Nganjuk Bermural

Nganjuk kini lebih menarik dilihat. Nganjuk yg masuk ke dalam kota lo ya, bukan di jalan bis. Kalian yang pernah melewati Nganjuk pasti mengira kalau Nganjuk itu isinya sawah doang. Ya jelas to, yang kamu lewati itu jalan bis! Bukan kotanya.

Trus di kotanya emang ada apa ndop?

Nggak ada apa-apa juga sih. Mol aja nggak ada. Bioskop apalagi. Mekdi, ke efsi, bahkan eskalator tidak bisa ditemui di sini. Semua hal berbau modernitas, nggak ada di Nganjuk sini.

:cry:

UNTUNGNYA DI KOTA NGANJUK LAHIR SEORANG PEMUDA GANTENG YANG KARYANYA SUDAH GO INTERNASIONAL mengalahkan aknes monika!!!

Siapa itu?

Duh, jadi malu… :oops:

_________

Nah, saat ini, ada sedikit hiasan yang bisa dilihat di sekeliling kota Nganjuk. Hiasan itu nemplek di tembok-tembok sisi rumah, gedung, trotoar. Hiasan itu ada di sekitar pasar wage, Gang-gang di Desa Ploso, belakang SMPN 1 Nganjuk, Megantoro, Cokroaminoto, Gang Batur.

HIASAN ITU BERNAMA MURAL.

Temanya sih tentang rata-rata kritik lingkungan. Rata-rata membahas global warming, sampah, yang positif-positif pokoknya.

Mural belakang kantor pos

“Nganjuk Sehat Belajar Jadi Giat”
Mural ini ada di belakang kantor pos.
Mural ini karya UPTD Jatikalen Nganjuk.

Mural Save Earth

“Save Earth” Bahkan bumipun ditelan tanpa sisa
Oleh manusia-manusia serakah, penguasa-penguasa tamak
Pembalak-pembalak liar perusak alam.

Ini karyanya temenku, mas Heri.
Mural ini ada di Depan Gedung Wanita ke barat

Mural lampu siang

lampu Nyala atau 50Ribu
Ini peringatan buat mengendara motor ya.

Budayakan hidup bersih Mural

“Budayakan hidup bersih dan sehat”
Ini karya SMKN 1 Gondang Nganjuk

Hijaukan Dunia Dengan Daun

“Hijaukan Dunia Dengan Daun” entah karya siapa.
Yang kanan karya SMA Sukomoro Nganjuk

Eh, karya di atas itu dilombakan loh. Dan katanya mbakku sih yang menang dari SMP 1 Nganjuk. Wuih, yang mana ya yang menang? Aku malah gak ngerti hahaha.

Tapi kalau aku sebagai jurinya, yang menang adalah karya yang di bawah ini…

Mural Cintailah Diriku

“Cintailah Diriku”
Mural ini karya siapa ya?

Bagus banget menurutku. Soalnya gambarnya bagus, konsepnya simpel. Gadis belia mencintai lingkungannya. Nyindir anak-anak jaman sekarang sekarang nih. Yang kayaknya lebih mencintai gejetnya daripada lingkungannya. Tetanggaku yang masih kecil-kecil itu kerjaannya cuma ndingkluk saja mainan game di tablet.

Nggak pernah aku lihat mereka nyapu latar, siram-siram, nyapu rumah, ngepel. Generasi sekarang memang manja-manja ra gelem tandang gawe. Ponakanku aja mana bisa korah-korah? Mandi aja nggak bisa. Apalagi keramas! Sampe rambutnya kutuan! Parah dan payah pokoknya.

Trus aku suka sama mural di atas karena satu hal yang SANGAT PENTING: PAS BANGET BUAT SELFIE!!! Nggak mengganggu gambar aslinya!!! (((PENTING!!!)))

Buat apa bikin mural yang ribet kalau gak bisa dibuat selfie? Yang kalau ketika kita selfie, ada bagian yang penting yang tertutupi?

Mural Lagi

Mural sisa. Eman-eman kalau nggak aku aplod.
:P

Sudah itu saja ya. Ada ratusan mural lainnya sih, tapi jelek-jelek. Yang saya aplod ini yang bagus saja. Aku paling nggak suka sama mural yang awut-awutan tanpa konsep apa-apa trus ada tulisannya “Mereka yang gak suka kita adalah mereka nggak ngerti seni”.

HALAH PRET! Karya jelek begitu kok masih cari pembenaran. Belajar nggambar dulu ya dik, baru dipamerin di jalan. Karyamu itu bukan gak bagus, tapi GAK ADA KONSEP dan GAK ADA MANFAATNYA!

Boleh berkarya seni, boleh berbeda, boleh unik, boleh berbuat apapun yang kamu mau, ASAL ADA MANFAATNYA! #ndopquote

Sekian.

44 Comments

Komen dong!