<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sang Vectoria Jenaka™ &#187; terjun</title>
	<atom:link href="http://dzofar.com/tag/terjun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dzofar.com</link>
	<description>Jasa gambar vector, edit foto jadi kartun, cerita-cerita konyol dan bodoh, pesan gambar vector,</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 10:19:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Refreshing ke Wisata Air Terjun Sedudo Nganjuk</title>
		<link>http://dzofar.com/2010/06/27/refreshing-ke-wisata-air-terjun-sedudo-nganjuk/</link>
		<comments>http://dzofar.com/2010/06/27/refreshing-ke-wisata-air-terjun-sedudo-nganjuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 00:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndöp™</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengalamannya ndöp™]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[kali]]></category>
		<category><![CDATA[nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[ngliman]]></category>
		<category><![CDATA[sawahan]]></category>
		<category><![CDATA[sedudo]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzofar.com/?p=1413</guid>
		<description><![CDATA[<a href=http://dzofar.com/2010/06/27/refreshing-ke-wisata-air-terjun-sedudo-nganjuk/><img src=http://i741.photobucket.com/albums/xx54/dzofar/1resize.jpg class=imagebox hspace=5 align=left width=130  border=0></a>Akhirnya sodara-sodara setelah 6 bulan ndekem di kamar isolasi, mas ndop yang sudah terkenal dengan blognya yang super itu berwisata juga. Ada niatan mau wisata ke Wisata Bahari Lamongan, tapi kemarin itu masku mengajak ke Sedudo, wah wah ya nggak nolak 1000 persen! Budal wis pokokmen&#8230; Lumayan mandi di sedudo yang dingin bisa membuat pori [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya sodara-sodara setelah 6 bulan ndekem di kamar isolasi, mas ndop yang sudah terkenal dengan <a href="http://dzofar.com">blognya yang super</a> itu berwisata juga. Ada niatan mau wisata ke Wisata Bahari Lamongan, tapi kemarin itu masku mengajak ke Sedudo, wah wah ya nggak nolak 1000 persen!</p>
<p>Budal wis pokokmen&#8230; Lumayan mandi di sedudo yang dingin bisa membuat pori pori kulit mengecil dan diriku akan tampak lebih muda 10 tahun.. hahah&#8230; *jadi kayak bayi 3 tahun dong? khan diriku masih esempe&#8230; <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/pukul.gif' alt=':pukul:' class='wp-smiley' /> *</p>
<p>Setelah menunggu sampai jam setengah sebelas pagi, budallah saya dan kawan-kawannya istrinya masku ke Sedudo. Kenapa nunggu lama? Soalnya banyak hal yang harus dipersiakan kalau mau ke Sedudo. Performa motor harus benar-benar OK. Soalnya jalan menuju ke sana sangat membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. </p>
<p>Saya dibonceng sama temannya masku. Sampai di jalan yang menanjaknya minta ampun dan tidak berkelok sama sekali, nyerahlah kami berdua dan saya pun musti turun motor untuk jalan kaki saja. Hiyaaaaah, baru jalan kaki 100 meter aja, tubuhku yang menggemuk ini sudah sangat amat lelah sekali banget! Hohoho&#8230;</p>
<p>Aku jalan kaki sendirian dan dijemput menggunakan motornya masku yang lebih sip performanya. Menujulah ke Sedudo yang indah nan permai itu. Suasana yang dingin membuat rasa lelahku yang tadi langsung hilang sirna. Suasana yang indah membuatku tak tahan untuk menumpahkan hasrat narsisku yang selama ini terpendam&#8230;</p>
<p>Dan taraaaa&#8230;. </p>
<p><img src="http://i741.photobucket.com/albums/xx54/dzofar/1resize.jpg" alt="mas ndop dan masnya, mas malik di Sedudo" /></p>
<p>Hehehe&#8230; bagus banget khan panoramanya. Itu yang sampeyan lihat di photo hanya dua dimensi lo, kalau sampeyan ke sana sendiri dan melihat dengan mata sendiri, jauh jauh jauh lebih menakjubkan&#8230; Kesan tiga dimensinya dapet banget dah pokoknya kalau ngelihat pakek mata sendiri.. *ya jelas lah ndoop!!!*</p>
<p><em>Apakah saya akan nyemplung?</em></p>
<p>Sudah tidak bisa diragukan lagi. Mas ndop langsung <em>mlencing</em> menuju kamar mandi dan salin baju. Hanya dengan menyerahkan uang 1000 an, mas ndop sudah berubah menjadi manusia berbusana siap nyemplung!</p>
<p>Dan jujur banget, saya memang HANYA nyemplung. Tidak berenang seperti orang orang lain. Maklum istrinya paklum, saya memang ndak bisa renang, hahaha.. </p>
<p><img src="http://i741.photobucket.com/albums/xx54/dzofar/2resizejpg.jpg" alt="mas ndop nyemplung sedudo yang dingin" /></p>
<p>Dahsyat banget dinginnya. Apalagi kalau sampeyan nyemplung menuju letak jatuhnya air terjun. Wow.. sakit lo kena air yang deras dari atas, hohohoh&#8230;</p>
<p>Habis nyemplung selama beberapa menit saja, saya istirahat dari dinginnya air. Lalu di shift cemplungan kedua, saya mencoba memberanikan diri menuju ke tengah-tengah air terjun dan apa yang terjadi sodara-sodara, saya terhuyung ke depan terkena air super deras dan super dingin itu. Wah wah.. saya mencoba lagi dan lagi tapi malah terjatuh dan siku tanganku terkena batu tumpul. Hihihi.. memang karena dingin, jadi rasa sakit tidak terasa..</p>
<p>Sudah ah, istirahat dulu makan-makan gorengan. Di sana ada nasi jagung juga lo. Penjual marcendaiz Sedudo juga ada. Ada kaos, kaos tanpa lengan, lengan panjang, yang semuanya tentu saja ada tulisan sedudonya. Masih menahan dinginnya udara di sana, saya pun photo-photo lagi..</p>
<p><img src="http://i741.photobucket.com/albums/xx54/dzofar/5resize.jpg" alt="saya photo setelah nyemplung air terjun sedudo" /></p>
<p style="taxt-align: center"><em>dari kiri ke kanan: masku Malik, Mbak Siska (istrinya masku), Wawan (teman masku), dan penampakan!</em></p>
<p>Setelah semua selesai dan saya sudah bersalin lagi (anak kedua ya ndop? haha), prosesi penting yang saya tunggu-tunggu itu pun dilaksanakanlah. Prosesi penempelan stiker DOFOLLOW di tong sampah, tiang besi, papan nama penunjuk arah pun dilaksanakan dengan khitmat dan penghayatan khusus. Dengan harapan, penempelan stiker ungu hitam dengan logo dzofar.com itu mampu mendatangkan rohmatan lil&#8217;aalamiin buat pembaca setia dzofar.com, ndofans semua tentunya..</p>
<p><img src="http://i741.photobucket.com/albums/xx54/dzofar/9-resize.jpg" alt="prosesi penempelan stiker dzofar.com di Sedudo" /></p>
<p>Apakah anda akan meniru saya dengan mencetak stiker blog anda? Saya sangat menyarankan iya. Karena mau nggak mau, stiker itu akan bernilai DOFOLLOW buat siapa saja yang membacanya. Hahah&#8230; Saya juga membagikan stiker ke teman-temannya Mbak Siska yang ikut ke Sedudo. Ada artis juga lo, tapi artis elektun, ah nggak papa, siapa tau nanti pas dia dipanggung, keceplosan ngomong &#8220;Yang di belakang sanaaaa, jangan lupa kunjungi dzofar.com ya, ayo digoyaaaaang!!!!&#8221; <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/hihi.gif' alt=':hihi:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>________</p>
<p>Rumah mbak Siska (istrinya masku), dekat banget dengan Sedudo, yaitu di dareah Ngliman Sawahan Nganjuk. Malahan, pas kami memasuki loket pembayaran masuk, kami digratiskan, karena memang masih satu keluarga dengan penduduk RT di situ, yaitu mbak Siska. heheheh&#8230;</p>
<p>Setelah makan-makan wareg, saya diajak melihat-lihat kebunnya masku. Ada kebun jati, kopi, cengkeh. Wow&#8230; ternyata masku duwitnya diinveskan ke sini to. Wah wah, jadi tertarik nih saya. nanti kalau sudah punya duwit yang banyak, mau inves kayak masku ajah. Beli kebun! Hohoho&#8230;</p>
<p>Jalan berliku-liku, ini bukan puisi lo, memang benar berliku-liku, naik turun. Di kanan bukit, di kiri JURANG! Wow&#8230; jadi sudah bisa ditebak, kami akan sering-sering nengok ke mana, jelas ke kiri. Kalau nggak lak nggak jadi posting di blog super ini. Heheheheh&#8230;</p>
<p>Ternyata setelah melihat kebun dan mendengarkan deskripsi dari masku, aku dan kawan-kawan di ajak ke kali untuk berkecek-kecek ria. Main-main dengan dinginnya air. Btw, kok penduduk gunung sini kaya-kaya ya, masa air sungai aja dikasih es biar dingin. Butuh biaya berapa tuh. Wow&#8230; *gomik kowe ndop, air gunung di mana-mana juga sudah dingin to ndop, nggak perlu pakek es segala! <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt=':doh:' class='wp-smiley' /> *</p>
<p><img src="http://i741.photobucket.com/albums/xx54/dzofar/20resize.jpg" alt="Leyeh-leyeh sambil main main air di Kali" /></p>
<p>Dan setelah itu pulanglah&#8230; pegellah seluruh badan&#8230; tidur dengan nyenyaklah&#8230; bangun pagilah&#8230; ke alun-alunlah&#8230; postinglah&#8230;. dadaaah&#8230;</p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2011/09/21/bersyukur-yuk/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bersyukur Yuk!" >Bersyukur Yuk!</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Hehe.. memang nulisnya gampang banget, bersyukur yuk! Tuh khan gampang banget. Tapi, ngelakuinnya ya...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2008/11/03/berlibur-ke-air-terjun-sedudo-nganjuk/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Berlibur ke Air Terjun Sedudo Nganjuk" >Berlibur ke Air Terjun Sedudo Nganjuk</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt"> :tidur: Tititit... tititit... suwara alarm dari hengfoun jadul sejuta umatku berbunyi. Waaa... jam ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2007/11/14/hari-hari-yang-all-is-full-of-love/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hari-hari yang All Is Full Of Love" >Hari-hari yang All Is Full Of Love</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Duabelas Oktober Duaribu Tujuh, di dalam kamar di depan sebuah laptop pinjaman, di sebuah kota kecil...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/06/01/liburan-ke-sarangan-dan-tirtasari/" rel="bookmark" title="Permanent Link: All in One Vacation to Madiun and Magetan" >All in One Vacation to Madiun and Magetan</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2010/03/18/refreshing-ke-probolinggo-part-ii/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Refreshing ke Probolinggo Part II" >Refreshing ke Probolinggo Part II</a></span></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzofar.com/2010/06/27/refreshing-ke-wisata-air-terjun-sedudo-nganjuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>68</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>All in One Vacation to Madiun and Magetan</title>
		<link>http://dzofar.com/2009/06/01/liburan-ke-sarangan-dan-tirtasari/</link>
		<comments>http://dzofar.com/2009/06/01/liburan-ke-sarangan-dan-tirtasari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 07:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndöp™</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengalamannya ndöp™]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[gula]]></category>
		<category><![CDATA[jingkrak]]></category>
		<category><![CDATA[kelinci]]></category>
		<category><![CDATA[madiun]]></category>
		<category><![CDATA[magetan]]></category>
		<category><![CDATA[masakan]]></category>
		<category><![CDATA[mbah]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[pedas]]></category>
		<category><![CDATA[pek empek]]></category>
		<category><![CDATA[redjosaril]]></category>
		<category><![CDATA[sarangan]]></category>
		<category><![CDATA[sate]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[tirtasari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzofar.com/?p=897</guid>
		<description><![CDATA[<a href=http://dzofar.com/2009/06/01/liburan-ke-sarangan-dan-tirtasari/><img src=http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/ndop-nunggu-di-terminal.jpg class=imagebox hspace=5 align=left width=130  border=0></a>Halo switi switi biyuutefel beibeh.. Hawayu tedei? Ai houp you er all ganne bi olrait.. aamiin.. Hennah, saya mau cerita tentang kunjungan saya kedua ke Madiun. Kunjungan ke Madiun untuk kopdar dengan Blogger Madiun yang dulu, saya hanya berkunjung ke rumah Anton dan Bayu dan ke Gramedia. Tapi, untuk kali ini, saya mendapat PAKET LEBIH!! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halo switi switi biyuutefel beibeh.. Hawayu tedei? Ai houp you er all ganne bi olrait.. aamiin..</p>
<p>Hennah, saya mau cerita tentang kunjungan saya kedua ke Madiun. <a href="http://dzofar.com/2009/03/06/ketemu-blogger-madiun/">Kunjungan ke Madiun untuk kopdar dengan Blogger Madiun yang dulu</a>, saya <strike>hanya</strike> berkunjung ke rumah Anton dan <a href="http://bayumukti.com">Bayu</a> dan ke Gramedia. Tapi, untuk kali ini, saya mendapat PAKET LEBIH!! Yaitu, saya juga berwisata ke <a href="http://dzofar.com/2009/06/01/liburan-ke-sarangan-dan-tirtasari">Sarangan</a>!</p>
<p>Kita simak bersama-sama yuk. Duduknya yang rapi, itu yang di belakang tuh&#8230; kok susah ya dibilangin dari dulu, kalau mau ndengerin <a href="http://dzofar.com">mbah ndop</a> ndongeng, ya harus ke depan. <a href="http://dzofar.com/album">Suara mbah ndop</a> sudah nggak bisa keras-keras, <a href="http://dzofar.com/2008/07/30/25-tahunkah/">maklum sudah tua</a>!</p>
<p>___</p>
<p><span id="more-897"></span><strong>MENUNGGU JEMPUTAN</strong></p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/ndop-nunggu-di-terminal.jpg" alt="ndop nunggu di terminal madiun" class="alignleft" style="margin-right: 10px"/>Sampai terminal Madiun, saya harus menunggu 20 menit untuk dijemput. Maklum si <a href="http://nafasku.com">Aditya Permana</a> itu rumahnya jauuuh banget dari terminal. Anehnya, ketika saya memutuskan untuk turun ke Terminal Magetan saja, lha kok dia bilang nggak tau terminalnya. Aneh bukan! iiih.. apanya yang aneh ndop? aneh dong, asal lo tau ya, rumahnya Adit itu di Magetan bro! <strike>Orang Magetan kok nggak tau terminal magetan! Dasar anak aneh! </strike></p>
<p><strong>MERASAKAN PEDASNYA HIDANGAN MBAH JINGKRAK</strong></p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/halaman-depan-mbah-jingkrak.jpg" alt="rumah makan mbah jingkrak" class="alignleft" style="margin-right: 10px"/>Hennah, kunjungan saya pertama ke Madiun dulu, saya belum sempat merasakan makan di warungnya mbah jingkrak. Hohoho, akhirnya setelah saya ke rumahnya <a href="http://anton.madiun.org">anton</a>, ke rumahnya <a href="http://bayumukti.com">bayu</a>, kita-kita nih ye, pergi ke Mbah Jingkrak. Sebenarnya, si Bayu sudah mewanti-wanti kalau di situ nggak enak dan harganya terlalu mahal! </p>
<p>Tapi, saya tetep ngeyel karena bener-bener penasaran dengan rasa pedasnya masakan di sana. <em>Maklum istrinya paklum™</em>, RM Mbah Jingkrak itu khan sudah sering nongol di tipi!</p>
<p>Sampailah saya ke rumah makan itu. Saya langsung membayangkan pelayanan yang <em>njawani</em>, pakai bahasa jawa yang halus lah mestinya. Trus orangnya sopan, lemah lembut, el el el (Lan Liyan Liyane, red.)</p>
<p>Saya masuk dengan senyum merekah, menunggu sapaan dari pelayan. Dan muncullah kata-kata yang saya tunggu, &#8220;Sugeng rawuh, monggo mas&#8230;&#8221;</p>
<p>Yes yes yes, saatnya menyiapkan jurus bahasa kromo alus! <em>Maklum sudah cerai sama paklum™</em>, saya sudah lama nggak berboso kromo alus. <em>And the show is beginning</em>!</p>
<p><strong>&#8220;Mau pesan apa mas?&#8221;</strong> Sapa pelayan cantik menik-menik berkulit kuning <strike>bangsat</strike> langsat!</p>
<p><span style="">HUWAAAAT???!!! Appaaaah??!!! Saya jadi nggak mood. Lawong sudah dipersiapkan masak-masak boso kromo inggilnya, lha kok, dia pakek bahasa Indonesia!</p>
<p>Oke oke, mungkin dia mengira saya ini orang Bandung atau Jakarta, <em>maklum kawin lagi sama paklum™</em>, tampang saya ini kan khas <strike>Bandung</strike> mbambung atau <strike>jakarta</strike> yaharta yanyawa an. Jadi wajarlah dia pakai bahasa Indonesia.</p>
<p>Saya menjawab, <strong>&#8220;Menune nopo nggih, Mbak?&#8221;</strong></p>
<p>Mbaknya yang masih cantik menik-menik dengan kulit <strike>bangsat</strike> langsat itu pun menjawab lagi, &#8220;Yang ini bla bla bla&#8230; yang ini bla bla bla&#8230; yang ini bla bla bla..&#8221; <--Tulisan yang sama ini, nulisnya nggak pakek kopipaste lo.. nggak ada kerjaan banget kan, saya?</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/makanan-mbah-jingkrak.jpg" alt="menu-menu di mbah jingkrak" class="alignleft" style="margin-right: 10px"/>Huwaaddoh, mbaknya ini, gimana to, lawong saya khan jelas-jelas orang jawa, kok ya masih dijawab pakek bahasa Indonesa terus to.. wis wis, jian gak mbois blas. Gak mood wis.. gak mood aku! (mutuuung.. ngono wae mutuuung&#8230; piye to kowe ki ndop?)</p>
<p>Ya sudah, pembicaraan berlangsung dengan bahasa aneh. Saya tetep keukeuh pakek Bahasa Jawa, dianya masih keukeuh dengan Bahasa Indonesianya. </p>
<p>Sampailah deh masakannya&#8230;</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/mbah-jingkrak.jpg" alt="makan bareng di mbah jingkrak" /></p>
<p style="font-size: x-small; text-align: center">dari kiri ke kanan: anton, bayu, adit, ndop</p>
<p>Kayak gimana sih, rasa pedasnya? Saya merasa perlu menantang diri merasakan pedasnya. Soalnya, kalau saya menyimak di tipi-tipi, masakannya pedas banget sampai mulut ini <em>monger-monger</em>. </p>
<p>Dan saya pun tadi sudah memesan makanan TERPEDAS di Mbah Jingkrak! pokoknya namanya aneh, <em>ayam setan</em> atau <em>ayam gendruwo</em> atau <em>ayam suster ngesot</em> gitu deh, pokoknya namanya berbau <em>syaitonnirrojim</em> gitu deh.. </p>
<p>Saya pun merasakan pedasnya. Satu sendok pertama masuk ke mulut. Saya emut. Rasa pedas berangsur-angsur terasa. Oooh.. begini to.. oke oke.. lumayan lah&#8230;</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/habis-sudah.jpg" alt="menghabiskan hidangan Mbah jingkrak" class="alignleft" style="margin-right: 10px"/>Beberapa menit berlalu, mulut semakin panas, perut juga semakin hot. Hohoho&#8230; saya masih harus bertahan. Karena ini adalah tantangan&#8230; *padahal mulut sudah <em>kewedangen</em>!*</p>
<p>Eee.. habis kok. Kalau aku simpulkan, rasanya standar! Bener kata Bayu Mukti. Harga yang terlalu mahal untuk masakan seperti ini, yaa kurang <em>worth it</em> lah..</p>
<p><strong>DI RUMAH MBAH MUL</strong></p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/mbahmul.jpg" alt="mbahmul dan cinta laira" class="alignleft" style="margin-right: 10px"/>Lalu, berangkatlah kita ke rumah <a href="http://mbahmul.com">mbahmul</a>. Mbahmul tiba-tiba <em>mak mecungul</em> ke luar melalui pintu rumahnya. Saat itu lah saya pertama kali melihat wajahnya mbahmul. Wadduh mbah, sampeyan belum beruntung, mosok pertemuan pertama lha kok bertelanjang dada alias <em>ote-ote</em>!</p>
<p>Weekekek&#8230; gak popo mbah, sampeyan tetep keren kok&#8230; (di mata istrinya sampeyan, wekekek&#8230;) </p>
<p><strong>DI RUMAH ADITYA PERMANA</strong></p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/dibonceng-motor.jpg" alt="ke Magetan dibonceng motor sama Adit" /></p>
<p>Ngeeeng&#8230; vrreeeem&#8230;.vvrrrmmm&#8230;. wess&#8230; wasss.. wesss&#8230; Dia lalu mengeluarkan jurus membungkuk ke depan. Saya yang di belakangnya, jadi <em>keterak</em> angin. <em>Mobat-mabitlah</em> saya. mauk nggak mauk ya ikut-ikutan membungkuk. Wow, betapa nggak nyamannya dibonceng dengan posisi <strike>doggy style</strike> membungkuk seperti ini. Saya pun males, saya tetep tegak seperti biasa. Malahan jadi bisa lihat depan. Motor lain di depan sana, jadi bisa lihat aku yang <strike>manis nan elok</strike> nggilani ini! Hohoho&#8230; </p>
<p>Sampailah juga di rumahnya&#8230;</p>
<p>Taraaa&#8230;.</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/pohon-beringin.jpg" alt="disambut oleh pohon beringin " class="alignleft" style="margin-right: 10px"/><em>Mak jegagik jerantal gedubrak ndlosoorr!!! </em> <--latah kombo seri 215! </p>
<p>Innalillaahiii... Lha kok sambutan pertama datang dari pohon beringin raksaksa? Walah walah... jangan-jangan saya sedang digiring ke kuburan nih, jangan-jangan saya mau dimasukin ruman hantu nih, jangan-jangan... EEEH STOP!!! saya berhenti takut, soalnya ketika diajak masuk ke dalam, rasa takut saya berubah menjadi <em>ndlongop</em> featuring <em>ndomblong</em>. Wow&#8230; rumahnya&#8230;.</p>
<p>Di sana nginep sehari, eh, dua hari, eh tiga hari ding, eh&#8230; heeeeyah&#8230; kok jadi pindah kos sih! wekekek.. cukup tiga hari. Si Adit soalnya lagi liburan. Sekolahnya jauh, jadi teman-temannya juga jauh. Jadi dia kesepian nih ceritanya. <strike>Makanya dia membuking diriku 3 hari untuk menemani tidurnya! wekekek..</strike>. Hei! sudah dicoret masih saja dibaca!</p>
<p><strong>JALAN-JALAN KE PABRIK GULA REDJOSARI</strong></p>
<p>Pagi-pagi sekali, ya, saya menyebutnya pagi-pagi sekali. Soalnya saya nggak pernah bangun pagi, bangunnya siang, pagi malah berangkat tidur, wekeke..</p>
<p>Jam setengah enam pagi, saya <strike>paksa</strike> ajak si Adit untuk jalan-jalan. Lha mosok ndekem terus nang jero kamar yo gak apik ngko. <strike>Opo maneh ndekeme sak kasur!</strike>. Ternyata di sebelah rumahnya Adit itu ada pabrik gulanya. </p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/pabrik-gula.jpg" alt="pabrik gula redjosari Magetan" /></p>
<p>Langsung deh, hasrat sebagai beloger sejati sekaligus mengetes kekuatan <a href="http://dzofar.com/2009/05/11/alhamdulillaahirobbi-aalamiin/">kamera Vijiei hendfun</a> saya, saya moto-moto mak cekrek-cekrek. Ngguaya koyok wartawan lah pokoke. Saya moto, si Adit bercerita tentang apa yang sedang saya lihat. Persis liputan kan? wekeke&#8230;</p>
<p>Dan ini laporannya&#8230; hihih.. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/hihi.gif' alt=':hihi:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>gak usah wis, paling-paling ya ndak dibaca. Kalau mau tau tentang pabriknya, ya langsung ke bagian personalia, trus minta izin mencatat sejarahnya. Susah ya, hehehe.. foto-foto aja deh..</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/pabrik-gula-redjosari.jpg" alt="pabrik gula redjosari" /></p>
<p><strong>KE SARANGAN DAN AIR TERJUN TIRTASARI</strong></p>
<p>Huwaaa&#8230; menyenangkan sekali. Adeeem&#8230; </p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/perjalanan-menuju-sarangan.jpg" alt="perjalanan menuju sarangan" /></p>
<p>Eh, itu si Bayu Mukti dan <a href="http://4ditya92.wordpress.com/">Aditya Pradipta</a> kelihatan di belakang, wekekee&#8230; </p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/Waduk-Sarangan.jpg" alt="Telaga Sarangan" /></p>
<p>Bagus ya&#8230; eh kok jadi pingin naik perahu boat itu ya&#8230; hohoho&#8230; tapi ndak tau ya, dasar anak-anak belogger, walaupun di tempat wisata, tetep aja mbuka blog, apdeit stetes <a href="http://www.facebook.com/people/Ndop-Dzofar/1610598751">facebook</a>, malahan saya dan <a href="http://iwan-ae.info">iwan</a> komen-komenan di facebook. Padahal jaraknya cuma 60 sentimeter!</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/leyeh-leyeh-di-sarangan.jpg" alt="leyeh-leyeh di sarangan" /></p>
<p>____</p>
<p>Gusti Alloh nyuwun ngapuroo&#8230; </p>
<p>Perjalanan menuju air terjun Ngabdiloyo Tirtosari lumayan melelahkan. Tapi seperti biasa, aku harus berjuang sampai finish tanpa istirahat! Yup, istirahat adalah hal memalukan untuk diriku ini dalam mencapai sesuatu. Di Nganjuk sana, saya kalau mau mencapai Kuncir, harus tidak istirahat. Kalau istirahat, berarti sama saja bohong, orang sakit aja juga bisa!</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/perjalanan-ke-air-terjun-tirtasari.jpg" alt="Perjalanan menuju Air Terjun Tirtosari" /></p>
<p>Yes, foto paling kanan itu, membuktikan bahwa saya telah berhasil mendahului semua peserta. Hohoho.. masih bermandikan peluh (halah bohong, wong justeru di sana hawanya dingin banget!), saya asyik bernarsis ria. </p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/sampai-ke-air-terjun-tirta-sari.jpg" alt="sampai juga PERTAMAX di air terjun Tirta Sari" /></p>
<p>Yes yes yes&#8230; akhirnya nomer satu juga sampai di air terjun! Saya langsung mengabadikan air terjun yang menurut saya anak kecil <em>DIHARAMKAN</em> untuk tidak digandeng atau diawasi orang tua. Tempat yang seharusnya ada pegangan, di situ dibiarkan <em>los</em> tanpa penghalang. Sangat beresiko kalau-kalau ada orang yang terpukau dengan keindahan air terjun, sampai lupa melihat ke bawah!</p>
<p>Lha weladhala, ketika saya asyik-asyik motret-motret <strike>diri</strike> pemandangan, lha kok saya menemukan segerombolan peserta sudah asyik duduk-duduk mesen sate kelinci. Waddoh, terpaksa saya hentikan hanting fotonya. Dan ikut menggerombol bersama mereka.</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/makan-sate-kelinci.jpg" alt="makan sate kelinci" /></p>
<p>Ternyata ya, sate kelinci enak juga. Walau lebih enak sate ayam. Karena kalau kata temen saya, kok ya teganya melihat wajah inosensnya kelinci trus dibunuh, trus di makan! Jadi memang ada beban sepirituwal tersendiri ketika memakannya.. ya deh, saya nggak akan mengulangi lagi. Suwerr&#8230;</p>
<p><strong>PERTAMA KALI MAKAN EMPEK-EMPEK</strong></p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/makan-pek-empek.jpg" alt="makan pek empek" /></p>
<p>Saya, iya <a href="http://dzofar.com">saya</a>, BELUM PERNAH MAKAN PEK EMPEK!</p>
<p>Hohoho.. betapa memalukannya diriku ini. <em>Maklum sekarang sudah akur dengan paklum™</em>, saya ini makanan favorit adalah makanan masakan mama. Apapun masakan mama, halah, ibuk maksudnya, selalu lahap makannya. </p>
<p>Pek empek, menurut saya lumayan, namun kurang di lidah saya. Kurang sreg. Masih kedodoran seperti celana saya! hohoho&#8230; </p>
<p>Kami cuma berdua, soalnya hari sudah semakin sore dan teman-teman lain masih makan di tempat lain. Sori ya teman-teman, kami musti pulang dulu, soalnya kalau ikutan makan, nanti muternya semakin jauh menuju rumah. </p>
<p>Eh, udah maghrib! ayo pulang&#8230; </p>
<p>Waaaah&#8230; HUJAN SANGAT DERAS. Kami memarkir sepeda motor di bengkel las. Bengkelnya gelap sekali. Tapi, karena <em>blogger itu semuanya cerdas</em>™, makanya kami pun mengeluarkan hendfon masing-masing! chattingan, blogging, facebookan, pokoknya anti mati gaya deh. Hohoho.. coba kalau orang lain nggak punya facebook, blog, atau akun YM, pasti deh mati gaya! apalagi nggak ngerti internet! semakin mati gaya akut stadium 4!</p>
<p>Hujan berkurang. Kami nekat balik ke rumah hujan-hujanan. Sampai rumah Adit, jam setengah delapan malam. Langsung deh ngoprak-ngaprik blognya <a href="http://nafasku.com">adit</a>. Membikinkan headernya, membikinkan footer, background, dan mengedit colornya.. Hohoho.. </p>
<p>Dit itu hadiah sepesial dari saya sebagai rasa terimakasih sebesar-besarnya&#8230; Hohoho&#8230; </p>
<p>___</p>
<p>Akhirnya selesai juga postingnya, saya mau pulang ke Nganjuk. Sampai jumpa lagi Adit&#8230; Kapan-kapan kamu gantian main ke Nganjuk. Nanti saya ajak ke Sedudo. Hohoho&#8230; <strike>Wis wis ndang dibubarno, gak mari-mari ngko postinge!</strike></p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/06/21/kunjungan-ke-madiun-part-iii/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kunjungan Ke Madiun Part III" >Kunjungan Ke Madiun Part III</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Walah, kok part-part-an segala.. hehehe... nggak papa to ya. Siapa tahu jadi novel gitu. Kayak BAB d...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/03/18/kota-nganjuk-yang-sepi/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kota Nganjuk yang Sepi" >Kota Nganjuk yang Sepi</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Setelah berbelakraan (kelayapan, red.) ria ke Madiun kemarin, juga setelah berbelakeraan ria ke kota...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2010/03/31/your-guide-to-get-travel-equipment/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Your Guide To Get Travel Equipment" >Your Guide To Get Travel Equipment</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">A few days later, I have a plan to go traveling with my new friend. We meet each other by social net...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/03/06/ketemu-blogger-madiun/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Ketemu Blogger Madiun" >Ketemu Blogger Madiun</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/05/28/telat-jumatan/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Telat Jum&#8217;atan" >Telat Jum&#8217;atan</a></span></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzofar.com/2009/06/01/liburan-ke-sarangan-dan-tirtasari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>79</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berlibur ke Air Terjun Sedudo Nganjuk</title>
		<link>http://dzofar.com/2008/11/03/berlibur-ke-air-terjun-sedudo-nganjuk/</link>
		<comments>http://dzofar.com/2008/11/03/berlibur-ke-air-terjun-sedudo-nganjuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 07:57:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndöp™</dc:creator>
				<category><![CDATA[otaknya ndöp™ sedang dipakai]]></category>
		<category><![CDATA[pengalamannya ndöp™]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumu'an™]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[AIR TERJUN SEDUDO]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun sedudo nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[alami]]></category>
		<category><![CDATA[berlibur]]></category>
		<category><![CDATA[Endah Puspitasari]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Subagyo]]></category>
		<category><![CDATA[IPA 5]]></category>
		<category><![CDATA[nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[pegunungan]]></category>
		<category><![CDATA[pemandangan]]></category>
		<category><![CDATA[sedudo]]></category>
		<category><![CDATA[sedudo nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[Setyo Tunggal Aribowo]]></category>
		<category><![CDATA[Sigit Darmawan]]></category>
		<category><![CDATA[SMUDA]]></category>
		<category><![CDATA[terjun]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzofar.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[<a href=http://dzofar.com/2008/11/03/berlibur-ke-air-terjun-sedudo-nganjuk/><img src=http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/ke%20sedudo/1.jpg class=imagebox hspace=5 align=left width=130  border=0></a>Tititit&#8230; tititit&#8230; suwara alarm dari hengfoun jadul sejuta umatku berbunyi. Waaa&#8230; jam delapan pagi!!! Waduuh.. baru tidur tiga setengah jam, masih kurang empat setengah jam lagi nih, TAPI&#8230; oh iya!!! ke SEDUDOOO!!! Waaa!!! langsung deh mandi dan sebangsanya sampai rapi. Lalu ngontel ke rumah Sigit Darmawan di Ploso Nganjuk. Wow, mata ini masih ngantuk, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-236" style="margin-right: 10px; margin-top: 15px" title="Pegunungan Nganjuk" src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/ke%20sedudo/1.jpg" alt="Pegunungan Nganjuk" /> <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/tidur.gif' alt=':tidur:' class='wp-smiley' /> <em>Tititit&#8230; tititit&#8230;</em> suwara alarm dari hengfoun jadul sejuta umatku berbunyi. Waaa&#8230; jam delapan pagi!!! Waduuh.. baru tidur tiga setengah jam, masih kurang empat setengah jam lagi nih, TAPI&#8230; oh iya!!! ke SEDUDOOO!!! <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' /><br />
Waaa!!! langsung deh mandi dan sebangsanya sampai rapi. Lalu ngontel ke rumah <strong>Sigit Darmawan</strong> di Ploso Nganjuk. Wow, mata ini masih ngantuk, tapi aku paksa biar ndak tidur waktu di perjalanan menuju sedudo.</p>
<p><span id="more-248"></span> <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/kabur.gif' alt=':kabur:' class='wp-smiley' /> Bersama 5 orang ex IPA 5 SMUDA Nganjuk 2002, kami berlibur ke Sedudo. Awalnya sih, si <strong>Sigit Darmawan</strong> sms saya apakah saya ada di Nganjuk, pulsa saya habis, besoknya saya beli pulsa Ai Em Thri super sms itu, dan menjawab kalau saya mau ke rumahnya sekarang. Pas ngobrol-ngobrol basa-basi ndak ada jelunterungannya, tiba-tiba si Sigit nyeletuk, <strong>&#8220;Eh, nang Sedudo ye??&#8221;</strong><br />
saya langsung diem, <strong>&#8220;Ha?? kok pikiranmu podho mbek aku, Git?&#8221;</strong></p>
<p>Yah, tanpa banyak basa-basi lagi, kami langsung menghubungi teman-teman yang masuk akal untuk diajak dolan ke Sedudo. Teman-teman yang masuk akal itu maksudnya <em>adalah</em> teman-teman yang bisa diajak pulang Nganjuk cepet. Dan akhirnya <strong>Endah Puspitasari</strong> dan <strong>Hari Subagyo</strong> lah yang diajak. Kami berempat lah nominasi pertama yang ikut jalan-jalan ke Sedudo besok. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/dance.gif' alt=':dance:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Seharusnya saya malam itu tidur jam sembilan atau paling lambat jam sepuluhan lah. Tapi dasar manusia seperti saya yang bandel ini, bukannya tidur nyenyak, tapi malah internetan sampai jam empat pagi. Waaa&#8230; saya baru tidur jam setengah lima pagi setelah subuhan. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/angop.gif' alt=':angop:' class='wp-smiley' /> Dengan hanya mengandalkan alarm Hape jadul saya itu saya berharap bisa bangun tepat jam delapan pagi.</p>
<p>Untungnya saya bisa bangun jam delapan pagi walau mata ini masih ngantuk berat. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/angop.gif' alt=':angop:' class='wp-smiley' /> Sangat berat. Sampai-sampai saya harus negosiasi dulu sama mata ini, awalnya si mata ndak mau diajak melek, tapi setelah saya rayu dan saya iming-imingi pemandangan pegunungan, mata ini lalu menyetujuinya! yesss&#8230; <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/rock.gif' alt=':rock:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yuhuu.. aku pun ngontel ke rumah Sigit, trus melanjutkan perjalanan menuju rumah Endah. Ee.. bukannya langsung ke umah Endah, tapi kami malah ke salon! jangaan salaah, kami ke salon bukan mau meni-pedi, <span style="text-decoration: line-through;">tapi mau feisyel dan krimbath</span> melainkan menjemput teman satunya lagi. Soalnya kalo dia nggak diajak, ntar ngamuk-ngamuk. wekekeke&#8230; <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kami berlima pun ngumpul di rumah Endah. Setelah beberapa menit berbasa-basi dulu, baru deh, kami yang berbeda-beda karakter ini pergi berlibur ke Sedudo. Kami-kami itu <em>adalah</em>:</p>
<ol>
<li><strong><a href="http://profiles.friendster.com/40245518">Sigit Darmawan</a></strong>, bangku deret nomer dua dari kiri, tempat duduk nomer dua dari belakang, orangnya sederhana dan nyantai banget.</li>
<li><strong><a href="http://profiles.friendster.com/6525626">Endah Puspitasari</a></strong>, Bangku deret ke dua dari kiri, tempat duduk nomer dua dari depan, orangnya cerdas dan bersahabat.</li>
<li><strong><a href="http://profiles.friendster.com/55294585">Hari Subagyo</a></strong>, bangku nomer dua dari kiri, tempat duduk belakang sendiri, orangnya pendiam tapi suka ngebut kalo naik motor.</li>
<li><strong><a href="http://profiles.friendster.com/71559861">Setyo Tunggal Aribowo</a></strong>, bangku nomer dua dari kiri, tempat duduk nomer tiga dari belakang, orangnya klemar-klemer, agak gagap, punya salon bernama Aura yang terletak depan departemen pertanian Nganjuk.</li>
<li><strong>Muhammad Ali Mudzofar</strong>, bangku paling kanan, tempat duduk nomer dua dari belakang, orangnya baca sendiri di <a href="http://dzofar.com/biografi">biografi</a>ku.</li>
</ol>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-236" style="margin-right: 10px; margin-top: 5px" title="Kuncir Nganjuk, kami naik motor, ndak naik mobil" src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/ke%20sedudo/2dua.jpg" alt="Kuncir Nganjuk" width="200" height="150" />Kami berangkat ke sedudo dari Loceret menuju Candirejo (candi boto) lalu notok, belok kiri, ke Brebek trus teruuus naik gunung sampai Kuncir, trus teruuus sampai Sawahan. Mata saya yang ngantuk ini cukup bisa melek karena pemandangan yang demikian indahnya dan hawa yang seger.</p>
<p>Tengok kiri saya dihadapkan dengan pemandangan pegunungan, iyap pegunungan, bukan satu gunung saja, tapi beberapa gunung yang bertumpuk-tumpuk bersebelah-belahan. Saking bagusnya pemandangan, sopir peribadi saya, Sigit, suka lupa ngerim karena terpesona. wekekek&#8230; <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/hihi.gif' alt=':hihi:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nengok sebelah kanan, saya dihadapkan pada rumah penduduk, atau kadang bukit atau batu gedhe. Tapi saya lebih favorit nengok kiri. Iya iyalah&#8230; jarang-jarang begeto ada pemandangan gunung sedekat ini&#8230;</p>
<p> <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/kabur.gif' alt=':kabur:' class='wp-smiley' /> Semakin ke atas, keadaan jalan semakin medeni saja. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/takut.gif' alt=':takut:' class='wp-smiley' /> Jalan naik-turun ndak bisa diprediksi. Kadang nyeleot naik ke kiri, lalu turun sambil nyeleot ke kanan. Lalu menanjak dengan hebatnya. Sampai-sampai Honda Revonya Sigit yang saya tumpangi juga, ngeden-ngeden, meraung-raung, kesian banget mendengarnya. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Gigi satu dan gigi dua lah yang paling laris di banding gigi lainnya. Ya maklum, gigi lainnya jelas ndak kuat menarik kami berdua ke atas. Apalagi kalo sudah sampai ke kawasan wisata Air Terjun Sedudo.. wohohoho&#8230; jangan mimpi bisa memainkan gigi tiga motor sampeyan!! <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi sayang sekali ketika memasuki kawasan wisata, pemandangan terlihat cukup menyedihkan. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/sad.gif' alt=':sad:' class='wp-smiley' /> Pohon-pohon cemara yang dahulu rindang dan lebat, sekarang ini kok terlihat gundul persis kayak orang dipotong gundul dan petal di sana-sini. Hawa yang dulu dingin sekali, sekarang tinggal dingin secukupnya saja. Yaah, akhirnya saya memaklumi. Lawong sekarang khan musimnya <em>gloubel woming</em>, masa di mana-mana pada ngeluh kepanasan, di sini mengeluh kedinginan? khan ndak kompak namanya. <em>wekekek&#8230; </em> <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akhirnya setelah berjuang keras, setelah menyiksa motor, kami pun sampai di depan loket pembayaran tiket. Harga tiket dua ribu rupiah satu orang. Tapi entah kenapa kami ditarik tiga ribu rupiah per orang.  <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/confused.gif' alt=':???:' class='wp-smiley' /> Mungkin ditambah biaya parkir sepeda motor. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/taktahu.gif' alt=':taktahu:' class='wp-smiley' /> </p>
<p> <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/kabur.gif' alt=':kabur:' class='wp-smiley' /> Selanjutnya motor kami pun disiksa sepanjang dua kilo meter ke atas lagi. Wow, kali ini naiknya ekstrim!! Motor bobrok ndak bisa lolos dalam tantangan kali ini. Sampeyan-sampeyan yang masih baru belajaran sepeda motor, mending ganti sopir yang lebih mahir saja. Ini bukan medan untuk pemula. Ini khusus <em>expert driver</em> (halah, ngomong opo to ndop kuwi?). Ketika menanjak, yang awalnya saya bisa dibonceng dengan lepas tangan, kali ini musti gocelan/pegangan sesuatu. Kalo nggak, ya melorot jatuh ke jalan. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /><br />
<br/><br />
<center><img title="Air terjun Sedudo" src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/ke%20sedudo/sedudo.jpg" alt="Air terjun Sedudo" /></p>
<p><strong>Air Terjun Sedudo</strong><br />
gambar di dapat <a href="http://www.c-mol.blogspot.com/2007/09/objek-wisata-kampoeng-halaman-1.html">dari sini</a></center> </p>
<p>Horee&#8230; akhirnya kami berlima sampai juga di Sedudo. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/dance.gif' alt=':dance:' class='wp-smiley' /> Sebuah Air terjun yang sangat eksotis. Sangat cantik. Sangat tinggi dan indah. Suhu udara begitu segarnya. Begitu menyehatkan. Kami tiba sekitar jam setengah sebelas pagi.</p>
<p>Sedudo itu terletak kira-kira 30 km dari Nganjuk kota (memangnya Nganjuk ada kotanya, ndop?) eh, maksudnya dari alun-alun Nganjuk. <em>hehehe&#8230;</em></p>
<p>ini nih, kalo versinya Mas wiki mengenai Air terjun Sedudo, disimak ya kehebatannya:</p>
<blockquote><p>Air Terjun Sedudo adalah sebuah air terjun dan obyek wisata yang terletak di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 30 km arah selatan ibukota kabupaten Nganjuk. Berada pada ketinggian 1.438 meter dpl, ketinggian air terjun ini sekitar 105 meter. Tempat wisata ini memiliki fasilitas yang cukup baik, dan jalur transportasi yang mudah diakses.</p>
<p>Masyarakat setempat masih mempercayai, air terjun in memiliki kekuatan supra natural. Lokasi wisata alam ini ramai dikunjungi orang pada Bulan Suro (Kalender Jawa). Konon mitos yang ada sejak jaman Majapahit, pada bulan itu dipercaya membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi di air terjun tersebut.</p>
<p>Setiap Tahun Baru Jawa, air terjun Sedudo dipergunakan untuk upacara ritual, yaitu memandikan arca dalam upacara Parna Prahista, yang kemudian sisa airnya dipercikan untuk keluarga agar mendapat berkah keselamatan dan awet muda. Hingga sekarang pihak Permkab Nganjuk secara rutin melaksanakan acara ritual Mandi Sedudo setiap tanggal 1 Suro. </p></blockquote>
<p>Ketika memarkir sepeda motor. Bau panas mesin tercium, suara pendingin mesin juga terdengar. Waaah.. mesinnya ternyata perlu penyesuaian diri setelah berngoyo-ngoyo ria tadi selama di perjalanan. hihihi.. kesiannya&#8230; <em>tapi ndak papa sin, sekarang saatnya kamu ngistiro&#8217;at dulu, soale engko sampeyan kudu ngeterne mulih&#8230; wekekeke&#8230;</em> <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/hihi.gif' alt=':hihi:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kemudian kami menuruni tangga yang demikian curamnya. Ndak mungkin sampeyan bisa lari-lari menuruni tangga ini, kecuali kalo bibir sampeyan mau jontor, atau kepala sampeyan mau benjol gara-gara kejungkel. Sambil menuruni tangga sampeyan juga bisa melihat keeksotisan air terjun di atas sono sampai di bawah sono. Wow, sampeyan musti ndangak (menengadah) kalau ingin melihat puncak air terjun, dan musti ndingkluk (menunduk) kalau ingin melihat kaki air terjun.</p>
<p>Ini ada foto yang saya <em>kepce</em> (<em>capture</em>, red.) dari videonya masku.</p>
<p><img title="Suasana Air Terjun Sedudo kala ramai" src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/ke%20sedudo/4.jpg" alt="Suasana Air Terjun Sedudo kala ramai" /></p>
<p><center><em>Sayang pas kemarin Sabtu (01 Nopember 2008) itu, ndak seramai photo di atas.<br />
Mungkin harinya kali yang Sabtu, bukan hari Minggu<br />
seperti photo di atas (19 Oktober 2008).<br />
Suasana sabtu itu sangat sepi, ndak ada dua puluhan orang yang ada di lokasi. Sayang kami berlima ndak ada yang bawa kamera dijitel.<br />
Walhasil mata dan hardisk sejuta giga bait yang tertanam di otak kami lah (wuih lebai MODE ON!) saksinya.</em></center></p>
<p>Hawa begitu dingin, sampai-sampai niatan dari rumah untuk nyemplung dan mandi &#8220;<em>shower</em> raksasa&#8221; hampir terurungkan. Apalagi setelah beberapa menit kami berdiri dan menikmati pemandangan begitu hebatnya di depan kami, tiba-tiba terdengar suara glodak-glodak dari atas sana. Lalu turun ke bawah menimpa pepohonan, semak-semak, mak grusak-grusuk, lalu jatuh menggelinding dengan cepatnya dan hampir mengenai pengunjung belia yang sedang duduk-duduk di sisi kanan Sedudo. Mbak-mbaknya yang tadi duduk santai itu menjerit dan berlari menghindari batu yang hampir mengenai punggungnya. Waaah.. jangan-jangan mau longsor nih!! <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/takut.gif' alt=':takut:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sejenak, saya shock. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' /> , begitu juga dengan pengunjung yang lain. Suasana ceria yang tadi terasa, sekarang berubah menjadi keheningan, ketegangan. Semua raut muka ketakutan kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Saya sendiri langsung baca-baca istighfar, sholawat berkali-kali sambil memandangi alam sekitar. Mengawasi setiap lekuk batu raksasa itu.</p>
<p>Setelah beberapa saat hening, akhirnya ada yang memberanikan diri nyemplung lagi ke kolam air dan mendekati air terjun. Dia sendirian. Saya cekikikan sendiri melihat tingkah lakunya yang ndak direken sama temannya. Lawong mungkin temannya masih trauma melihat kejadian tadi. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/hihi.gif' alt=':hihi:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ternyata saya sendirian berdiri di sini, di depan bendungan kecil ini. Semua ternyata berteduh di bawah aula di belakang saya. Pedagang nasi pecel dan nasi jagung baru datang dan menata-nata dagangan. Wow, kami langsung menyerbu dan berharap mendapat <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/pertamax.gif' alt=':pertamax:' class='wp-smiley' /> menikmati nasi jagung. Waaa&#8230; ternyata iya&#8230; hehehe&#8230;</p>
<p>Ketika teman-temanku makan, aku malah meluncur bareng Sigit ke kolam air. Dan menikmati air terjun yang wow, nikmat sekali rasanya&#8230; auw.. rasa dingin dan pijatan maha dahsyat menimpa punggungku. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/rock.gif' alt=':rock:' class='wp-smiley' /> Maklum dengan <strong>ketinggian air terjun kira-kira 105 M</strong> itu, <strong>debit air</strong>nya mencapai <strong>41-45 liter/detik</strong>, dengan <strong>kecepatan 10-15 meter/detik</strong>. (sumber: smsnya <a href="http://masdan.net">masdan</a>)</p>
<p>Sayang lagi ndak ada skrishotnya ketika saya mandi dan tertimpa air terjun yang maha dahsyat itu. Eit, tapi saya punya yang dari <em>kepcer</em>an videonya masku lo&#8230; nyooh&#8230;</p>
<p><img title="Air terjun sedudo: Lha itu lo saya yang pakek baju batik sedang sedakep" src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/ke%20sedudo/5.jpg" alt="Air terjun sedudo: Lha itu lo saya yang pakek baju batik sedang sedakep" /></p>
<p><center><em>Wekekeke.. maklum baru liat mantenan, dan ndak bawa salin, walhasil pakek baju batik pun saya nyemplung&#8230; itu lo, photo pertama di atas (kiri atas), yang pakek baju batik dan sedakep. Hohoho&#8230; itu saya lagi kedinginan loo.. hihihi&#8230;</em> <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/hihi.gif' alt=':hihi:' class='wp-smiley' /> </center></p>
<p>Waaah&#8230; ketika saya selesai bermanja-manja dengan air dingin itu, teman-teman pada selesai makan sego jagung. Waaa.. saya jadi pengen juga niih.. eit, tapi salin dulu dong, ndop! itu air masih netes-netes di mana-mana tuh.. wokee&#8230; berangkaat&#8230; Eh, minum teh anget dulu deeh&#8230; wow, kok ndak anget ya? <em>wekekeke&#8230;</em> itu sebenarnya masih anget ndop, kamu aja yang kedinginan!!</p>
<p>Masuk ke mamar mandi. Bayangan saya sih airnya bakalan agak hangat, eee.. tibaknya, airnya justeru sangat dingin menyengat! hhhh&#8230;. <strong>&#8220;Pinten, Mas?&#8221;</strong> Tanya saya ke mas-masnya yang jaga kamar mandi yang sedang tiduran.<br />
<strong>&#8220;Stunggal ewu, Mas,&#8221;</strong> Katanya santai.<br />
Waduh, saya kira limaratus repes. Saya pun menawar, <strong>&#8220;Waduh, wolongatus mawon nggih, Mas?&#8221;</strong><br />
<strong>&#8220;Nggih, pun,&#8221;</strong> Jawab masnya.<br />
Hore Part 1 pun tercapai!! <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/dance.gif' alt=':dance:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Waduh, lha ini celana kolor basah ini mau ditaruh mana? Saya pun kembali ke masnya. Mau minta tas kresek. Waaah.. ternyata bayar pemirsa. Limaratus perak! Omaigaat.. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' /> mahal amaat!! Dengan jurus innosens part 2 saya, saya bilang, <strong>&#8220;Waduh, mboten gadah kepyar e, Mas?&#8221;</strong> Sambil berharap-harap cemas.<br />
<strong>&#8220;Nggih, pun, njenengan pundhut,&#8221;</strong> Kata Masnya.<br />
Hore Part 2 pun tercapai!! <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/dance.gif' alt=':dance:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-236" style="margin-right: 10px; margin-top: 5px" title="Sego jagung" src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/ke%20sedudo/6.jpg" alt="Nasi jagung" />Akhirnya, setelah selama hidup saya ndak pernah makan nasi jagung, sekarang di atas telapak tangan saya, di atas daun pisang, berhamburan nasi jagung yang berwarna kuning itu. Sayangnya saya ndak bawa kamera untuk memotretnya. Photo di sebelah itu photo koleksi saya. Bukan photo di lokasi sedudo.</p>
<p><strong>Rasanya nasi jagung?</strong> wow, nikmat bos, pokoknya harus di makan sama ikan asin, sayur dan urap pedes. Kalau di makan sendirian, ndak enak blas (menurut saya), tawar, ndak ada manis-manisnya. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/ngiler.gif' alt=':ngiler:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Rasanya nggak lengkap kalau kami hanya berkunjung, mandi, melihat-lihat suasana, merasakan suasana, tapi ndak ada bukti nyata, ndak ada kenang-kenangan. Wah, kami ternyata memerlukan foto. Iya, saksi kuat keberadaan kami berlima di Sedudo saat itu adalah hanya dengan photo. Apalagi buat Endah, warga Nganjuk yang baru pertama kali ke Sedudo. Hohoho.. ke mana aja sampeyan, Ndah? masa sampeyan justeru pernah ke Coban Rondo tapi malah ndak pernah ke Sedudo sih? aneh.. <em>wekekeke&#8230;</em> ndak papa, akhirnya sampeyan pernah to&#8230;</p>
<p>Akhirnya kami menyewa tukang foto. Terjadi tawar menawar dan perbincangan sebage berikut:<br />
<strong>&#8220;Pinten to, Mas?&#8221;</strong> Tanya saya.<br />
<strong>&#8220;Sedoso, Mas,&#8221; </strong><br />
Waaa.. kok luwarang men, <strong>&#8220;Gangsal ewu, nggih?&#8221;</strong><br />
<strong>&#8220;Dereng angsal, Mas.&#8221;</strong><br />
<strong>&#8220;Niku Kamera Dijital nggih, Mas, berati saget dikopi teng flashdisc?&#8221;</strong> Tanya saya tanpa ampun sambil menggelantung-gelantungkan fleshdisk saya di depan mukanya.<br />
Masnya bengong, tolah-toleh, mikir, lalu dijawab sekenanya, <strong>&#8220;Mengke dicetak teng komputer.&#8221;</strong><br />
Walaah, jawabannya ndak nyambung.. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/doh.gif' alt=':doh:' class='wp-smiley' /> Saya nanya lagi, kali ini pertanyaannya bikin mampus masnya, <strong>&#8220;Niku mengke ukuran resolusine pirang piksel, Mas?&#8221;</strong><br />
Ternyata iya, masnya semakin panas-dingin, bingung mau njawab apa, <strong>&#8220;Mengke dadose sak menten, Mas,&#8221;</strong> sambil menduduhkan lembaran photo ukuran 4 R.</p>
<p>Kami pun bingung, tapi karena dia bilang kompyuter, kami pun mengiyakan. Kalo komputer, berarti segalanya bisa dilakukan. Termasuk mengopy file ke flashdisc bukan?</p>
<p>Dan acara narsis-narsis pun tak terelakkan. Dan satu jepretan saksi mata keberadaan kami berlima pasukan-pasukan pemberani eks IPA 5 SMUDA Nganjuk di Sedudo pun ter<em>kepce</em>. Wow, kami berlima merapat di sekitar mas kamera tadi. Dan melihat hasilnya. mmm&#8230; lumayan bagus.. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/sip.gif' alt=':sip:' class='wp-smiley' /> Pencahayaannya lumayan bagus.. Kami pun berembuk, dan akhirnya memutuskan untuk langsung dicetak saja.<br />
<br/><br />
<img class="alignright size-full wp-image-242" style="margin-left: 10px; margin-top: 5px" title="ke sedudo sama bolo plek" src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/ke%20sedudo/7.jpg" alt="ke sedudo sama bolo plek" width="286" height="420" />
<p style="text-align: right;"><em><strong>Keterangan foto<br />
dari kiri ke kanan:<br />
Ndop, Bowo, Endah, Hari, Sigit</strong><br />
Ternyata hasilnya buram. Tadi, ketika kami lihat langsung dari kamera dijitelnya, ndak keliatan apakah buram atau tidak.. akhirnya kami pasrah saja deh sama hasilnya&#8230; <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/ampun.gif' alt=':ampun:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: right;">ssst!!! <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/ssst.gif' alt=':ssst:' class='wp-smiley' /> eeh, lihat tuh celananya si ndop, basah euy, kamu ngompol ya ndop? wakakak.. </p>
<p style="text-align: right;">Yee.. nggak nda.. itu kaos saya masih kebloh belom kering sepenuhnya. Jadi ya wajar to kalo kaos saya yang nempel di celana membuat celana saya ikut-ikutan kebloh? hohoho.. </em></p>
<p><br/><br />
Aku dan Endah mengikuti maskamera dijital tadi memasuki ruangan berlampu dop kuning yang ditutup oleh tirai kain. Di dalam ruangan terdapat printer lumayan canggih. Kamera dijitel itu dicolokkan ke printer melalui USB. Lalu photo langsung keluar dari printer.</p>
<p>Sambil menggelantungkan fleshdisk, saya minta dikopikan file-nya, Tapi saya lupa!! di situ ndak ada komputer!!! <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/eek.gif' alt=':shock:' class='wp-smiley' /> Tapi hanya sebuah printer. Waaa.. Omaigaat&#8230; Ah, moga-moga aja ada colokan USB nya. Aah.. cuma satu. Ada sih transfer filenya, tapi lewat memori kad, bukan fleshdisk! Tapi keknya tetep ndak bisa dibuat ngopi file. Wadduh.. aku dan Endah saling berpandangan.. <strong>&#8220;Discan ae ndop..,&#8221;</strong> Kata Endah.<br />
<strong>&#8220;Tapi resolusine???&#8221;</strong> sesal saya&#8230;</p>
<p>Saya mau komplain, tapi kok ndak enak. Mungkin mas kamera tadi ndak pernah tau apa itu komputer. Jadinya sesuwatu yang canggih dibilang kompyuter. Contohnya ya printer tadi. Omaigaat&#8230; Ya maklum lah ndop, di gunung seperti ini. Mana ada yang punya komputer? bisa megang kamera dijital aja itu mungkin perestasi yang membanggakan. Walau dia ndak tahu apa itu resolusi, apa itu megapiksel. hohoho&#8230; pengalaman berharga nih&#8230; lain kali, bawa kamera dijitel sendiri!!!</p>
<p>Kami pun pulang sambil membawa oleh-oleh selembar photo buram itu. Wohohoho&#8230; lumayan lah. Buat kenang-kenangan. Saya pun berjanji akan memostingnya di blog saya. Ya ini&#8230; postingan ini&#8230; </p>
<p>Akhir kata sebelum tips-tips, saya mau mengucapkan.. <em>(setting meksemem voliyem vois <-- alias bengok-bengok)</em></p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Hoee&#8230; Git, Wo, Ndah, Har, awakmu terkenal ndik blogku looo&#8230;. wakakakak&#8230; akhirnya impian sampeyan terkenal seluruh dunia tercapai loo&#8230; melalui blogku&#8230; hohoho&#8230;&#8221; </strong></p>
<p>Siapa mau menyusul???!!! </p></blockquote>
<p>Mau ke Sedudo juga?? ajak saya saja.. saya dengan senang hati mau mengantar. <strike>sekaligus nyari tumpangan</strike>. Nih, saya mau bagi-bagi tips buwat sampeyan yang mau ke sedudo.</p>
<ol>
<li>Barang wajib bin fardlu &#8216;ain yang harus dibawa <em>adalah</em> <strong>KAMERA DIGITAL</strong><br />
Karena pemandangannya sangat membuat anda menyesal seumur hidup kalu ndak diabadikan bersama senyum merekah anda!!! <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/ke%20sedudo/8.jpg" alt="Kaos sedudo" title="Kaos sedudo" width="200" height="150" class="alignleft size-full wp-image-243" style="margin-right: 10px; margin-top: 5px" />Karena konon airnya bikin awet muda, berati kalo ke Sedudo sampeyan musti punya rencana nyemplung ke air terjun, Kalo ndak sampeyan rugi besar. Maka dari itu, bawa salin. Atau kalo males bawa-bawa, bisa beli baju bersablon Sedudo seperti gambar di samping!</li>
<p><br/></p>
<li>Biyar ndak kedinginan, sampeyan lebih baik membawa jaket. Atau bisa juga diatasi dengan mandi nyemplung ke air terjun. Dijamin suhu sekitar akan lebih tinggi dibanding suhu tubuh sampeyan. Sehingga sampeyan ndak kedinginan lagi.</li>
<li>Nah, ini penting. Periksa kendaraan sampe bener-bener oke. Baru ngacir ke Sedudo. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/kabur.gif' alt=':kabur:' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Bawa makanan kalo perlu. Kalo ndak mau repot, sampeyan ya musti terima saja sama harga makanan yang supedupe mahal. Lah, sego jagung yang saya beli itu harganya dua ribu rupiyah lo. Padahal kata ibuk, di pasar harganya cuma limaratus rupiyah saja!!</li>
<li>Ini berdasarkan kejadian yang saya ceritakan di atas, jangan duduk-duduk di sebelah kanan (barat) Air Terjun Sedudo. Bertingkah-lakulah yang wajar. Wisata alam itu untuk mengagumi ciptaan-Nya, supaya kita lebih meyakini kebesaran-Nya. Bukan untuk hal-hal yang ndak etis dan ndak wajar</li>
<li>Yang baru belajar naik motor (kayak saya!), jangan dulu ya, sampeyan dibonceng saja dulu. Soalnya medannya sangat berbahaya..</li>
<li>Banyak berdoa selama berjalanan. Banyak membaca sholawat biyar diberi keselamatan. Banyak Beristighfar biyar diampuni dosanya. Insya Alloh sampeyan selamat sampai tujuan dan pulang dalam keadaan sehat wal afiat. Aamiin..</li>
<li>Ajak saya, soalnya saya masih kepengen lagi ke sana&#8230; hohoho.. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/ayoh.gif' alt=':ayoh:' class='wp-smiley' /> Apalagi kalo dibayari!!! <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/mataduitan.gif' alt=':mataduitan:' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2010/06/27/refreshing-ke-wisata-air-terjun-sedudo-nganjuk/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Refreshing ke Wisata Air Terjun Sedudo Nganjuk" >Refreshing ke Wisata Air Terjun Sedudo Nganjuk</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Akhirnya sodara-sodara setelah 6 bulan ndekem di kamar isolasi, mas ndop yang sudah terkenal dengan ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2011/09/21/bersyukur-yuk/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bersyukur Yuk!" >Bersyukur Yuk!</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Hehe.. memang nulisnya gampang banget, bersyukur yuk! Tuh khan gampang banget. Tapi, ngelakuinnya ya...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2007/11/14/hari-hari-yang-all-is-full-of-love/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hari-hari yang All Is Full Of Love" >Hari-hari yang All Is Full Of Love</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Duabelas Oktober Duaribu Tujuh, di dalam kamar di depan sebuah laptop pinjaman, di sebuah kota kecil...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/06/01/liburan-ke-sarangan-dan-tirtasari/" rel="bookmark" title="Permanent Link: All in One Vacation to Madiun and Magetan" >All in One Vacation to Madiun and Magetan</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/01/06/berlibur-ke-pantai-popoh-dan-sidem/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Berlibur ke Pantai Popoh dan Sidem" >Berlibur ke Pantai Popoh dan Sidem</a></span></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzofar.com/2008/11/03/berlibur-ke-air-terjun-sedudo-nganjuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

