Hidupku Pilihanku
Judulnya bagus ya? Kepikiran mau nulis ini karena Minggu kemarin di Cafe baru Ayani Nganjuk, Karsa, yang buka 24 jam, tiba-tiba sadar satu hal: “Jangan-jangan hidup yang aku alami sekarang, memang pilihanku?”
Trus tiba-tiba merinding. Langsung fleshbek ke keputusan hidup yang aku pilih beberapa waktu yang lalu. Contoh simpel ya, ngasih utangan ke orang sebesar 5 juta di 22 Oktober 2022. Hanya karena dia pernah utang 15 juta bertahun-tahun sebelumnya. Saat itu, kalau aku gak ngasih utang, dia bakal dipenjara! Serem ya. Jadi terpaksa aku kasih. Dan untungnya balik semua sudah lunas!
Utang lagi 5 juta. Pikirku yang ini lebih dikit. Jadi dia akan lebih gampang melunasi. Eh, faktanya 4 tahun berlalu, belum dibayar seratus perak pun! WTF! Kalau ekonomiku baik-baik saja, kalau tabunganku sekarang di atas 3 juta, aku masih okay. Karena masih bisa hidup sebulan ke depan. Lha ini, tabunganku cuma sejuta sekian. HAHAHA. Bulan depan bisa hidup merupakan sebuah mukjizat Gusti Alooh Yang Maha Kaya! Hahaha
Tapi, instead of menyesali pilihanku saat itu, mending mengambil pelajaran saja untuk diterapkan sekarang dan masa depan. FYI, saat ngasih utang itu, ekonomiku memang sedang baik-baik saja. Kayaknya masih punya uang di atas 15 juta di tabungan. Jadi aku enteng-enteng aja ngasihnya.
Gak disangka, sekarang begini, aku butuh uang untuk kenyamanan, eh uangnya kepakek buat orang lain! Sesuatu yg gak bisa aku kontrol! WTF banget ya! HAHAHA.
Makanya bisa dimaklumi kalau aku pelit banget sama uang makan. Sampe berat badan turun 8 kg. Gila itu bayak banget! Temen Madiun sampe bilang, “Jangan keterusan kurusnya ya!” I know bro, aku ngerasa jelek banget kalau kurus. Tapi mau gimana lagi. Uwangku belum nyampe di level menenangkan. Huhuhue.
Pas di Cafe Karsa itu, aku mulai mikir untuk merevisi mindsetku. Aku pernah melukis quot “I am Abundant”. Yang artinya, aku berkelimpahan. Lukisan bulat itu aku pajang di atas kasur. Lukisan itu seharusnya jadi mindset hidupku. Tertanam di alam bawah sadarku. Tapi kok akhir-akhir ini nggak ya? Kenapa nih?

Lukisan “I am Abundant” ini dijual loh!
Acrylic on canvas. Ukuran 25×25 cm. Hubungi 08113666138
Sepertinya mindset I am abundant berbenturan dengan gaya hidup slow living yang aku jalani sekarang. At least itu terjadi di otakku. Orang lain mungkin berfikir dua-duanya. Kalau di aku, efeknya meniadakan. Berkelimpahan artinya gak ngerem, lossss, optimistic, yaqin! Sementara slow living lebih santai, mindfulness, merasa cukup, segini aja gak papa.
See the different?
So, aku harus gimana ini? Kedua mindset itu aku suka! Yang satu jadi bikin kita tenang tapi uang harus banyak jadi harus ngejar materi. Satunya bikin santai gak perlu ngoyo ngejar dunia tapi ya harus ngirit. Pilih yang mana enaknya? HAHAHA
Bentar merenung dulu..
Okay aku nemu jawabannya. Aku akan pake dua-duanya! HAHAHA serakah banget! Jadi mindset abundant akan aku pakai ketika mau belanja kebutuhan makan. Karena aku sudah di tahap menyiksa diri karena suka menahan lapar. Bahkan mengabaikannya. Menggantikannya dengan minum air atau ngemut permen kopiko! So, ketika mau belanja makanan, aku harus ihlasin seoptimal mungkin! Gak boleh ngerem lagi yaaa!
Sementara mindset slow living akan aku pake ketika kerjaan gak kunjung datang. Jadi aku santai saja menikmati hidup sambil Netflix and chill. HAHAHAH
Goalnya adalah KETENANGAN. That’s it! Jangan ada celah untuk mengeluh tentang hidup, mengeluh tentang rezeki, toh ini juga pilihanku sekarang.
Aku berterima kasih atas pilihan² hidupku:
- Suka menggambar sejak kecil. Walaupun di era itu, pekerjaan menggambar atau melukis bukan pekerjaan yang seksi secara keuangan dan prestis. Rambut gondrong, gak pernah mandi, rumah miskin, aaaaish, tidak seksi!
- Menerima orderan menggambar wajah pakai pensil ketika SD, MTsN, SMA, Kuliah! Karena dari situ, pas aku belajar ngevector wajah, waktu mahirnya jauh lebih cepet dibanding orang yg gabisa nggambar wajah manual.
- Masuk SMADA Nganjuk! I break my family rules! Di keluargaku, anak-anaknya wajib sekolah agama sampe jadi guru ngaji, ahli hukum agama, atau kyai! Untungnya aku gak milih jalan itu. Cukup 3 tahun saja di MTsN, itu aja capek banget! Masa di situ aku gak belajar bisa ranking 1 parallel? Haha. Di SMADA Nganjuk, aku mulai menunjukkan gairah sekolahku. Murid-murid di sekolah favorit se-Nganjuk terbukti pinter-pinter. Beda banget sama MTsN. Semangat juangku tumbuh! Dan aku lumayan berprestasi di SMADA. At least always 10 besar di kelas!
- Memutuskan DO kuliah juga aku syukuri. Teman-teman kuliahku sekarang “terjebak” di pekerjaan korporet yang menurutku sangat sibuk dan stress. Walaupun aku yakin mereka hepi memilih itu. Buat aku sih nggak ya. Hahaha. Gudlak for you gais! I miss you all temen kuliah Statistika ITS 2002! Haha
- Kabur dari rumah dan kerja di Bali! Oh ini keputusan paling hebatku sih! Gak peduli dicap durhaka. Asal aku gak merugikan siapa-siapa, why not? Toh ini hidupku. Aku bertanggung jawab atas pilihanku!
- Kabur dari perusahaan fashion karena kecapekan juga pilihan yang bagus! Di Bali, aku kerja Senin sampe Sabtu. Dari jam 8 pagi sampe 5 sore (waktu Bali). Libur sehari doang aku buat tiduran seharian. Senin balik kerja lagi. Bahkan sebulan terakhir sebelum kabur, aku kerja sampe jam 9 malem karena lemburan! GILA! Setelah kabur, aku freelance di rumah sampe sekarang! I feel free! Freedom!
- Beli rumah a.k.a Ndop Studio adalah keputusan paling mindblowing! Gara-gara ini, uangku terkuras habis! Tapi secara mental aku better dibanding tinggal sama ortu. Walaupun sempet gak aku tinggalin setahun karena ngambek! Namun, akhirnya 2022 aku tinggal di sini sampe sekarang!
So, itulah beberapa pilihan hidupku yang layak aku syukuri, layak aku ucapkan terima kasih. Karena memutuskan itu butuh keberanian. Bayangin, pas mutusin kabur dari kuliah dan akhirnya DO? Oh itu keputusan yang sangat tidak gampang. Aku sempet mengurung diri, mengisolasi diri selama berbulan-bulan, gak ikut lebaran, gak mau ketemu sodara, karena malu, merasa gagal sebagai manusia, gak pantes gabung sama keluarga besar karena mereka hidupnya lurus-lurus saja, bahkan ekstrimnya sempet mau suwesaid juga loh! Gila kan! Hahaha
So, aku yang sefreedom sekarang ini sudah melalui banyak ap sen dauns (ups and downs) yang gak banyak orang tahu walaupun itu keluargaku sendiri. Because, selain karena mereka gak peduli sama ceritaku, mereka juga tahunya aku selalu terlihat baik-baik saja. Bahkan ketika cerita sedih, biasanya aku nyeritainnya sambil ketawa-ketiwi. Hahaha.
Terima kasih aku. Terima kasih atas pilihan-pilihan hidupku. Gak semuanya pilihan yg bagus. Pilihan-pilihan yang kureng juga banyak. Tapi yang pasti semuanya ngasih pelajaran hidup for me to be a better creature!
وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


