<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dzofar si tukang vector™ &#187; candi</title>
	<atom:link href="http://dzofar.com/tag/candi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dzofar.com</link>
	<description>Jasa gambar vector, edit foto jadi kartun, cerita-cerita konyol dan bodoh, pesan gambar vector,</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 22:17:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Bersepeda ke Candi Lor Nganjuk</title>
		<link>http://dzofar.com/2010/01/24/bersepeda-ke-candi-lor-nganjuk/</link>
		<comments>http://dzofar.com/2010/01/24/bersepeda-ke-candi-lor-nganjuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 14:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndöp™</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengalamannya ndöp™]]></category>
		<category><![CDATA[boto]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[lor]]></category>
		<category><![CDATA[muter]]></category>
		<category><![CDATA[nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[tampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzofar.com/?p=1287</guid>
		<description><![CDATA[<a href=http://dzofar.com/2010/01/24/bersepeda-ke-candi-lor-nganjuk/><img src=http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/1.jpg class=imagebox hspace=5 align=left width=130  border=0></a>Pagi-pagi saya bangun, ambil air wudlu lalu sholat subuh. Setelah itu melepas sarung dan pakek celana pendek. Saya masih memakai kaos yang sama dengan yang saya pakai tidur semalam. Lalu bergegas mengambil sepedaku si Abdul Favorit Kurniawan. Aku mengayuh sepedaku menuju ke barat. Seperti biasa, aku selalu bersepeda tanpa tujuan. Aku memang senang sekali menghadapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi-pagi saya bangun, ambil air wudlu lalu sholat subuh. Setelah itu melepas sarung dan pakek celana pendek. Saya masih memakai kaos yang sama dengan yang saya pakai tidur semalam. Lalu bergegas mengambil sepedaku si Abdul Favorit Kurniawan.</p>
<p>Aku mengayuh sepedaku menuju ke barat. Seperti biasa, aku selalu bersepeda tanpa tujuan. Aku memang senang sekali menghadapi sesuatu yang tidak aku pikirkan sebelumnya. Aku sangat suka dengan kespontanan. </p>
<p>Ternyata saya masih ditemani beberapa bapak-bapak, beberapa ibuk-ibuk dan berpuluh-puluh anak-anak esempe yang sedang bersepeda juga. Seperti biasa, saya senyum senyum aja. Pagi ini udaranya lumayan seger. </p>
<p>Beberapa menit kemudian, matahari mulai menampakkan sinar kuning terangnya. Kubiarkan lenganku merasakan hangatnya sambil sesekali mukaku menatap datangnya sinar itu lalu tersenyum. Aku memejamkan mata. Tampak warna merah di balik kelopak mataku. Sinar Matahari pagi ini begitu hangat terasa di seluruh mukaku.</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/1.jpg" alt="ndop bersepeda" align="left" margin-right="10px"/>Hawa dingin sekarang berubah menjadi menyegarkan. Perjalananku semakin jauh. Tak terasa aku sudah beberapa kilometer bersepeda. Aku melewati jalan yang jarang aku lewati. Sengaja. Pingin suasana baru. Pohon-pohon semakin rimbun dan hijau. Jalanan terlihat begitu bersih tersapu hujan semalam. Mataku sangat dimanjakan oleh hijaunya dedaunan di pohon yang besar. </p>
<p>Ternyata saya sudah tidak ke barat lagi. Kespontanan membuatku tidak sadar kalau saya sudah berjalan ke selatan. Tanpa menghiraukan sudah jauh apa belum, aku tetep saja mengayuh sepedaku. Kespontanan juga yang membuatku berbelok menuju ke timur. Saya tidak mengenali jalan ini dengan baik. Hanya mengandalkan naluri aja. Naluri menuju barat-selatan-timur-utara-barat. Alias naluri berputar. Dengan begitu, saya nggak akan tersesat. Hehehe&#8230;</p>
<p>Ahaa&#8230; akhirnya aku tau jalan ini. Jalan menuju Candi Lor atau biasa disebut Candi Boto oleh orang Nganjuk. Beberapa saat kemudian, aku sudah berada di dalam area Candi Lor. Lalu foto-foto. </p>
<p style="text-align:center"><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/candi-lor.jpg" alt="Candi Lor Nganjuk"></p>
<p>Sedikit tentang <a href="http://www.kanwilmalang.pajak.go.id/index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=67:candi-lor-nganjuk&#038;catid=45:nganjuk&#038;Itemid=23">Candi Lor</a>: </p>
<blockquote><p>Candi Lor terletak di desa Candirejo, kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Berdiri di atas tanah seluas 42 x 39,40 meter. Luas alasnya 12,40 x 11,5 meter. Tinggi candi 9,3 meter. Didirikan oleh empu Sindok tahun 859 Caka atau 937 Masehi sebagai tugu peringatan atas jasa masyarakat Anjuk Ladang (sekarang Nganjuk) saat melawan tentara Melayu. Prasasti Anjuk Ladang yang ditemukan di sekitar candi Lor merupakan bukti sejarah berdirinya kabupaten Nganjuk.</p></blockquote>
<p>Candinya sangat unik. Di tengah-tengah candi, tumbuh menjulang pohon raksasa yang saya belum tau pohon itu jenis apa. Mungkin tumbuhan purba. Lha wong umur candinya aja sudah seribu tujuh puluh tiga tahun!</p>
<p><strong>Ndop, masa sih kamu kuwat sepedahan menuju Candi Lor? Khan jaraknya lumayan jauh dari rumahmu?</strong></p>
<p>Hoeee.. Jarak segitu mah masih keciiil bro! Masa situ nggak percaya sih? Saya khan kalau sepedahan minimal <a href="http://dzofar.com/2007/11/20/bersepeda-naik-gunung/">ke Kuncir</a>. Justru itu permulaan. Saya sudah lama nggak bersepeda pagi. Biar nggak kaget, maka saya cuma sampai Candi Lor saja. Sebagai pemanasan untuk sepedahan jauh hari-hari mendatang. </p>
<p><strong>Halah, kamu tuh bisa aja ndop ngelesnya. Mana buktinya hayo?</strong></p>
<p>HUWAT??? masih tidak percaya? ck ck ck&#8230; Okay fine, biar kamu tutup mulut dan tidak protas-protes lagi. Akan saya lampirkan beberapa photo saya! </p>
<p>(Wow, pasti ini yang ditunggu-tunggu ndofans semua! Foto idolanya yang terbaru!)</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/saya-featuring-candi-lor.jpg" alt="Muhammad Ali Mudzofar dan Candi Lor" /></p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/saya-lagi-feat-candi-boto.jpg" alt="Muhammad Ali Mudzofar bersama Candi Lor" /></p>
<p>Nah, setelah mendapatkan foto-foto berharga itu, saya pun kembali mengayuh sepeda dengan hati bahagia dan badan segar bugar. Ngontel saya sekarang sudah tidak sesepi pagi tadi. Maklum matahari sudah semakin tinggi. Maklum waktu saya terbuang lama di foto-foto. Hehehe..</p>
<p>Anak-anak sekolah, pekerja kantoran mulai mendominasi jalan. Motor dan mobil sudah banyak yang lewat. Sedikit polusi terasa mengganggu nafasku. Aku kayuh sepedaku lebih kencang. Udara ini sudah tidak begitu baik untukku. Aku harus bergegas pulang. </p>
<p>Sampai rumah, aku bermain tampah. Karena bermain tampah adalah unik di jaman sekarang. Maka saya pun mengabadikan foto tersebut. Hehehe..</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blog%20pics/bermain-tampah.jpg" alt="si ndop bermain tampah" /></p>
<p>Keterangan:</p>
<ol>
<li>Si ndop tampak begitu pedenya bermain tampah. <strong>&#8220;Lihat ini ndofans semua, saya bisa muter-muter tampah lo..&#8221;</strong></li>
<li>Karena terlalu narsis terhadap kamera henfounnya, si ndop kehilangan <strike>kesadaran</strike> konsentrasi dan hampir jatuhlah tampahnya</li>
<li>Hohoh&#8230; Keadaan tampah sudah stasioner lagi. Saatnya foto lagi&#8230; mesem grak! &#8220;klek&#8221;</li>
</ol>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/02/03/berwisata-ke-blitar-makam-bung-karno-dan-candi-penataran/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Berwisata ke Blitar: Makam Bung Karno dan Candi Penataran" >Berwisata ke Blitar: Makam Bung Karno dan Candi Penataran</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Mumpung Masdan lagi liburan, saya seringkali mendapat ajakan berwisata ke mana aja. Kali ini, saya d...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2007/12/27/the-new-look-of-my-bike/" rel="bookmark" title="Permanent Link: The New Look of My Bike" >The New Look of My Bike</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Bener nggak bahasa Inggrisnya?? Aduh, jadi malu kalau Englishnya masih pre intermediate (versi UPT B...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2008/08/16/karnaval-umum-nganjuk/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Karnaval Umum Nganjuk" >Karnaval Umum Nganjuk</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Setelah ngecet dengan penampilan ekstrim, seperti gambar di bawah, saya pun melihat karnaval umum, s...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/03/18/kota-nganjuk-yang-sepi/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Kota Nganjuk yang Sepi" >Kota Nganjuk yang Sepi</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2007/11/20/bersepeda-naik-gunung/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bersepeda Naik Gunung" >Bersepeda Naik Gunung</a></span></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzofar.com/2010/01/24/bersepeda-ke-candi-lor-nganjuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>59</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berwisata ke Blitar: Makam Bung Karno dan Candi Penataran</title>
		<link>http://dzofar.com/2009/02/03/berwisata-ke-blitar-makam-bung-karno-dan-candi-penataran/</link>
		<comments>http://dzofar.com/2009/02/03/berwisata-ke-blitar-makam-bung-karno-dan-candi-penataran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 14:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndöp™</dc:creator>
				<category><![CDATA[pengalamannya ndöp™]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[bung]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[karno]]></category>
		<category><![CDATA[makam]]></category>
		<category><![CDATA[museum]]></category>
		<category><![CDATA[penataran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dzofar.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[<a href=http://dzofar.com/2009/02/03/berwisata-ke-blitar-makam-bung-karno-dan-candi-penataran/><img src=http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blitar/makam-ayah-dan-ibu-bungkarn.jpg class=imagebox hspace=5 align=left width=130  border=0></a>Mumpung Masdan lagi liburan, saya seringkali mendapat ajakan berwisata ke mana aja. Kali ini, saya diajak berwisata lagi ke kota Blitar. Kamis, 22 Januari 2009, kami meluncur ke Blitar naik motor. Seperti biasa, aku berada di belakang alias dibonceng. Weng&#8230; Sampailah kami ke Blitar. Seperti biasa lagi, aku nguantuk, lawong malamnya cuma tidur tiga jam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mumpung <a href="http://masdan.net">Masdan</a> lagi liburan, saya seringkali mendapat ajakan berwisata <a href="http://dzofar.com/2009/01/06/berlibur-ke-pantai-popoh-dan-sidem/">ke mana aja</a>. Kali ini, saya diajak berwisata lagi ke kota Blitar.</p>
<p>Kamis, 22 Januari 2009, kami meluncur ke Blitar naik motor. Seperti biasa, aku berada di belakang alias dibonceng. </p>
<p>Weng&#8230;<br />
Sampailah kami ke Blitar. Seperti biasa lagi, aku nguantuk, lawong malamnya cuma tidur tiga jam. Seperti biasa lagi, kurang tidur gara-gara asyik blogwoking, <em>wekekeke..</em></p>
<p>Seperti biasa lagi, berceritanya langsung dari foto aja ya&#8230;</p>
<p><em>heletz chek thizau</em>t!!</p>
<p><strong>ZIAROH MAKAM BUNG KARNO</strong></p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blitar/makam-ayah-dan-ibu-bungkarn.jpg" alt="Makam Bung karno, ayahanda dan ibundanya" /></p>
<p>Pertama, kunjungan kami adalah ziaroh ke makam <strong>Bung Karno</strong>. Setelah menemukan tempat parkir yang nyaman, kami langsung meluncur jalan kaki menuju lokasi. </p>
<p><span id="more-495"></span>Namanya makam, biasanya identik dengan tempat yang menyeramkan, tapi tidak untuk makam presiden Republik Indonesia pertama itu. Suasana makam terasa sangat menyenangkan. Seperti tempat wisata. Banyak dikunjungi orang-orang dari berbagai kota. Contohnya ya kami, wakil dari Nganjuk yang berkunjung. <em>Huwokekeke&#8230;</em></p>
<p>Setelah mengisi <strike>shoutmix</strike> buku tamu, masdan langsung mengajakku masuk lokasi. Waah, rame banget di dalam. Sama sekali tidak terasa kalau tempat ini adalah sebuah makam. Semua senang riang gembira. Mungkin ini makamnya orang spesial. Makanya tidak terasa menyeramkan, malah menyenangkan. Tidak sepi seperti makam-makam orang biasa. </p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blitar/foto-foto-di-makam-Bung-Kar.jpg" alt="Suasana Rame Makam Bung Karno" /></p>
<p>Yang namanya berkunjung ke makam, yang namanya ziaroh, ya ndak mungkin dong kita cuma fota-foto dowang. Ndak pantes. Ndak enak. Ndak etis. Maka dari itu, kami menyempatkan diri untuk ikutan mendoakan Bung Karno dan keluarganya dengan tahlilan.</p>
<p>Setelah itu, barulah acara inti sebagai seorang belogger sejati, yaitu foto-foto!!</p>
<p><strong>MUSEUM BUNG KARNO</strong></p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blitar/Museum-Bungkarno.jpg" class="alignleft" style="padding-right:5px; margin-top:5px " alt="Museum Bung Karno"/> Iyap, kunjungan berikutnya adalah ke museum Bung Karno. Setelah muter-muter dan menghabiskan dua ribu perak pentol salome, kami masuk ke museum yang berase (ber-AC, red.) itu. Pas mengisi buku tamu, ada tulisan kalo pengunjung ndak boleh memotret koleksi di museum. Oke. oke. sebage warga negara yang baik, yang menuruti aturan, saya menyanggupinya. (<em>yayalah ndop, hapemu khan Nokia 3315, ndak bisa dibuat moto!</em>)</p>
<p>Tapi-tapi, ada juga yang asyik motret-motret pakek hape. Yaah, masuk akal juga sih dia ngelanggar. Lawong ndak ada satpam yang jaga di dalam museum. </p>
<p>Biyuh-biyuh, walaupun hanya foto-foto asli, foto-foto repro, lukisan dan peninggalan jaman Bung Karno masih hidup dulu, tapi entah ndak tahu kenapa, aku merinding ratusan kali!! (<em>mau nulis ribuan kali, tapi kok rasanya hiperbola banget, hehehe&#8230;</em>)</p>
<p>Sumpah, aku kok tiba-tiba ikutan terhanyut dalam suasana di dalam foto. Di mana jiwa kepahlawanan seorang Bung Karno dan pahlawan-pahlawan lainnya tergambarkan dalam foto-foto yang dibingkai dan dikacai itu. (dikacai? bahasa yang aneh!)</p>
<p>&#8230;dan tak terasa air mataku pun menggenang.. </p>
<p>Slrrrrp&#8230; eit, dikontrol dong, si ndop ndak boleh cengeng! makanya air mata yang menggenang itu pun aku sedot kembali. Walau terkadang nyedotnya telat dan musti mengusapnya pakek tangan kurusku. </p>
<p>Si Masdan ngilang buat beli oleh-oleh, aku masih betah berlama-lama di dalam museum. Sibuk menghayati dan memerindingkan tubuh ini. Membangkitkan jiwa kepahlawanan dalam diriku..</p>
<blockquote><p>Karena sesungguhnya setiap manusia adalah pahlawan, jika dia mau melihat ke dalam hati mereka dan tidak takut terhadap siapa dirinya sebenarnya&#8230;</p>
<p><cite>taken from: <strong>Hero</strong>, Mariah Carey.</cite> </p></blockquote>
<p><strong>CANDI PENATARAN</strong></p>
<p>Wow, <em>I like art</em>, makanya <a href="http://dzofar.com">aku</a> suka yang berbau budaya. Demikian halnya dengan <a href="http://masdan.net">Masdan</a>. Nah, untuk memenuhi hasrat seni kami, maka kami berkunjung ke Candi Penataran. Agak jauh letaknya dari Makam dan museum Bung Karno. Jadi musti naik motor dulu 9 kilometeran. </p>
<p>Nah, sesampai di lokasi candi, 1000 rupiah musti kita keluarkan untuk tiket masuknya. Setelah diparkir di dalam area candi Penataran, kami langsung meluncur jalan kaki ke dalam area candi. Candinya plencar-plencar nggak kayak Candi Borobudur yang mengumpul jadi satu. Kata Masdan, itulah ciri-ciri candi Hindu. Candi Penataran adalah candinya umat Hindu. </p>
<p>eh, minta izin foto-foto dulu ya&#8230;</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blitar/Penataran-Action.jpg" alt="Candi Penataran Blitar" /></p>
<p>Sudah ah, cerita-cerita lagi&#8230;</p>
<p>Candi yang didirikan pada tahun 1815 dan diketahui keberadaannya pada tahun 1850, memang Candi yang lumayan eksotis. Walaupun tidak seindah Candi Borobudur, namun Candi Penataran memunyai keunikan tersendiri. Candi induknya itu lo, ndak ada puncaknya. Jadi hanya semacam pelataran geto.</p>
<p>Sou, hati-hati aja kalo sampeyan main-main ke puncak datarnya, sering-seringlah ngeliat ke bawah. Kalau nggak, bisa <em>keblegong</em> ilang jatuh ke bawah lo.. hohoho&#8230; Sampai-sampai untuk menghindari orang terjatuh, di puncak candi ada tanda hitam-putih-hitam-putih kayak trotoar lo&#8230; hohoho&#8230; unik khan? candi ada trotoarnya.. hihihi.. <img src='http://dzofar.com/wp-includes/images/smilies/hihi.gif' alt=':hihi:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>eh, minta izin foto-foto lagi ya&#8230;</p>
<p><img src="http://i241.photobucket.com/albums/ff158/ndop/blitar/Cand-Penataran.jpg" alt="Candi Penataran" /></p>
<p>Sudah ah ceritanya, kalau mau mengetahui info tentang Candi Penataran, mending baca sejarahnya aja di gugel. Pasti ada. hohehohe..</p>
<p><center><em>..Selamat berkomentar..</em></center></p>
<div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" >Related Posts</span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2010/01/24/bersepeda-ke-candi-lor-nganjuk/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bersepeda ke Candi Lor Nganjuk" >Bersepeda ke Candi Lor Nganjuk</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pagi-pagi saya bangun, ambil air wudlu lalu sholat subuh. Setelah itu melepas sarung dan pakek celan...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/11/17/bayar-dulu-baru-aku-buatkan/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bayar Dulu Baru Aku Buatkan" >Bayar Dulu Baru Aku Buatkan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sori ya buat teman-teman yang mau mesan gambar vector ke saya. (yang belum tau vector itu apa, silak...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2008/12/13/krupuk-pecel-bu-penik-nganjuk/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Krupuk Pecel Bu Penik Nganjuk" >Krupuk Pecel Bu Penik Nganjuk</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pernah dengar nasi pecel? ah, pertanyaan bodoh ndop, pasti seantero Endonesa pernah denger.
Tapi ka...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2010/07/22/mencetak-gambar-vector/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Mencetak Gambar Vector" >Mencetak Gambar Vector</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://dzofar.com/2009/06/24/tutorial-corel-draw-cara-meresize-gambar-vector/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tutorial Corel Draw: Cara Meresize (Gambar Vector)" >Tutorial Corel Draw: Cara Meresize (Gambar Vector)</a></span></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dzofar.com/2009/02/03/berwisata-ke-blitar-makam-bung-karno-dan-candi-penataran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
