Masih Membahas Pepekaem, Koronow dan Wakseen

Pepekaem

Diperpanjang lagi sampe 23 Agustus 2021. Sesuai prediksiku yang emang visioner ini. Selama pemrenta tida mau melaksanakan lokdaun total tanpa pengecualian, ya koronow ini akan terus dan terus menelan korban.

Lha piye, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias pepekaem ini kan cuma “dibatasi”, bukan dihentikan total. Kalau cuma dibatasi, ya berati masih ada yg boleh berkeliaran ke mana-mana. Wairesnya kan gak pilih-pilih inang. Jadi bisa nemplok di mana aja. Gak harus malam hari. Gak harus di sekolah atau kampus saja.

Saya percaya kok koronow ada. Cuman waires koronow itu seperti syeiton di film IT. Dia akan semakin kuat kalau lawannya takut. Semakin takut lawannya, semakin kuat wairesnya. Karena ketika orang takut, imunnya turun, si waires bakalan gampang menyerang dan menang telak!

Walaupun sunnah,

Sholat Ied

.. itu kalau gak dilaksanakan, bakalan nyesel banget buatku. Makanya pagi itu, 20 Juli 2021, setelah subuhan, aku langsung sepedahan keliling kota untuk menengok masjid mana yg menyelenggarakan sholat Ied. Tadi malam sebenarnya sudah survey. Nemu masjid yg ngadain sholat ied. Cuman kejauhan kalau harus ke sana.

Untungnya pagi itu aku nemu yg deket banget cuma 260 meter dari rumah. Langsung kukabarin anggota keluarga untuk sholat Ied di Masjid Al Falah depan Gedung Juang Nganjuk.

Sholat Ied di Masjid Al Falah lumayan praiwet. Ada terpal yg menutupi pagar masjid. Aku sebenarnya gak begitu kenal sama penghuni masjid ini. Tapi semoga mereka familiyer sama wajahku jadi mereka gak curigation sama aku. Haha

Sholat Ied dilaksanakan dengan prokes banget. Masker dan semprot hend sanitaizer dulu sebelum masuk. Trus pas sholat juga jaga jarak. Beda dengan pas Jumatan di sini. Gak ada jaga jarak. Puji Tuhan jamaah sehat-sehat saja.

Di Nganjuk sini. Setahuku

aturan 20 menit

.. dain in alias makan di tempat gak dilaksanakan sama sekali. Soalnya susah juga mau nerapinnya gimana. 20 menit itu dihitung sejak kapan? Sejak mulai masuk warung? Atau sejak mulai makan? Gak jelas kan?

Kalau dihitungnya 20 menit sejak masuk warung, trus warungnya antrinya sejam, gimana? Gak jadi makan dong? Haha. Kalau misal dihitungnya pas makan, kalau kuah soto dan tehnya masih panas, masa harus dipaksa minum? Mlonyoh kabeh nanti bibirnya. Xixixi

Tontonan yutubku sekarang bener-bener menjurus ke kritik pemrenta atau terobosan-terobosan baru di dunia kesehatan. Aku nonton videonya mas Dedy sama dokter Piprim.

Dokter Piprim

Menurut video itu, ternyata ketika kita sakit, kita kan gak enak makan ya. Makanan rasanya pahit. Kalau dipaksa dimasukin makanan, bakalan muntah karena perut rasanya mual. Nah, menurut..

dokter Piprim

.. seharusnya kalau kita sakit, kita ikuti maunya tubuh. Kalau tubuh gak enak makan, YA GAK USAH MAKAN. Kalau lemes dan ngantuk, YA TIDUR AJA. Kita ikuti sepenuhnya maunya tubuh kayak gimana.

Soalnya, kalau kita sakit dan gak enak makan trus kita paksain makan, maka si penyakit, entah waires atau bakteri, dia akan ikut memakan makanan yang kita masukin ke dalam tubuh. Walhasil si penyakit ikutan kuat karena dikasih nutrisi dari makanan. Sementara sel tubuh kita kalau kita sakit kan posisinya sedang perang! Alias BUKAN SAATNYA MAKAN-MAKAN! Makanya kalau kita sakit, tubuh kita demam. Demam itu adalah respons tubuh ketika sel kita perang melawan penyakit.

Nah, kalau si musuh dikasih makan, ya tentu saja semakin susah dilawan. Walhasil gak sembuh-sembuh deh.

Jadi kalau kita sakit dan gak doyan makan, yaudah gak usah makan. Tidur aja sampe kita terbangun sendiri. Selama tidur itu, biarkan sel tubuh kita konsentrasi perang melawan penyakit sampe menang! Habis itu kalau udah laper banget baru deh makan biar gak matik. Haha

Inti dari podkest itu adalah kita dengerin maunya tubuh apa. Gosah ngeyel.

Novan, temen asal Cepu yang kenal dari internet, ngede-em ige. Dia reply storyku. Dia bilang udah risain dari pekerjaannya sebagai fotografer bal-balan. Kalau gasalah sih Persela. Pekerjaan yg sangat mantab cuannya dan sesuai dengan passionnya sebelum koronow melanda. Bal-balan sekarang sudah gak ada gara-gara plandemi. Otomatis dia gak ada job motret samsek. Duit pun gak ada.

Sempet beberapa bulan bertahan dan akhirnya dia capek karena kalau mau kerja harus diogrok-ogrok dulu hidungnya. Karena diogrok-ogrok hidungnya itu kan bayarnya kan gak murah. Mungkin dia pikir gak nyucuk dengan gaji pekerjaannya. Apalagi dia sudah tidak singgel lagi. Ada istri dan anak yg butuh cuan lebih untuk hidup sekarang dan masa depan.

Apalagi setelah wakseen dijadikan syarat masuk mall, syarat ngurus ini dan itu, naik kendaraan ini dan itu, plus serangan bazer di sosmed yg begitu menggebu-gebu “memaksa” orang untuk wakseen. Yang gak wakseen dihina, diancam, disukurin karena gabisa menikmati fasilitas ini dan itu, dik Novan pun semakin giwap, menyerah, dan akhirnya dia risain saja. Bye bye system!

Dan apa yang terjadi, setelah risain, dia sekarang..

ANGON WEDUS!

Litereli wedus gaes! Dia fotoin kandang kambing yang sudah dia bangun di pekarangan rumahnya. Dan dia merasa sangat bahagia hidup sederhana kayak begitu. Sekarang dia terbebas dari syarat-syarat mengerikan layaknya pekerjaannya terdahulu. Terbebas dari resiko tertular koronow juga karena dia cukup bekerja di pekarangan rumah aja gak bertemu orang dari mana-mana. Paling ya tetangga kampung yang relatif aman.

Angon Wedhus

Ngomong-ngomong tentang wakseen, kan di postingan sebelumnya aku udah jelasin kalau target wakseen di negara wakandanesia ini 70% penduduk alias 181 juta orang! Sementara jumlah keseluruhan warga wakanda kan 260 jutaan orang ya. Lha trus sisanya yang 80 juta itu gimana? Apaka berati 80 juta orang itu gak boleh merasakan mall? Gak boleh ngurus katepe? Gak boleh naik kereta api? Dipenjara di rumah aja? Yang komorbid gak lolos seleksi wakseen gimana? Kan aneh. Ini gak adil dong! Huhuhue

Kak Jay Ring

.. baru-baru ini muncul di berita lagi. Dia sudah wakseen sinofuk. Dengan narasi yang menurutku gak neicrel. Minta maaf segala. Gak Jay Ring banget pokoknya! Kurang garang!

Aku jadi curigation kalau kak Jay Ring dibayar atau dia diancem. Bukan dia ding, keluarganya diancem. Soalnya kak Jay Ring kalau dibiarkan emang membahayakan negeri wakanda. Bukan negerinya ding. Oknum-oknumnya. Makanya harus dibungkam. Sama kek Dokter Luwes. Sekarang ilang entah berada di alam mana gak jelas beritanya. Semoga sehat-sehat saja ya, Dok!

Dengan keadaan negara wakanda yang kayak begini, tentu saja wajar kalau ada yg pingin pindah negara. Walaupun di negara lain juga gak ada yg sempurna, tapi gak ada yang separah wakandanesia lah! Asal jangan ngasi contoh negara perang ya. Gak epel tu epel ngasih contohnya. Pindah negara ya ke yurop lah! Atau ke singgepo, Aislend, Ostrali, Nyuzilend, yang gitu-gitu lah negaranya.

Tapi kalau mau bertahan di wakanda ya tentu saja lebih jentel. Yang korup yowis mbuh kono arep diapakne. Sing penting awake dewe gak oleh melu-melu koyok kono. Panggah lurus-lurus ae golek rejeki sing kalalan toyiban. Insya amplop aman sentausa damai sejahtera.

Uwis ngeten mawon postinganipun. Mbenjing-mbenjing dilanjut mbok menawi wonten wekdal kathah kagem nulis meleh. Wassalam.

Komen yuk kak!