Ternyata biasa aja. Sebagai pemilik rhinoceros tounge alias ilat badak, diriku ini kalau makan pedas levelnya yang kayak satu gigitan tahu VS satu lombok impling! Gila ya! Enggak
Aku sebenarnya (agak) gak betah sih tinggal di rumahku ini (actually rumahnya bapak ibu sih, hehe). Sudah berbagai macam cara aku lakukan untuk membuatku betah. Misalnya ngecet kamarku
Klaiyen satu: Mas Ndop, pesen logo dong. Aku mau bikin logo untuk bisnis cateringku. Logonya ada gambar kartun wanita berhijab memegang rantang sambil senyum. Trus di bawahnya ditulis
Olahraga. Karena game ini mengharuskan kita keluar rumah jalan kaki atau bersepeda. Kalau kita dapat egg, harus ditetaskan pakai jalan kaki. Naik motor gabisa? Bisa sih tapi mana
Game ini belum resmi ya di Indonesia (sampe saat ini, 27 Juli 2016), jadi kalau mau download harus cari apk di situs lain. Search aja di google “Download
MUSEUM DESA DERMAJI Habis sarapan pagi, kami berkunjung ke Museum Desa Dermaji. Museumnya ada di Balai Desa Dermaji lantai dua. Naik ke lantai dua balai desa Dermaji Lantai
Sesuai tagline Juguran Blogger, yaitu Sedikit bicara, banyak wisata, perjalanan menuju Desa Dermaji akhirnya dimulai tanpa banyak bicara. Hahaha Waktu sudah sore jam setengah lima. Ayo ndop, buruan
Setelah berhasil nglembur job-joban vector yg seharusnya selesainya jumat lalu aku padatkan jadi kemis, akhirnya jam setengah 1 pagi aku berhasil kabur dari Nganjuk untuk mengikuti Juguran Blogger