Marah Nonton Laut Bercerita
Aku sebenarnya lagi gak pengen nonton film, in this ikaanemi, tapi kemarin pas servis aiped peroku, kok gak bisa ditunggu nih. Maybe karena antri, atau karena memang prosesnya lama. Masang touchscreen iPad itu perlu 2-4 jam. Untuk ngeringin lemnya sampe sempurna, bahkan bisa 24 jam (sumber: cetjipiti).
So, gak bisa ditunggu. Daripada aku langsung pulang padahal baru mak nyuk nyampe Madiun, akhirnya aku buking tiket nonton deh! Pilihan film langsung kepada Laut Bercerita. Karena algoritma sosmedku mengarahkanku nonton film itu. Dari story instagram temen, status watsap temen, yutubnya panji, yowis lah yuk gas nonton tanpa lihat trailer sama sekali. Hahaha.
So, aku bener-bener kosong gak ada gambaran apa-apa sama film ini. Pas di CGV, habis cetak tiket, aku sempet ngintip trailer beberapa detik lalu duduk lagi. Oh tentang demo. Okay udah kebayang ini film tentang apa. Tapi tetap no klu ya.
Daaaannn… aku pengen gak spoiler tapi gimana caranya ya? HAHAHA
Karena aku anak wizuwel (visual), jadi aku fokus sama gambarnya dulu. UUUUGH banget! Sangat spesifik! Jarang banget, atau mungkin ini satu-satunya film Indonesia yang gambarnya berwarna begini, dengan karakter gambar yg begini, bahkan aku merhatiin MATANYA tidak bersinar. Kayak redup gitu, SEMUANYA! Kecuali pas film agak menjelang akhir, mata-mata itu jadi bersinar lagi.
Kayaknya sengaja dibikin begitu untuk menunjukkan HOPE atau HARAPAN. Semakin menjelang akhir, harapan itu semakin nyata. WOW, aku sedetail itu! Hahaha
Trus, Mbak Dian, alias Kinan, mukanya dibikin sekumus-kumus itu, padahal yang lain biasa aja. Itu menurutku keren sih! Biar penonton gak fokus sama kecantikan Dian. Tapi ke perannya yg sangat penting. Kinan di sini jadi semacam pentolan sebuah grup pergerakan.

Isinya anak-anak muda yg gemar membaca, menulis, dan membela rakyat yg lemah. Yang apesnya, kegemaran itu justru menjadi ancaman sebuah negara. Kalian pasti tahu negara mana ituuu. Negara yang takut rakyatnya pinter, takut rakyatnya berani, takut rakyatnya spikap the truth.
Karena kalau semua rakyatnya gemar membaca, trus rakyatnya jadi pinter, maka negara itu akan dipimpin sama orang yg bener. Karena rakyat tentu akan memilih pemimpin yg bener. Akan memilih orang yg baik dan membela yang lemah. Bukan yang ngasih duit 50 ribu.
Okay sayangku cintakuuu..
Dan orang-orang jahat gak suka ini! Maka ketika ada pergerakan yg berhubungan dengan memintarkan rakyat, HARUS DIBUMIHANGUSKAN!
Saat itu ada kasus pergusuran tanah petani di sebuah desa. Trus anak-anak muda ini datang untuk ngasih support berupa pembelaan, penolakan. Tapi karena musuhnya membawa bedil, sangat ouwer pauwer! Akhirnya gagal deh. Tapi gak nyerah ya. Hanya menyusun strategi yg lebih okay lagi.
Saking takutnya sama anak muda pinter-pinter ini, akhirnya mereka (si anak muda pinter) jadi buron. Dicari ke manapun mereka berada. Si anak muda pinter ini berpencar ke seluruh wilayah bahkan luar pulau. Sampe bikin KTP baru. 
Namun saking overpowernya negara itu, intel di mana-mana, akhirnya mereka ketangkep, diculik, disiksa, disuruh ngaku siapa yg membiayai, ugh.. part ini aku marah banget! Takut juga! Dan bener-bener hopeless gaisss..
Negara saat itu dipimpin pemimpin abadi yang sangat semena-mena karena powernya. Si anak-anak muda ini cuman pengen keadilan sosial bagi seluruh rakyat saja. Sesimpel itu. Gak main paksa. Pengen merdeka dari tekanan-tekanan. Dan mereka cuma ngandalin buku, tulisan, dan menulis. Gak ada senjata apapun! Gak ada bedil. Cuman ilmu pengetahuan. Setakut itu kah sama ilmu pengetahuan? OMG!
Suka banget sama ekting-ekting mereka semua. Sangat natural. Reza Rahadian, Dian Sastro, Eva Celia, Ben Nugroho, Kevin Julio, Christine Hakim, Arswendy, trus ada Idgitaf Yunita Siregar, Yoga Pratama, Uuuugh.. Semua pemainnya TOP NOTCH NON STOP MAKE IT HOT!
Ada adegan ambung-ambungan beberapa kali ya gais, makanya ini film untuk tujuhbelas ples. Trus ada adegan sempakan doang. Trus adegan kekerasan of kors! Banyak!
Setting filmnya tahun 1991-2001, pas 10 tahun. Dari awal membentuk pergerakan, aksi membela petani yang digusur, lalu masa penculikan, lalu..
Nah, usaha mereka gak sia-sia kok. Akhirnya berita hilangnya pemuda pinter hoby baca dan nulis ini tersebar ke mana-mana. Menciptakan gelombang besar (besar BANGET!) yang akhirnya berhasil menumbangkan penguasa. OH WOW! We need that NOW!
Sayangnya, penculikan itu, sampe film selesai, belum terungkap. Keluarga Biru Laut (Reza) gak tau anaknya hilang di mana. Penonton tahu sih! Kalian akan tahu. Trus ada dua yg dibebasin. Mas fotografer (Alex) sama sahabat Laut (Daniel). Mungkin mereka dibebasin karena polos aja ya. Dan gak berdampak besar terhadap rezim.
SISANYA ILANG!
Namun semangat perjuangan gak ikut ilang, tetap ada sampe detik ini. KEREN! MENYALA TERANG!
Aku suka details di film ini. Kayak radio, kaset, piring bunga, mangkok ayam jago, piringan hitam, telepon rumah, telepon umum, pager (tidiiit), baju-bajunya, style rambut, make up, menggambarkan era 1990-an secara akurat.
Tapi bener sih, aku sebagai penculik juga akan nanya, siapa yg mendanai pergerakan ini, soalnya pager itu tidak murah ya! Pager itu barang mewah ya! Tapi kalau melihat ortunya Laut punya piringan hitam sih, udah dipastikan mereka sudah kaya raya saat itu. Apalagi adiknya Laut, si Asmara, kuliah dokter, dan kuliah dokter itu mahal, so…. okeeee…
Penonton dibiarkan menebak-nebak siapa yang mendanai pergerakan Winatra itu.
Ouwerol, film ini BAGUS! 9/10!
Cuman ada satu yg kayaknya harus dijelasin, kenapa negara setakut itu sama orang pinter. Minimal ada satu orang bego (kayak aku misale), yang nanya, kenapa ya, negara ini takut sama anak muda gemar baca kayak kita? Trus dijawab karena ini ini ini.. Begitu.. Biar orang bego (kayak aku) jadi paham film ini arahnya ke mana..
Oke deh. Selamat menonton dan JANGAN BERHENTI SPIKAP di sosmed!


