Film Mirage (2018): Bikin Pusing in a Good Way!
Habis nonton film di Netflix: Mirage. Kurasa film The Call (Korea) terinspirasi dari Mirage ini. Kalau The Call telefun, Mirage TV. Kalau The Call satu timeline aja. Mirage 3 timelines!

Itulah kenapa Mirage lebih bikin pusing dibanding The Call. Apalagi buat orang yang otaknya sangat logis kayak aku. Jadi mikir banget, sik sik sik, gitu. Haha
Spoiler Alert!
Jadi ceritanya ada bocil SD bernama Nico suka ngrekam video dia main gitar sambil nyanyi lagunya Cyndi Lauper “Time After Time” (lagunya spoiler banget! Haha). Trus ngelihat gambarnya pakai TV tabung. Settingnya tahun 1989.
Trus di suatu badai dengan petir, tiba-tiba TV itu terhubung sama Vera, mbak-mbak punya anak balita bernama Gloria, dari masa depan. Mbak Vera ngasih tahu Nico untuk jangan begini begitu karena kamu nanti meninggoy.
Awalnya Nico gak percaya, tapi akhirnya beneran dilakuin. Akhirnya Nico gak jadi meninggal. Tapi dunia Vera berubah drastis!
Semua orang jadi gak kenal dia. Dia menemui suaminya, David di kantor, ternyata gak kenal dia. Vera stress parah kayak orang gila. Yang bikin syok tentu saja semua orang bilang Gloria, anak ceweknya, gak pernah dilahirkan! Nangis dong! Kok bisa?
Karena yang dialami Vera sekarang adalah timeline-nya Nico. Karena dia mengubahnya via TV tadi.
Untuk membuktikan Vera tidak gila dan mengada-ngada, akhirnya Vera mengungkap pembunuhan yg dilakukan tetangga Nico bernama Angel (cowok ya ini) terhadap istrinya. Di timeline Vera, yang Nico mati ketabrak mobil, pembunuhan itu sudah terungkap dan mayat istrinya berhasil ditemukan di penjagalan tempat suaminya bekerja.
Vera tahu itu karena ada siaran berita TV dari tahun 1989 yang tiba-tiba konek ke TV rumah Vera yg baru (rumahnya Nico yang dulu).
Nico di timelinenya sendiri ketika dewasa menjadi detektif. Ga jadi musisi rock kayak cita-citanya ketika kecil. Dia akhirnya ketemu Vera di timelinenya. Ketika peristiwa TV itu terjadi, Vera yang dia kenal tiba-tiba gak kenal dia. Padahal dia sudah nikah. Sudah ngewe juga. Hahaha
Dia syok dong! Karena Vera yang sekarang dia temui adalah Vera dari timeline Vera. Akhirnya karena stress dua-duanya, Vera mengalah. Vera bunuh diri dan meninggoy. Sebelum menjatuhkan diri dari gedung, Vera bilang ke Nico, “Dulu aku sudah menyelamatkanmu dari kematian, sekarang giliranmu menyelamatkanku!”
Oh syit! Di momen ini aku merinding! Pause. Memahami apa yang sedang terjadi. Haha
Adegan selanjutnya Nico nyalain TV. Dibantu badai dan petir yang sama, dia akhirnya konek dengan Nico di tahun 1989. Dia bilang supaya begini begitu.. gak dijelasin di film.
Vera terbangun dari tidur. Di sebelahnya ada David, di kamar lain ada Gloria, di luar jendela ada tetangganya dada-dada. Dan film selesai.
Haha belum selesai.
Untuk membuktikan bahwa timeline Nico sudah berubah, Vera diem-diem ke penjagalan buat menggali mayat yang disembunyiin di situ. Dia panggil polisi karena menemukan mayat. Polisi datang. Vera disuruh ngopi. Trus Vera bertemu detektif, siapa dia, iyak, Nico!
Di situ mereka berdua tersenyum. Karena sekarang rasanya pasti beda. Mereka berdua sudah punya ingatan masing-masing. Film selesai. Happy ending.
Ratingku 10/10 sih. Ceritanya walaupun bikin pusing, tetap reasonable. Gak plot hole. Gak ada yg bikin, loh kok gitu, harusnya gak gitu. Semua aman buat otak logisku. Haha
Buat kalian yang pengen nonton, sorry sudah aku spoiler. Salah sendiri baca sampe habis. Hahahaha. Buat yg gak masalah kena spoiler, gas nonton! Banyak detail yang belum aku ceritakan kok.
Buat yang sudah nonton, kalian ngasih rating berapa? Hubungi aku via sosmed ya! Karena blog ini komentarnya aku matiin.
Hahaha. Bye bye.


