Keinginan dan Kebutuhan

Halo kawan-kawan. Kelelahan ya baca postinganku sebelum ini! Rasain! Haha.. Aku aja males baca apalagi situ? Haha.. Itu nulisnya juga lama soalnya. Berhari-hari. Langsung ditulis secara live pakek memopad hape. Hehe.. Niat banget ya akunya..

Kali ini aku nggak panjang kok nulisnya. Ini, mau nyampein unek-unek aja. Ini tentang keinginan dan kebutuhan.

Jadi gini kawan-kawanku. Tuhan itu Maha Besar dan memiliki segalanya. Semua kebutuhan kita sebesar apapun Dia punya! Lha wong kita ini ciptaanNya lo. Jadi segala kebutuhan kita ini akan dicukupi olehNya.

Nah, masalahnya adalah kita minta ke Dia atau tidak? Etapi tunggu dulu, lhawong gak minta pun kita dikasih kok. Contoh mudahnya adalah UDARA yang kita hirup!

Logikanya gini, wong gak minta aja kita dikasih oleh Nya, apalagi minta? Nah lo! Etapi tunggu dulu. Kalau kita minta otomatis kita ingin. Nah, yang kita inginkan itu apa layak untuk kita punya? Kita butuh gak?

Contoh mudahnya adalah kita butuh udara untuk hidup, kita gak minta udara, kita gak ingin punya udara khan? Tapi kita butuh, otomatis kita dikasih.

Nah teorinya simpel khan, kalau kita butuh, otomatis akan dikasih olehNya. Orang yang bekerja keras, kelelahan, akan dapat uang untuk beli makan, minum, beli pakean, rumah, dll untuk “bayaran” lelahnya. Dia butuh itu!

Orang yang gak ngapa-ngapain, otomatis tidak butuh apa-apa. Betul khan? Jadi kalau ada yang nganggur trus gak dapat duit, ya emang dia gak butuh duit. Dia otomatis juga gak butuh makan untuk hidup.

Tapi orang hidup butuh makan. Cara dapat makan jalannya terserah masing-masing. Ada yang minta, kerja, ngrampok, nyopet, nyolong, dll. Bedanya, kebutuhan mereka beda-beda.

Orang yang kerja membutuhkan banyak hal: makanan, pakean, penginapan, dll makanya hidupnya tenang karena tercukupi kebutuhannya.

Orang yang nyolong juga butuh makan, pakean dan penginapan seperti orang yang kerja. Tapi hidupnya gak tenang! Karena dia gak butuh ketenangan. Mana ada pencuri yang nyolong dalam keadaan tenang-tenang aja? Pasti sambil deg degan takut ketauan dan juga karena harus menentang hati nurani. Dia nggak butuh ketenangan! Makanya Tuhan nggak kasih dia ketenangan.

Kalau kita pingin beli sepatu baru misalnya. Sedangkan di rak sepatu masih banyak koleksi yang masih bagus dan layak pakai. Saya yakin pasti kita susah ngedapetin sepatu baru tersebut. Karena apa? Karena kita cuma pingin doang! Kita sedang nggak butuh!

Lha, itu artis-artis kenapa mereka punya koleksi sepatu banyak, ndop?

Karena mereka butuh itu! Mereka butuh banyak koleksi sepatu untuk tampil beda dalam setiap pertunjukannya. Tuntutan profesi gitu deh.

Perhatikan ilustrasi yang aku buat di bawah ini:

Ilustrasi kebutuhan by dzofar.com

 

Orang yang telanjang bulat kepingin mobil di saat dia butuh sandang seperti celana atau baju. Ya keinginannya nggak bakalan terkabulkan, soalnya dalam keadaan seperti itu, yang seharusnya dia butuhkan bukan mobil!

 

Jadi kalau kamu lagi galau karena belum bisa ngedapetin sesuatu, yaudah dipikir enteng aja. Berati kamu belum butuh itu. Kamu belum butuh dia! Dia masih dibutuhkan orang lain, bukan kamu! <– ini berbau curcol deh..

Kenapa? Mukamu gak cantik? Gak ganteng? Oke berati kamu gak butuh cantik atau ganteng. Asal kamu tahu ya, ada type type orang yang justru gak suka sama orang yang ganteng atau cantik. Bukti? Ya banyak lah, buktinya mereka pada punya suami atau istri masing-masing. Perlu bukti lagi? Halaaah, yang cantik dan ganteng trus jomblo juga buanyaaak!! <– ini semacam curcol lagi deh!

Intinya kita positive thinking yah. Bersyukur aja. Yakinlah, kalau kita memang butuh, Tuhan akan mengabulkan permintaan kita. ASAL KITA PERCAYA KALAU TUHAN ITU MAHA PEMURAH DAN PENYAYANG DAN DIA SATU-SATUNYA YANG BISA MENCUKUPI SEMUA KEBUTUHAN KITA.

Yaellaah, sampe aku tulis kepslok begitu. Ya biar dibaca!

Oh ya, pada demo BBM naik yah? Kenapa musti demo sih? Yang kita butuhkan kalau BBM naik itu ya duit lebih. Nah, ya berati kerja dong! Bukan demo! Kenapa? Susah cari kerja? Enggak ah, situ aja yang pemilih! Sumpah ya, Tuhan itu nggak pelit ngasih rejeki.

Yaellaah, kekayaan Tuhan itu BERLEBIH-LEBIH kalau cuma untuk mencukupi kebutuhan kita. Cuman kitanya aja mau MINTA ATAU TIDAK? Bisanya protes aja ya kita ini.. Astaghfirullooh..

Nah, jadi..

Berdoalah supaya keinginan kita menjadi kebutuhan kita, sehingga Tuhan akan mengabulkannya. Ini trik sih. Haha.. *berdoa juga perlu trik kali ya! Haha*

Oke sekian dulu! Salam perdamaian! *pegang rebana*

45 Comments

Komen dong!