(VIDEO) Explore Madura dari Giliyang sampe Bangkalan

Jadi, postinganku tentang Menduniakan Madura kapan itu belum selesai. Kami, para blogger Indonesia terpilih, masih diajak keliling Madura sampai semua kota disinggahi.

PANTAI ROPET

pantai ropet

24 Nopember 2016. Sebelum meninggalkan Gili Iyang (pulau oksigen), kami pagi itu diajak ke Pantai Ropet untuk menikmati sunrise. Perjalanan menuju ke sana masih pakai sepeda motor roda tiga yang di belakang ada gerobaknya yang bisa menampung 8 orang. Hoho.

Di perjalanan menuju pantai ropet, di tengah jalan ada fosil ikan paus. Penasaran sama fosilnya, juga suasana pantai Ropet seluruhnya? Selamat menonton video di bawah ini ya..

BANDAR UDARA TRUNOJOYO

bandar udara trunojoyo

Baru tahu loh, kalau di Madura ada bandaranya. Letaknya di kabupaten Sumenep. Bandar Udara Trunojoyo ini masih terbatas ya operasionalnya. Konon hanya pejabat tinggi yg biasanya menikmati transportasi udara ini.

BUDIDAYA RUMPUT LAUT SARONGGI

rumput laut saronggi sumenep

Masih di Sumenep nih. Tepatnya di kecamatan Saronggi. Ada budidaya rumput laut. Kami mampir untuk melihat aktifitas warga sekitar dalam mengolah hasil rumput laut. Jadi tahu deh aku kalau rumput laut itu awalnya warna hijau, trus setelah dijemur warnanya berubah menjadi kuning. Wow! Mejik!

Rumput laut lalu diolah menjadi agar-agar yang rasanya niqemat!

Keluhan yg dialami penduduk adalah harga rumput laut yg terlalu murah, sehingga ekonomi masyarakat kurang bisa terpenuhi kebutuhannya. Semoga harga rumput bisa naik ya. Aaamiin..

BATIK KLAMPAR PAMEKASAN

ndop membatik

Perjalanan dilanjutkan ke kota selanjutnya di pulau Madura, yaitu Pamekasan. Di sini kami diajak ke kecamatan Klampar, ke perajin batik milik Pak Ahmadi.

Di sini aku sempet coba membatik loh. Ternyata cukup sulit untuk awal-awal. Berharap nginep di sini seminggu sih. Trus belajar mbatik sampe bisa. Tapi ya gak mungkin, kecuali biaya dewe. Hohoho.

Di sini hujan lebat. Mampir makan juga. Menunya sak ndayak. Wareg pokokmen.

***

Untuk lebih jelas melihat bagaimana Bandara Trunojoyo, budi daya rumput laut Saronggi, dan Batik Klampar Ahmadi, silakan tonton video di bawah ini ya..

ZIAROH MAKAM SUNAN CENDANA DI KWANYAR

Perjalanan selanjutnya ke Bangkalan. Di desa Ketetang kecamatan Kwanyar. Di sini datang magrib-magrib. Sudah ditunggu warga sejak sore. Hohoho. Datang-datang langsung disambut dengan tarian Nyellok Aeng yang lucu dari adik-adik gemes. Hohoho.

Karena ini malam jemuah, habis Isya’an, kami diajak ziaroh ke Makam Sunan Cendana atau Syeh Zainal Abidin yang dulu pertama kali menyebarkan agama Islam di Madura.

sunan cendana

Sedang mendengarkan cerita Sunan Cendana
yang sakti mandraguna

MELIHAT PROSES PEMBUATAN KRUPUK BAKAR

Kami nginep di Kwanyar. Tepatnya di desa Ketetang. Tempatnya mblusuk-mblusuk alas gitu. Perlu perjalanan sekitar seperempat jam naik kendaraan. Konon desa Ketetang ini lumayan terisolasi dari dunia luar. Walhasil suasananya lil’ bit creepy but still okay lah.

Sampe di desa, kami disambut warga juga. Aku pingin mandi. Lalu diantar sama adik-adik ke kamar mandi warga yang letaknya terpisah dari area rumahnya. Adik-adik cewek ketawa-ketiwi menunggu aku mandi. Iya, aku ditungguin! Huahaha.

Sayangnya mereka kurang fasih berbahasa Indonesia, gak bisa bahasa jawa juga, walhasil aku kalau ngomong separo pakai bahasa isyarat. Hahaha.

Sembari makan malam, penduduk warga Ketetang demonstrasi cara bikin kerupuk bakar. Temen-temen sih pada kagum ngelihat. Kalau aku biasa aja. Soalnya di Nganjuk sini sudah lumrah yg namanya krupuk bakar atau krupuk upil ini. Hohoho

krupuk bakar

Yang bikin beda adalah rasanya, di Ketetang Kwanyar ini krupuknya LEBIH LEZAT!

Ada fakta unik di desa ini (dan desa-desa di daerah Madura), bahwa rumah mereka itu bentuknya memutar. Ruang keluarga, kamar mandi, musholla, dapur, kandang sapi, semua terletak di bangunan terpisah. Istilahnya Tanean Lanjhang.

BERBURU OLEH-OLEH DI TRESNA ART

Jumat, 25 Nopember 2016. Perjalanan dilanjutkan ke kota Bangkalan untuk mampir beli oleh-oleh di Tresna Art. Karena ini Jumat, maka berburu oleh-olehnya gak bisa lama-lama karena terkejar waktu Jumatan.

Aku di sini sangat menikmati banget. Karena banyak tempat yg instagramable banget! Banyak interior artistik yg sangat bagus buat photoshoot.

tresna art

MAKAN SIANG DI BEBEK OLE OLANG

Bebek Sinjai memang terkenal ya, tapi siapa tahu kalau bebek Ole Olang itu rasanya juga uwenak? Sumprit aku gak bohong. Bahkan taglinenya berani banget loh: TIDAK ENAK TIDAK USAH BAYAR! Hohoho.

bebek ole olang

Bebek Ole-olang memang terlihat sepi dibanding Sinjai. Karena mereka spesialis rombongan bus pariwisata gitu. Jadi kalau sepi ya sepi banget. Kalau pas bus pariwisata datang ya langsung penuh. Hohoho.

***

Video tentang Kwanyar, Tresna Art, dan Bebek Ole Olang semua terangkum di video di bawah ini, ditonton ya kakak..

Dan perjalanan keliling Madura selama 4 hari 3 malam pun berakhir sudah. Kami didukkan di kantor BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suramadu) dan berpisah untuk suatu saat bertemu lagi.

Kesimpulan selama 4 hari 3 malam yang bisa aku dapat adalah bahwa TIDAK BENAR kalau orang Madura itu serem, gampang marah, emosian, dikit-dikit bacok lah, DUH ITU FITNAH! Justru sebaliknya, orang Madura itu ramah-ramah. Blogger Madura saja ramahnya minta ampun. Baiknya juga minta ampun. Buktinya, kami para blogger diajak keliling Madura gratis! Makan enak! Kenyang! Senang!

Madura memang panas sih. Tapi masih sangat layak untuk dijadikan rujukan tempat wisata yang bagus. Yang kami kunjungi ini hanya dikiiit banget. Masih ada puluhan tempat wisata yang belum dikunjungi karena keterbatasan waktu. Mungkin nambah seminggu lagi bisa lah mengunjungi semua tempat wisatanya. Tapi ya, duike mbahe! HAHAHA.

Kapan-kapan aku mau ke sini lagi mengunjungi tempat wisata yg lain lagi. Ayok-ayok siapa yang mau ajak aku? Silakan kakak. Aku orangnya menyenangkan loh! Makannya dikit kok. Jadi kalau mau nraktir, gak bakalan ngabisin kantong kamu! HAHAHAH.

Yaudah, bye bye kakak. Selamat piknik!

5 Comments

Komen dong!