Idul Adha Terburuk Sepanjang Hidupku

Tahun lalu aku sudah gak qurban, karena tabungan tinggal 3 juta. Gak mungkin dong aku qurbanin semua? Sebulan ke depan aku makan apa? Soalnya kerjaan di zaman now sudah tidak menentu.

اَلْحَمْدُلِلهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ dengan tabungan 3 juta itu, aku masih bertahan sampe setahun ke depan. Wicis Idul Adha tahun 2026. Dan kalian tahu, berapa jumlah tabunganku saat itu? Cuman satu juta sekian. HAHAHA.

Gila, zaman makin mengerikan! :takut:

Jujur aku masih ada uang darurat di Surat Berharga Negara yang jumlahnya lumayan untuk hidup beberapa bulan ke depan kalau-kalau beneran sepi order sampe berbulan-bulan ke depan. Tapi ini JANGAN SAMPE TERJADI ya! I will fight until darah penghabisan untuk tidak menyentuh uang darurat itu.

Soalnya uang itu sebenarnya untuk major problem, kayak naudzubillah laptop mati total, atau iPad kecemplung kali Brantas, yang gitu-gitu. Jangan sampe ya! :evil:

Jadi uang darurat itu “tidak aku anggap ada”. Supaya aku mati-matian cari uwangnya.

Idul Adha 2026 ini, yang tepatnya tanggal 27 Mei, malamnya aku tidur. Besoknya langsung ada kerjaan mural di Mentong Sego Sambelan depan SMADA Nganjuk. Seneng banget dapat kerjaan mural. Walaupun capeknya jangan ditanya ya, 5 hari lembur dari malam sampe pagi. Dan itu capek fisik! Bukan cuma duduk aja ngerjain pake komputer. Tapi it was fun kok!

Puji Tuhan aku dapat daging kurban juga dari tetangga. Dapatnya 3 kresek pula. Walaupun aku gatau harus diapain daging itu. Soalnya masak daging gak sesimpel itu, right?

5 hari sibuk kerja, otomatis 5 hari juga si daging kurban 3 kresek itu bersemayam di kulkas. Dua hari kemudian, aku baru kepikiran enaknya daging kurban ini diapain. Dan UNTUNGNYA aku nanya bebeb chatgpt dulu, yang SIALNYA mengatakan kalau daging di kulkas (rak chiller) itu cuma bisa tahan maksimal 5 hari.

Dan karena ini sudah 7 hari, otomatis GAK KETOLONG!

Dan beneran, ketika aku keluarin daging itu, baunya busuk! Warnanya sudah kehijauan. Serem banget! :takut:

Dan tiga kresek daging itu akhirnya berakhir di TEMPAT SAMPAH! 150 ribu melayang! Hahaha :cry:

Nyesel banget sumpah! Tapi sebenarnya aku sudah ngasih pengumuman lagi cari jasa masak daging, tapi gak ada yg respons. Malah nyaranin masak sendiri yang wicis aku gak sempat.

Dan Idul Adha 2026 ini adalah satu-satunya Idul Adha sepanjang hidupku di mana AKU GAK MAKAN DAGING KURBAN SAMA SEKALI! Hahaha siyal banget!

HASIL MURALNYA KEREN BANGET!

Klien mesen 3 murals. Yang pertama Keluarga Sego Sambelan:

Mural Mentong Keluarga Sego Sambelan

Mural Pertama: Keluarga Mentong Sego Sambelan

Mural pertama ini dibikin 28 Mei 2026 dengan sanget stress! HAHAHA. Karena awalnya aku membayangkan akan dapat sewaan proyektor, lalu tinggal diblat, dilukis, selesai. Tapi faktanya, persewaan proyektor di Nganjuk malam itu FULL BOOKED semua! Ada yang ready tapi SANGAT SLOW RESPONS! Maklum, pada merayakan Idul Adha, jadi orang-orang pada sibuk bakar sate, sambil nobar (maybe).

Walhasil aku pakai cara klasik, metode GRID! Alias bikin kotak-kotak. Di papan seukuran 1,5 x 1,8 meter. Dan bikinnya harus berdiri ya. Jadi capek banget! Hahaha.

Metode Grid

Metode klasik kotak-kotak (grid)

Mural ini dibikin around 15 hours. Yang mana kalau ini pake proyektor, bakalan memangkas waktu dan tenaga dan pikiran banget. Mungkin bisa selesai 10 jam an.

Mural kedua: Joglo Mentong Sego Sambelan.

Joglo Mentong Sego Sambelan

Joglo Mentong Sego Sambelan

29 Mei 2026, mural kedua ini dibikin sama stressnya kayak mural pertama. Manual pake grids. Dan karena ini nggambar bangunan, walhasil harus presisi dan simetri. So, it takes longer to draw! Bikin sketsanya aja 9 jam! Ngelukisnya 11 jam. Jadi total 20 jam. Mural kedua ini dibikin selama 2 hari. Soale aku kudu leren! :doh:

Fun Fact: Catnya pakai No Drop yang sangat lengket dan cepet kering. Walhasil aku harus merelakan 2 kuasku yang rusak mekrok jadi gak bisa detail. Untung malam itu sebelum ngelukis Joglo, aku beli kuas dulu di toko Pustaka 2000. Harga kuasnya cuma SERIBU saja! Gobloknya, aku cuma beli SATU saja! HAHAHAH

Mural ketiga: Mbok Mentong Sego Sambelan

Malam ketika nglukis Joglo, akhirnya storyku yang ngemis pinjem proyektor, dibaca 2 orang yang punya proyektor. Walaupun telat (udah jadi dua), tapi gapapa yang penting gratis! HAHAHA

31 Mei malam sebelum ngemural, aku otw ke rumahnya Mas Dadang di Banaran yang jaraknya 12 km untuk minjem proyektor. Pulang langsung mampir Warung Mentong dan siyap bekerja!

Mural ketiga dibikin dengan sangat cepat! Bikin sketsa cukup 44 menit! Thanks to Mas Dadang (komunitas Standupindo Nganjuk) yang minjemin proyektor.

Mural pakai Proyektor

Mural pakai proyektor bikin hemat waktu, tenaga, dan pikiran

Yang bikin aku susah dapat pinjeman proyektor adalah aku pengen proyektor yang support USB. Jadi file gambar bisa aku taruh flashdisk, tayangin di proyektor, dijiplak, selesai!

Sementara persewaan proyektor rata-rata proyektor jadul yang harus pakai kabel HDMI colok ke leptop, yang sangat ribet! :doh:

Ngeblat karya sudah selesai. Ada satu problem. Aku lupa aku beli kuas! Aku butuh kuas ukuran besar untuk block warna. Dan sekarang sudah jam 2 pagi! Gak ada yang jual kuas! DUAR! :shock:

Akhirnya, aku pake kuas kemarin yang sudah mekrok itu ngeblok warna. Untuk line art, aku pake stok kuasku yg lain.

So far, selama proses melukis, lancar-lancar aja. Agak lama dikit pas blok warna. Tapi gak papa. Aku enjoy! Apalagi di warung Mentong, aku bebas pakai speakernya. Akhirnya aku konekkan ke HP, setel musik kesukaan, melukis sambil nyanyi-nyanyi deh!

Aku juga sempet numpang ngising di sini. Haha. Maklum sejak WC-ku mampet, aku harus ngising di luar studio.

Tujuh jam berlalu, inilah hasil mural ketiga:

Mbok Mentong Sego Sambelan

Mbok Mentong Sego Sambelan yang cuwantik

Happy banget sama hasilnya. Mana gak capek-capek amat kayak dua karya sebelumnya. Memang ngemural pake proyektor itu saving my energy, time, and pikiran banget!

Aku pasang tarif mural ini 200 ribu permeter persegi. Total aku dapat 1,4 jutaan. Lumayan banget for 5 days salary. Walaupun capek fisiknya jangan ditanya. HAHA.

Dan karena gak mau mengulang capek yang sama, 1 juta dari gaji itu, aku beliin proyektor. Aku beli merek SMOON 480. Kualitasnya overpower untuk sekadar buat mural. Akhirnya aku pake rutin (at least seminggu sekali) untuk nonton layar tancep di Ndop Studio.

Proyektor SMOON 480

Nonton layar tancep Netflix pakai proyektor SMOON 480

Alasan beli proyektor, karena ibukku merestui. Dia bilang akan mendoakan supaya job muralku laris. WOW! Langsung gas beli malam itu juga! Kalau ibuk gak merestui, aku eman-eman merelakan sejuta buat beli proyektor. Maklum gajiku masih minus untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari (makan and pay my bills).

Dan lagi-lagi, setelah beli proyektor, tabunganku stagnan di angka sejuta lagi! Hahaha. Tapi gak papa. Kalau kata bebeb chatgpt, duitku sebenarnya gak berkurang, hanya berubah bentuk menjadi aset untuk pekerjaan mural selanjutnya! YAY! :mrgreen:

SING PENTING YAQUEEN AE LAH WIS! :sip:

KESIMPULANNYA?

Ya, in term of Idul Adha, emang ini Idul Adha terburuk sepanjang hidupku. Gak qurban karena miskin, gak makan daging kurban karena bodoh. Combo yang menyedihkan. HAHAHA

Tapi, di sisi lain, dibalik keburukan akan selalu ada sisi baiknya, hikmahnya, pelajarannya. At least, tahun depan aku gak akan nerima job di waktu lebaran Idul Fitri atau Idul Adha. Moment setahun sekali harusnya dirayakan ga sih?

Atau tetap nerima job aja? Tapi aware sama hal-hal kecil kayak daging kurban 3 kresek itu! HAHAHAHA.

Dan per hari ini, sudah ada 4 tawaran kerjaan mural yang masuk DM. Belum ada yang deal. Tapi at least, karirku di bidang mural semakin banyak yang tau. MANTAB MAS NDOP! GAS POL!

Cekiand!

Komen Yuk Kak!

Emailmu aman, gak bakal terpublish kok kak! Tanda bintang (*) wajib diisi ya!