Darma Wisata ke Benteng Pendem Van Den Bosch Ngawi

Sebelum nulis tentang darma wisata, aku mau nulis tentang resolusi 2018. Ini diya..

Aku pingin bisa tidur malam dan bangun pagi kayak orang-orang.

Udah itu aja.

LATAR BELAKANG

Kemarin Rabo tanggal 27 Desember 2017, akhirnya aku ke Ngawi juga. Kota yang sebenarnya deket dari Nganjuk, cuma dua jam saja. Tapi belum pernah aku singgahi sama sekali. Soalnya aku gak punya fans asal Ngawi lo. Jadi aku rada mekewuh kalau mau piknik ke Ngawi. Soalnya belum ada gojeknya sih.

Akhirnya aku dipertemukan dengan mas-mas manis Adib, follower instagramku yang juga anak vector. Yang ternyata anak Ngawi yang kayaknya sih suka piknik kalau dilihat dari instagramnya.

Setelah nego-nego dan ternyata dia redi stok untuk didolani, aku langsung berangkat besoknya.

Kata Adib, Ngawi kota kecil. Jadi belum ada gojek. Padahal setelah aku buktikan sendiri, Ngawi lebih bagus daripada Nganjuk. Alun-alunnya bagus. Masjid Agungnya bagus. Perkotaannya juga asyik. Gak kayak Nganjuk yang perkotannya cuma sak jalan ayani doang! Hahaha.

Aku turun di terminal lama yang berupa perempatan. Trus langsung nunggu dijemput di Supermarket Tiara. Beberapa menit kemudian Adib datang bersama Aziz naik sedan.

Aduuuh.. aku jadi grogi lo. Aku.. dijemput.. naik sedan.. OMAIGOD!

Dengan sok tegar padahal aslinya deg-degan, aku menyalami mereka dengan erat plus bonus senyum merekah karena bahagia akhirnya gak perlu panas-panasan pikniknya. Hahaha.

Deg-degan kenapa sih?

Aku takut diculik kak. Kaburnya susah kalau di dalam mobil. Apalagi ini temen instagram. Gak kenal latar belakangnya. Trus aku orangnya polos. Ganteng. Ntar diapa-apain gimana? HAHAHA.

GAK KOK. MEREKA ORANGNYA ASYIK BANGET. Bisa mengimbangi aku yang cerewet. Si Aziz sih pendiam ya. Kalau Adib mah supel orangnya. Baiklah. Pertanda acara darma wisata ini bakalan sukses nantinya..

BENTENG PENDEM VAN DEN BOSCH

Perjalanan menuju benteng dari terminal lama paling cuma 10 menit. Deket banget ternyata. Melewati alun-alun. Trus tiba-tiba nyampe aja ke bentengnya.

Langsung ajang pamer dimulai. Aku mengeluarkan Kenen Ji Sewen Eks Mark Tu-ku. Mengemurkannya ke gorrilapod Joby orijinal. Lalu mulai merekam video.

Zaman now ya, kamera bukan buat foto, tapi buat rekam video. Padahal si Adib sudah siap pose aja dari tadi. HAHAHAHA.

“Awakmu mlakuo mlebu gerbang benteng, tak rekame!” Kataku pada Adib dan Aziz. Mereka manut dengan arahanku, sang muwi daerecter professyenel, untuk berjalan memasuki gerbang benteng ala-ala video wisata di tipi-tipih.

Dan puluhan menit berikutnya aku sibuk rekam video ruangan ini, ruangan itu, burung-burung dara, sampe tempat yang aku gak kuat berlama-lama di situ. Hihihi.

Sebelum ke sini, aku gak brosing apa-apa tentang benteng ini. Paling cuma inget foto-fotonya Alid di blognya. Soal sejarah aku lupa. Eh, bukan lupa, tapi aku ini buta sejarah. Karena itu, kalian bisa baca sendiri di sini ya.

Setelah aku rasa materi video buat vlog di yutub sudah cukup, aku mulai photoshoot untuk keperluan instagram.

Yuk, kita simak foto-foto keren di bawah ini..

Benteng Pendem Van Den Bosch Ngawi

Ndop, Aziz, Adib

Benteng Pendem Van Den Bosch Ngawi

Benteng Pendem Van Den Bosch Ngawi

Benteng Pendem Van Den Bosch Ngawi

Benteng Pendem Van Den Bosch Ngawi

Overall aku suka sama view benteng ini. Sangat artistik. Karena benteng ini umurnya sudah ratusan tahun, kesan vintagenya kerasa banget. Pas aku ke sana, ada mas-mbak sedang fotosyut buat prewed.

Aku ke sini jam 4 sorean. Jadi matahari gak tepat berada di atas. Kata Adib sih, bagusnya siang ya. Ketika cahaya terang. Tapi sore pun nyatanya juga bagus kok. Sepi. Hanya dikit orang yg ke sini. Jadi kalo foto-foto gak bocor. Hihih.

Berada di sini cuma sejam doang. Jam 5 sore aku ngode Adib untuk nganterin ke Mesjid Agung Ngawi. Ya amplop pakek ngode segala! HAHAHA.

Maklum urusan centak-centuk itu urusan pribadi yang kadang bikin mekewuh sama temen. Haha.

CAFE KALILA

Setelah centak-centuk empat rokangat, daku menuju lokasi darma wisata utama, yaitu NGAFE! HAHAHA. Iya banget! Sebenarnya kopdaran sama Adib sih awalnya mau ngafe sambil ngerjain vector orderan. Tapi berhubung aku berubah fikiran, aku akhirnya cuma bawa tas kecil berisi kamera, hp, dan dompet doang.

Kafe awal yang direkomendasikan Adib adalah Waroeng Dipo. Kafenya sepi setelah aku lihat. Jarenya sih emang di situ harganya mihil dan rasanya ya gitu deh.

Walhasil Adib ngajak aku di The Drink by Kalila. Butik Kalila yang belakangnya ada kafenya. Ke sini jam 5.30 sore-sore surup. Dasar emang aku anak setan! Ngafe kok menjelang maghrib! HAHAHAHA.

The Drink by Kalila

Ouwerol harga di sini murah. Makan minum bertiga cuma habis 60 ribuan. Rasa sih standar cafe. Jadi ya rekomendid.

Setelah waktu maghrib hampir habis, kami pulang. Eh, photoshoot sebentar.

The Drink by Kalila

MAMPIR RUMAH ADIB

Adib mulu yang dibahas, itu Aziz kasihan kamu cuekin! HAHAHA. Habisnya si Aziz pendiem sih.

Obrolan di Kalila tadi mengharuskan aku harus main ke rumah Adib. Selain untuk mampir centak-centuk, juga buat ngasih tips vector dikit-dikit ke Adib (yang sebenarnya sudah profesional juga). Emang dasar aku ilmunya turah-turah ya, jadi harus dibagikan ke orang banyak biar semua kebagian. HAHAHA

Leptop di bawa di ruang tamu. Workshop vector kecil-kecilan dimulai. Ada iklan masuk, berupa pertanyaan pamungkas dari bapaknya Adib, “Loh umurnya berapa? Kok gak rabi? Nunggu apa?”

NUNGGU JODOH PAAAAAK!!! JADI AKU TUH KALO SUKAK SAMA ORANG, ORANGNYA GAK SUKAK SAMA AKU, KALAU ADA ORANG SUKAK SAMA AKU, AKUNYA GAK SUKAK SAMA TUH ORANG. GITU TERUS SAMPE AKU SETUA INI. UNTUNG MUKEKU AWET MUDA IMUD-IMUD BEGINI. JADI GAK KELIHATAN TUA. TERIMAKASIH TUHAN! AKU BERSYUKUR PADAMU.

#gakbisasantai #akugaksantai #akupopo #akusensitif #akusakit #akuhina #akukotor #akungefenssamaaukarin #akubadass #akuanaksetan

Jantung masih deg-degan setelah ditanya begitu. Tarik nafas panjang.. Fiuuuuh..

Setelah ngajarin Adib bikin background (yang sebenarnya dia sudah bisa juga, cuman anaknya kurang pede, hihihi), jam 9 malam aku pulang. Saya baru sadar kalau keluarga di rumah ini tidurnya awal. Lalu bangunnya pas adzan subuh. Terbukti, Adib selalu bales chat malamku pada jam 4 pagi. Sungguh keluarga yang menginspirasi.

Bak tu riyeliti..

Gila ya ndop, ini rumah orang. Baru kenal pula. Aku kok ya kebacut bertamu sampe jam 9 malam. Hih! Ni anak kapan dewasanya! Orang rumah mengira aku bakalan nginep pastinya.

“Duh sorry.. Aku gak bisa untuk sekarang.. Aku takut.. Aku takut kalau nanti aku gak mau pulang..”

Pinginnya sih ngomong gitu.. Tapi aku bilang, “Wong cuma deket aja.. Masa harus nginep? Hahaha..”

Iya sih, aku aja kalau ke Surabaya, pulang jam 12 malam pun pernah. Hihihi. Maklum bis Sumber Kencono, bis ke Nganjuk, itu masa aktifnya 24 jam. Kebetulan Ngawi, Nganjuk, ini dilewati bis Sumber Kencono. Jadi gak ada alasan harus nginep karena kemalaman gak ada kendaraan. Haha.

Lagian ini kunjungan pertama juga. Masa langsung nginep. Gak sopan ya. Kata Mbak Mun (mamah tercinta) begitu. Ada level-levelnya dalam bertamu.

Aku dianter ke cegatan bis di terminal lama. Sebelumnya sempet ditraktir makan penyetan. Duh makasih, Dib. Sorry sudah menggagalkan program dietmu karena daritadi makan mulu. Hahaha.

Diet itu susah Dib, sudahlah, badan segitu gak jelek kok. Hanya perlu dibentuk saja. Dipadetin. Biar gak ginjur-ginjur. Zaman now orang gemuk is usum. Pertanda hidup bahagia dan sukses.

Kamu fikir badanku kurus begini aku bahagia beneran? Enggak Dib, aku pura-pura bahagia. Dipaksakan untuk bahagia. Soalnya bersedih tidak ada gunanya. Ye kan? Hihihi.

#kokjadicurhat #gakpapa #daripadanuliskayakkoran #inikan #blogpersonal #bukankoran

Btw, aku nulis ini sambil berada di kerumunan orang-orang merayakan tahun baru di Alun-alun Nganjuk. Sekarang jam 23.03 malam. Bentar lagi tahun baru.

Yasudah. Mari kita akhiri postingan darma wisata ini. Selamat tahun baru Ndofans tercinta. Aku sayang kalian semua! Sini saya kecup keningnya satu-satu. :kiss:

OH IYA AKU LUPA! POSTINGAN BENTENG INI ADA VIDEONYA JUGA LOH! SILAKAN DITONTON YA!

14 Comments

Komen dong!