Posts Tagged ‘ makam ’

ucup rumah topik

Ziarah Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Giri

Jadi ini kejadiannya setahun lebih yang lalu… Jadi di postingan ini, aku khan habis ziarah ke makam Sunan Ampel Surabaya. Hari berikutnya aku ke Madura ke rumahnya Abi buat numpang jumatan doang. Soalnya di Rumahnya Roki gak bisa, khan Rokinya kerja. Habis itu nginep semalam di rumahnya Abi. Besoknya ke Gresik. Main ke rumah temen […]

Rusa Bawean yang terkenal ituh

Wisata Rohani: Ziaroh ke Makam Sunan Ampel Surabaya

Lha aku kok lupa nggak posting tentang ini. Dulu itu aku males ngeblog banget berati ya? Lebih dari setahun yang lalu loh kejadiannya. Masih bisa mengingat-ngingat gak ini nanti? Sembrono kowe ndop! Sembrono!!! Jadi.. Umm.. Saya mengingat-ingat dulu kejadiannya. Oh iya inget! Bener-bener otak yg bisa diandalkan! Cuma kesingnya aja yang kayaknya harus diganti. Aku […]

Pintu Depan

Wisata Rohani: Makam Gus Dur Jombang

Jadi gini, aku khan punya keinginan dari dulu untuk mengunjungi makamnya Gus Dur. Walaupun aku kurang begitu mengenal Gus Dur sebenarnya. Kecuali lelucon dia yang segar dan anti mainstream ituh. Trus emang aku suka sih sama Gus Dur yang humanis. Kebetulan aku kok ya kenal sama blogger Jombang namanya Alid Abdul. Kenal sebenarnya sudah lama. […]

Pintu masuk makam Syekh Sulukhi Wilangan Nganjuk

Wisata Rohani ke Makam Syekh Sulukhi Wilangan Nganjuk

Jadi selain ke Makam Kyai Kanjeng Jimat di masjid Al Mubaarok Berbek Nganjuk ituh, saya juga pernah (nggak sering sih) ke makam Syekh Sulukhi beberapa kali di daerah Wilangan Nganjuk. Wilangan itu nama kecamatan. Dan lingkungannya hutan-hutan gitu deh. Nah itu pintu masuknya. Serem gak? Hehe.. Ada tulisan jawanya tuh, bisa baca nggak? Aku bisa. […]

Makam Bung karno, ayahanda dan ibundanya

Berwisata ke Blitar: Makam Bung Karno dan Candi Penataran

Mumpung Masdan lagi liburan, saya seringkali mendapat ajakan berwisata ke mana aja. Kali ini, saya diajak berwisata lagi ke kota Blitar. Kamis, 22 Januari 2009, kami meluncur ke Blitar naik motor. Seperti biasa, aku berada di belakang alias dibonceng. Weng… Sampailah kami ke Blitar. Seperti biasa lagi, aku nguantuk, lawong malamnya cuma tidur tiga jam. […]


|