Mari Menebar Positif

Kalau sampeyan mengikuti berita kecil di blog saya (itu tuh, yang ada di bawah menu, yang di atas sono), sampeyan pasti tahu betapa stressnya saya ketika menemukan surat dari Jurusan Statistika ITS tergeletak di atas meja kamar kos-kosan. Aku buka pelan-pelan sambil merasakan deg degannya jantung ini. Saya was-was kalau-kalau itu surat DO dari Jurusan.

Ternyata ternyata ternyata…

Bukan sodarra-sodarraku, isinya bukan surat DO, tapi surat cinta surat panggilan dari Jurusan untuk menghadap Kajur (ketua jurusan, red.) Statistika.

Fiuh.. untungnya…

__

Suatu hari, salah seorang teman akrab mengajak jalan kaki ke Galaxy Mall. Oke, sebagai rifrezying keknya oke banget deh.

Di Galaxy Mall, temanku yang baru-baru ini jadi dosen Sistem Informasi ITS itu, aku tanyai bagaimana caranya ngomong dengan Kajur atau dosen. Dia menjelaskan kalau masuk ruang dosen atau kajur harus mengetuk pintu dulu, minta izin duduk, baru ngomong dengan bahasa resmi dan sopan.

Sembari duduk-duduk santai-santai makan-makan donat, aku memraktekannya. Wah, aslinya ya dilihatin orang. Tapi cuek ah. Nggak ndop namanya kalo nggak cuek, wekeke…

Pas praktek itu, temanku langsung ketawa cekakaan ngelihat tingkah lucuku memperagakan apa yang telah dicontohkannya. Soalnya saya kok malah asyik berimprovisasi dengan cerita-cerita yang nggak penting. Hohoho…

Sehari sebelum menghadap, semalam suntuk saya ndak bisa tidur tenang. Lalu aku pun bersemedi ke gunung Wilis, Hayyah, ya nggak lah… Lalu aku berfikir, kenapa harus takut? semakin aku takut, maka semakin tidak terselesaikan masalahku. Aku pun membayangkan yang enak-enaknya aja. Aku membayangkan Kajurku itu bercanda denganku, obrolannya santai, saya ikut-ikutan tertawa.

Ternyata ternyata ternyata…

Senin itu mataku ngantuk buwerat. Moodku habis entah ke mana. Rasanya kok males pergi ke kampus buat ngadep Kajur. Omaigooosh… Aku menuruti rasa kantukku dengan tidur pulas sampai terbangun sendiri karena lapar.

Bangun jam 11 siang. Moodku ternyata belum kembali. Waduh pegimane nih… Ini masalah dengan Ketua Jurusan, aku nggak boleh membuat masalah lagi. Aku harus jadi orang baik-baik pokoknya.

Akhirnya aku pun teringat dengan acara Oprah Winfrey pas episode yang membahas The Secret. Di acara itu, si A sangat frustasi dan ingin bunuh diri. Dia menelfun sodaranya dan minta bantuannya. Sodaranya di seberang sana langsung membantunya melalui telfun. Sodaranya bilang, “Sepanjang hari tadi, apakah anda menemukan sesuatu yang tidak beres di lingkungan sekitar, seperti lantai kotor yang perlu disapu, kamar berantakan perlu dirapikan, dan lain-lain..”

Si A menjawab iya. Si A memang tadi pagi menemukan ada lantai kotor di depan rumahnya yang perlu untuk disapu. Masih melaui telfun, sodaranya langsung menyuruhnya bergegas untuk membersihkannya saat itu juga.

Si A langsung mengambil sapu dan menyapunya bersih. Setelah itu, apa yang terjadi, si A merasa mendapat energi baru. Semangat baru. Dia merasa berguna untuk lingkungannya.

Si A bilang ke sodaranya kalau dia sekarang sudah bersemangat lagi untuk memulai hidup secara normal. Sodaranya menjelaskan bahwa apa yang si A lakukan selama ini, seperti frustasi, stress, merasa tidak berguna adalah justru membuat dirinya semakin tertekan dan semakin stress.

Karena di dalam alam semesta ini ada hukum ketertarikan. Kalau kita menyebarkan sesuatu yang negative, maka alam semesta pun akan berbalik memberikan energi negative kepada kita. Demikian sebaliknya.

__

Nah nah nah..

Saya pun mencoba mengikuti apa yang saya lihat di Acara itu. Aku langsung turun dari kasur tingkatku. Mak gedebuk, aku meloncat ke lantai. Sambil ngucek-ngucek mata yang blobokan, aku raih sapu dan menyapu apa yang kotor. Waaah, lantainya kotor sekali!

Dari ujung sana, aku mulai menyapu. Aneh, ketika menyapu, beban yang aku rasakan sejak 3 hari kemarin itu berangsur-angsur ilang. Malahan aku bisa senyum-senyum sambil nyanyi-nyanyi. Wow, it works beibeh!!!

Setelah itu, tiba-tiba aku kepingin masak mie, membuat susu panas dan menikmati makan pagiku yang telat. Lalu bergegas ambil handuk dan mandi bersih. Habis mandi aku berjalan setengah berlari menuju kamar. Betapa semangatnya saya siang itu!!!

__

Dua hari, senin dan selasa aku melakukan hal yang sama. Yaitu apabila stress melanda, aku langsung berbuat sesuatu yang berguna, yang penting positive. Entah nyapu, membuang sampah, selalu tersenyum kalau bertemu orang, selalu bertegur sapa dengan ramahnya. Pokoknya aku berusaha menebarkan energi positive ke alam semesta ini…

NB: Senin dan Selasa Bapak Kajur sedang sibuk. Jadi ndak bisa ditemui. Lha sayanya sih, ke Jurusan selalu siang-siang melulu. Hehehehe…

__

Rabu tadi, sesuai janji dengan Kajurku, aku berangkat ke kampus jam 10 pagi. Walaupun aku baru tidur jam 3 pagi tadi karena asyik bikin template wordpress baru, tapi aku harus ketemu Kajur jam 10 pagi. Fiuh…

Rasa kantuk yang demikian sangat, membuatku harus berjuang keras untuk melawannya. Aku membaca koran, aah, malah membuat kantuk ini semakin berat. Walhasil, jam 8.30 pagi itu, aku memutuskan untuk tidur lagi 1 jam.

Alarm hape berbunyi pas jam setengah sepuluh. Langsung deh menyambar sapu dan cikrak plastik, aku sapu deh semua lantai kos-kosan. Membuang sampah ke tempatnya…

__

Yes, akhirnya terlalui sudah tugas beratku menemui Kajur. Pertemuannya ternyata seperti yang aku bayangkan beberapa hari yang lalu. Santai dan terkendali, walau sesekali aku tersedak karena sedikit grogi.

Yes!!

Hukum ketertarikan itu bekerja.

Wow wow wow….

63 Comments

Komen dong!