<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sang Vectoria Jenaka™ &#187; INDONESIAN</title>
	<atom:link href="http://dzofar.com/tag/indonesian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dzofar.com</link>
	<description>Jasa gambar vector, edit foto jadi kartun, cerita-cerita konyol dan bodoh, pesan gambar vector,</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 10:19:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>AUDISI INDONESIAN IDOL 2008</title>
		<link>http://dzofar.com/2008/02/17/audisi-indonesian-idol-2008/</link>
		<comments>http://dzofar.com/2008/02/17/audisi-indonesian-idol-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 22:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Macak zurri Potlok™]]></category>
		<category><![CDATA[otaknya ndöp™ sedang dipakai]]></category>
		<category><![CDATA[pamer kemampuan™]]></category>
		<category><![CDATA[pengalamannya ndöp™]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumu'an™]]></category>
		<category><![CDATA[2008]]></category>
		<category><![CDATA[AUDISI]]></category>
		<category><![CDATA[IDOL]]></category>
		<category><![CDATA[INDONESIAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndopyangkonyol.wordpress.com/2008/02/17/audisi-indonesian-idol-2008/</guid>
		<description><![CDATA[<a href=http://dzofar.com/2008/02/17/audisi-indonesian-idol-2008/><img src=http://bp0.blogger.com/_7ig_RSTWayY/R7kTDjR7TtI/AAAAAAAAAYM/wN0O76943kU/s400/4.gif class=imagebox hspace=5 align=left width=130  border=0></a>Update 18 Februari 2008 Buat teman-teman yang telah mendoakan aku untuk masuk di babak spektakuler di Indonesian Idol 2008, aku mohon maaf sebesar-besarnya. Karena aku baru babak precast saja GAGAL. Padahal babak precast adalah babak paling bungsu. Alias cuman tes awal saja. Tes menyanyi di hadapan juri orang biasa, bukannya artis kayak Titi Dije dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><span style="color: #000000;">Update 18 Februari 2008</span></span></p>
<div>
<div>
<div><img src="http://bp0.blogger.com/_7ig_RSTWayY/R7kTDjR7TtI/AAAAAAAAAYM/wN0O76943kU/s400/4.gif" border="0" alt="" /></div>
<p>Buat teman-teman yang telah mendoakan aku untuk masuk di babak spektakuler di Indonesian Idol 2008, aku mohon maaf sebesar-besarnya. Karena aku baru babak precast saja GAGAL. Padahal babak precast adalah babak paling bungsu. Alias cuman tes awal saja. Tes menyanyi di hadapan juri orang biasa, bukannya artis kayak Titi Dije dan Indra Lesmana. Padahal untuk menuju ke juri artis, musti nglewatin babak selanjutnya lagi, yaitu babak videoboot. Kurang jelas aku tulisannya seperti apa. Pokoknya di babak Vidiobut itu, kita-kita para calon penyanyi disuruh nyanyi (yaiyyalah, masak disuruh nyuci!). saya ulangi lagi, kita-kita disuruh nyanyi dengan direkam kamera plus ada jurinya juga. Jurinya masih orang biasa.</p>
<p>Inilah cerita selengkapnya yang saya liput selama 2 hari kepungkur.</p>
<div class="fullpost">
<div><span><strong><span style="color: #000066;">&#8211;Hari Sabtu tanggal 16 Februari 2008—</span></strong></span></div>
<p>Pagi-pagi buta (menyewa bahasanya Dian Sastro), aku sudah bangun. Langsung sholat, mandi. Dan hal itu adalah tingkah lakuku yang langka. Sehari-hari, aku bangun jam setengah dua siang, mandi jam dua siang. Karena malamnya, aku memang suka gantiin kelelawar yang sedang ronda. Apalagi pas ada bagi-bagi mangga. Waah… aku paling semangat buat rebutan sama kelelawar-kelelawar itu. Tapi aku selalu kalah, soalnya dia curang sih, dia lo pakek sayap, lha aku kan nggak punya sayap. Khan nggak fer dong namanya….&lt;&#8212; ngomong apa sih?????   Kita kembali ke jalan yang lurus…   Semua pada curiga, tapi pura-pura cuek. Hnah, yang nggak bisa nyembunyiin kecuekannya adalah ibuk. Alhasil aku ditanya,&#8221;arep nandi Ndop??&#8221; dengan logat Tulungagungnya. &#8220;Dolan nggone koncoku,&#8221; aku pun menjawab seenaknya &#8220;Ojo lali lo, ngko jam papat enek slametan nggone Kusmedi. Acarane lamarane Nunuk. Ngesakne lo, mosok gak teko.&#8221; Kata Ibuk. &#8220;Insya Alloh…,&#8221; hanya itu yang bisa aku ucapkan…   Langsung mak mblesit budal… pokoke tanpa melihat ke belakang lagi… Nyegat bis nang pertelon gang. Entuke len. Oke lah. Gapopo. Weerr…… menuju ke terminal Nganjukjokarto.   Alhamdulillah langsung ada &#8220;Sumber Kencono&#8221; The wildest bus ever. My favorite bus eva. Mak plencing, nyolot &#8220;mak plug&#8221;. Golek lungguhan, hnah, ini dia ada kosong…. Aku pilih yang kursi dua.   Dari berangkat sampai ke Surabaya, aku nggak ada partner duduk alias dewean terus. Alhasil, sikilku yang panjang semampai namun berbulu lebat itu, sangat amat bebas berpetakilan ria ke sana-ke mari.   Jam dihape menunjukkan pukul 11 siang. Dan sampailah aku di esbeye. Langsung aja naik bus Ijo. Turun Giant. Langsung jalan kaki menuju Maspion Convention Center. &#8220;Mak Gedubrak jerantal&#8221; wuih… pesertane… berjut-jut!! Ya amplop ya prangko, seperti inikah banyaknya orang-orang yang mau jadi Idola Indonesia???</p>
<div><img src="http://bp1.blogger.com/_7ig_RSTWayY/R7kV1zR7TwI/AAAAAAAAAYk/dfrFxfUsUJ0/s400/007.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Dengan segala kecuekan, aku pun bertanya ke kru RCTI yang badannya subur-subur semua itu. Dan keberanianku bertanya sangat mengilhami para peragu-ragu yang berjejer di pinggir trotoar pintu masuk MCC. Mereka lo, berdiri-diri nggak jelas. Wong gak jelas kok nggak nanya? Trus mau tahu dari mana? Menunggu ilham datang?? Ilhamnya datang kalau kita mau bertanya khan??</p>
<p>Alhasil, aku nggak ada acara berdiri-diri nggak jelas. Tapi digantikan acara berdiri-diri panas. Dengan suhu kira-kira 40 derajat ke atas (suhu panas Surabaya berapa sih??), aku dan rekan-rekan calon aidol dipepe selama EMPAT JAM!!!</p>
<p>Badan kita-kita, para calon arteeees!!, sudah pasti keringetan pol-polan. Apalagi 75 persenan semua pakek jamper (Jaket yang ada tutup kepalanya, red.). kalau dianalogikan, jamper itu bagaikan dandang, matahari bagaikan kompor, tubuhku yang kurus kerempeng adalah bandengnya…</p>
<p>Kami-kami sebagai wakil daerah masing-masing pun merasa dehidrasi pastinya. Untungnya ada yang jualan di luar MCC. Walaupun musti keluar &#8220;arena&#8221; antrian sebentar, aku pun beli satu. Yaolo bos, harganya selangit. Kalau minuman mineral itu semua laku, mungkin si penjual bisa dapet omset dua kali lipat!! Dasar iso ae sing dodol, mumpung kabeh podo butuh, dee sengojo ngelarangne dua kali lipat! Tapi apa artinya uang tiga ribu rupiah di saat dehidrasi menyerang??</p>
<p>Sambil manggut-manggut gak jelas karena sambil mendengarkan MP3 ku yang kuisi lagu-lagu hip-hop milik Ice Cube, aku menikmati setiap detik waktuku dengan semenyenangkan mungkin. Banyak yang iri denganku, kok aku bisa senyum-senyum sendiri di tengah hawa panas menyengat tubuh sih? Hahaha… belum tahu dia, music seems like a energy to me…</p>
<p>Bukan itu saja, aku senyum-senyum sendiri itu karena ngeliat kostum peserta yang 80 persen pakean distro semua. Tahu nggak, yang sejenis soft jins yang semakin turun ke bawah, semakin menyusut. Trus pakek sepatu yang sama modelnya.</p>
<p>Sebenarnya bukan mereka sih yang banyak aku tertawain, tapi aku sendiri…  soalnya, aku benar-benar themeless. Nggak ada tema blas. Dari bawah ke atas: sandal Carvil yang ada magnetnya, jins murah yang biasanya ada di umbruk-umbrukan Ramayana, Matahari, dll. Kaos merek Proshop, jamper merek Ice Walk, Topi merek Cardinal. Untuk urusan warna, dari atas ke bawah: merah, hitam, abu-abu, biru, coklat. Wahai para designer baju, sudah mecingkah warna bajuku?? Kayaknya warnanya mbeleset pas sandal deh. Masak coklat sih??</p>
<p>Ternyata ada yang lebih parah. Tepatnya urutan ketiga di depanku, masak dia pakek baju PRAMUKA sih??? Lengkap sak dug-dugnya, kabaretnya, sepatu hitam, kaos kaki hitam… untung aja dia nggak bawa tongkat pramukanya sekalian… mungkin bakalan diusir kali…  Eh, ada tim Naruto lo… sayang yang jadi Naruto perempuan. Sekitar empat ekor yang memakai kostum naruto sak bolo-bolonya. Komplit sak loggo dan asesorisnya. Malah ada yang bawa asesoris kebanyakan, yaitu pagar. Emangnya ada ya, Naruto yang bawa pagar?? Aku ndak tahu tuh, soalnya nggak sering nonton pilm kartun. Tapi kok pagarnya dipasang di gigi ya???</p>
<p>Trus ada yang berusaha mengubah warna kulit mukanya dengan menempelkan berkilo-kilo bedak… padahal mata jeli saya tidak bisa ditipu bos. Tuh, tangan lo masih item tuh, nggak ikut dibedaki juga toh, mbak?? Padahal, menurut saya, mending operasi plastik aja bos. Lebih murah dan praktis. Apalagi di saat pencemaran lingkungan gara-gara plastik sedang marak-maraknya. Tak sumbang toh?? Oke, kayaknya banyak tuh ember pecah di rumah.</p>
<p>Kayaknya empat jam dipepe jadi nggak terasa gara-gara ada yang berpenampilan unik dan konyol. Nggak ada mereka, mungkin sudah ada yang semaput kali. Dan memang terbukti banget, soalnya emang nggak ada yang semaput. Padahal yang belum sarapan pun nggak sedikit. Beda sama upacara bendera pas kita-kita SMA dulu. Sarapan nggak sarapan, tetep aja ada yang semaput. Walau cuma sejam doang, nggak panas pisan.</p>
<p>Akhirnya, aku pun tiba giliran mendaftar ulang… Sebagai tanda telah daftar ulang, peserta harus mencelupkan jari kelingking kanan ke dalam tinta. Jadi berasa Pemilu.</p>
<div><img src="http://bp3.blogger.com/_7ig_RSTWayY/R7kV2TR7TyI/AAAAAAAAAY0/F7uYoZBtQSo/s400/tangan+Tinta.JPG" border="0" alt="" /></div>
<p>Setelah itu masuk ke ruangan. Aula di dalam terasa dingin. Dengan lampu di setiap meter piannya, pencahayaan jadi oke. Apalagi ditambah dua lampu super terang yang menerangi kita-kita para calon penyanyi idola. Acara bernarsis-narsis ria pun tak terelakkan ketika kamera RCTI berlalu-lalang membidik kita-kita. Aku males bernarsis-narsis ria, soalnya aku haus plus lapar banget. Untung ada mbak-mbaknya yang nawarin Pop Mie. Yaudah, langsung aja dalam hitungan detik, mie panas itu ludessss… tinggal kuahnya doang! Kuahnya dibuat minum pada saat haus ini dat<br />
ang lagi. Hehehe… minuman kok gurih!</p>
<div><img src="http://bp2.blogger.com/_7ig_RSTWayY/R7kTDDR7TrI/AAAAAAAAAX8/yvRlI23WZ3s/s400/1.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Sori ya bos, aku nggak punya hape kamera. Jadi acara poto memoto emang nggak ada. So, u musti betah ngebaca postingan ini dengan sedikit gambar. Semoga aja u betah ya bos…<br />
Ayo, yang pada kasihan, dibelikan dong si Ndop kamera Digital. Kessian khan kalau musti posting tanpa gambar terus.</p>
<p>Tapi memang missiku itu sedang belajar menulis novel. Menurutku lebih enak membaca novel dari pada membaca komik.  LEBIH PUNYA TASTE!!!!  Kamu??? Kembali ke barisan!!! Kameraaaaaa….rolll on… action!!!!</p>
<div><img src="http://bp1.blogger.com/_7ig_RSTWayY/R7kTDzR7TvI/AAAAAAAAAYc/U6u1KtuDz8o/s400/006.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Akhirnya, giliranku dipanggil pun datang. Ada perasaan, aduuh jangan dipanggil dong, soalnya belum siap niih.. trus ada perasaan yang lain, aduuh… cepetan dipanggil dong, selak luwe niih… bingung-bingung ku memikirnya…</p>
<p>Maju ke depan bersama sepuluh kontestan lainnya. Disuruh baris. Dicek satu-satu. Disuruh jalan kayak sepur-sepuran. Trus baris lagi. Trus disuruh duduk. Ada lima lapis kursi berderet sepuluh-sepuluh. Deret paling depan dipanggil giliran menyanyi, deret di belakangnya menggantikan. Begitu seterusnya.</p>
<p>Pas dipanggil satu tim bersepuluh, semua jelas punya perasaan yang sama, yaitu: NDREDEG!! Apalagi pas nunggu giliran menyanyi…. Waaah… mak jedak-jeduk-jedak-jeduk… dan aduh, kenapa aku urutan kedua??</p>
<p>Dan aku pun memasuki bilik ukuran dua setengah kali dua setengah meter. Di bili itu, kita benar-benar disuruh-suruh nggak boleh nolak. Tapi ngeles boleh. Hehehe… contohnya saya, saya disuruh nyanyi reffnya saja, ee.. saya ngengkel, saya maunya satu lagu komplit,walau nggak semua lirik. Alhasil, belum nyampek reffnya, aku di &#8220;CUT&#8221; secara tiba-tiba. Benar-benar seperti penyiksaan. Masak lagi enak2nya nyanyi, pas bagian semangat-semangatnya, eee… dikat. Kurang Amplop!!</p>
<p>Lalu duduk kembali ke tempat semula. Belum lega tuh, masih &#8220;mak bregedek-bregedug&#8221; jantung ini. Soalnya masih akan diumumkan hasilnya setelah kesepuluh-sepuluhnya selesai nyanyi.</p>
<p>Kita bersepuluh, menuju tempat duduk lain di ruangan lain. Bilik-bilik ditata sedemikian rupa secara acak. Seperti pazel. Dan… pengumuman pun dibacakan…</p>
<p>Tiga orang, kalau nggak empat, lolos. Aku tidak termasuk… yaaah…. Aku pun pura-pura lemes. Biar berasa gemanaa geto…Padahal?? Benar-benar lemes. Hehehe…. Lapar Buuuoooss!!!</p>
<p>Pulang dengan langkah gontai…tapi ketika ada yang lihat, disemangat-semangatkan biar gak ngisin-ngisini. Nggak ada acara tangis-menangis di sana. Yang gagal, ya gagal aja, yang lolos, ya lolos aja. Kayaknya nggak pakek &#8220;tangisan cino&#8221; yang kayak di tipi2 itu. Yang nangisnya sampek &#8220;mbrebes mili&#8221; itu. Masi mending kalau mbrebesnya dari mata, kalau dari hidung? Ngisin-ngisini bos. Opo maneh mbrebese teko lambe… tambah nggilani…</p>
<p>Habis itu aku bingung. Waktu sudah pukul setengah delapan malam. Lalu tolah-toleh ke sana ke mari. Bingung nyari pintu keluarnya. Alhasil, mbebek aja…<br />
Sampai di poskamling, aku bertemu para gagaler Indonesian idol alias yang gagal lolos ke babak selanjutnya. Mereka pada lesu-lesu semua.</p>
<p>&#8220;Piye bos??&#8221; sapaku tanpa memerdulikan dari mana asalnya, apa bahasanya.<br />
Untung mereka orang jowo semua. Dan mereka emang sama nggak lolosnya.<br />
Akhirnya…. Ada tempat curhat!!<br />
Mereka pun ternyata nggak hanya satu kali ikutan aidol. Tapi sudah pernah ikut juga sebelumnya seperti aku. Lalu kita-kita pun mengobrol…<br />
Ya oloo…. Kita ngobrolnya nyambung banget bos!!!!! Secarak kita-kitak emang hobinyak sammak semuak, yaituk menyanyik.</p>
<p>Salah satu ada yang sampai babak selanjutnya, tapi gagal di babak vidiobut, gara-gara batuk di tengah-tengah lagu… (yaiyyyiiiaaalllaaahhh….)<br />
Kami pun bertukar-tukar nomer hape. Standar lah… jaman sekarang…<br />
Dan berencana mau ikutan audisi tahun berikutnya… siip lah bro!!<br />
kita ketemuan tahun depan bro…</p>
<p>mereka-mereka pun pulang…</p>
<p>aku sendirian plonga-plongo…<br />
mobil-mobil mewah menyentrongiku dengan lampunya yang sombong….<br />
Titik-titik hujan di atas sana terlihat jelas tersentrong lampu iklan… pemandangan yang bagus!</p>
<p>Trus temanku bernama Purwodani Prasetyo pun datang… (Dan, awakmu tak promosikno nang blogku loh!!! Ayo mbayar!!! Hehehe…)<br />
dia memang sedang berbaik hati padaku. Dia mau ngantar ke gebang ke kosnya Aditya Hidayat Jati (Jat, tak promosikno lo jenengmu, ayo mbayar Jat!! Hehehe…)<br />
Kebetulan di kamar itu ada Ade Irfandy Suyatno (hehe.. iki barang, ayo mbayar!!)<br />
Beberapa saat kemudian, langsung mak klesek aku turu….</p>
<p>Memang sangat ngantuk aku, sebelum naik bus ke Sby, aku nggak mau ketinggalan nonton Alien VS Predator di Bioskop.<br />
Bioskop gratisan alias Bioskop TransTV. Baru bisa tidur jam dua malam.</p>
<p>Di hari pertama ini, ai wuud laik to thanks to:</p>
<ul>
<li><span><span style="color: #666666;">Ruli, thanks atas semangatnya!!</span></span><span><span style="color: #666666;"><br />
</span></span></li>
<li><span><span style="color: #666666;">Mbak Anindya dan temannya, thanks telah dibelikan Pop Mie. </span></span><span><span style="color: #666666;"><br />
</span></span></li>
<li><span><span style="color: #666666;">Seorang bertubuh tambun, berjaket putih, berkulit item, bercelana -yang saknya banyak- berwarna krem… kamu penyemangatku bos!! </span></span><span><span style="color: #666666;">Sopo kuwi Ndop?? Anu bos, dee kuwi lucu, nek aku kesel gara-gara ngantri, pas ndelok bocahe langsung ngguyu… soale lucu… hahaha…. Jadi tambah semangat!! Trus kadang-kadang tak bayangne nek dee gundul, nek dee kuru koyok aku, nek jakete dicepot, trus tibake dua orang berada di dalamnya… hahaha…. Dasar wong edan!!!</span></span><span><span style="color: #666666;"><br />
</span></span></li>
<li><span><span style="color: #666666;">Buat kru-kru RCTI yang tubuhnya subur semua, kalian adalah obsesiku!!! Kapan ada lowongan jadi kru nih?? Aku mau dong.. biar bisa subur kayak eloh-eloh… bosen kerempeng terus!</span></span><span><span style="color: #666666;"><br />
</span></span></li>
<li><span><span style="color: #666666;">Purwodani Prasetyo, yang sudi mengantarku ke rumah Aditya Hidayat Jati.</span></span><span><span style="color: #666666;"><br />
</span></span></li>
<li><span><span style="color: #666666;">Aditya Hidayat Jati, yang sudi memberikan sedikit space kamarnya untuk saya klesoti… untung aku gak ngiler Jat!</span></span><span><span style="color: #666666;"><br />
</span></span></li>
<li><span><span style="color: #666666;">Buat Chandra, yang dengan sangat senang mengantarku beli sego goreng&#8230;</span></span></li>
</ul>
<div><strong><span><span style="color: #000066;">&#8211;Hari Minggu tanggal 17 Februari 2008—</span><br />
</span></strong></div>
<p>Bangun jam setengah enam in the moning. Ngenet. Blogging. Buka www.indonesianidol.com. Ternyata pendaftaran sudah tutup. Aaaah…. Kecewa…</p>
<p>Maunya ikutan lagi… abis yang kemarin emang kayak penyiksaan. Dipepe nang panasan empat jam, didinginkan di ruangan selama empat jam juga. Hhh…..</p>
<p>Dan di pukul 10 am, aku pun berangkat ke sana….<br />
Sampai MCC, langsung tanpa banyak basa-basi aku nanya kru RCTI.<br />
Mendengar jawaban melegakan, aku langsung excited gak karuan. Ternyata, boleh ikutan lagi boss!!!<br />
Aku pun dengan semangatnya membeli Koran Sindo yang memang ada formulir pendaftarannya. Saking semangatnya, aku nggak sadar kalau sedang ditipu. Lima ribu rupiah harus kurelakan untuk membeli koran. Baru sadar ketika tadi pulang naik bis. Ternyata harganya dua ribu saja!<br />
&#8220;plak&#8221; , batukku tak keplak!! Adduh, ketipu aku…..</p>
<p>Kuisi formulirnya…<br />
Eeeeeeeee……… tiba-tiba ada yang nyelonong…<br />
&#8220;masnya, mau ikutan lagi ya?? Emang boleh ya??&#8221; mbaknya ini  aneh banget… masak bedaknya belepotan gak jelas. Dan<br />
sepertinya kata &#8220;chemonk&#8221; lah yang pas untuk muka mbaknya itu. (mbak Dian Sastro, aku pinjam lagi kata2nya)<br />
&#8220;Boleh kok mbak, tadi udah nanya ama krunya katanya boleh&#8221;.<br />
&#8220;tapi kok aku nggak boleh ya? Tadi pagi udah audisi, trus nggak lolos. Mau ikutan lagi, nggak boleh kata masnya,&#8221; kata mbaknya yang semakin lama aku kok semakin mengenalnya…<br />
&#8220;Aku tadi udah nanya mbak, katanya boleh ikutan lagi kalau kemarin udah ikut.&#8221;<br />
Dan kami pun berada sangat dekat. Karena mbaknya emang lagi nyatet jadwal audisi di Jogjakarta… yang kebetulan ada di formulir yang sedang saya pegang.<br />
Sambil dia melihat tulisan itu, aku sempet2in ngeliat mukenye sekali lagi, kuperhatikan sekali lagi… dan lagi… dan anganku teringat pada artis &#8220;coba lagi award&#8221; yang pernah mencium Daniel Mananta.<br />
Yang nyanyi lagunya &#8220;Pilihlah Aku&#8221; dengan sangat sukses. …..Sukses ancurnya!!!<br />
Trus nyanyi lagunya &#8220;Sang Dewi&#8221; dengan penjiwaan yang dahsyat!!&#8230; dahsyat Gilanya!!!</p>
<p>Saking penasarannya, akupun bertanya….<br />
Dia bilang iya, aku bilang masa sih?? Dia bilang iya, aku bilang coba lihat KTP-nya dong mbak?penasaran niih….<br />
Dan mbaknya pun merogoh isi tasnya. Isinya amburadul wis pokoknya… eh, ada rotinya… roti &#8220;xxx&#8221; dan ia temukanlah potokopi KTP-nya dan menyerahkan kepadaku.</p>
<p>DIIEENG!!!!! GLODAK!!! Aku berada tepat mepet di sebelah &#8220;&#8221;"SUCIYATI&#8221;"&#8221;</p>
<div><img src="http://bp2.blogger.com/_7ig_RSTWayY/R7kV2DR7TxI/AAAAAAAAAYs/M2qziPUabTY/s400/Suciyati.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Langsung aja nafsu isengku pun tak terelakkan. &#8220;Mbaknya bener Suciyati khan?? Ayo mbak, nyanyi &#8220;pilihlah aku&#8221; di depan sini lo mbak…??&#8221;<br />
Tanganku menunjuk ke depan. Dia nggak mau nyanyi. Katanya dia kesel ama RCTI karena sudah marah-marah sama dia. Katanya, gara-gara dia, makanya Daniel putus sama kekasihnya…</p>
<p>HWELKKHH!!! JUH..JUH….!!!<br />
Hahaha…. &#8220;masa sih mbak??&#8221;<br />
&#8220;Iyya, dibilangin nggak percaya!&#8221;<br />
&#8220;Alaah, bo&#8217;ong… buktinya kok nggak pernah nongol di acara gosip di tipi? Hayooo…&#8221;</p>
<p>Dan dia pun tetep ngeyel… dan aku tetep nggak percaya…</p>
<p>Gila boooos…. Dia deket banget sama aku. Nempel lagi. Wuih pakeannya, norak banget. Bedaknya chemonk, kayak anak dua tahun habis mandi trus dibedaki ala kadarnya gitu…</p>
<p>Karena takut ketularan, aku pun menetralisir keadaan dengan pindah tempat ke mana kek pokoknya jauh-jauh dari makluk planet ini… dan tiba-tiba…</p>
<p>&#8220;MAS DANIEL!!!&#8221; Suciyati pun dengan lantang memanggil &#8220;kekasihnya&#8221; itu.<br />
&#8220;Hey..!!&#8221; Si Daniel pun menjawab.</p>
<p>Lalu, si Daniel yang rambutnya dicet hailait kuning, ilang masuk mobil bersama manajernya. Dan aku masih berada di sebelah makluk planet terchemonk di seluruh jagat raya ini…</p>
<div><img src="http://bp3.blogger.com/_7ig_RSTWayY/R7kTDTR7TsI/AAAAAAAAAYE/XV6kcYH64ug/s400/2.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Alhasil, aku pun langsung ninggalin dia begitu saja. Menuju tempat daftar ulang. YESS!!! Aku bisa masuk ruangan lagi. Lho kok sepi??<br />
Ternyata di hari kedua ini, pesertanya emang menurun 75 persen. Alhasil aula hanya terisi nggak ada separo. Kosong blong…</p>
<p>+++++++++</p>
<p>Kami bersepuluh dinyatakan lolos… lolos untuk pulang ke rumah masing-masing…. Yaaah…. Akhirnya boos…. Pulang juga ke kampung halaman…. Dan impian pun harus dipendam selama kurang lebih setahun… nggak papa, cari pengalaman….</p>
<p>Padahal lo… kalau melihat performance para peserta, udah lumayan kok. Mungkin si juri ngeliat story formnya. Memang kita-kita disuruh ngisi pertanyaan-pertanyaan macam &#8220;siapa idola + alasan&#8221;, &#8220;kegiatan selama seminggu&#8221;, &#8220;pekerjaan&#8221;, &#8220;pengalaman paling berkesan&#8221;, &#8220;pengalaman terpahit&#8221;, dll. Dan menurut pengamatan saya, story form itu sangat amat berpengaruh pada kelolosan babak pertama ini. Soalnya yah, kita-kita pas nyanyi itu, nggak didengerin sama jurinya secara serius. Dia malah sibuk baca storyformnya. Trus tiba-tiba… &#8220;sudah&#8221;. Dan kita pun terpaksa berhenti. Dan keluar ruangan….<br />
Memang menjadi Idol itu harus benar-benar siap segala-galanya. Kalau masih kuliah, trus suaranya hanya &#8220;bagus&#8221; saja. Mungkin nggak diloloskan. Tapi kalau pekerjaannya di isi &#8220;menganggur&#8221;, mungkin bisa lolos. Masuk akal sih, soalnya Idol kan bukan sebuah pelarian. Idol bukan ajang mencari resiko harus kehilangan pekerjaan misalnya, harus berhenti kuliah misalnya.</p>
<p>Aku bersama seorang kenalan dadakan bernama Teguh Prakosa, Iir, Ayu, bersebelahan duduknya. Kami untungnya cair aja ngobrolnya. Saya, Teguh, sama Iir satu tim. Dan sama-sama masuk ke Ruang 4. Alhasil ketika diumumkan bahwa tim kita nggak ada satu pun yang lolos, kita-kita pun dengan leganya bilang,&#8221;Ayo karaokean yuuk, ayo bikin Vocal Grup saja, Iya, Namanya Grup Ruang Empat,&#8221; dan yang mengejutkan, si Mbak yang aku ndak tahu namanya, yang dari tadi berjaim-jaim ria kepadaku, berbahasa Indonesia layaknya orang Jekahtah, berbaju kuning, cantik pula, bilang………. &#8220;MBENCEKNO!!!!&#8221;</p>
<p>GLODAK!!!</p>
<p>Dan kita-kita pun tertawa-tawa… wuih senenge cah… nek wis koyok ngene…..<br />
Aku dan Teguh langsung jalan-jalan aja ke Giant. Karena si Teguh lapar, dia pun ngajak makan dulu di mekdi atau apalah. Eeh… dapetnya di restoran sebelah pintu masuk Giant. (namanya lupa!)</p>
<p>Dia mesen es the + nasgor. Sementara aku mesen jus apel. Tahu nggak berapa harganya?? Jus apel saja delapan ribu rupiah!! Insane ya??? Dulu pas SD, harga Es Jus itu seratus perak. Sekarang delapan ribu. Jadi sudah naik 80.000% . Alias, kalau kembali ke jaman dulu, uang 8000 bisa buat beli es jus untuk 800 orang!!</p>
<p>Aku rasa-rasain, mmm… enak sih. Tapi standar. Nggak ada susunya, nggak ada coklatnya… masih enak es jusnya kantin ITS yang harganya di bawah empat ribu udah plus susu coklat.</p>
<p>Pulang, kesasar pisan. Lene mbujuki. Kene pingin mudun mbungur ee… dibablasne ae sampek stasiun. Ee… tibake dikongkon mlaku nang Mbungur dewe. Alhasil kasihan sama si Teguh, dia kayaknya nggak kuat kalau musti jalan panas2. Sampai Mbungur, aku pun langsung naik &#8220;Sumber Kencono&#8221;. Masih sepi pol…  alhamdu??? Lillaaaah…. (wuih koyok mbak yai ae…hehehe…)<br />
Si Teguh kayaknya mau naik Patas aja… dia koyoke loro. Soale teko Kediri dee durung mangan, trus audisi, trus ndredeg, dsb. Brati dee kelelahan. Aliase awake nggreges.</p>
<div><img src="http://bp0.blogger.com/_7ig_RSTWayY/R7kTDjR7TuI/AAAAAAAAAYU/OSOSEAhyr38/s400/4.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Cihui… dengan jurus -lagi-lagi- bertanya, aku pun dapet kartu langganan bus SK. Iyyes!! Bagus Ndop… hal-hal yang kamu nantikan ternyata harus diraih dengan usaha kecil, yaitu &#8220;bertanya&#8221;. Bertahun-tahun aku hanya mengharap saja dikasih ama kondekturnya kartu langganan. Ee… nggak dikasih2. Cuma gara-gara tanya iseng,&#8221;Mas, gak enek kartu langganan??&#8221;<br />
Langsung saja, mase kondektur ngrogoh-rogoh saknya dan mengeluarkan kartu berwarna kuning itu.. aku pun kegirangan menerimanya!!!</p>
<p>Ternyata endingnya hepi ya…. Alhamdu???? Lillaaah…..</p>
<p>Di hari kedua ini, saya sangat berterimakasih kepada:</p>
<ul>
<li><span><span style="color: #666666;">Aditya Hidayat Jati (again) atas tumpangan mandinya….</span></span><span><span style="color: #666666;"><br />
</span></span></li>
<li><span><span style="color: #666666;">Ade Irfandy Suyatno atas pemutaran video sulapnya… yang keren abis.. dia lo bisa menerbangkan kertas di antara dua tangannya. Hebat u De…!!</span></span><span><span style="color: #666666;"><br />
</span></span></li>
<li><span><span style="color: #666666;">Teguh Prakosa, thankyu brah!! Atas mau menemani saya selaku wakil dari Nganjuk siti. Atas traktirannya Jus Apel tadi…</span></span><span><span style="color: #666666;"><br />
</span></span></li>
<li><span><span style="color: #666666;">Buat Pak Kondektur, matosuwo atas kartu langganannya… sangat berarti berat buat saya!!</span></span><span><span style="color: #666666;"><br />
</span></span></li>
<li><span><span style="color: #666666;">Buat seseorang yang ketika kupandang menyena<br />
ngkan sekaligus mengenyangkan!!! Hehehe…</span></span></li>
</ul>
<p><span style="color: #666666;">Proses Audisi:<br />
- Ngantri di Terop<br />
- daftar ulang<br />
- nyelupin jari kelingking ke tinta (kayak PEMILU aja!)<br />
- mengisi formulir di aula<br />
- menunggu panggilan sesuai nomor registrasi<br />
- menunggu pemanggilan untuk menyanyi<br />
- jika lolos, interview, jika tidak lolos&#8230; bye..bye&#8230;<br />
- jika lolos, masuk ke ruangan yang sudah dipasang kamera, menyanyi lagi. jika tidak lolos, pulang aja lagi&#8230;<br />
- jika lolos, menerima undangan untuk audisi dengan Juri Indra Lesmana, Titi DJ, dkk.<br />
- jika lolos, Ke Hollywood!!!! eh, gak deng, ke Jekahtah!!!</span></p>
</div>
</div>
</div>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/06/13/tips-awet-muda-ala-ndop/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tips Awet Muda Ala Ndop" >Tips Awet Muda Ala Ndop</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Para dirimu-dirimu sekalian, pada nyangka nggak kalau foto di sebelah kanan tulisan ini.. Iya yang i...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2008/06/10/kalo-sedang-jatuh-cinta/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kalo sedang jatuh cinta&#8230;." >Kalo sedang jatuh cinta&#8230;.</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
 Imij didizain oleh ndöp™ featuring mbah buyut korel dro.. makasih ya mbah buyut, atas tul-tulny...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2007/12/11/audisi-indonesian-idol/" rel="bookmark" title="Permanent Link: AUDISI INDONESIAN IDOL" >AUDISI INDONESIAN IDOL</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sik, tak ngguyu disik… (wahahahaha…)

Sopo ndop sing melu audisi Indonesian Idol?? Koncomu yo?? ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2010/10/30/pingin-ke-jakarta/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pingin ke Jakarta" >Pingin ke Jakarta</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2008/01/01/obsesi-di-tahun-2008/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Obsesi di Tahun 2008" >Obsesi di Tahun 2008</a></span></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzofar.com/2008/02/17/audisi-indonesian-idol-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AUDISI INDONESIAN IDOL</title>
		<link>http://dzofar.com/2007/12/11/audisi-indonesian-idol/</link>
		<comments>http://dzofar.com/2007/12/11/audisi-indonesian-idol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 11:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Macak zurri Potlok™]]></category>
		<category><![CDATA[pamer kemampuan™]]></category>
		<category><![CDATA[pengalamannya ndöp™]]></category>
		<category><![CDATA[AUDISI]]></category>
		<category><![CDATA[IDOL]]></category>
		<category><![CDATA[INDONESIAN]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndopyangkonyol.wordpress.com/2007/12/11/audisi-indonesian-idol/</guid>
		<description><![CDATA[Sik, tak ngguyu disik… (wahahahaha…) Sopo ndop sing melu audisi Indonesian Idol?? Koncomu yo?? Sopo jenenge?? Kenalin dong?? Jalukno tandatangan dong?? Soale nek wis terkenal kan angel dijaluki tandatangan. Ndang to ndop, jalukno… Heh, sing melu Audisi iku yo aku dewe. HA??!!! Kaget ya.. yaiyyalah soale… kan awakmu wong ndeso, mosok melu Aidel seh? Awakmu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sik, tak ngguyu disik… (wahahahaha…)</p>
<p>Sopo ndop sing melu audisi Indonesian Idol?? Koncomu yo?? Sopo jenenge?? Kenalin dong?? Jalukno tandatangan dong?? Soale nek wis terkenal kan angel dijaluki tandatangan. Ndang to ndop, jalukno…</p>
<p>Heh, sing melu Audisi iku yo aku dewe. HA??!!! Kaget ya.. yaiyyalah soale… kan awakmu wong ndeso, mosok melu Aidel seh? Awakmu yo elek, gak enek ngganteng-nggantenge saitik. Yo gak putih. Yo gak lemu. Opo to ndop kelebihanmu kok melu audisi?? Ehm, yo jelas suoro to le..le..</p>
<p>HAA???!!! Suoro????? Suoro tekan ndi?? Wong nek nyanyi ae fals ngono… hey, jangan menghina ya, coba dengerin suaraku yang pernah tak <a href="http://krupuksambel.multiply.com/music/item/7/Ndops_Voices">upload nang multiply.com</a>. ntar u akan kaget!!! (kaget alias semaput, saking eleke..hehehe…)</p>
<p>Iya, ya, aku memang pernah ikutan aidel. Mboh setan ndi sing mbujuk aku kon melok lomba-lomba kayak gituan. Mungkin juga naluri kali. Naluri gilaku yang pengen jadi idola Indonesia. Indonesia??!!! Wong nyanyi nang omah ae gak enek sing muji kok. Paling-paling cumak meneng. Soale gak tego ngenyek. Soale nek dinyek biasane mutung. Nang jurusan yo ngono. Hanya MJ yang bilang suaraku fals. Dan aku tahu dia jujur. Teman-teman yang lain hanya membombong aku. Tapi kenapa ya, aku mudah dibombong..?? belum dewasa kali…</p>
<p>Aku klik www.indonesianidol.com, lalu aku daftar melalui internet itu. Jaman semono pas juara idole Mike, internet masih belum begitu santer di Indonesia. Jadi ketika aku ngumpulin formulir, banyak yang masih daftar melalui ngisi blangko pake polpen gitu.. ih.. kuno banget nggak sih?? Lha, pas ngumpulne formulir, aku ngantri mbek cainis gembul dan lucu. Dee dengan pedenya cerita nek dia les vokal. Pernah ikutan AFI juga. We ngerti fotone gak??? Wuih… super narsis. Livenan (lipstikan). Padahal cowok.. huahahaha… aku mbek Andri sing ngeterne aku, cekikikan dewe. Tapi gak brani ngeliat dia. Hihihi…. Lha fotoku?? Halah foto jaman biyen. Pas jik SMA. Pas jik gak nduwe kukul. Lha nek photo pas kala itu, waah.. njijiki. Raiku blontang-blontang bekas jerawat.</p>
<p>Besok sudah audisi. Harapan sih bisa ketemu Titi DJ cs. Tapi ya ndak tahu lah besok. Mangkanya agar aku nggak kaget, malamnya aku ngajak Dani yang kebetulan rumahnya dekat situ (Pakuwon Trade Center), Ngesong. Hujan-hujanan naik motor yang juga sempet ditraktir Dani soto sing lumayan… karena hujan-hujanan, aku agak kurang fit. Rodok serak nang tenggorokan. Tapi aku pede saja. Soalnya sudah dibekali resep dari Tulungagung. Resepnya apaan?? Nanti dulu…hehehe…<br />
Aku memasuki PTC dengan Dani, waah.. bagus juga ya PTC. Yee… sebenarnya aku sudah pernah ke sini sama Trieinjel, Heru, Ade, tapi mbek Dani, aku rung tahu. Lha, Dani khan nganggep aku wong ndeso. Yaudah, acting aja jadi wong ndeso… (acting?? Kowe gak acting ndop, tapi naturally ndeso!) lha, Dani no padal wong Suroboyo. Tapi kok rodok gak pede yo nek nang mol. Jaim banget dee. Padal aku gak blas. Pede pol….<br />
Setelah melihat tempatnya, aku pun pulang naik len ke kosan. Dan sampai dikos-kosan, aku sama mas Ipul dites suara. Sebenarnya aku sudah nyiapin lagu untuk audisi. Yaitu the greatest love of all. Tapi gara-gara suaraku serak karena hujan-hujanan tadi, akhirnya mas Ipul menyuruhku untuk mencoba lagu yang lain. Ketika aku nyanyi Dido, dia langsung klik. Oke, akhirnya aku putuskan nyanyi Dido. Tapi, aku sebenarnya nggak sreg. Waah… bingung aku.. malem nggak bisa tidur. Jam setengah dua aku baru bisa tidur. Waduh.. paginya aku pusing banget. Alah mungkin sebentar aja sembuh. Mungkin aku lapar kali ya… akhirnya aku beli roti Suzanna yang 1500 isi dua. Kumakan dengan lahap. Tapi.. kok masih pusing ya? Wah gawat.<br />
Lalu aku mandi, pakek baju yang paling gaya yang aku punya saat itu. Dulu belum musim baju-baju distro. Jadi aku pake kemeja lengan panjang dipadu celana krem sakunya hwakeh.  Trus nggawe sandal gunung Carvil. Sisiran rambut sigar tengah. Klimis euy!!<br />
Berangkat untungnya dapet nunutan mas Didit. Agak maksa sih, tapi dianya mau ya udah. Berangkat… naik motor..</p>
<p>Sampai sana, aku langsung ditinggal mas Didit, soalnya dia mau nganterin adiknya ke Uner katanya. So, aku sendirian aja. Bengong. Kok nggak ada yang datang ya?? Maka akupun duduk sendirian kayak orang ilang di bawah parkiran. Bahkan aku lebih seperti tukang penunjuk arah tempat audisi daripada yang ikut audisi. La piye to.. wong jik sepi pol kok. Tiba-tiba aku mikir, jangan-jangan sudah pada ngumpul. Lalu aku memberanikan diri masuk. Sendirian. Dan ternyata sudah bejibun manusia berdesak-desakan menunggu giliran dipanggil untuk pemasangan nomor peserta di dada. Aku dapet nomor 13097 nek gak salah. Lalu aku memasuki ruangan yang maha gedhe dan di situ sudah banyak banget peserta-peserta lainnya yang sedang duduk-duduk. Kebanyakan sih mereka sambil ngedumel nyanyi. Busyet pedhe banget mereka. Sedangkan aku??? Aduuh… entah kenapa kepala ini pusing banget.. sehingga aku pun tampak lelah karena memang menahan sakit kepala. Dan ketika aku duduk leyeh-leyeh, aku pun asli nggak punya temen. Sumpah, aku benar-benar sendirian. Nggak ada yang diajak ngobrol. Soalnya mereka-mereka memang kebanyakan bawa temen sendiri. Lha aku?? Mendah nggowo konco. Wong kabeh koncoku saiki lagi di ajar Pak Nur Komstat. Kabeh wedi nek gak mlebu. Soale wonge sering ngowehi tugas sing angel. Dadine aku yo sms-an ae. Semua mendukung sih. Heru, Shinta, Fifi, dll semua mendukungku. Waduuh.. tapi sakit kepala ini yang tidak mendukungku…. Waduh gawat!! Mana belum sarapan lagi… gimana niih…</p>
<p>Saat menunggu panggilan selanjutnya, ada sorotan kamera yang akan ditayangkan di acara Idol Banget di RCTI. Waah… aku langsung berdebar-debar. Jangan-jangan gue lagi. Untungnya bukan. Mereka mencari yang unik-unik kok. Yang kayak bob marly. Yang kepalanya gundul, yang nyanyi Witney Houston tapi logatnya Dangdut, yang nyanyi sambil joget Bali, yang pakek kaca mata hitam, baju bunga-bunga yang dikancing bawahnya doang. Yang nyanyi country. Dan aku tahu mereka cuma modal  pede doang. Alias nggak mungkin lolos. Hehehe… sama kayak elo Ndop!!! Modal nekat doang… hahahaha…</p>
<p>Dan akupun dipanggil… deg..deg…deg… suara degub jantungku gak ketulungan dan semakin cepat. Waduh.. sudah demam panggung ditambah sakit kepala lagi. Waduuh… dan aku pun menguyah resep dari Tulungagung. Tahu apa resepnya?? KENCUR!!! Wahahaha.. tahu nggak rasanya kencur… PEDES!!! Dan itulah sekali seumur hidup aku makan kencur mentah. Dan mungkin itu juga yang membuat aku pusing kepala. Selain memang belum makan. Katanya kencur memang bisa membersihkan dahak di tenggorokan. Dan memang benar, serasa tenggorokan ini keset banget. Tapi karena ngelu, aku pun kelelahan. Dan satu lagi.. ngantuk!</p>
<p>Dan giliranku pun tiba. Aku digiring ke sebuah tempat di mana ada tiga ruang di situ. Kami berlima menunggu di kursi kayu panjang yang ada di luar ruangan. Ada pemandunya. Yang nganter kita berlima. Aku sempet ngobrol dengan sebelahku. Cewek gendut pendek lucu nan imut yang katanya mau nyanyi Surat Cinta. Ada juga yang item gendut yang ngakunya dari ITS, mau nyanyi Bukan Untukmu. Hahaha… sak litingan ternyata. Dan satu demi satu pun dipanggil ke dalam. Nggak kedengeran apapun di luar sini. Waduuh… satu lagi aku harus masuk ruangan… dan sebelahku perempuan pun sudah keluar dari ruangan itu. Dan dia kayaknya pesimis, soalnya dia disuruh berhenti nyanyi sebelum selesai. Dan dia pun hanya nunduk. Berdoa kali ya?? Atau jangan-jangan nangis…<br />
Dan akupun dipanggil masuk…</p>
<p>Kulangkahkan kaki pelan-pelan, kubaca doa sapujagat, sholawat, ayat Kursi, surat Yasiin… eh, nggak deng, kepanjangan.. lagian juga belum apal..hehehe…<br />
&#8220;Ngeeek….&#8221;, suara pintu kubuka<br />
&#8220;jeglek..&#8221;, suara pintu kututup. Aku masih melihat gagang pintu, sambil berdoa aku pun menoleh ke depan. Dan kumelihat ada empat orang di sana. Mereka memasang muka sinis semua. Waduh…tes mental nih… si kameramen sedang sibuk memutar kameranya yang tadi berada di posisi paling bawah karena h<br />
abis dibuat nyorot cewek pendek yang nyanyi Surat Cinta tadi. Sampai-sampai si kameramen bilang,&#8221;Kok tinggi banget ya kamu..&#8221;<br />
Aku pun berdiri bengong, dan tiba-tiba blank… waduh gawat…<br />
Aku berdiri tepat di atas lingkaran merah yang memang sudah disiapkan di atas karpet yang warnanya senada. Tepat di depanku duduk 3 orang laki-laki yang memasang muka sinis dan datar.<br />
Dan aku masih bengong ketika mereka sudah memberi isyarat aku untuk nyanyi. Sebelumnya mereka sempat menanyakan aku mau nyanyi apa.</p>
<p>&#8220;oh, ..s…su..sudah em..mulai ya mas?&#8221;. Gemeteran aku, gila!!<br />
&#8220;ya, silakan…nyanyi.&#8221; Mereka pun tampak pasang telinga. Tapi ada juga yang ngeliat ekspresiku, ada yang sebentar aja menunduk menuliskan sesuatu di kertas.</p>
<p>&#8220;Well I will go down with this ship. And I won&#8217;t put my hands up and surrender… &#8221;<br />
Busyet, suaraku kurang maksimal!! Lebih bagus ketika ada di kamar mandi.. kurang total!! Waaah… gawat!!<br />
Dan tiba-tiba aku pun disuruh berhenti nyanyi… &#8220;Silakan keluar… terima kasih….&#8221;<br />
Aku pun cuma senyum-senyum saja dan nurut. Kubuka pintu dan aku pun keluar dengan langkah lunglai dan bertanya-tanya.<br />
&#8220;Waduh, kenapa disuruh berhenti ya?? Jangan-jangan… ah, jangan mikir yang nggak-nggak ah…&#8221;<br />
Maksudnya tadi mikir jangan-jangan diterima.. hehehe…</p>
<p>Dan ketika kami berlima sudah selesai nyanyi, kami pun digiring (giring?? Nidji kalle..) ke ruang yang lain. Yaitu ruang result. Dan kami berlima ternyata belum beruntung. Dan harus banyak belajar nyanyi lagi. Sementara di tempat duduk seberang, aku melihat si berkaca mata hitam yang pakek baju berbunga-bunga yang dikancingkan bawahnya doang, ketrima. Padahal dia pas di shoot tadi nyanyinya berantakan banget!! Waaah… kalau tahu begitu. Mending tadi aku goyang ngebor aja kali. Biar dianggap unik dan bisa ketemu Titi DJ cs. Nanti pas ketemu baru nyanyi yang beneran. Waaah… musti punya trik kayak gitu lain kali… yaah… dijadikan pengalaman berharga aja…</p>
<p>Akhirnya aku pun kembali ke kos dengan membawa berita yang tentu saja kurang menyenangkan… mungkin memang belum saatnya ndop. Tapi yakinlah suatu saat kamu akan bisa jadi apa yang kau mau. Asal u mau berusaha memberikan yang terbaik dan total ngelakuinnya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<em>Hanya aku yang bisa mengubah hidupku. bukan orang lain.<br />
-Carrol Burnett (1936-&#8230;)</em></p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/06/13/tips-awet-muda-ala-ndop/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tips Awet Muda Ala Ndop" >Tips Awet Muda Ala Ndop</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Para dirimu-dirimu sekalian, pada nyangka nggak kalau foto di sebelah kanan tulisan ini.. Iya yang i...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2008/06/10/kalo-sedang-jatuh-cinta/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kalo sedang jatuh cinta&#8230;." >Kalo sedang jatuh cinta&#8230;.</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">
 Imij didizain oleh ndöp™ featuring mbah buyut korel dro.. makasih ya mbah buyut, atas tul-tulny...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2010/10/30/pingin-ke-jakarta/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pingin ke Jakarta" >Pingin ke Jakarta</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Hehe... terakhir ke Jakarta adalah 2005 pas jaman sekolah dulu. Tapi di sana sambil belajar soalnya ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2008/11/12/kelabang-baik-hati-dan-tikus-goblok/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kelabang Baik Hati dan Tikus GOBLOK!!" >Kelabang Baik Hati dan Tikus GOBLOK!!</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2008/02/17/audisi-indonesian-idol-2008/" rel="bookmark" title="Permanent Link: AUDISI INDONESIAN IDOL 2008" >AUDISI INDONESIAN IDOL 2008</a></span></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzofar.com/2007/12/11/audisi-indonesian-idol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

