Mandiri Jogja Marathon 2018 (Half Marathon)

Seharusnya ya, kalau mau ikutan Half Marathon (alias lari sejauh 21 km!) itu harus latihan minimal selama 6 minggu berturut-turut setiap hari dengan latihan super intens. Contohnya lari total sejauh 20 km di minggu pertama, lalu naik lagi di minggu kedua dan seterusnya sampe menjelang hari ha.

Sementara aku?

AKU GAK LATIHAN SAMA SEKALI!!!

GILAK INI! Super nekat banget-nget-nget. Satu-satunya aktifitas lari yang aku lakukan adalah 3 minggu sebelumnya, ketika ikutan Singolangu Forest Run yang jaraknya cuma 11 km. Habis itu, aku cuma makan begadang tidur, makan begadang tidur doang! Begadangnya sampe jam 4 subuh! Lalu habis subuh tidur sampe jam 2 sore. Trus diulang besoknya selama 3 minggu! HAHAHAHA

WONG EDAN YA!

Apakah aku bisa finish di 21 km Mandiri Jogja Marathon 2018 nanti? Sedrama apa? Simak terus ya jangan diskrol cepet-cepet. Hihihi.

BERANGKAT!

Buking tiket kereta Malioboro Express seminggu sebelumnya. Pilih jadwal berangkat dari Nganjuk jam 12 malam. Sampe Jogja Sabtu 14 April jam 3.35 pagi buta. Masih ngantuk banget. Soalnya jam segitu itu waktuku berangkat tidur. Tapi aku harus melek. Karena hari ini jadwalku piknik!

IKUTAN TAPERING RUN

14 April 2108.

Habis laporan di mesjid stasiun, daku iseng ngewatsap sang Diva Adi, ternyata dia sudah di penginapan. Hmm. Iseng mo mampir buat numpang mandi, eh dibolehin. Langsung aku cuss jalan kaki ke penginapannya (The Packer Lodge Yogyakarta) yang cuma 600 meter dari tasiun.

Aku ngewatsap dua orang sih, soalnya Adinya slow respons (mandi). Yang satunya kang Deni, temennya Adi. Aku sudah kenal dia juga sejak Borobudur Marathon kemarin. Kang Deni pun send location via watsap, dan daku tinggal jalan kaki ajah ngikutin peta. Siapapun yang bekerja di gugel map atau map-map lainnya, masukin ke surga ya Alloh! Jasa mereka sangat besar untuk memudahkan kelangsungan hidup manusia zaman now! :doa:

Habis mandi gratis di penginapan, daku diajak sama temen-temen untuk ikutan latihan lari bersama panitia penyelenggara Mandiri Jogja Marathon 2018. Istilahnya tapering run. Eh? Daku wayahnya tidur sebenarnya. Etapi setelah mandi kok fresh ya? Gimana nih? Ikutan aja yuk!

Akupun salin baju dan celana lari, dan siap-siap lari bareng! Padahal belum tidur! HAHAHA.

Ketika otw menuju Pizza Hut deket malioboro, eh, lha kok ternyata rombongan lari dari panitia sudah berangkat. Walhasil kami ikutan langsung di tengah jalan. Gak usah pakek pemanasan. Udah panas ini jalan kaki dari tadi. Hahaha

Lari sejauh 5 km. Mengitari malioboro dan sekitarnya. Di tengah jalan ada water station air putih biasa. Lalu pas finish di Pizza Hut, yang ikutan lari dapat pokari gratis. Mantab!

tapering run

tapering 2

tapering 3

Yudha, Adie, ?, ?, Deni, Akoh!

Pulang ke penginapan lagi, mandi lagi. Leyeh-leyeh. Nunggu check out. Foto-foto..

The Packer Lodge

The Packer Lodge emang kece abis hotelnya!

PIKNIK MERAPI

Habis check out kami berpisah. Adi dkk langsung ke Prambanan buat leyeh-leyeh nyiapin tenaga buat besok Mandiri Jogja Marathon. Sementara aku, janjian sama Ichank untuk ketemuan di Malioboro untuk berangkat piknik ke Merapi. Kami sudah janjian sehari sebelumnya. Malah bisa terlaksana padahal ini dadakan. Yang sudah janjian sejak berminggu-minggu yang lalu malah pada gak datang! Actually aku janjian sama banyak orang, tapi kemana mereka di hari ha? Hahaha.

Jogja yang dulu gak sama dengan sekarang. Bahkan Jogja November yang lalu beda dengan sekarang. Lebih PUWANAAASSSS! dan MUWACEEEEET!

Ichank pun datang setengah jam kemudian. Padahal dia naik gojek yang harusnya bisa cepet. Haha.

Kami langsung order Grab Car (sambil cari voucher diskonan! Mayan dapat potongan limaribu! Haha). Siap berangkat menuju Museum Merapi. Cerita selengkapnya akan saya posting next post ya! (semoga gak males).

NGINEP DI PURI JONGGRANG

Habis piknik, pulang ke penginapan sekitar jam 7 malam. Aku bahkan gatau nginep di kamar berapa. Maklum dibukingkan temen. Akhirnya seorang temen ngasih kunci kamar. Di dalam kamar sudah ada yang nempatin. Si Wahyu, dianya masih nonton bal-balan di Sleman. Akunya langsung mandi dan tidur pulessss… Capek bro!

Jam 11 malam ngobrol-ngobrol dikit sama Wahyu pas dia baru pulang. Ternyata nih anak kembar banget sama aku. Sama-sama virgin HM (pertama kali!), sama-sama pakai New Balance, sama-sama pakai jersey Indorunners, sama-sama pakai manset, sama-sama ada Nike-nya! HAHAHA. KOK BISA YAAAA?

Oh iya, nginep di sini cuma bayar 50 ribu. Maklum ini penginapan seadanya. Gak ada asenya. Cuma kipas angin. Sumuk banget. Tapi gak papa. Bisa mandi sepuasnya! Di dalam kamar ada kamar mandinya. Sayangnya colokan satu-satunya hanya untuk kipas angin. Jadi harus pilih, kipas angin atau ngecas hp?

Alarm aku set jam 4 pagi. Semoga besok bisa bangun pagi. HARUS DONG!

RACEPACK

Racepack sudah diambilkan kakak Resty. Jadi malamnya tinggal aku anboksing. Ada di video di bawah postingan. Isi racepack: Jersey, BIB, voucher-voucher, permen, koyo, ya pokoknya gitu-gitu. Haha.

racepack MJM 2018

Daku lupa gak fotoin semuanya. Tapi ada di vlog di bawah kok.

RACE DAY

15 April 2018.

Wahyu gak bisa tidur nyenyak, kalau aku sih setiap sejam bangun. Trus tidur lagi. Mungkin karena ini pertama kali HM jadi aku agak tegang dikit. Hihihi.

Jam 5 kami serombongan Puri Jonggrang baru berangkat dari penginapan yang jaraknya sekitar 1 km dari venue. Dan dari venue ke race start itu sekitar 500 meteran. Jadi jauh banget sih ini! Hahaha.

Sampe ke venue sudah jam 5.25. Padahal startnya jam 5.30 pagi! GILA GILA GILA! Sambil harap-harap cemas nungguin Wahyu nitip tas, akhirnya kami memang bener-bener..

TELAT!

Baru kali ini seumur hidup ikut running event, aku telat berangkat ke race! Rasanya deg-degan. Telatnya lama pula. Sekitar 6 menit. Gila 6 menit itu 1 km loh! Gilaaaa!

Keuntungannya adalah, ketika sampe garis start, aku berdua sama Wahyu, disemangati sama emsinya, kak Melanie Putria (Putri Indonesia 2002). Suasana bener-bener sepi pi pi! Cuma kami berdua aja! Hahahaha KACAUUUU DEH!

COT MENGERIKAN

Hanya di Mandiri Jogja Marathon 2018 yang menerapkan COT (Cut Off Time) mengerikan untuk kategori Full Marathon. Di mana setiap 6 km, pelari harus mencapainya dalam waktu 1 jam. Walhasil menurut fakta di lapangan, banyak yang tumbang di kilometer 30. Yang mana itu kurang 12 km lagi menjelang finish. Eman eman banget nget nget kalau harus gagal menyelesaikan hanya karena aturan COT yang mengerikan itu.

Untungnya untuk kategori Half Marathon, hanya di 6 kilometer awal saja COT-nya. 6 km setelahnya dan setelahnya gak ada ikatan waktunya. Ahsek! Akuh aman! Hahaha.

WATER STATIONS

Di awal-awal, sempet agak berantakan gitu pembagian air minumnya. Kasihan banget panitia kayaknya kurang orang dan kurang persediaan air. Ada pelari yang gak bisa menahan lambenya dan keceplosan bilang, “Kacau banget!”. Seketika itu, mbak-mbak yang ngasih minum jadi semakin baper dan gak fokus.. Sabar ya mbak.. (Sabar gundulmu ndop!)

water stations 1

Namun semakin ke depan, water stations semakin tertata rapi. Bahkan ada water stations spesial dari Klaten Runners berupa es dawet dingin yang suwegeeer! Hahaha.

es dawet

Air minum yang disediakan ada dua, air putih dan wedang isotonik #eh. Jadi ISOplusnya sudah gak dingin lagi. Bahkan yang ikut Full Marathon, sudah jadi wedang karena ISOplusnya anget terkena terik matahari. Hihihi.

Kalau menurut videoku, total ada 10 water stations. Lumayan banyak ya. Di beberapa water stations disediakan pisang juga. Semua aku makan dengan paripurna. Pantesan daku seger-seger saja selama lari. Hihihi.

CHECK POINTS

Ada 3 check points. Aku kalau melewati check point selalu was-was kalau gak bunyi “tuut”. Soalnya di check point pertama, bunyi tuutnya telat gitu. Aku khan jadi ragu kalau gak kecatat. Hahaha.

check point

Ternyata emang gitu. Bunyi “tuut” nya muncul setelah seper sekian detik. Agak delay. Hehehe.

TRACK MENANJAK MULU

Namanya aja daerah Sleman memang agak-agak pegunungan ya, jadi ya otomatis banyak menanjaknya. Walaupun gak sedrastis menanjak kayak naik gunung, namun tanjakan tipis-tipis namun terus-menerus ini lumayan bikin capek!

Apalagi cuaca panas ini juga membuat tenaga cepet habis. Keringet mengucur deras sederas tangisanku ketika kau campakkan dulu #eh #curcol #tapifake #biardikira #pernahpacaran #padahal #jomblo #ultimate #puas?

jalan menanjak

Banyak jalan berlubang dan nggrotal-nggrotal. Tapi buat pelari pelan kayak aku, hal itu gak jadi majalah.

Oh iya, singkat cerita, daku berhasil melewati kerumunan orang. Jadi walaupun telat 6 menit yang mana itu hampir 1 km an, namun akhirnya aku berhasil mengejar ketertinggalan. Aku berhasil bergerombol dengan rombongan pelari lain (yang rata-rata sudah tua tua hahaah).

PANAS RAUMUM

Jogja kota yang panas ternyata merambat ke Sleman yang mana jaraknya dari kota (Malioboro) sekiar 25 km. Untungnya hal itu sudah aku antisipasi pakai manset (kaos lengan tambahan) biar gak gosong dan kacamata untuk menghindari silau (juga buat gaya! Hihi).

Di kilometer 13 an ada showernya. Mayan buat mbasahi seluruh tubuh biar dingin..

mandi

Sayangnya, sponsnya habis. Aku gak nemu sama sekali spons dingin yang dicelupkan di air es kayak di Jawa Pos Fit Surabaya Marathon dulu. Masa iya habis? I don’t know. Kalau baca-baca komen di grup Indorunners sih katanya dihabisin peserta 10K. Kok bisa yaaaaa? Embuh wis.

Tapi gak papa, pokoknya ES DAWET dari Klaten Runners emang juwarak! Hahaha

KELILING CANDI

Ini yang jadi nilai plus peserta MJM 2018 ini. Kalau melewati sawah dan rumah penduduk sih, di mana aja bisa. Kalau melewati candi-candi, kayaknya hanya ada di Mandiri Jogja Marathon!

Dan di sini ini yang bahaya. Kalau terlena dan banyak foto-foto (otomatis berhenti lari), biasanya pelari jadi males nerusin lari. Dan lebih memilih jalan kaki. Karena tubuh sudah dingin lagi. Godaan! Hahaha.

Candi-candi

candi-candi

candi 2

BANYAK HIBURAN

Selama lari, banyak sekali yel-yel penyemangat dari panitia ataupun kadang anak-anak kecil bawa tongkat balon plastik. Trus hiburan musik daerah dan tari-tarian juga ada. Namun karena aku larinya pelan, aku cuma kebagian sisa-sisanya. Hahaha.

tarian 1

musik budaya

Siyal, mas-masnya udah selesai nari. Daku gak sempet nonton! Hahaha.

JALANAN GAK STERIL?

Menurut temenku yang paham tentang running event, event berjenis road begini (berlari di jalanan aspal) seyogyanya gak dilewatkan ke jalan berbatu dan bergeronjal. Sebisa mungkin malah jangan ada jalan berlubang. Selama race berlangsung, dilarang ada motor, mobil yang melintas. Karena hal itu bikin pelari hilang fokus dan membahayakan dia juga.

Jadi gini sodara-sodara, seorang pelari yang bukan abal-abal kayak saya, mereka harus sangat fokus dalam berlari. Fokus mengatur langkah, mengatus nafas, mengatur mental kapan harus stabil, kapan harus ngebut, kapan harus ini, itu.. Banyak!

Nah, kalau kemudian fokus itu buyar karena di depannya ada truk melintas, moodnya bisa rusak dan dia akan frustasi karena targetnya tidak tercapai karena larinya harus melambat. Hohoho.

Buat pelari abal-abal kayak aku sih, hal itu fine-fine aja. Namun buat pelari beneran, hal itu bisa jadi nait mer!

Mobil Truk

Halo Mas-mas gemes di belakangku, lamb nal ea!

Mayan ya, pelari di belakangku dapat bonus beluk hihihi.

FINISH?

Berlari sambil menggembol kamera dan tripod seberat total setengah kilogram, membuatku agak gak fokus dalam berlari. Berlari sambil tangan menggenggam sesuatu itu gak nyaman loh. Apalagi ini agak berat. So, jangan berharap lebih deh kalau ikutan event running sambil ngevlog kayak aku. Hihihi.

So, bisa finish di bawah Cut Off Time (COT) saja aku sudah seneng banget. Apalagi ini my first Half Marathon so far. Biasanya khan aku cuma ikut 10K.

So, tanpa latihan intensif di minggu-minggu sebelumnya. Bisa finish dalam waktu 3 jam 16 menit buatku sudah sangat membanggakan. Masih ada sisa 44 menit dari 4 jam COT yang ditetapkan. Aku bersyukur. Walaupun kaki ini gak usah ditanya rasanya kayak apa.

HAMPIR COKLEK BNGST ANJNG KNTL!!!

HAHAHAHA. Jadi seperti ritual lari-lari sebelumnya, 100 meter menjelang finish, biasanya setiap pelari itu SPRINT alias lari sekencang-kencangnya. Aku pun juga begitu. Gak mikir kaki ini sebenarnya sudah males dibuat gerak.

finish mjm 2018

Setelah sprint, disertai sorakan penonton karena daku sprint sambil ngevlog, dan melewati garis finish, KAKIKU KAYAK LEMAH BANGET mak tikluk-tikluk kayak mau copot! SIYAL! KENAPA BISA GINI YAAA.. HAHAHA.

Mungkin inilah gunanya latihan intensif. Untuk menyiapkan kekuatan fisik. Kalau mental sih, aku sudah siap banget. Anak Leo khan mentalnya emang kuat. Fisikku belum ready untuk lari sejauh ini.

Untungnya gak lama ya. Sambil menahan untuk tidak tumbang, daku jalan pelan-pelan sambil mengatur nafas, sambil kamera rekam adegan ketika dikasih medali. Akhirnya kakiku kembali ke tempat semula setelah tadi kayak ngilang ke mana. Haha.

REFRESHMENT

Untung refreshmentnya gak antri banget. Bahkan cenderung sepi. Banyak air mineral berjejer. Dan beberapa ISOplus di ujung. Lalu medali diserahkan masih di dalam plastik. Okay, prosesi pengalungan medali di beberapa running event kayaknya sudah dihapuskan. Mungkin dianggap buang-buang waktu.

refreshment

Memasuki venue dengan perasaan bangga dan bahagia. Lalu beberapa temen yang sudah finish duluan menyambutku dengan bahagia juga. Sorry aku tertinggal di belakang ya kawan-kawan. Maklum pelari lemah. Udah lemah, banyak drama pula! Dasar REBYEK! #WaniDrama. Hahaha.

Langsung kuminum isoPLUSnya dan habis dalam sekali minum. Sebenarnya venuenya ini enak banget buat leyeh-leyeh. Ada bantal gedhenya. Ada tempat pijetnya. Ada kolam esnya. Ada buah-buahan melimpah siap ambil sepuasnya. Ada booth-booth penjual makanan dan marcendaisnya (walaupun bayarnya ribet harus pakai Mandiri imani).

tempat pijet

Untung kakiku aman-aman aja!

Namun sayangnya, aku gak memanfaatkan itu semua. Pikiranku fokus pada..

FINISHER TEE!

Yes! Ternyata ada finisher teenya! Padahal cuma Half Marathon. Tahun lalu yang ada finisher tee cuma Full Marathon. Dengan biaya pendaftaran sekitar 250 ribu (diskon komunitas), dapat 2 kaos yang nyaman, aku rasa event ini sangat murah. Xixixi.

Daku gak mau gak kebagian ukuran L. Panitia soalnya gak menjamin stoknya ada. Walhasil aku langsung bergegas keluar venue untuk mengambil finisher tee (kalau sudah keluar, gaboleh masuk lagi). Kalau kehabisan khan gak keren. Event HM pertama harus dapat finisher tee ukuran L!

finisher tee ukuran L

Untungnya stock ukuran L masih melimpah! YES!

Btw, design finisher teenya biasa aja sih. Tapi tetap aja harus punya. Sebagai bukti aku finish Half Marathon. Hahaha

finisher tee

MEDALI

Medalinya bagus banget ya Tuhan! Warnanya emas. Dan gedhe banget. Berat! Aku suka! Untuk membedakan kategorinya, tulisannya ada dibalik medalinya. Talinya juga bagus.

medali depan

medali belakang

AYOK FOTO-FOTO

mandiri jogja marathon 2018

sodara kembar

Dengan sodara kembar. Wahyu!

kembar 2

Sepatu juga kembar! HAHAH

Prambanan

RACE RESULT

Dari tabel race result di website Mandiri Jogja Marathon 2018, daku ranking 1607. Mengalahkan 400 an orang dan dikalahkan 1606 orang. HAHAHA. PAYAH BANGET SIH INI!

payah

Gak papa deh. Bisa finish aja syukur. Tanpa persiapan apa-apa, lari 21 km itu rawan ini itu loh. Rawan kesleo kek, rawan kram, rawan gak finish. Jadi ya bersyukur saja walaupun rankingnya buncit banget! Hahaha.

Lain kali kalau mau ikut lagi, harus disiapin bener-bener ya ndop! Biar gak malu-maluin Nganjuk. Half Marathon gak sama kayak 5K atau 10K. Perlu persiapan yang gak bisa diremehkan. Namun juga jangan beban-beban banget juga. Biar gak down mentalnya. Tetap latihan dan tetap semangat!

Next time is gonna be better!

VLOG

Ini dia hasil perjuanganku terekam sempurna di dalam video. Mon map masih goyang-goyang videonya. Belum nyiapin dana buat beli stibilizer yg harganya jutaan ituh. Aku punya duit sih, tapi masih sayang buat beli gituan. Haha.

Mon map juga kalau videonya gak pakek efek sinematografi ala-ala yutuber lain. Sumpah aku capek kak. Jadi video ini untuk dokumentasi pribadi sebenarnya. Buat aku sendiri. Kalau kalian menuntut video yg lebih baik, yaudah tolong beliin stabilizer sama biaya editing video, sini mana duitmu? HAHAHAHA.

Udah tonton aja gak usah banyak komplain!

*Nah gitu dong ngegas!*
*Kami suka pertikaian*
*Kami gak suka kalian rukun*

NJAREM

Balik ke penginapan naik grab car. Padahal cuma 1 km. Gak papa wong rombongan berenam. Bayarnya cuma 10 ribu. Dibayari sama Wahyu. Btw, aku nginep bareng anak-anak Magetan Runners. Hahaha.

Sampe penginapan, kakiku yaolooo.. njarem kabeh! Linuuu semua! Terutama di bagian jari-jari. Sepatu New Balance Vazee Rush itu kurang bisa menghandle kenyamanan jemari kakiku. Untuk keselamatan dari keseleo sih JAGO banget ini sepatu.

Walhasil, sekarang ini, waktu aku menulis ini, kuku jemariku ada 3 yang menghitam. But everything is fine now.

Aku gak langsung pulang. Leyeh-leyeh dulu sampe jam 2 sore. Wahyu pulang duluan pagi itu. Sementara aku dan Danang masih keliling-keliling Jogja buat cari gudeg Yu Djum dan nonton film di Ambarrukmo Plaza malamnya. Habis itu baru pulang Nganjuk.

KESIMPULAN

Overall, ini pengalaman Half Marathon pertama yang tak terlupakan. Tidak ada event yg sempurna. Mandiri Jogja Marathon 2018 ini bagus kok di beberapa segi. Apalagi tahun lalu gak ada finisher tee untuk HM, sekarang ada. Bagus lah!

Untuk aturan COT mengerikan itu, aslinya kalau pelari persiapannya matang, kemungkinan besar bisa melewatinya. It’s all about you! Siap apa enggak. Manja apa enggak. Hihih.

Postingan ini adalah apa yg aku alami. Hal-hal yg gak aku alami (kayak pengambilan racepack), sudah pasti gak aku ceritakan. Hehe. Mon map kalau banyak kekurangan. Hihi.

Semoga nanti bisa ikutan Half Marathon di event Borobudur. Semoga kebagian tiket! Aamiin!

:sip:

8 Comments

Komen dong!