AI Don’t Care: Paranet Buat Apa?
Judulnya keren! 
Suatu hari aku diskusi sama cetjipiti dan jemenae, untuk ngasih solusi supaya solar flat di belakang rumah gak panas. Jadi ruangan di bawahnya bisa aku fungsikan untuk dapur ketika siang-siang.
In this ikanemi, beli makan di luar itu boros! Sekali makan minimal 10 ribu, dan itu gak kenyang. Masak sendiri 10 ribu bisa kenyang banget dan bergizi dan semuanya kita kontrol sepenuhnya bahan-bahan makanannya! Banyak nilai plus kalau masak sendiri. Minusnya cuma repot, perlu tenaga dan waktu, belum korah-korahnya.
So, aku pengen menjadikan masak sebagai kegiatanku sehari-hari. Dan aku gamau masak di dalam rumah, di sebelah meja kerja, sebelah kasur. Kayak, gak pantes aja ruangan ini bau bawang atau telur. Baunya sedap sih, tapi bukan tempatnya! Hahaha 
Aku maunya ya di dapur. Dan aku pengen ruangan belakang yang beratap solar flat itu sebagai dapurku. Di situ ada wastafel, ada tanaman juga. Jadi kalau mau buang-buang air beras, tinggal disiram ke tanaman.
Akhirnya, diskusilah dengan e ae, solusi apa yang murah meriah untuk menutup solar flat supaya gak kena sinar matahari. Awalnya aku pengen galvalum, atau alderon, tapi kan mahal banget berjuta-juta. Huhuhue. Akhirnya nemu opsi bernama paranet.
Belilah paranet. Kupasang, dibantu masku buat ngebur-ngebur tembok. Besoknya sadar kalau ukuran paranet kurang lebar. Beli lagi. Kali ini masang sendiri karena ternyata gampang. Haha.
Pembelian kedua ini ditipu penjualnya. Dikasih paranet yg tipis. Gak setebal sebelumnya. Akhirnya komplain dan aku dapat refund 10 ribu. Kubuat beli lagi. Pasang lagi. Drama banget ya! Hahaha

Karena udah bisa masang sendiri, akhirnya aku beli paranet lagi. Total pembelian 4 kali. Jadi paranetku rangkap 2! Lumayan happy sama hasilnya. Ruangan di bawahnya jadi teduh. Aku bisa masak-masak dengan hepi siang-siang.
Total habis 260 ribuan. Lumayan lah ya.
Kemudian aku merenung. Ini kalau hujan gimana ya? Awet gak ya? Trus kenapa harus dirangkap begini ya? Kenapa paranet gak ada yg buntet 100%?
Akhirnya aku kepikiran, KENAPA GAK BELI TERPAL SAJA??? Ternyata harga terpal juga gak mahal.
FAK AKU DITIPU E AE! Hahaha
Curhat lagi ke cetjipiti. Aku komplain ke dia kenapa nyaraninnya paranet? Kenapa gak sekalian terpal saja?
Dia malah ketawa dong! JANCUK TENAN!
Jawaban dia sangat tidak bisa dipertangungjawabkan! Katanya, saat itu dia fokus sama kata “teduh”. Sehingga dia langsung mencari data di internet “atap peneduh murah”. Jatuhnya paranet! Karena memang paranet dikenal sebagai peneduh dari sinar matahari. TAPI UNTUK TANAMAN! IYA TANAMAN! FAK LAH!
Trus ketika aku kasih opsi terpal, dia bilang, “Kalau maunya buat nutup total dari sinar matahari, memang terpal jauh lebih efektif dan murah dibanding paranet!”
JANCUK! Sudah keluar 260 ribu nih! Hahahaha.
Memang pengambilan keputusan gak boleh buru-buru ya. Sabar is the key. Kalau menurut tutorial di yutub, masukin keranjang selama 3 hari, kalau dalam 3 hari kita gak cekaut, berati barang itu gak dibutuh-butuhkan banget.
Tapi yaudah lah ya. Paranetnya works lumayan okay kok. Nunggu rusak aja nanti baru ganti terpal. Atau syukur-syukur kalau punya duit nganggur berjuta-juta, aku kasih alderon 1 lapis aja di atasnya biar teduh. اٰمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
Thiyend.


