Kekuatan Afirmasi

6 Desember 2021.

Siang itu aku ketiduran ketika besti aku nelpun berkali-kali. Aku sudah janjian ke Kediri sejak pagi. Namun apalah daya, rencana tidur sejam, molor jadi 3 jam! Jam 1 siang baru bangun dari rencana jam 11 berangkat. Haha

Seorang temen lain, bernama Silviana, yang juga aku ajak kopdaran hari itu, bilang ke aku kalau Kediri kabupaten hujan sekarang. Sementara di Nganjuk cuma gerimis tipis-tipis aja.

Setelah membalas watsap sampe tuntas sambil minta maaf karena ketiduran, aku pun langsung mandi dan berangkat ke Kediri jam 2 siang.

Nyegat grab menuju cegatan bis. Lalu mampir dilut ke tukang kanopi karena rumahnya di cegatan bis situ. 15 menit kemudian, daku baru nyegat bis. Gerimis masih melanda. Tapi aku tetap optimis Kediri jam 7 malam nanti terang benderang.

Pas nyegat bis, aku juga bilang ke alam semesta, aku bener-bener ucapin kayak baca mantra gitu, “10 menit bisnya datang! Yak, bentar lagi datang! Yuk bisa yuk 5 menit lagi!”

Tiba-tiba bis muncul dari belokan prapatan! Seketika itu aku mengucap, “YES!”

Mantraku berhasil!

Di dalam bis, aku mengucap mantra, “Kediri terang.. Kediri kering.. ” berulang kali dengan sangat meyakinkan. Yang hujan kan Kediri Kabupaten, bukan Kediri Kota. Jadi Kediri Kota pasti terang!

Keyakinan itu yang aku tanamkan ke dalam diriku sambil menatap langit yang mulai berkabut abu-abu di atas sana.

Sejam kemudian, bisku sampe ke jembatan baru Semampir. YES! Mantraku berhasil lagi. Kediri kota cuma gerimis tipis-tipis saja.

Daku langsung order grab menuju mesjid deket Transmart. Centak-centuk bentar lalu lalu jalan kaki menuju Kediri Mall. Suasana di sini terang, bener bener gak hujan sama sekali. Padahal di duk-dukan bis tadi, gerimis tipis-tipis loh! Mantraku berhasil 100%!

Kediri Cerah

Mantra itu nama kerennya adalah…

AFIRMASI

Sebuah kalimat positif yang sebenarnya ditujukan ke diri sendiri untuk mendongkrak semangat positif. Tapi dasar aku. Kuterapkan ke alam semesta pun ternyata ngefek. Haha sehebat itu kekuatan otak kita ini wahai manusia!

Setelah mubeng-mubeng eis hadwer dan malah bete karena pelayannya bikin daku gak nyaman, akhirnya aku jalan kaki ke Kediri Town Square untuk mampir centak-centuk dan untuk menemui temen. Sore itu sepertinya agak gerimis tipis-tipis. Isokay masih aman buat jalan kaki.

Setelah ketemuan dan gabut banget gatau mau ngapain, daku ajak temenku ke pitsa hat. Beuh kangen banget sudah dua tahun gak makan pitsa hat.

Cuaca Kediri Kota bener-bener terang sekarang. Gak ada tuh air hujan menetes sedikitpun! Afirmasiku di chat watsap ternyata kejadian beneran. Oh wow!

Chat Afirmasi

Kami gak jadi ke cafe kapal, soalnya mahal. Haha. Jadinya ke cafe Loji.

Aku dianter ke cafe Loji sama temenku sekitar jam 7 malam. Lalu ngobrol sebentar. Sekitar jam 8 malam Silvi datang bareng Ilham suaminya. Temenku harus pulang karena harus istirahat. Sementara aku sama Silvi family ngobrol dua jam nonstop!

Saking serunya ngobrol, sampe lupa gak menyalakan ase. Padahal sumuk sak jane. Huahaha. Cafe Loji sepi banget saat itu. Maklum harinya Senin. Haha

Menurutku cafenya estetik. Cuman gayanya vintage. Gak kayak cafe zaman now yang minimalis. Tapi ouwerol asyik buat nongkrong dan pantes buat ngajak temen kopdaran di sini. Tapi harganya emang agak mihil sih.

Habis ngobrol kami foto-foto dan pulang. Aku pulang naik Grab dong! Karena kemaleman bisnya gak datang-datang. Naik Grab Kediri – Nganjuk tarifnya 70 ribuan hahaha. Isokay, daku kaya. Uang daku gak habis kok kalau cuma 70 ribu haha.

Ilham Silvi Ndop

Ouwerol hari itu menyenangkan sekali. Ketemu dua temen sekaligus dalam satu waktu. Avgat elatev enerji!

Dan kalian tau, besoknya aku ke Kediri lagi! HAHAH. Cuman kali ini edisi nonton bioskop.

Karena afirmasi Senin kemarin berhasil semua, akhirnya aku serius berafirmasi setiap saat aku butuh. Supaya lebih manteb, aku tulis di buku kecil. Buku yang aku buat secara handmade belasan tahun yang lalu. Buku nganggur yang awalnya buat nulis biodata temen-temen kuliah sebelum lulus, akhirnya kuubah menjadi buku afirmasi.

Kutulis dengan desain yang menarik untuk menunjukkan betapa seriusnya aku mengatakan kalimat mantra itu.

Buku Afirmasi 1

Buku Afirmasi 2

Buku Afirmasi Sampul

Beberapa afirmasi bener-bener terjadi. Salah satunya tentang kanopi di Ndop Studio yang sukses berdiri kokoh sejak 12 Desember 2021. Aku percaya nanti akan awet berpuluh-puluh tahun ke depan!

Beberapa afirmasi masih on the way dan beberapa masih aktif.

Tingkat keberhasilan afirmasi menurutku tergantung keyakinan dan kebutuhan kita. Pas aku ke Kediri, tentu saja aku butuh Kediri terang gak hujan supaya bisa kopdar sama temen sehingga terjalin silaturohmi dan aku bisa melakukan hobiku, yaitu nraktir. Wicis hal itu positif dan bermanfaat. That’s why semesta mendukung penuh.

Ceritanya akan beda kalau niat kita ke Kediri untuk mabuk-mabukan, atau untuk nipu orang, atau untuk kabur dari tanggung jawab algojo penagih utang. Bukan cuaca cerah yang didapat, namun hujan lebat plus gemuruh petir dan angin kencang yang datang menghampiri. Haha

HINDARI

Dalam menulis afirmasi, hindari kata semoga, karena hal itu bikin kita kurang yakin. Katakan dengan kelimat langsung dan positif.

Hindari juga kata ingin. Karena ingin itu gak terjadi. Cuma keinginan. Bukan kenyataan.

Hindari kata tidak. Karena otak kita hanya membaca kata keterangannya saja.

Katakan: Nganjuk jam 5 sore nanti cuaca cerah!

Jangan begini: Semoga Nganjuk jam 5 sore nanti cuacanya gak hujan.

Karena ketika kita nulis “gak hujan”, yang dibaca oleh otak dan semesta itu kata “hujan”nya. Kata tidak/gak tidak ngaruh.

Trus karena masih “semoga”, semesta nangkepnya kita gak yakin sama kekuatannya (tentu saja atas izin Tuhan). Jadi yowis akhirnya dikasih hujan aja. Hahaha

Kalau kita gak bener-bener butuh, afirmasi akan susah terkabul. Misal aku pingin mobil, tapi aku gabisa nyetir, gak punya sim, naik bom-bom kar saja ugal-ugalan, sukanya naik bis, naik sepeda, ya gak akan terkabul. Jadi afirmasi itu gak asal bunyi. Harus yaqueen seyaqueen-yaqueennya dan sebutuh-butuhnya.

Sebisa mungkin jangan pamer. Afirmasi sebaiknya diam-diam saja. Kalau pamer, enerjinya jadi gak enak. Misal kamu berafirmasi begini: SAYA KAYA RAYA! Trus kamu tulis di sosyel media. Yang terjadi adalah netizen yg ngebaca afirmasimu jadi eneg. “Apaan sih? Norak!”

Aku pernah pamer afirmasi ke sosmed dan tidak berhasil. Bisa jadi semesta jadi malu mewujudkan keinginan kita. Haha So, better to stay quiet and let the universe does the rest!

Okay, that’s all bestie! Gimana? Tertarik mencoba afirmasi?

4 Comments

Leave a Reply to Silviana Cancel reply