The Woman In The Window: Pusing Nontonnya!

Sejak awal dialog dengan sikolog yang melompat-lompat ke sana ke mari, aku sudah memicingkan mata, mengernyitkan bathukku, berfikir keras, lalu rewind, replay, wait.. MEREKA NGEBAHAS APA ANJIR??? :???:

Tetap gak paham. Akhirnya yaudah aku lanjutin aja. Di otakku, hmm.. pasti nanti bakal dijelasin di tengah-tengah atau akhir film..

Tapi ternyata..

TETAP PUYENG! Hahaha :rolleyes:

Hampir nyerah di pertengahan film karena jalan ceritanya makin bikin aku menanyakan ke diri sendiri, AKU WARAS APA NGGAK SIH? Kok gak paham ceritanyaaa??

The Woman In The Windows

Dan ternyata e ternyata, setelah ngobrol sama chatgpt, film ini memang sepuyeng itu untuk diikuti. Karena The Woman In The Window ini sedang memainkan realitas tokoh utama, Anna, dan penonton!

Penonton dibuat bingung harus percaya ke siapa, apakah Anna yang trauma? Apa ke keluarga Russel? Ethan?

Trus semakin ke akhir, kita dikasih tahu kenapa Anna sampe menderita agorafobia, semacam ketakutan keluar rumah karena ada trauma di masa lalu. Kejadian kecelakan yang menewaskan anak dan suaminya itu membuat Anna harus mendekam di rumah forever!

Anna didera perasaan bersalah yg sangat dalam karena dialah yg nyetir mobil dan akhirnya nyemplung jurang itu! Ditambah, Anna ketahuan selingkuh! Jadi perasaan bersalahnya berlapis-lapis!

Bahkan kalau terpaksa jarus keluar rumah, dia disarankan sama sikolog untuk bawa payung. Mungkin biar fokus megang payung ya. Biar pikirannya gak ke mana-mana.

Film semakin menarik ketika ada pembunuhan yg terjadi di tetangga depan rumahnya. Dia bisa ngintip semua kejadian itu dibalik jendela. Sambil bawa kamera, yang sialnya. Gak dijepret. Kamera cuman dijadikan skeker, opo istilahe wi? Oh, teropong jarak jauh! Nah! :doh:

Ketika Anna mau melapor ke nain wan wan, eh hapene ketlisut sodara-sodara! Karena tiap hari mabuk-mabukan, Anna otaknya memang agak kedodoran, gampang lupa, gak fokus.

Jadi ada Jane Russel yg main ke rumah Anna. Ngobrol panjang sampe main kartu. Jane main kerena Anna pingsan pas buka pintu rumahnya. Ditolong sama Jane.

Lalu tiba-tiba Jane wajahnya ganti. Nah lo bingung gak we ndop? Haha

Ternyata Jane yg ditemui Anna itu aslinya Katie. Ibu asli Nathan. Katie ini rodok nakal karena selingkuh sampe ngewe sama cowok lain. Suaminya Alistair Russel akhirnya cerai. Nikah lagi sama Jane Russel.

Lalu di balik jendela itu si Anna melihat pertengkaran hebat keluarga depan rumahnya sampe ada adegan tusuk pisau! Uh ngilu :takut:

Sayangnya, pas Anna melapor pulisi, Anna digaslighting sama keluarga Russel. Mereka tahu Anna stress, jadi dia pakai itu buat mengubah realitas yg dilihat Anna. Mereka menuduh Anna cuma berhalusinasi. Tidak ada pembunuhan! Nih buktinya Jane masih hidup!

Mengetahui Jane yg ini bukan Jane yg dikenal Anna, dia kebingungan setengah mati. Termasuk aku sebagai penonton. Jangan-jangan beneran Anna berhalusinasi?

Kebenaran akhirnya terungkap. Pas iseng mbuka leptop, Anna menemukan foto Jane di bayangan gelas. Berati Anna beneran ngeliat Jane! Dan Jane dibunuh!

Teruuuus… Ethan tiba-tiba masuk rumah Anna dan mau membunuh Anna. Loh ada apa ini???

Kayaknya Ethan takut kalau pulisi menggrebek rumahnya kali ya. Soalnya ternyata DIALAH YG MEMBUNUH Katie ibunya sendiri karena selingkuh. Yg wicis Katie adalah Jane yg dikenal Anna. Dan Anna kan akhirnya punya bukti kalau Jane (alias Katie) itu beneran ada!

Akhirnya, Ethan gelut sama Anna. Ethan sempet membunuh David juga. Orang yg ngekos di lantai bawah.

Truuus, endingnya Ethan terjatuh dari lanteee, lante piro ya kui? Lantai tiga sepertinya. Mati dalam keadaan tidak khusnul khotimah. Haha. Anna sudah berjuang mati-matian sampe ketujes pipinya.

Kenapa Ethan gak kabur aja?

Mungkin karena Ethan tahu kalau Anna sudah menyerah dalam hidupnya. Pen mati aja. Anna kecanduan alkohol, minum obat penenang aja pakai alkohol. Tentu saja Anna tahu itu bahaya bisa mengancam nyawa. Karena Anna ini ahli jiwa, alias sikolog.

Ethan mikir, yaudah sini aku bantuin mengakhiri hidupmu, mbak Anna!

Ya gitu deh. Setelah Ethan mati, film akhirnya berakhir juga. Anna terbangun dari pingsan entah berapa hari di rumah sakit. lalu dia pulang ke rumah dalam keadaan sudah muvon.

Dia kapok mengurung diri di dalam rumahnya. Yang menurut Anna di rumah itu aman, eh malah ancaman pembunuhan datang dari orang lain.

Setelah dia “menang” dan berhasil melanjutkan hidup, dia sadar bahwa di mana pun, keadaan akan sama aja. Bahaya tetap bisa datang.

So, sekarang dia bebas dari trauma itu. Dia akhirnya mutusin untuk pindah rumah. Berani keluar rumah. Memaafkan dirinya sendiri.

—-

Ratingnya berapa ya? Hmm bingung. Sebenarnya ceritanya bagus, tapi karena dibikin sembulet itu, jadinya 7/10 aja. Kalau saja selingkuhnya Katie, sikopatnya Ethan membunuh ibunya, ada adegannya, keknya bakal gampang dinikmati dan bisa menaikkan ratingku menjadi 10/10.

Okay deh, selamat menonton!