aku cari-cari halaman untuk ngecek data pembelian. Lalu nemu kolom untuk ngecek purchasing validity.

Isi laporanku kayak gini:

isi email ke cleverbridge

LOS DOL WIS! Gosah resmi-resmi amat bahasa Inggrisnya. Aku hanya manusia biasa yang hanya pingin nanya. Hahaha.

Dan dua hari kemudian aku dapat email dari cs@cleverbridge.com:

Jawaban Cleverbridge

Dengan sangat menggebu-gebu, aku klik link invoice yang diberikan oleh cleverbridge (perusahaan yang jualan corel). Dan daku langsung shock!

DAN INILAH INVOICE ASLI YANG DIBELI OLEH SELLER (Berdasarkan nomer referensi):

INVOICE ASLI

Invoice Asli dari Cleverbridge

DUAAAR!!!! JELEGARRR!!! PLETAR!!!

FAK YU SELLER! SEMUA KEBUSUKANMU TERBONGKAR SUDAH! INVOICE PALSU KAU KIRIM KE EMAILKU! DASAR KAMUTU ANJIM BANGET!

KATAMU FULL LICENSE TAPI TERNYATA EDUCATION LICENSE YANG HARGANYA CUMA $99! YA PANTES KAMU JUAL 6 JUTA. KALAU ITU BENERAN PAKE KARTU KREDITMU SENDIRI, HARGA SEGITU KEMAHALAN ANJIM! HARUSNYA KAU JUAL 2 JUTA CUKUP! KALAU 6 JUTA, CARI UNTUNGMU KEBANYAKAN ANJIM! :mad:

APA KABAR ITU NASIB SOFTWARE DARI RATUSAN PEMBELI SOFTWAREMU?

HARAPAN MEREKA MENDAPAT SOFTWARE DENGAN STATUS LEGIT FULL LICENSE, TAPI MALAH KAU KASIH EDUCATION LICENSE, YANG MANA ITU HANYA LEGAL DIPAKE OLEH STUDENT (MURID) ATAU GURU DI SEKOLAH? SECARA EULA (End-user License Agreement), EDUCATION LICENSE GAK BOLEH DIBUAT UNTUK COMMERCIAL ALIAS GABOLEH DIPAKE JUALAN!

TUH, BANYAK PEMBELI SOFTWAREMU YANG KATANYA HATINYA MENJADI TENANG, REJEKI HALAL, BERKAH, KARENA BISA PAKE SOFTWARE ORIGINAL, TAPI TERNYATA ITU EDUCATION LICENSE YANG MANA TETEP SAJA ILLEGAL BUAT CARI DUIT!

FAK YU FAK YU FAK YU!

Sebenarnya, sebelum aku lapor ke Cleverbridge, aku sudah lapor ke twitter @TokopediaCare. Aku harus cari cara gimana bisa ngebalikin duitku ke saldo BCAku. Ternyata toped mengatakan kalau jualan yang diizinkan di Tokopedia adalah berupa barang fisik. Bukan digital:

Twitter TokopediaCare

Syarat dan Ketentuan Tokopedia

Oh God! Aku pun merasa sedikit lega. Aku yakin duitku akan bisa balik 100% dengan beberapa bukti ini.

Sebelumnya aku juga sudah minta nomer watsap seller. Minta garansi seumur hidup kalau-kalau lisensi softwarenya hangus. Cuman sebenarnya cara ini percuma, kan seller bisa ganti nomer. Hihii.

Cuman, seller ngewatsap untuk klik “Selesai” ketika softwarenya sudah dikirim ke email. Sementara aku gak mau ngeklik “Selesai” karena aku curiga.

Btw, seller ternyata tetep mengirim sesuatu ke alamatku. 2 hari kemudian kertas invoice itu sampe ke rumah dan aku ngeklik “Komplain”. Trus aku kirim semua bukti penipuan itu ke sellernya. Dan sellernya minta maaf dan pembatalan order pun berhasil.

Dengan sangat cepat langsung kucairkan duitku ke rekening BCA-ku. Dan aku sangat lega setelah itu! HUHAUAHUAH.

Horeeee!

Seminggu kemudian, aku beli software sendiri via website Corel.com atau Coreldraw.com (sama aja). Harganya 785 dolar trus kena diskon sejuta lebih. Totalnya 11,5 juta (MAHAL BANGET. TAPI YAUDALA GAPAPA).

Dan inilah video pembelian corel yang sudah kurekam dan kupload di yutub. Dan memang seharusnya beginilah cara membeli software itu. Via situs aslinya. Bukan via e-commerce. Bukan cari-cari harga murah.

Karena kalau gak beli sendiri, bisa jadi ditipu sama sellernya kayak kasusku di atas dengan iming-iming harga murah dan legit.

Sebenarnya harga software itu sering banget turun karena ada event tertentu kayak Black Friday, Halloween, Chrismas, New Year, dll. Harga Corel aja aku cek bisa berubah-ubah walaupun gak ada event apa-apa. Kadang 785 dolar. Kadang turun jadi 665 dolar. Serah lu deh, Rel! HAHAHA.

Okedeh gaes. Postingan ini harus segera kuakhiri karena aku sudah ngantuk. Bye bye.

2 Comments

Komen yuk kak!