Wisata Nganjuk: Bukit Goa Dali Sumber Klampok

Selain Bukit Cinta, ternyata Nganjuk punya bukit lagi yang bagus buat foto-foto dan melihat pemandangan sawah Nganjuk dari bawah.

Iyes, kalau di bukit cinta bisa ngelihat kota Nganjuk dari bawah, kalau Bukit Goa Dali atau bisa disebut Bukit Sumber Klampok (terserah pilih yg mana) gak bisa ngeliat perkotaan Nganjuk, tapi sawah terasiring yang pemandangannya gak kalah bagus dong!

Malah mungkin lebih bagus?

Look at this..

Sumber Klampok

WOW apik banget yaa!
:shock:

Duh, ndooop! Apike poool! Aku pingin mrono! Pokoke KUDU!

Yowis, ayok ikuti postingan ini sampe akhir yaa…

NGANJUK – PLANGKAT

Perjalanan di awali dari Nganjuk kota menuju bumi perkemahan Plangkat. Aku pernah ikutan instameet Nganjuk di sini. Di kiri jalan ada banyak pohon pinus pokoknya.

Aku dan Abi sempet kebablasan jauh. Lalu untung tanya orang. Tanya di mana letak dusun Sumber Klampok. Trus diduduhi deh letak jalan yang benar. Hohoho.

Nah, jalan yang benar adalah dari perkemahan Plangkat ituh, lurus saja sampe ketemu belokan ke kiri lalu bertemu pertigaan yang ada pohon beringin di pojokan. Dan pojok lainnya ada warung.

Nah kalian belok kiri saja (soalnya kalau lurus akan ke Air Merambat Rorokuning).

Setelah belok kiri, ya lurus ikuti ke mana arah jalan menuju.

DUSUN SUMBER KLAMPOK

Kalau kalian ikuti jalan aspal, maka akan menemui Dusun Sumber Klampok. Btw, jalannya lumayan menanjak lo ya. Tapi waktu itu aku dan Aby boncengan pakai motor matik kuat-kuat saja sih.

Lalu kalian akan menemui Masjid Sabilul Huda di pojokan pertigaan jalan. Dari situ belok ke kanan ya kak.

Masjid Sabilul Huda Dusun Sumber Klampok

Masjid Sabilul Huda Dusun Sumber Klampok
Desa Macanan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk.
Hohoho lengkap!

Setelah belok kanan akan menemui pertigaan lagi, kalian beloklah ke kiri. Luruuuus sampe aspal habis dan jalanan berubah menjadi makadam.

Kalau bingung, tanya ke penduduk, di mana letak Goa Dali berada. Hehehe.

GANTI MOTOR

Ada kejadian unik ketika aku ke sana. Kami dipinjami motor oleh penduduk setempat, karena khawatir motor matik kami gak bisa lewat jalan makadam. Hohoho.

Jadi ceritanya si Abi ketemu kenalannya (penduduk setempat) waktu kerja di sini. Waktu itu Dusun Sumber Klampok ini belum ada pipa-pipa airnya. Jadi penduduk kalau mau dapat air harus usung-usung dari sumbernya. Repot. Melelahkan. Lalu dibangunlah pipa-pipa saluran air untuk mempermudah penduduk memperoleh air.

Karena jasa besar itu, Mas Jumanto, langsung menawari kami untuk mampir ke rumahnya. Untuk parkir motor. Lalu ditukar pakai motornya yang memang sudah biasa dibuat melewati makadam. Hohoho.

parkir motor

Parkir Motor gratis di rumah mas Jumanto. Hehe

jalan Makadam

Jalan makadam menuju rumah Mas Jumanto

Baiklah ayok budal! Hahaha.

JALANAN MAKADAM

Perjalanan selanjutnya adalah lumayan penuh perjuangan. Daku seringkali turun motor dan memilih untuk jalan kaki saja. Daripada motornya ambruk karena jalan makadamnya emang parah. Abi pun berusaha sekuat tenaga supaya motornya bisa jalan. Hohoho.

jalan Makadam banget

Jalan makadam menuju Bukit Sumber Klampok

Kira-kira 10 menit sampelah kami ke tumpukan batu-batuan yang habis dipecahi untuk bahan bangunan. Di sini gak ada orang. Hanya kami berdua. Bebas kalau mau bengok-bengok. Hohoho.

Nah, dari sini sudah sangat dekat. Motor kami parkir di sini. Aman, gak ada orang kok.

Bebatuan bangunan

Parkir motor di sini

GAK JADI KE GOA DALI

Tujuan awal sebenarnya selain pingin ke bukit, juga penasaran sama Goa Dali. Namun ketika sampe ke bukit Sumber Klampok dan menyadari kalau goanya ada di bawaaaaaaaaaaah sana. Iya jauh banget. Jurangnya curam buangeeeet. Trus gak ada pemandunya juga. Trus kami malas jalan kaki lagi. Trus sudah keasyikan foto-foto di bukit saja. Akhirnya..

Kami memutuskan untuk nggak ke goa.

KARENA PEMANDANGAN DI SINI SUNGGUH INDAH UNTUK PEMOTRETAN!

BUKIT SUMBER KLAMPOK

Jadi bukit ini terletak di atasnya Goa Dali. Goa Dali kelihatan dari sini walaupun pintu masuknya ketutupan pepohonan rimbun. Membayangkan masuk ke sana saja ngeri karena pasti gak ada orang. Hohoho.

Yasudah, kita nikmati saja pemandangan bukit ini..

Panorama Bukit Sumber Klampok

Klik untuk melihat panorama in full size

Pemandangan di sini sungguh breathtaking! Indah banget. Ijoooo tenang dan damai. Jauh banget di bawah sana, ada petak sawah yang asyik banget bentuknya.

Di dataran seberang sana terdengar suara lonceng yang berasal dari sapi yang sedang makan rumput. Sungguh suasana yang bisa membangkitkan imajinasi dan ide.

Lalu ada tebing yang berwarna putih. Dugaan saya, di situlah Goa Dali berada. Cuman turunnya gak berani. Ngeri kak.

Aku di sini kira-kira hampir sejam. Hanya untuk foto-foto saja. HAHAHA. Spot foto idaman ya di atas batu yang bentuknya gak datar itu. Jadi kalau selfie harus super hati-hati ya. Jaga keseimbangan. Soalnya di bawah sana jurang.

bukit sumber klampok

Narsis dulu ya kak. Iya, aku memang mengalami masalah dalam kepribadian. Iya, aku pingin dipuji. Iya, ini memang sakit jiwa. But, I’m fine. I like to be crazy. :rolleyes:


Masih belum selesai narsisku kak. Yang sabar ya..

Maus aya foto

Ayok ke sini! Mau khan, saya foto?

tendangan maut

Atau, kamu mau saya tendang ke jurang?

HAHAHAHAHAHAH :lol:

HARI JADI NGANJUK ke 1080

Saat aku berada di sini, tanggal 9 April 2017. Besok, 10 April Nganjuk ulang tahun ke 1080. Wow, sudah sepuh ya. Mumpung berada di ketinggian dengan pemandangan yang indah, aku pun nulis di notes ucapan selamat ulang tahun buat Nganjuk tercinta.

HUT Nganjuk 1080

Selamat Hari jadi Nganjuk ke 1080
10 April 2017

Eh, tadi pagi ada Kirab atau Pawai Allegoris dalam rangka menyambut hari jadi Nganjuk:

kirab pawai allegoris

Kirab hari jadi Nganjuk ke 1080
sumber: instagram @dzofar

NGETOS LONGSOR

Ketika asyik foto-foto, aku kaget ketika dikasih tau Abi kalau ngetos longsor.

Trus pas nglihat videonya yang beredar di instagram, aku langsung ngeri banget. Tanah beserta pohon di atasnya anjlog ke bawah. Trus dengan cepet mengubur apapun yang ada di bawahnya. Kalau air masih bisa renang-renang ngambang ke atas ya, lha kalau tanah? Ya wis langsung mak blek sek terkubur. :takut: :cry:

Semoga korban segera ditemukan ya. Dan semoga gak ada kejadian longsor lagi. Dan semoga lagi, masyarakat Nganjuk makin baik perilakunya.
Gak korupsi.
Gak semena-mena terhadap alam.
Karena bencana itu bisa jadi pertanda ada yang gak beres, sehingga perlu diberantas, agar tidak terulang lagi, agar lebih baik lagi.

Kenapa selalu terjadi di Hari Jadi Nganjuk ya? Apa karena pelaksanaan Kirab gak tepat tanggal 10 April?

Dua tahun lalu ada angin puting beliung yang memporak porandakan kota. Pohon-pohon banyak yang tumbang. Antena TVku pun patah mengenai genteng tetangga sebelah. Hal itu terjadi sore setelah acara Kirab berlangsung, yang mana tidak tepat tanggal 10 April.

Entahlah. Yang jelas, semoga kejadian ini tidak terulang.

آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
:doa:

BONUS VLOG

Aku sempet ngrekam video sedilut perjalanan menuju ke sana. Selamat menikmati ya kakak:

Thank you.. bye bye..
:kiss: and :hug:

12 Comments

Komen dong!