Betisku, Serbetku…

Ote-ote, tahu isi, tahu petis dan telo goreng terhidang di atas meja. Siapa yang bisa menahan untuk tidak mengambilnya malam itu. Apalagi perut belum terisi sejak sore tadi. Langsung deh tak comot satu ote-ote, lalu mendulitnya dengan petis yang seharusnya sebagai bumbunya tahu goreng. Mm… nikmatnya.. , tapi ada yang kurang, kucomot lagi pakek jari jempol dan telunjuk cabe ijo yang ikut sekresek dengan jajanan berminyak itu.

Ote-ote baru terkunyah separo. Sengaja aku biarkan dalam posisi itu di dalam rongga mulutku. Dan cabe itu pun kugigit dengan gigi depanku, “kresck”, aku belum merasakan pedasnya sampai gigi gerahamku menemukan posisi cabe itu bersemayam dan “kresck” sekali lagi.. hnah!! Akhirnya.. rasa pedas nan nikmat itu pun tak terelakkan.. huuh.. haahh… ote-ote itu menggeliat-geliat sambil terus diperas minyaknya oleh gigi gerahamku. Sampai-sampai minyak yang seharusnya tetap berada di dalam rongga mulut, tak terasa bisa merembes keluar sampai ke bibir. Saking nikmatnya, aku terus mengunyahnya dan tak sadar kalau bibirku waktu itu berubah menjadi pabrik minyak goreng… :oops:

Satu ote-ote telah habis featuring dua buah cabe ijo yang lolos audisi pemilihan cabe terpedas yang aku selenggarakan sendiri, tanpa zurri potlok-potlokan. Perut masih nagih lagi, sementara rongga mulut sudah memanas. Namun, pak lek perut ternyata mendapat dukungan sepenuhnya dari zurri potlok si tangan kanan untuk mengambil tahu goreng..

ini betis saya yang sekseh sekali.. xixixi...

Kira-kira seperempat jam, tangan kanan dan bibir bergelut dengan dunia perminyakan. Walhasil, setelah jajanan sekresek itu habis, para penikmat dunia perminyakan itu pun pada mengerahkan jurusnya masing-masing untuk mengelap tangan dan bibirnya. Seseorang di depanku dengan santenya mengusap bibirnya dengan pangkal telapak tangan kananya. Lalu dengan tanpa bersalah sedikitpun dia mengusapkan telapak tangan kanannya ke celana jins yang dikenakannya… sret.. sret.. sekali lagi ..sret… :roll:

Seseorang yang lain malah cuek membiarkan bibirnya terolesi minyak sembari megap-megap menuntaskan rasa pedas yang membakar mulutnya. Mungkin dia merasa seksi kalo bibirnya mengilap seperti itu.. hehehe… berasa pake lipglous… xixixi… :razz:

Sedangkan saya, apa yang saya lakukan? Yang namanya saya, ya nggak kekurangan akal. Daripada banyak sabun cuci terbuang percuma untuk mengatasi dunia perminyakan, saya lebih memilih mengorbankan *Sila kelima butir kedua MODE ON* salah satu anggota tubuh saya (yang paling seksi!), yaitu betis! :lol:

Yup, setelah telapak tangan kanan mengusap bibirku sampai terasa kesat, dia hijrah ke bawah meja. Nggak ada yang tahu aku sedang apa. Pandanganku tetep fokus ke arah dua orang di depanku, sementara tangan kananku dengan cekatan mengusap-usapkan dunia perminyakannya ke seluruh permukaan betis. Sambil memijat-mijat ringan. Untuk menghindari kecurigaan dan agar posisi tubuh seimbang, tangan kiriku pun ikut-ikutan ke betis satunya, walau tadi cuma terkena sedikit minyak dari cabe. :roll:

Dan pekerjaan itu pun selesai. Tak perlu tisu, tak perlu lap, tak perlu wastafel, cukup mengoptimalkan anggota badan kita, yaitu betis! Ngemeng-ngemeng, ada yang bilang minyak kelapa bagus buat rambut. Nah, nggak ada salahnya kan mencobanya untuk kesuburan rambut betisku….. xixixi… :cool:

Selamat mencoba ya… :mrgreen:

23 Comments

Komen dong!