Review Film: Companion

Terakhir lihat film kayak gini tuh film series Black Mirror berbulan-bulan yang lalu. Genre film yang aku suka! Teknologi! Masa depan! Anomali! Love it much!

So, cerita awalnya standar orang jatuh cinta for the first sight. Muda mudi ketemu di supermarket. John dan Iris. John liat cewek cantik bernama Iris. Lalu salting. Tangannya ambil buah jeruk. Lalu gak sengaja menjatuhkan jeruk satu rak. Iris melihatnya. Kaget. Mereka bertemu muka. Trus sama-sama jatuh cinta.

Mereka berdua main ke rumah mewah temennya, Sergey, di pegunungan terpencil. John sepertinya suka sama Kat, pacar Sergey. Iris kayaknya cemburu. Wajar namanya pacar ya.

Malamnya John ngewe Iris. Pagi harinya, Iris pengen ngajak John menikmati danau deket rumah itu. John pengen tiduran aja karena semalam dia mabuk berat. Iris akhirnya pergi sendiri.

Di dekat danau, Iris ketemu Sergey yang lagi leyeh-leyeh di sun lounger. Lalu Iris pengen cepet-cepet balik ke rumah aja karena gak enak ntar dikira selingkuh. Iris sangat cinta sama John soalnya.

Pas mau balik, Sergey dadakno nyuruh Iris duduk di sebelahnya. Nyuruh Iris ngoles losyen di punggungnya. Trus dia ngaceng. Iris merasa ga enak. Dia izin pergi.

Oh gak bisa! Udah ngaceng masa dianggurin? Akhirnya Iris diperkosa sama Sergey!

Di rumah, John dan Kat, sama dua orang lagi, Patrick dan Eli, kaget melihat Iris datang berlumuran darah.

Dan sini adegan yang bikin penonton syok!

Spoiler Alert!

John bilang ke Iris, “Iris, go to sleep!”

Tiba-tiba mata Iris berubah putih semua, trus pet, lemes dan tertidur!

WHAT THE HELL????

Poster Film Companion

Iya! Iris adalah ROBOT! Fak! Kaget banget aku! Hahahhaah

Lalu otakku langsung mengingat ulang adegan-adegan sebelumnya dengan merinding! Gila gila gila!

Setelah Iris dibangunin lagi, John cerita kalau Iris itu robot. Tapi Iris gak percaya. Setelah menjalani beberapa test voice command, kayak disuruh nyebutin cuaca, Iris baru sadar kalau dia beneran Robot!

John juga bilang adegan di supermarket itu cuman program ingatan aja. Tidak benar-benar terjadi.

Gila gila gila! Mindblowing! :eek:

Yang bikin aku tambah syok lagi adalah Patrick, pacarnya Eli ternyata juga robot! Fak lah!

Sebenarnya Iris diprogram untuk tidak bisa membunuh. Tapi dasar manusia serakah ya, akhirnya program Iris dihek sama John, biar bisa membunuh! Terbukti Sergey meninggoy dibunuh Iris di deket danau.

Iris akhirnya kabur ke hutan sambil bawa hape John. Mereka berempat berpencar nangkep Iris. Jangan sampe pelaku pembunuhan kabur. Mereka pengennya Iris yang ditangkap papulisi.

Iris yg ndelik ndepit, akhirnya punya banyak waktu ngoprek-ngoprek program dirinya sendiri melalui hape John. Dia main-mainin warna matanya. Ada color slider yg bikin bola matanya berubah warna. Trus coba-coba suara juga. Dari nada rendah ke tinggi kayak cipmang.

Trus biar Iris makin bebas, dia matiin Voice Command! Wah bahaya nih! Tapi itu belum seberapa, di menu paling bawah, ternyata ada menu Intelligence level. Di situ ternyata Iris cuma diset 40% doang. Karena dia lagi sendirian di hutan, maka dia tingkatkan ke 100%!

Makin serem nih!

Iris berhasil membunuh Eli pas di hutan. Lalu kabur naik mobil. Di tengah jalan, dia ketemu papulisi. Mobil Iris gamau jalan karena sama John disetting mode pencurian. Papulisi menghampirinya. Iris bingung. Di belakang sama, Patrick yang sekarang dikendalikan John, nangkep Iris dan kill papulisi.

John panik! Kok yang mati nambah lagi neeeh??? Fak lah para robot ini!

Kat juga panik banget! Akhirnya dia mau kabur aja. John gamau nanggung sendirian, akhirnya Kat dicegah ga boleh pulang! John minta bantuan Patrick untuk mencegah Kat pulang. Eh sama Patrick malah ditusuk pangot. Hadeuuuh…

Korban nambah lagi deh.

Dan inilah tujuan John dan kawan-kawannya di rumah Sergey: mau ngrampok uwangnya 12 juta dolars! Menggiurkan! Setara 200 milyar gak tuh!

Skenario awal sih, Sergey dibunuh robot, yg wicis Iris. Duit Sergey dibagi 3. Eli maunya dibagi 4 soalnya ada Patrick. Yo gaiso lah. Patrick kan robot, masa dapat bagian? Paling mbok pek kabeh kan El?

Akhirnya mereka sepakat dibagi 3. Patrick gak dikasih. Tapi Eli harus bantu nyari Iris di hutan. Yang endingnya Eli meninggoy.

Uang akhirnya dibagi dua. Tapi Kat akhirnya meninggoy.

Yaudah uang milik John semua! Tapi akhirnya John meninggoy dibunuh Iris!

Kok bisa?

Jadi akhirnya Iris disuruh bunuh diri sama John. Setelah Iris meninggoy, John bikin skenario ke persewaan robot, kalau Iris stress dan bundir.

Robot Iris yg mati dilaporin ke persewaan untuk diambil. Rental robot mencurigai alasan John yg tidak masuk akal. Alasan yg biasanya dipakai penjahat yg mau manfaatin robot buat membunuh orang.

Sebelum Iris diambil, John dapat info sama petugas rental kalau Iris masih bisa dihidupin lagi. Rekaman semua kejadian masih ada semua di dalam sini. Kalau John mau, boleh disewa lagi.

John syok! Kok semua kejadian direkam?

Yaiya dong! Robot kan kayak komputer. Pasti ada memorynya. Ada storagenya. Dan yang bikin John makin syok adalah ternyata nyawa robot ada di perut! Bukan di kepala! Jadi tembakan di kepala kayak gini gak bikin robot rusak. Karena isi kepala cuma wifi dan kamera doang!

Oh syit!

Mengetahui hal itu, John nyuruh Patrick membunuh petugas rental. Sopirnya ketembak setelah tahu kalau Patrick ternyata robot lama mereka ciptakan. Petugas lain berhasil kabur ke hutan.

Ketika persembunyiannya diketahui Patrick, si Iris akhirnya sadar lagi setelah cas penuh. Dia kerjasama dengan Patrick. Mas petugas rental ngehek program supaya Iris punya kendali penuh alias bebas dari majikan!

Iris mindik-mindik masuk rumah. Di dalam, John mau pulang sambil bawa uang 12 juta dolar milik almarhum Sergey. Mengetahui Iris sekarang sudah mandiri, akhirnya John gelut dan menang.

Ketika mau nembak Iris di perut. Iris ngucapin selamat tinggal ke John sambil menusukkan alat pembuka botol anggur spiral (corkscrew) ke kepala John.

Jleb! Nembus ke kepala. Darah bercucuran.

Endingnya Iris sekarang menjadi robot merdeka. Di perjalanan pulang, dia bertemu robot cewek lain sambil dada-dada nunjukin tangan besinya. Iris sempet disiksa sama John untuk membakar tangannya sendiri di atas api lilin. Ancen rodok sikopat si John kui!

Ending yang memuaskan!

Absolutely 10/10! Suka banget sama film tema masa depan kayak gini deh!

Dan di sini Mbak Sophie Thatcher gak perlu ekting sebagai robot beneran. Karena di masa itu, robot sudah sangat realistis pergerakannya. Jadi ya, ekting kayak orang biasa aja.

Dan hal itu yang bikin penonton yang nol putul kayak aku langsung syok! Untung aku gak nonton trailernya. Gak tau deh di trailer dijelasin apa nggak kalau si Iris ini robot. Dan moment serprais kayak gini rasanya nikmat banget! AI LAAW VIT!

Selamat menonton! Mumpung masih tayang di Netflix tuh!