Ganti Baterai LiFePo4 Sepeda Listrik Viar C2
Selain karena Sedot WC tiga jutak kemarin, yang bikin duit tabungan terkuras habis adalah beli baterai LiFePo4 untuk sepeda listrik Viar C2-ku. Kalau yang ini sih dengan kesadaran penuh ya. Karena (semoga) gak ada acara keblondrok lagi. Melihat ulasan produknya di syopi maupun toped sih, aman ya. Gak ada review buruk.

Baterai LiFePo4 48V 22Ah beli di sini!
Aku membeli Baterai LiFePo4 dengan spesifikasi 48 Volt 22 Ah. Yang speknya hampir 2 kali lipat dibanding baterai sebelumnya yang type SLA (Sealed Lead Acid atau aki), 12 Ah. Jadi di atas kertas sih, jarak tempuhnya bisa 2 kali lipat dibanding baterai sebelumnya.
Baterai SLA-ku hanya tahan 10-11 bulan doang. 10 bulan sudah ngedrop banget. Bulan 11 sudah meninggoy gak bisa digas kecuali cuma 11 km/jam. Wahahaha.
Dengan harga baterai SLA 1,6 juta (yang ini asli keblondrok), beli di dealer Viar. Tanpa riset mendalam dan cuma modal trust doang. Di dalam pikiranku saat itu, dealer sudah pasti gak akan macem-macem sama pembeli lugu kayak aku. Tapi ternyata setelah riset sendiri, harga baterainya cuma 1-1,3 jutaan saja. SIYAL! 
Gini amat jadi orang polos. Langganan kena tipu. Emang dasar banyak orang kelakuannya kayak ebles! Hahaha. Tapi aku yakin, Tuhan bersama orang-orang yang polos dan lugu. آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Harga Baterai SLA Chillwee di Syopih
Menurut teori, baterai LiFePo4 (Lithium Iron Phosphate) ini jauh lebih tahan lama dibanding SLA. Karena bisa tahan ± 5000 siklus pengecesan. Sementara SLA cuma 500-an saja. Selain itu, LiFePo4 punya:
- Keamanan Tinggi: Tidak mudah terbakar atau meledak meskipun dalam kondisi suhu tinggi atau rusak.
- Performa Stabil: Tegangan konsisten, bahkan saat kapasitas daya di bawah 50%.
- Ramah Lingkungan: Tidak beracun dan dapat didaur ulang
Harga baterai LiFePo4 memang lebih mahal. Punyaku yang 22 Ah itu 2,5 jutaan. Tapi dengan beberapa keunggulan-keunggulan di atas, maka LiFePo4 JAUH LEBIH WORTH BUYING!
Itulah kenapa orang kaya makin kaya, orang miskin makin miskin. Orang kaya beli barang sekalian mahal tapi awet gak beli lagi bertahun-tahun. Sementara orang miskin beli murah tapi cepet rusak. Akhirnya beli lagi dan lagi sampe uangnya terkuras habis. Yang kalau biayanya ditotal, justru keluar uang lebih banyak!
Contoh nyata:
Orang miskin beli sepatu Nike KW 300 ribu. Tiga bulan lemnya lepas. Beli lagi 300 ribu. Tiga bulan kemudian lemnya lepas lagi.. dan seterusnya. Sementara orang kaya beli sepatu Nike original 1,5 juta tapi tahan lebih dari 3 tahun! Kalau dihitung justru lebih hemat.
Poin plusnya, sepatu original tentu lebih bagus kualitasnya, bahannya, kenyamanannya. Sementara sepatu KW, sudah jelek, bikinnya ngawur, gak nyaman, cepet rusak pula!
—
Kembali ke postingan..
Baterai LiFePo4 khusus Viar C2
Kalau kalian klik link pembelian baterai LiFePo4 yang aku cantumkan di keterangan foto di atas, maka kalian akan melihat bahwa baterai yang aku beli ini dirancang khusus sepeda listrik Viar C2 atau C3. Karena menyesuaikan casing baterai sebelumnya.

Baterai LiFePo4 untuk Viar C2 dan C3
Jadi baterai biru di atas akan dimasukkan ke casing baterai bawaan. Baterai SLA diambil dulu, baru dimasukin baterai LiFePo4 ini. Hanya ada dua kabel yang perlu dihubungkan. Kabel plus dan minus. Sesimpel itu.
Tapi bahkan sesimpel itu aja aku gabisa! Haha. Aku minta bantuan masku yang punya bengkel.
Supaya baterainya gak goyang-goyang di dalam case, kalian perlu sterofom buat ganjal. Usahakan rapet biar baterai stay diam gak kena goncangan.



Setelah melihat foto-foto instalasi di atas, aku mau nyanyi:
“Sudah paham kan, sejauh ini?”
Berat baterai LiFePo4 ini jauh lebih ringan dibanding SLA. Kalau dulu angkat baterai harus full lima jari, sekarang cukup pakai satu atau dua jari! hedop jokowe! 
Apakah beneran jaraknya bisa lebih jauh setelah upgrade baterai LiFePo4?
Buktinya IYA BANGET!
KECEPATAN MENINGKAT
Aku sempet test kecepatan maksimal pakai jam Garmin. Dulu pas pakai SLA, kecepatan maksimal 30 km/jam. Sekarang bisa 35 km/jam. WOW!

Kecepatan maksimal sepeda listrik Viar C2 + Baterai LiFePo4
pakai GPS jam Garmin Instinct
Tarikannya juga lebih enak! Ketika baterai sudah hampir habis pun, tetap enak digas. Gak lemah kayak baterai SLA!
SETTING VOLTMETER
Aku menyetting voltmeterku untuk LiFePo4 dengan batas bawah 48 Volt, batas atas 56 Volt. Karena walaupun kapasitas maksimum full charge-nya 58 V tapi ternyata setelah dicas full, cuman nyampe maksimal 56,4 Volt.
Untuk keawetan baterai, aku membatasi pemakaian sampe 50 Volt saja. Di bawah itu wajib dicharge. FYI, dari 56 Volt ke 53 Volt itu cepet banget turunnya. Mungkin 5 km an saja. Tapi dari 53V ke 50V, beuuuh bisa berpuluh-puluh kilometer.
Aku sudah ngebuktiin sendiri kalau total pemakaian full charge (56,4 V) sampe 50 Volt itu tembus 65+ km! Padahal secara teori, baterai belum habis. Masih ada 2 Volt lagi sebelum dicas. Kalau nekat sampe 48 Volt, maybe nyampe tuh 70 km! Hohoho
Akumulasi jarak total Baterai LiFePo4 dari 56,4V s/d 50V:
- Kanjeng jimat pp 20 km
- Seradja pp 26 km
- Tuku semen pp 36 km
- Mudik pp 40 km
- 11 Maret 2026 Seradja pp = 46 km
- 12 Maret 2026 Tomoro pp = 50 km
- 12 Maret tahu tek pp = 53 km
- 13 Maret sego kuning pp = 54 km
- 14 Maret sego kuning again pp = 55 km
Setelah itu lupa nyatet. Tapi aku inget masih sempet ke ATM Prima Swalayan pp (pulang pergi) sama beli nasi kuning Dr. Sutomo pp. Yang ditotal 10 km. Dan saat itu baterai belum habis. Hal yang bikin aku gak lanjutin test jarak adalah karena BAN BOCOR! 
FAK! Hahaha 
Kalau gak ada adegan ban bocor, maybe aku bisa lanjutin sampe 70 km! Karena sebelum ban bocor itu, ban dalam keadaan kempes dulu dan otomatis baterai bekerja keras karena jadi berat jalannya.
So, dengan jarak sejauh itu sekali ngecas, maka bisa nih, Nganjuk-Tulungagung naik sepeda listrik! Hahaha. Kapan-kapan dicoba!
Sekarang, setelah upgrade baterai LiFePo4, aku gak khawatir lagi kehabisan baterai untuk jarak yang lumayan jauh. Bahkan sampe jarak 30 km pun, asal full charge, aku bakal tenang-tenang saja. Dulu pas pakai SLA, jarak 25 km aja sudah deg-degan nyampe rumah apa nggak. Bahkan aku harus repot bawa charger. Haha
Jarak terjauh so far setelah sebulan pemakaian adalah ke rumah Zaenal di Wilangan (pp 24 km) yang jalannya nanjak.

Touring Viar C2 ke Wilangan anjay!
Dan setelah itu, seminggu lebih, alias sampe sekarang (8 hari kemudian) aku belum ngecas! Hahaha. Memang seawet itu. Apalagi kalau cuma dibuat ke kota 1-2 kali sehari. Bakalan lupa kapan terakhir ngecas. Hahaha
Charger Khusus LiFePo4
Hukumnya WAJIB!
Kalian harus beli charger khusus LiFePo4 karena memang charger SLA kalau dipaksakan ngecas baterai LiFePo4, bakal rusak! Karena type baterai LiFePo4 itu “rakus”. Sementara charger SLA itu gak suka “ngasih makan” serakus LiFePo4. Walhasil, karena disedot sebrutal itu, charger SLAku ngambek, alias rusak!
Kalau charger SLA kalian gak rusak buat ngecas LiFePo4, berati anda beruntung. Punyaku soalnya baru colok beberapa menit, langsung die!
Akhirnya aku harus keluar uwang lagi 250 ribu buat beli carjer baterai LiFePo4:

Charger LiFePo4 dengan arus 5 Ampere beli di sini
Untuk ngecas 50V menuju 56,4V perlu waktu ± 4 jam. Lumayan menghemat waktu dibanding baterai SLA bawaan Viar dulu yang 8 jam.

Spesifikasi charger LiFePo4

Charger langsung dicolok ke output di casing baterai bawaan Viar C2

Voltase maksimal full charge
KESIMPULAN
REKOMENDED! Udah gitu aja! Hahaha.
Buat kalian yang pengen beli sepeda listrik, gaskan! Tapi setelah itu, segera jual baterai aki (SLA) kalian ke orang yg membutuhkan (jual seken aja). Lalu langsung upgrade ke LiFePo4! Demi kenyamanan hati dan perjalanan klen!


