Borobudur Marathon 2017 yang Kece Abis!

Seperti biasa, kalau kalian males baca tulisan dan punya kuota berlebih atau internet di rumahnya kenceng, alangkah lebih baiknya menonton vlog saya di bawah ini…

Kalau mau ngerti detailnya, selamat membaca yaa..

—–

NGINEP DI PONDOK TINGAL

Hanya dengan bayar 40 ribu saja per kasur, penginapan berupa dormentori alias kayak asrama di Pondok Tingal sangatlah rekomendid buat kalian. Karena tempatnya lengkap fasilitasnya. Walaupun gak ada asenya, tapi udara di Magelang itu sudah adem dari sononya, karena deket kawasan pegunungan.

Kamar mandinya banyak! Banyak banget! Walaupun sempit tapi ada berbagai macam jenis kamar mandi. Yang ngengeknya jongkok ada wese jongkok. Yang ngengeknya duduk juga disediakan wese duduk. Trus yang mandinya suka jebar-jebur pakai ciduk kayak saya, ada! Yang mandinya pakai pancuran juga ada showernya! Komplit bet kak!

Kamar mandi cewek dan cowok pun dipisah. Jadi gak usah khawatir akan ada yang nginceng ya. Haha.

Musholla ada. Tempat jemuran juga ada. Cari makan di kiri kanan penginapan ada banyak yang jual makanan enak-enak!

pondok tingal

Penampakan sedikit Pondok Tingal.
Kalau mau yg versi komplit bisa tonton video di atas ya.

RACEPACK

Ngambil racepacknya jauh banget dari Borobudur. Konon katanya jaraknya 10 km an. Untung di Magelang sudah ada gojek (walaupun gak aku cobain soalnya selama di Magelang jalan kaki bareng temen-temen terus).

Menurut temen yang ngambilin racepackku, pengambilan racepack di hotel Artos itu berjalan dengan sangat rapi dan baik. Panitianya sangat care. Gak ribet. Antrinya juga tertib dan mereka sangat welcome untuk gegap gempita memberikan pertolongan.

Contohnya “tim Pondok Tingal” racepacknya diambilin sama Resty dan kata kak Resty, panitianya mau banget cariin kerdus dan selotip buat tempat racepack yang jumlahnya ada lebih dari dua puluhan itu. Kece badai!

borobudur marathon 2017 racepack

Penampakan racepack Borobudur Marathon

Isi racepack macem-macem. Ada brosur-brosur sponsor, lalu voucher makan berupa diskon 10%, koyo, mineral water, jersi YANG BAGUS BANGET SUMPAH!, BIB yang ada timing chipnya, race guide, dll (selengkapnya bisa dilihat di video di atas).

Dengan bayar 140 ribu (jalur khusus), dapat racepack segitu untung sekali. Soalnya belum sama medali, refreshment, hiburan, dll.

Carbo Loading

Kami cari makan malam bareng. Milih di Pondok Selera yang menyajikan makanan mie, sate dan nasi goreng. Karena banyaknya permintaan, maka makanan kami terhidang setelah dua jam menunggu. HAHAHAHA. Selak luwe pak lik!

Aku mesen nasi goreng kambing plus teh anget habis 25 ribu. Lumayan mihil harganya. Untungnya rasanya enak jadi gak nyesel-nyesel banget. Hehehe.

pondok selera

Makan yang kenyang biar besok kuat lari

RACE DAY

Aku ikutan kategori cemen, 10K saja, dan startnya jam 6 pagi. Aku lihat hampir semua peserta memakai jersi merah kece marun dengan desain kece itu soalnya emang nyaman banget dipakai!

Aku berangkat dari penginapan jam 5 pagi jalan kaki selama 10 menit. Jarak penginapan ke venue sekitar 1 km. Lumayan buat pemanasan. Jadi gak perlu pemanasan lagi. Xixixix.

Acara berjalan dengan tepat waktu. Jam 6 tepat didor tanda start dimulai. Karena peserta 10K ini buanyak banget ada 3500 an, jadi wajar kalau startnya umpel-umpelan. Hihihi.

Berada di kerumunan kira-kira 3 menitan. Setelah menginjak start line, ternyata aku masih belum bisa langsung lari. Soalnya banyak peserta yang santai jalan kaki. Hahaha.

race day

Walhasil diriku seringkali melipir ke suket-suket. Lari di rerumputan. Banyak pelari kencang lainnya yang dengan brutalnya lari di area rumput ini. Hahaha. Untungnya aku gak kecekluk, soalnya lari di rerumputan tentu saja permukaan tanahnya gak jelas ada jeglongan apa enggak.

KEBELET

Sebelum berangkat ke Jogja dan Magelang emang perutku sudah murus. Lalu minum entrostop dan sudah mampet seketika. Tapi ternyata masih suka ada rasa kebelet ngengek selama di Magelang. Bahkan ketika mau lari pun juga didera perasaan kebelet.

Tapi untungnya sampe finish aku gak berhenti untuk ngengek, soalnya kalah sama genggaman hape sebagai pengganti batu yang ternyata mujarab buat mengalihkan perasaan kebeletku. Terimakasih kepada mitos! Hahaha.

Setelah finish malah gak kepingin ngengek. Gak kerasa kebelet. Hihihi.

BANYAK HIBURAN

Ada buanyak banget hiburan penyemangat selama perjalanan lari. Tarian tradisional, musik tradisional, lalu dedek-dedek sekolah dan pramuka senantiasa membengoki kami untuk semangat larinya sambil mengepruk-ngeprukkan tongkat balon dengan sangat gegap gempita.

hiburan tarian

WATER STATIONS

Water stationnya banyak. Walaupun aku amati banyak yang bablas lari aja soalnya mungkin dia gak haus. Kalau aku, sudah pasti minum dulu dua gelas air mineral dan isotonik sampai habis. Lalu buang di tempat sampah. Lalu lari lagi. Hehehe.

water stations borobudur marathon

Banyak yang ngerti lo, kalau ada air mineral dan isotonik di waterstations, soalnya mereka gak membedakan gelas plastiknya. Temenku aja selama 10 km gak minum blas, soalnya menurut dia hanya ada air isotonik, padahal ada juga air putih biasa (mineral). Soalnya gelasnya putih semua, jadi dikiranya hanya ada 1 jenis minuman.

HUJAN

Pas enak-enak lari, eh hujan turun. Lama-lama makin deras pula. Kegiatanku ngevlog pun aku hentikan di kilometer agak akhir. Soalnya tanganku basah kuyub. Touch screennya gak bisa disentuh. Haha. Untung hapeku gak kenapa-kenapa. Hihihi.

Walhasil moment-moment penting kayak menjelang finish line dan keadaan refreshment serta pengalungan medali gak aku videoin. Padahal seru sebenarnya. Hihihi

RACE TRACK

Ada beberapa tanjakan tapi masih bisa dibuat lari. Lebih banyak melewati jalan pedesaan yang sejuk dan gak banyak polusi. Eh, di awal-awal malah melewati kandang gajah. Aku sempet berhenti dan merekam video di sana.

tanjakan

Capek ya lari mulu, hihihi.

Aku gak menemukan ada kendaraan bermotor atau mobil yang berseliweran mengganggu peserta. Semua klir. Sangat nyaman dibuat lari tracknya. Trus banyak marshalnya jadi pelari nggak mungkin kesasar. Panitianya jemfollan! :sip:

REFRESHMENT dan MEDALI

Setelah finish, aku gak kelelahan kayak biasanya, karena cuaca dingin plus hujan pula, jadi pas habis sprint sejauh 200 meteran itu, aku ora popo. Hehehe.

Jarak antara finish line ke refreshment ada beberapa meter. Habis lari, peserta kayak masuk indomaret, bebas ngambil minum dan pisang berapapun. Soalnya gak ada yang jaga. Oh ini keren menurutku. Jadi panitia gak perlu repot-repot ngambilin satu-satu. Kalau bisa ambil sendiri, kenapa harus diambilin khan? Hihihi.

Lalu mbak-mbak mengalungkan medali. Medalinya lumayan. Walaupun desainnya menurut saya standar dan bisa dibikin lebih “nyeni” lagi mengingat ini event di Candi Borobudur khasanah budaya Indonesia yang sangat kuat karakter seninya.

Medali Borobudur Marathon 2017

Tahun depan bisa lah bikin design medali
yang lebih bagus dari ini.. Saya yakin bisa!

Selesai mengambil refreshment dan dapat medali, banyak booths yang menawarkan semprot salonpas di kaki biar gak njarem dan meredakan kram. Karena kakiku gak papa, aku cuma lihat aja.

Lalu aku menuju drop bag, tempat penitipan tas. Drop bagnya sangat rapi dan jelas. Ada huruf A, B, C, D, … Jadi sangat mudah buat mengingat-ingat aku titip di mana. Hehehe

deposit bag

Hayo tebak, aku nitip di huruf apa?

ADA ANDIEN!

Iya! Ada penyanyi kondang Andien! Cuaca masih hujan deras. Selama hujan, aku berteduh di terop depan panggung. Nonton dije yang beraksi di depan sana. Gak ada niat photoshoot di booth dengan background Borobudur Marathon sama sekali. Lha kalau hujan, lookku pasti kucel da jelek. Aku gak mau mengecewakan follower instagramku. HAHAHAH

Setelah diusir sama mbak polwan karena tempat duduknya akan diduduki orang penting dan aku (bersama banyak pelari) berdiri di depan kursi penting itu, maka aku melipir cari booth yang bisa buat berteduh. Nemu booth Media Center. Entah apa gunanya booth ini, yang jelas banyak pelari berteduh di sini. Hihihi.

habis lari

#Team10K #PondokTingal Borobudur Marathon 2017

Andien pun tampil. Duh, aku lumayan ngefans sama Andien. Aku pun nginguk melalui tenda dan mbak Andien kelihatan kecil sekali soalnya panggungnya jauh.

Aku pun sabar nunggu hujan reda..

Pas Andien menyanyikan Kasih Putihnya Glenn Fredly, eh hujan deras berubah menjadi rintik-rintik. Aku nekat keluar panggung demi nonton kak Andien.

Andien di Borobudur Marathon 2017

andien hitam putih

Walaupun penontonnya kurang antusias dan dikit, tapi Andien tetap bahagia di atas panggung. Bener-bener artis profesional! Kayaknya emang salah tempat sih kalau Andien diundang di acara lari begini. Menurut pengalamanku, anak-anak yang hobi lari jarang yang suka musik. Apalagi jazz. Hihihi. Kalau aku emang suka jazz!

Yang cocok diundang di acara lari kayak gini adalah Nela Karisma atau Via Valent! HAHAHA. :dance:

WAWANCARA DIVA RACE NKRI

Di facebook, kak Adie Riyanto ini sangat ngehits di kalangan pelari. Sampe-sampe dijuluki Diva Race NKRI karena dia tiap minggu ikutan race. Kaya raya banget ya temenku yang satu ini. HAHAHA.

Selain sama-sama anak Nganjuk, dia juga sama-sama blogger, sama-sama suka lari, so, daku FARDLU ‘AIN harus wawancara dia! HARUS!

Wawancara dengan Adie Riyanto

Wawancara dengan Diva Race NKRI

Video wawancara bisa dilihat di video di atas ya kak..

PHOTOSHOOTS di BOROBUDUR

Menunggu hujan reda lumayan memakan waktu. Walhasil aku dan teman-teman setim Pondok Tingal langsung menuju ke Candi Borobudur saja. Mengingat waktunya sudah jam 10. Mepet sekali sama waktu check out penginapan.

bodobudur Marathon 2017

melompat

Di Candi Borobudur, aku juga bikin wawancara tentang kesan pesan mengikuti Borobudur Marathon 2017 ini, dan mereka rata-rata menjawab puas dengan acara ini! Video ada di atas ya!

KESIMPULAN

Tahun lalu khan Borobudur Marathon sempet tercoreng namanya gara-gara dipegang oleh Event Organizer yang bukan spesialis acara lari. Walhasil banyak yang sudah janji gak ikutan event tahun depan kalau penyelenggaranya sama.

Dan tahun ini, panitianya diganti total. Penyelenggara Borobudur Marathon 2017 ini memang sudah berpengalaman bikin event race. Walaupun panitia kali ini harus sangat-sangat hati-hati dalam melayani peserta lari. Harus ditambah ekstra sabar dan telaten demi memanjakan peserta.

Karena apa, karena ini event pertaruhan (seperti kata Adie Riyanto), kalau event tahun ini pelayanannya ada cacat dikit, bukan gak mungkin kalau tahun 2018 nanti Borobudur Marathon bakalan gulung tikar. Buyar.

Untungnya, panitia sudah membuktikan kalo event 2017 ini bakalan sukses dan ternyata memang IYA. Aku bersyukur ikutan event tahun 2017 ini dan gak ikut event tahun lalu. Sehingga aku hepi-hepi aja sih. Gak bisa membanding-bandingkan.

Kalau peserta yang sudah pernah ikutan tahun lalu, mereka SANGAT lega. Karena berarti tahun depan Borobudur Marathon bakalan diadakan lagi dan bukan tidak mungkin akan dapat peserta lebih banyak karena ini event level internasional ya! Semacam Must Have To Join Running Event!

Kalau kata temen, minusnya sih hujan ya. Tapi buat aku lari di kala hujan is fine. Asal hujannya gak super deras dan bikin kaki basah. Kalau hujannya masih gerimis sih is okay. Pas event, hujannya gak sampe bikin sepatu basah sampe tembus ke kaki kok. Masih taraf wajar.

So, sukses buat Borobudur Marathon tahun depan! Tahun depan mungkin aku akan ikut lagi kategori Half Marathon (21 km). Semoga kuat ya kak!

15 Comments

Komen dong!