Marah² di Kereta

Pinginnya sih aku tidur nyenyak. Tapi apalah daya, apes lagi apes lagi, karena dapat tempat duduk sebangku dengan mbak² cainis.

Sama seperti pengalaman² sebelumnya, kalau duduk sebelahan sama mbak² cainis (sebenarnya ibu² sih, cuman dia awet muda), dia selalu grapyak ngajak ngobrol ngalor-ngidul sampe berhasil mengorek² kehidupan pribadiku yang sebagian sangat membanggakan, sebagian yang lain mengenaskan karena belum rabi² di umur yang sudah menuju bau tanah ini haha.

Untungnya, dari semua teman ngobrolku, gak pernah ada yg close minded. Semuanya open. Jadi sah-sah aja belum rabi kalau memang belum nemu jodoh atau belum pingin rabi di usia tua bangka ini. Tadi malah aku serasa mendapat angin segar ketika dia sendiri rabi di umur tigapuluh sekian padahal dia khan cewek ya. Jadi tergolong telat.

Tapi menurut kuot² yang beredar di internet, tidak ada kata telat di dalam kehidupan. Semuanya tepat waktu. Hanya waktunya yang tidak sama dengan orang lain. Dan hal itu sah² aja. Bahkan mbak tadi bilang ada temannya yang baru rabi di umur 40 padahal cewek juga. Malah setelah rabi, dia menyesal karena tidak bisa foya² kayak ketika belum rabi. Suaminya gak ngebolehin bekerja. Padahal sebelum rabi, penghasilannya puluhan jutak! Setelah nikah, eh cuma habis buat makan doang. Haha

Kereta berhenti di stasiun. Lama. Kami melanjutkan ngobrol bertukar cerita bahkan aku sempet ngajari mbaknya cara membuka gugel mep. Obrolan merambat ke pekerjaan ya otomatis. Sekalian promo sih kalo aku haha. Walaupun sebenarnya aku males bats ngobrol sama orang baru di kereta api apalagi orangnya kepo banget.

Ketika lagi seru²nya pamer pekerjaanku yang keren karena sanggup menghasilkan duit sendiri hanya dari rumah, eh tiba² ada dua orang, ibu dan anak, berdiri di samping kami. Ibu dan anak itu berkali-kali melihat nomer bangku di atas kepalaku. Mencocokkan dengan tiket kereta api yang dipegangnya. Cocok!

Dengan gegap gempita, aku dan mbak sebelahku juga mengeluarkan tiket yang sama. Nomer bangkunya juga cocok! Nah loh! Gimana bisa nih???

Karena kami sama² punya bukti yang kuat, walhasil ibu dan anak itu mengalah dan duduk di belakangku sambil ngedumel. Aku dan mbak sebelah juga ikutan ngedumel. Kok bisa ada tiket yang sama persis nomor bangkunya? Gak mungkin dong buking tiket kok bisa dobel nomernya? Jangan² pas error?

Aku mesen via tokopedia. Mbak sebelahku juga iya. Kayaknya gak mungkin deh bisa sama bangkunya. Khan sudah pasti sama sistem akan dilock bangkunya kalau sudah ada yg menempati. Alias bangkunya berwarna abu².

Baru mau nyalah²in pete ka a i karena bisa seteledor ini, eh tiba² mas² di belakangku teriak di telpun..

“GUWOBLOK! Awakmu mesen tiket tanggal piro? KUDUNE SAIKI BLOK!”

Kami berdua hening. JOLAYAK! Haha.

Rencana tidur di kereta pun akhirnya batal total karena mata melek gara² kejadian aneh menggelikan siang itu. Mau ketawa ya kasian soalnya sudah pasti bete banget itu dua tiket melayang tanpa hasil.

Semoga bisa refund sih ya. Kesian tauk. Haha.

Yowis gitu aja gaes. Lama gak posting beginian. Sambil ngasih selingan di blog supaya gak sponsored post semua haha. Soalnya sebelum dan sehabis postingan ini adalah postingan dari sponsor alias berbayar. Haha.

6 Comments

Komen yuk kak!