Aku yang Tak Diakui
Dua hari ini, aku sedang melakukan sesuatu yang sangat berguna buat diriku sendiri, namun menyebalkan buat orang lain. So sad for you guys. I’m so sorry. But aku harus melakukan ini for my mental health for the rest of my days later. Anjay.
Jadi, aku gak ngebales beberapa chat di whatsapp, yang salah satunya ada si D yang bilang ke aku kalau si I pengen video call sama aku. Anehnya, kenapa gak si I sendiri yg chat? Kenapa harus via makelar si D? Aneh bat dah!
Beberapa telfun dari ibukku juga gak kuangkat. Kasian sih. Tapi gimana ya, aku butuh merenung beberapa waktu untuk meng-klir-kan my thought. Anjay.
Trus aku sudah dua kali (atau tiga ya?) gak ikut rapat panitia Reuni Smada. Duh, kalau ini alasanku iPadku rusak gaissss. Ada alasan satu lagi, tapi aku males ngebahas! HAHAHAH.
Huhuhue so sorry.
Jadi gini. Berbulan-bulan terakhir ini, aku merasa banyak tertahan sama emosiku sendiri. Spesifiknya masalah penerimaan. Perasaan diakui. Yang ternyata aku membutuhkannya. Maybe setiap orang butuh pengakuan dari orang lain. Kalian butuh gak sih? Kok aku butuh ya? Hahahaha.
I know itu sebenarnya salah. Pengakuan seharusnya hanya valid yang asalnya dari diri sendiri. Gak usah peduli sama validasi orang lain. Yang ada nanti kecewa.
Nah, itu yang saya alami kemarin. AKU KECEWA! Hahaha
Jadi kasusnya sebenarnya simpel. Si N suka telek lencung, aku suka telek kucing. Trus si N jago banget mempresentasikan telek lencung sampe aku akhirnya riset tentang telek lencung juga.
Awalnya baik-baik saja. We had fun! Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, kami membahas telek lencung dengan sangat antusias!
Lalu datanglah hari itu, yang wicis kemarin, aku BARU SADAR kalau HANYA AKU yang effort untuk menyukai telek lencung! Sementara si N cuek aja ketika aku ngebahas telek kucing. Secara pertukaran energi, HAL ITU BURUK buat aku, dan baik buat si N. OMG!
Pantesan tenagaku terkuras tanpa sadar. Si N dapat energi tambahan dari aku, sang matahari yang menyinari dunia ini! Sementara aku, turun BB sampe 10 kg! Secara alam bawah sadar, otakku merespons peristiwa ini sebagai darurat! Karena ternyata aku TERPAKSA suka telek lencung karena biar akrab sama si N.
WTF!
Lalu di suatu sore, curhatlah aku sama si W mengenai si N yang kurang effort sama pertemanan aneh ini.
Awalnya seru! Si W lumayan antusias menanggapi. Si W bilang pertemanan itu harus saling respek. Gak bisa salah satu effort, satunya cuek. Gak bisa!
Namun entah kenapa instinct Leoku menyala tajem banget sore itu. Aku mencium ada sesuatu yang mencurigakan ketika aku ngebahas sesuatu yang seharusnya dia relate, tapi ternyata dia CUEK juga!
Jadi aku dan si W sama-sama suka telek kebo. Ketika si W mempresentasikan telek kebo milik dia, aku sedemikian antusiasnya menanggapi, mengomentari, bahkan ngasih nilai, yang tak jarang aku bilang bagus! Okay! Gujab!
TAPI, ketika aku ngasih tahu telek kebo punyaku, dia CUEK! Ngebuka aja NGGAK MAU! Bahkan ketika aku sudah ngasih kode, tolong liat, dia malah dengan semangat ngasih telek kebo punya dia! Yang wicis AKU GAK DIDENGAR SAMA SEKALI! WTF!

Dan setelah aku flashback berbulan-bulan sebelumnya, aku BARU SADAR kalau selama ini AKU GAK PERNAH DIANGGAP! Yang terjadi adalah AKU SUPPORT SI N DAN SI W. Sementara mereka GAK MENGANGGAP AKU ADA!
Kalaupun mereka mengatakan, aku support penuh, itu hanya angin lalu. Mereka mengucapkannya TANPA EKSYEN. Hanya basa-basi. Hanya formalitas.
Semua akhirnya terungkap juga ketika aku nanya ke si N, kenapa si B (temenku satunya lagi) gak pernah curhat sama aku? Si N menjawab, Mas Ndop itu cuman teman escape saja. Jadi mas ndop hanya dijadikan PENGHIBUR saja. That’s it!
Bukti “support” ngapusi selanjutnya adalah ketika malam itu aku butuh banget teman ngobrol pas istirahat mural, jam 1 pagi, mereka masih bangun kok suwer! Tapi gak ada satu pun yang menghampiri. At least menjenguk bentar aja. Aku malam itu bener-bener SENDIRIAN!
Itulah kenapa dua hari ini, Sabtu dan Minggu, aku bener-bener pengen memanjakan diri sendiri. Aku matiin handphone. Lihat kompetisi Standup Comedy Moji di youtube sampe ngakak kenceng banget! Trus dengerin Mariah Carey sepuas hatiku, menyanyikannya dengan riffs and runs sebisaku, umbah-umbah sambil nyetel IWA K, sambil ngerap juga!
Aku inget, temenku musisi (he is a REAL MUSICIAN!) bilang, aku bisa nyanyi kok! Bahkan aku sempet ngeband sama NOVAN dan rekaman beberapa lagu. The result is not bad at all! Saat itu, apresiasinya bukan palsu. Of course gak selevel penyanyi profesional. Tapi at least gak buruk. Gak guyon. Gak formalitas.
Dan ternyata ini bedanya kalau curhatnya sama millenials. We know how to respect each others! Soalnya tiap orang punya problem masing-masing. Dan saling respect itu hal terpenting dalam pertemanan!
Ngebahas telek lencung sama si N? Yang ada malah ideku dicuri, dimodifikasi, hasilnya buruk! Setelah aku komen, kok kamu nambahin ini di part belakang sih? Jelek pula! Kan sudah aku kasih contoh, kenapa gak ditiru aja?
My negative thought bilang kalau dia maunya nyuri idenya aja. Biar gak ketahuan mencuri, dia paste di tempat lain, seolah-olah itu ide dia. Dan ternyata hasilnya buruk! HAHA. SOKOR! Dikasih saran bukannya makasih, malah DIEM-DIEM AJA. Bahkan nyuri!
Sumpah, pikiranku lagi jahat banget! Walaupun instinct Leo-ku mengatakan HAL ITU YANG SEBENARNYA TERJADI!
Aku sehebat itu for the sake of creativity. Sayangnya, hanya ketemu orang yg kurang embrace sama kehebatan temannya. Entah teman apa bukan? Sepertinya cuma dianggap mas-mas tua bangka yg bertugas ngasih ketenangan.
Minta bukti lagi?
Akhir-akhir ini si N sering update tentang TELEK KELINCI yang sering kubahas ketika dia lagi stress zaman dahulu kala. Dulu dia CUEK saja. Nanggepi tapi sambil lalu. Eh, sekarang dia baru UPDATE tentang TELEK KELINCI without giving my credits!
Bukti lagi?
ADA! Baru-baru ini aku udah ngasih tahu kalau TELEK BABI itu buruk banget! Dia sepertinya GAK PERCAYA. Trus setelah dia buktikan sendiri, dia cerita panjang lebar kalau TELEK BABI beneran buruk without my credits!
I mean, KENAPA GAK BILANG, “MAS NDOP, TERNYATA PENDAPATMU TENTANG TELEK BABI BENAR ADANYA!”. Itu namanya RESPEK! Si N nulis panjang lebar keburukan telek babi seolah-olah dia menemukan HARTA KARUN SENDIRIAN! Padahal akulah yang ngasih tahu sebelumnya!
Hal itu SAKIT LO! SUWER!
Dan sumpah ya, setelah aku nemu PROBLEM ini, ternyata selama ini aku DIGINIIN sama banyak orang! KENAPA BARU SADAR YA ALLOH! MAKASIH! Hahaha
*menghela nafas panjang*
Jadi, what’s next mas ndopku?
FIRS TEVOL, aku GAK AKAN MENYALAHKAN si N, W, dan lain-lain, yang aku salahkan DIRIKU SENDIRI. Karena aku MENARUH EKSPEKTASI yang bernama RESPECT EACH OTHER. Kirain kalau aku respek, jujur, maka orang lain akan membalas hal yang sama. NO NO NO.. Gak begitu ternyata.
Maka, kuot di bawah ini adalah PONDASI (lur):
Ketenangan sejati muncul ketika kamu berhenti mencari pengakuan dari luar dan mulai percaya bahwa dirimu sudah lebih dari cukup.
Maka aku akan..
Masih. Masih akan berteman dengan mereka semua. Bedanya cuma WITHOUT EXPECTATIONS!
Sebenarnya sudah pernah kulakukan. Tapi gatau kenapa kemarin bocor aja. Salahku sendiri sih, kenapa gak balas cuek juga? IYA YA! NGAPAIN JADI MATAHARI TERUS SIH? Mending sinarilah dirimu sendiri NDOP! Sama lingkungan sekitar! HAHAHA
Dan of course, aku akan fokus lebih intens lagi ke myself, kayak sebelum kenal mereka semua. Ngafe (kalau bisa) sendirian aja. Ketemu temen ketika ngafe, syukur. Nggak, juga syukur. Lebih banyak mendengarkan musik KESUKAANku lagi. Lebih banyak nyanyi lagi.
Di Ndop Studio itu ada lengkap alat karaoke yang suaranya lumayan. Jadi kenapa gak have fun? 🎶
IYA JUGA YA!
BONUS FOTO

Mas Ndop, kamu hebat!

Makasi ya! Kamu juga hebat!


