Mengubah Mindset: Dulu Biasa, Sekarang Spesial
Di Threads ada yang bilang, ciri-ciri orang miskin adalah yang suka bilang “In this economy”. Orang have gak mungkin nulis begitu soalnya duitnya banyak. Kalau beli ini itu gak pake mikir.
Berati Mas Ndop sekarang miskin? Bisa iya bisa tidak. Tergantung how do you see life in general! Mantab kan jawaban diplomatisku? Hahaha
So, many years ago, aku kira biaya hidupku minimal 3 juta. Itu pun aku sudah pangkas semua pengeluaran hedon macam beli baju, nonton film, ngafe-ngafe. Just beli makan minum sama pay bills. Total 3 jutaan.
Dan setelah memutuskan untuk masak sendiri, sekarang pengeluaran normalku, total, sudah termasuk pay bills, cuman sekitar 1,4 juta sebulan! Itungan itu sudah dibantu sama chatgpt.
Tadi aku ngasih data ke dia berupa harga beras sekilo 16 ribu buat 3-4 hari. Indomi 3500-6500 sehari 1-2 kali. Telur 12.500 untuk 3-4 hari. Listrik 200 ribu untuk 45 hari. Kebutuhan bersih-bersih kayak beli sabun total 50 ribu sebulan. Air PDAM 45 ribu, susu denko, waifai, pulsa, iuran perumahan, dst.
Jadi kalau sebulan aku dapat 2 juta. Aku masih bisa nabung 500 ribuan! Bahkan kalaupun aku seminggu ngafe 2-3 kali. Masih bisa nabung 400 ribuan!
Gila ternyata efek masak sendiri tuh! Gila ternyata biaya hidup dasar mas ndop gak sebanyak itu!
Buffff! 
Gara-gara fakta ini, pikiranku jadi terbuka lebar lagi. Aku jadi gak bisa ngejaj ndeso-kampungan-norak ke orang-orang yg anti banget ngafe di Tomoro-Awor-Barelo-and-so-on-and-on dan memilih ngopi di warung kopi 5 ribuan.
Bayangin aja, harga kopi gula aren di Tomoro atau cafe lain minimal 18 ribu. Kalau dibeliin beras udah dapat sekilo lebih. Dibeliin telur udah dapat setengah kilo lebih. Jadi wajar mereka bakal mikir seribu kali untuk beli kopi 18 ribu. Mending uangnya buat beli yang lain!
Padahal itu masih bare minimum harga kopi di cafe ya. Masih banyak kopi yg lebih mahal kayak starbak atau ekselso yang segelas 50 ribuan! Hohoho. Mereka bakal di level alergi mungkin ya. Baru nyentuh pintu kaca starbak, udah kesetrum tangannya. Atau kepleset ndlosor. Hahaha
So, what’s the point?
Yaaa.. aku setuju sama mereka! So, I will change my habit start from now! I will make ngafe-ngafe or WFC adalah KEBUTUHAN MEWAH!
Selain ngafe, kebutuhan mewah lainnya adalah nonton film di bioskop, pergi keluar kota, makan-makan ayam di frencais-frencais, beli roti di atas 10 ribuan, segala hal yang sifatnya makan di luar!
Don’t worry! Aku gak anti sama itu semua kok. Aku masih akan ngafe, nonton film, konser, stendap, beli makan di luar, tapi HANYA SPECIAL OCCASION aja. Alias di momen spesial aja.
Moment spesyel itu adalah of kors ulang tahun (diri sendiri atau orang lain), dapat orderan senilai > 100 ribu, ditraktir atau diajak (of kors gak mungkin nolak! Haha), ketemu temen lama, film Marvel yang ditunggu, konser yang memang ditunggu seumur hidup!

Aku akan set my kebutuhan daily life as bare minimum as possible. Kalau bisa masak sendiri, ya masak aja. Selama waktunya ada. Selama gak lagi capek. Ya masak aja kali!
Satu hal yang baru aku rasakan: kegiatan masak itu menyenangkan dan menenangkan!
Kegiatan simpel yang memaksa kita untuk gerak, membuat sesuatu, menghasilkan sesuatu. Akhirnya memasak juga sama kayak berkarya. Setiap selesai masak, rasanya lega. Sama kayak habis bikin karya seni.
Apalagi pas makan, huh nikmat banget! I did it again! Apalagi kalau semakin sering bikin, rasanya makin enak pula!
Habis makan, ada kegiatan relax selanjutnya, yaitu korah-korah. Gerakan mencuci peralatan masak dan peralatan makan itu menenangkan. Apalagi mengetahui hasil cucian kita keset dan berbunyi “ngik”, ah itu kepuasan dan kenikmatan tersendiri!
Orang have gak bakal ngerasain nikmatnya cuci piring! Hahaha
Setelah perut kenyang dan semua peralatan bersih dan masuk rak piring rapi, pikiran otomatis jadi jernih dan siap berkarya lagi. Biasanya sambil kerja aku bikin kopi saset gude kapucino. Panasin air pakai dispenser yg cuma aku nyalain pas pengen air panas aja. Jadi hemat listrik.
Untung aku orangnya sabar. Bikin kopi harus nunggu 10 menit mau-mau aja. Menanak nasi 25 menit juga mau-mau aja. Menunggu itu bukan hal yg buruk. Kita bisa berbuat banyak hal dari menunggu.
Apalagi in this internet era, we can do doomscrolling tiktok or Threads, atau nonton podkes di yutub, eh gak kerasa nasi udah matang! Mie sudah siap dimakan! Atau air sudah mendidih!
Bayangin hal itu. Kalau masak sendiri aja, bikin kopi sasetan aja, sebahagia itu, setenang itu, serelax itu, sepuas itu, APALAGI kalau makan di luar? APALAGI kalau beli makan via grab yg tinggal rebahan trus makanan datang siap makan? APALAGI kalau beli kopi di cafe?
PASTI nikmatnya dobel-dobel. Puasnya tripel-tripel. Hepinya berlipat ganda!
Jadi, mindsetku sekarang aku ubah. Aku gak akan menjadikan ngopi di cafe sebagai kebiasaan. Hanya di momen tertentu saja. For my daily life, aku akan di rumah aja masak sendiri. Bikin kopi saset sendiri. No more fancy thing kecuali on my special occasion!
Nonton bioskop juga gak seminggu sekali kayak dulu. Sudah ada Netflix, mending nunggu setahun, toh bakal tayang di Netflix. Kecuali memang film spesial kayak Marvel.
Kalau urgent banget pengen nonton tapi belum ada di Netflix, bisa rent film di Apple TV 25 ribu saja. Bisa direwind-rewind sepuasnya. Menghemat biaya transport + makan ke CGV Madiun juga. Xixixixi
Gitulah pokoknya. Aku bukan mengubah mindset yang dulu suka hedon trus sekarang anti hedon, anti cafe, anti bioskop (mending nonton bajakan saja), no no no! GAK GITU YA! Aku tetap melakukan hal-hal fancy itu semuanya tapi JUST for special moment saja!
Welcome to my new life! Simple life!
Okay deh beb!
Bye!


