Plugins Bikinan AI (Chatgpt dan Gemini)

Total sudah 2 plugins yang dibuat AI (ChatGPT dan Gemini) di blog ini. Gara-gara plugin yang tersedia gak sesuai yang aku harapkan.

Plugin Bikinan AI - Gemini dan ChatGPT

Plugin bikinan ChatGPT dan Gemini.
Yang bawah aku deactivate karena belum perlu digunakan.

Jadi dulu aku install plugin custom smilies, yang umurnya (sepertinya) sudah belasan tahun. Developernya (pembuatnya) sepertinya udah pensiun ngurusin pluginnya, sehingga gak update mengikuti updatean WordPress. Resiko developer gak update plugin adalah si plugin jadi mudah disusupi kode jahat dari heker. Ada celah keamanan di situ.

Dan beneran, diduga karena plugin itulah akhirnya blogku sering banget redirect ke situs iklan. Kadang judi online.

Akhirnya, aku suruh ChatGPT bikinin plugin kastem smilies. Dikasih nama: Ndop Custom Smilies (Anti-Hacker) dan berhasil!

Berbulan-bulan kemudian, aku pengen nambahin tombol di halaman “add post” supaya smilies itu bisa diklik dan kodenya langsung muncul di postingan. Biar aku gak perlu mengingat kode smiliesnya.

Namun kali ini aku minta bantuan Gemini. Karena ChatGPT (mungkin karena dia merasa lebih frendli sehingga banyak yang pakai) sekarang kan terbatas. Gak bisa “unlimited” chat kayak Gemini. Takutnya kalau minta ke ChatGPT, ketika ada revisi kode, eh kena limit chat. Kan capek harus nunggu beberapa jam/ganti hari. :tidur:

So, soal curhat memang masih unggul ChatGPT karena dia suka ketawa HAHAHA. Kalau soal teknis, aku lebih suka Gemini karena (so far) bisa unlimited chat! Jadi bisa sampe tuntas sampe aku gak tau ngomong apa lagi. Haha

Dan permintaan Custom Smilies yang bisa diklik di postingan pun terealisasi dengan ganteng dan rapih:

Ndop Custom Smilies

Ndop Custom Smilies buatan ChatGPT & Gemini

Ih suka aku! Makasih ChatGPT dan Gemini! :hug:

Selain itu, aku juga risih sama thumbnail di blog ini yang ternyata jumlahnya 70 ribu lebih! :shock:

Bayangin ada files sebanyak itu di cpanelku! Walaupun niatnya bagus sih. Biar loading blog ini enteng. Tapi jumlah file “sampah” sebanyak itu sudah gak rilet zaman sekarang.

Koneksi internet udah makin cepet. Konten sekarang juga sudah berupa video. Jadi ngapain ukuran gambar (misal) 2 MB dipermasalahin?

Akhirnya aku minta kode dari ChatGPT dan Gemini (ganti-ganti) untuk “memaksa” blogku untuk memanggil gambar dengan ukuran aslinya. File gambar aslinya. Bukan hasil generate thumbnail.

Dan berhasil! :dance:

Kalian akan melihat seluruh gambar di blog ini tajam banget walaupun itu thumbnail. Karena memang yg diload adalah gambar aslinya.

Lalu, supaya gak over capacity, aku minta dibuatin plugin untuk meresize semua gambar di blog ini ukurannya maksimal 1200 px. Jadi gambar-gambar yg lebih dari 1200px akan diresize menjadi 1200px. Yang lebih kecil, diskip.

Dan berhasil lagi! Keren ya AI tuh! Hahaha :dance:

Belum selesai. Aku minta kode lagi untuk wordpress, theme, atau siapalah dia, untuk melarang men-generate thumbnail lagi. Jadi biarlah file gambar asli saja yang ada di Cpanel. Dan berhasil! Yes! :rock:

Terakhir, aku minta kode menghapus seluruh thumbnail “sampah” yang jumlahnya 70 ribu lebih itu di folder uploads. Awalnya Gemini ngasih tahu plugin, tapi gak berhasil. Akhirnya dia bikin php sendiri. Suruh upload di folder public_html. Trus aku disuruh manggil php itu di broser.

Dan tara! 76 ribu lebih file thumbnail terhapus! Dan secepat itu! Padahal sebelum pakai plugin ini itu prosesnya lama bangeeeet. :siul:

Selama diskusi dengan Gemini atau ChatGPT, aku jadi belajar dikit-dikit soal WordPress. Bahwa setiap kali kita upload gambar di wordpress, ternyata dia mengenerate otomatis Thumbnail-thumbnail yang jumlahnya 9! Bayangin dalam 1 postingan ada 5 foto aja, berati di Cpanel ada 45 foto! Yang kepakek cuma 5! Sampahnya 40! Gila ya! :takut:

Trus, plugin image resize, wp-optimize, bikinan developers di luaran sana, juga SENENG BANGET men-generate thumbnail baru atas alasan “optimasi”. Padahal sama aja dia menciptakan “sampah” baru. Yang ujung-ujungnya bukan optimasi, tapi produksi! :doh:

Selain itu, blogku yang sekarang ini templatenya juga hasil ngoprek sendiri dengan bantuan ChatGPT dan Gemini. Jadi tahu fungsi !important. Jadi hobby banget inspect element. Jadi tahu fungsi z-index. Seru! Dapat ilmu baru! :ampun:

Ndop Point Theme

Yang terbaru, aku lagi galau antara:

  1. Langganan hosting lagi tapi di penyedia hosting lain. Karena tarif hosting di Namecheap (yang aku pakai sekarang) mahal gais! 55,88 dolar! Alias ±SEJUTA pertahun! Di penyedia hosting lain, kandidatku rumahweb dak kom, under 200 ribuan setahun. Make sense untuk blog pribadi yang trafiknya gak rame, dan umurnya sudah 18 tahun ini!
  2. Dibikin statis aja. Jadi cukup bayar domain aja tiap tahun yang cuma 180 ribuan. Resikonya cuma agak ribet kalau mau posting baru. Prosesnya gak sat set posting!

Opsi pertama okay sih. Resikonya cuman kalau kena hack aja. Itu bikin badmood dan was-was seminggu! Tiap hari ngecek apakah masih redirect apa nggak. Dan hal ini stressfull! :cry:

Opsi kedua keuntungannya ya tenang tentram sentausa bebas heker! Karena dibikin statis. Jadi hampir mustahil untuk disisipi kode-kode iklan atau situs judi. Plus, kolom komentar otomatis mati. Kalau ini sudah aku matiin sejak beberapa bulan yang lalu karena capek hapus ratusan spam setiap hari. :hipnotis:

Keknya sih aku pakai opsi pertama aja. Wait and see apaka di Rumahweb itu blogku aman-aman saja. Menurut AI sih, rumahweb okay banget buat blogku. Harganya make sense. Bukan yang murahan. Tapi juga bukan yang overpower. Mengingat blogku kan buat diriku sendiri. Gak ngejar trafik.

Masa aktif hosting di Namecheap masih sampe 14 November nanti. So, maybe akhir bulan Oktober ini baru decide enaknya dibikin statis apa pindah hosting yg lebih murah saja.

Atau… bayar aja 680 ribu itu ke Namecheap? Kan sekarang aku kaya raya bergelimang harta lagi? HAHAHAHA :mataduitan: