Sehari Bersama Agus Mulyadi

sehari bersama agus mulyadi

Habis nonton konser Dewa 19 di Graha cakrawala Universitas Negeri malang, diriku bertiga sama Agus dan Yuda ngafe dulu untuk melaksanakan hasrat untuk rasan-rasan. HAHAHA.

Naik motor bertiga. Agus enak anget diapit oleh dua raksasa ganteng depan belakang! HAHAHA.

Mubeng-mubeng Malang demi menemukan cafe yg masih buka. Waktu itu jam 1 malam. Ah, segedhe kota Malang tentu buanyak cafe yg masih buka.

Agus menyarankan ngafe deket Guest House Hasanah tempat dia menginap. Yowis, ayuk ke sana!

Mubeng-mubeng sekitar guest house, eh gak nemu cafe yg buka. Mubeng lagi ke sana kemari, cafenya tutup semua.

“LAH IKI SAK JANE MALANG OPO NGANJUK SIH?”

“Ngawur kowe Gus, Nganjuk jam segini masih banyak cafe yg buka tauk! Cafe sego pecel tapi. HAHAHA”

Yowis ke Alfamart aja yuk, ngopi ndik kono.

Dan ternyata semuanya TUTUP!

Walah, ini semua pada nonton Dewa 19 juga kali ya, semua cafe tutup, bahkan Alfamart pun!

Akhirnya, di detik-detik mau menyerah, Yuda menemukan cafe yg masih buka. RUMAH OPA namanya. Kalau aku brosing sih, dia bukan cafe, tapi Kitchen and Lounge.

Halah podo ae. HAHAHAH

Mampirlah di Rumah Opa jam setengah dua pagi! HAHAHA. Cafenya masih ruuuwame. Padahal hari itu Kamis dini hari loh! Dan emang ini kayaknya Cafe kelas atas, jadi dandanan mereka keren-keren.

Sama lah kayak aku!

HAHAHAHA.

rumah opa malang

Trio Cerewet. Ngobrol gak enek enteke.
HAHAHAH

foto bareng di rumah opa

Trio Manis

Lalu tiba-tiba ada mobil putih berhenti ke Rumah Opa juga. Trus kami mencurigai itu adalah mobil artis. TERNYATA BENERAN!

OH MAE GOD!!

ITUUU ONCE!!!!

ONCE LEWAT DI DEPANKUUUU! Aku shock!

Trus ada Yuke juga! Bassis Dewa!

Karena cafe Rumah Opa lumayan penuh, maka Once dan rombongan yg jumlahnya puluhan itu pun duduk di area belakang yg lebih outdoor. Sementara tempatku duduk ini indoor di ruang tengah.

Dari tempatku duduk, aku bisa memandang Once dengan jelas. Dalam hatiku, aku harus foto bareng ini nanti. Jauh-jauh ke Malang loh. Juga nonton konsernya loh! HARUS DAPAT INI. HARUUS!

Namun ketika aku bilang ke Agus, lha kok Agus dengan ngece bilang, “OJO KOYOK WONG NDESO TO NDOP! KITA HARUS KUUL!”

Asem! Cah iki njaluk diantemi (pakai) iPhone 6. HAHAHAH.

Ketika cafe mau tutup, aku lihat ada pengunjung yg foto bareng Once.

WAAAAH! Once berati ramah. Mau diajak foto bareng!!

Dan ketika para kru Once berangsur-angsur keluar ruangan, AGUS DENGAN SEMANGAT NGAJAK KAMI BERTIGA FOTO BARENG!!

WOOOO HASYUUUU! Ngono kemau jarene KUDU KUUL! Halah TAI WE GUS! HAHAHHA.

Yasudahlah, kutenteng kamera instan Fujifilm Instax Mini 50s ku (akan aku review nanti di blog ini, nunggu batre habis dulu ya kak). Foto pakai HP sudah sangat amat mainstream. Saatnya kembali ke zaman di mana foto pakai kamera langsung jadi!

Agus menyapa Once, “Mas, foto bareng dong, saya jauh-jauh dari Magelang loh.. “

Eh, Oncenya mau!

Gantian aku! “Mas, aku dari Nganjuk maaas.. “

“NGANJUUUUUK!!” Once mengeluarkan nada tinggi khasnya! HAHAHA

Aku posisikan kameraku untuk selfie. Lalu..

JEPRET!

NGIIIIIK!

Keluarlah kertas dari kameraku. Dan semua kru termasuk Once, kagum lihat kameraku, “WUIH KEREEEEN!”. HAHAHAHA.

Foto bareng Once Dewa

HORE!! BISA FOTO BARENG
PENYANYI HANDAL ONCE DEWA!

Yuke pun MALAH MENGAJAK aku untuk foto bareng! OMAIGOOD! Ya mau dong!

Foto bareng Yuke

Foto bareng Yuke. Bassist Dewa!

Ya Allooh, suwenengnya malam itu!

Saya kira aku hanya akan bertemu artis dunia maya sekelas Agus Mulyadi doang, eh ternyata FOTO BARENG ONCE sama YUKE! Duh kak. Hari ini priceless banget!

Terimakasih Rumah Opa!

——

Pulang jugalah kami dari Rumah Opa dengan hati gembira ria. Sepanjang perjalanan naik motor menuju Gest hauz Hasanah, kami saling bertukar kebahagiaan karena bisa foto bareng artis. HAHAHAHHA.

Sampai Guest House Hasanah, Yuda pulang meninggalkan aku dan Agus yg akan menginap.

Oh iya, rencana awal sih aku nginep di kost-an temen Nganjuk yg kuliah di UM Malang, tapi karena Agus ternyata menginap sendirian di Guest House, maka diriku disuruh menemani. Soalnya satu kamar jatahnya untuk 2 orang.

OHMAEGOD! Betapa bahagianya diriku hari ini. Bahagianya dobel-tripel!

hasanah guest house

Guest House Hasanah. Sori ga sempet foto-foto.
Makanya ambil dari agoda saja. HEHEHE.

Nginap di sini terbilang murah. Agus cerita udah booking sebulan yang lalu, harganya cuma 160 ribuan semalam untuk dua orang. Jadi seorang cuma 80 rebu! Gilak mureh ngetz yah!

Dalemnya pun bersih. Ada mushollanya. Dan mas mbaknya ramah. Walaupun aku dipanggil Pak pas mesen makan pas pagi-pagi, namun gak popo, aku gak peduli, soalnya pas lapar, pikiranku cuma pingin MAKAN! HAHAHA.

—–

Balik ke cerita..

Sampai di Guest House Hasanah, Agus langsung mandi. Agus mandinya lamaaa, setengah jam! Hahaha. Sementara diriku nunggu giliran mandi juga, aku masih shock dengan kebahagiaan yg aku raih seharian tadi. Konser Dewa yg keren, dapat temen yg ramah juga, Yuda dan Agus, sama-sama suka Dewa, sama-sama suka musik, dan sama-sama blogger. Lalu foto sama artis!

THIS IS UNREAL! HAHAHHA

Agus selesai mandi. Gantian aku. Ketika aku lihat kamar mandinya, ternyata di sana hanya ada sabun! Omaigod! Diriku butuh Pepsodent! Walhasil karena terpaksa, aku tuangkan sabun mandi ke sikat gigiku.

Lalu diriku sikat gigi sambil menahan muntah! HAHAHA. Untung gak sampai muntah. Habis sikat gigi, mulutku rasanya super aneh!

HAHAHAHA. SUMPAH AKU SALUT BUAT PENEMU PASTA GIGI! Karena sikat gigi memang harus pakai pasta gigi, gak bisa dengan sabun lain!

Habis mandi, ngobrol sama Agus sampe subuh! Hahaha. Ngobrol masalah apa aja. Awalnya sih ngobrolin Dewa 19, ternyata Agus sangat Baladewa sekali. Dia bahkan tahu lagu yg sebenarnya bukan generasi dia. Dia tahu lagu-lagunya Dewa itu dari kaset-kaset peninggalan keluarganya terdahulu.

ngobrol di guest house Hasanah

Rasan-rasan

Dan saya akui selera musik Agus sangat bagus. Dia bahkan tahu Tetty kadi, artis kawakan (60an) idolaku. Maka pas aku mau tidur, ketika aku minta izin buat muter lagunya Tetty Kadi untuk lullaby, Agus dengan santai mengizinkan. Wah sip ini. Diriku pun tidur dengan nyenyak.

Lalu ngobrol tentang blog, lalu tentang yutub. Aku diduduhi Agus channel yutub yg menurut dia HARUS aku tonton! EH Apaan itu??

Dan ternyata BENER! AKU NGAKAK nonton channel rekomendasi dari Agus, yaitu cenel “WTF Indonesia” (Search aja di yutub!). Dari cenel itu aku jadi kenal Yosafat, yutuber cilik mentik yg sombong banget ituh. HAHAHA. Good job dik! Lanjutkan sombongmu! HAHAHA.

Oh iya, one thing you should know, that we have the same zodiac, Leo!

OH PANTES! MAKANYA KITA SAMA-SAMA JAGO NYELATHU! HAHAHAHA.

Duo Leo

Kalian cuma punya dua pilihan:
TAK CAKOT apa TAK CAKAR.
RAAAWR!!

Cuman untuk Agus, levelnya lebih jenius dibanding diriku sih. Kalau diriku cuma sekedar cerdas saja. Belum menuju jenius. Ibaratnya, Agus itu udah PEHADE jurusan NYELATHU di YUNIVERSITI OF BULLYING! Sementara diriku masih es satu.

Makanya aku akui, aku sering kalah kalau adu bab celathu! HAHAHA.

Tapi sorry ya, diriku panggah menang kalau bicara bab hendphone! Kata Agus, “NDOP, HARGA DIRIMU KUI CUMA iPHONE 6 SEKENMU KUWI TOK LO!”

HAHAHAHASYU KOWE GUS!!

———–

Paginya kota Malang aku lewatkan dengan tidur nyenyak. Maklum kami sama-sama manusia kelelawar, jadi pagi ya tidur. Hahaha.

Jam 9 pagi aku bangun dengan perut super duper lapar dan haus.

Btw, Agus sudah makan belum ya?

Karena diriku cuma numpang, makanya diriku gak mau merepotkan Agus lagi, diriku pun berinisiatip untuk memesan makanan di ruangan resepsionis Guest House Hasanah. Sambil beli akua, pepsoden dan sikat gigi. Soalnya Agus ternyata gak bawa sikat gigi.

Tapi jangan pernah nanya giginya Agus sekuat apa ya!
Dicakot tetatus kowe ngko! HAHAHAH

Selain itu, aku memesan sarapan Mie Rebus. Beberapa saat kemudian datanglah dua mangkok mie rebus pakai telur. Harganya standar, 10 ribu permangkok.

Karena kelaparan, kami memakan dengan lahap koyok wong nggragas! HAHAHA.

——

Jam 12 siang kami check out. Lalu jalan kaki menuju Komika Cafe (Warung Kopi) sejauh 1 km. Karena kami sama-sama Leo, which mean nggak manja, maka jalan kaki 1 kilometer itu bukan hambatan sama sekali.

Apalagi diriku seorang runner. Malu banget kalau jarak 1 km aja harus order Gojek. Cuih! HAHAHA.

Apesnya, cafenya lha kok belum buka! Mungkin pada libur karena tadi malam nonton Dewa? Entahlah.

Walhasil kami duduk-duduk saja di Taman Kunang-kunang sampe hujan lebat turun ke bumi! Berteduh ke Warung Sebelah Wearness bersama mahasiswa-mahasiswi yg pacakannya mening-mening rapih pakai jas almamater kayak karyawan sebuah perusahaan gedhe.

Ini kampus Wearness keren banget deh didikannya, beda banget sama kampus ITS jamanku kuliah dulu. Penampilannya LUSUH semua. HAHAHA. Tapi otaknya jangan ditanya ya, walaupun lusuh penampilannya, otak anak ITS itu encer-encer! Kayak aku! Ehm ehm..

Habis dari warung, kami ke taman Kunang-kunang lagi. Sambil menunggu Warung Kopi Komika buka. Jalanan rame banget. Mas-mas penjaga parkir sibuk banget mengatur lalu lintas. Ini harusnya tugas polisi, bukan mas-mas jaga parkir yg gak pakai seragam dinas ituuh. Duh, mugi-mugi barokah nggih mas, Gusti Alloh sing mbales.

taman kunang kunang malang

Tenguk-tenguk di taman Kunang-kunang

Ngobrol lagi sama Agus. Kali ini membahas blog lagi. Dan ternyata blog kami berdua ini langganan dimasukkan top blog Indonesia. Yang masuk 24 blog terbaik se Indonesia kek, 12 blog terbaik di Indonesia kek. Disejajarkan sama Raditya Dika, Benablog, dan blog-blog keren lainnya.

Wuih keren ya. Sayangnya saat itu ok gak ada yg mengenal kami sama sekali. Bahkan mas-mbak di kerumunan sana kenapa gak kenal kami sih? Minta foto kek, tanda tangan kek!

OH MUNGKIN MEREKA BUKAN ANAK GAWL! Jadi ga punya blog. Trus gak kenal kami. *oke ini cuma pembenaran HAHA*

Warung Komika akhirnya buka jam 3 sore. Langsung ke sana. Soalnya aku kelaparan. Aku baca menu-menunya. Gak ada yg paham sama makanannya. HAHAHA.

Walhasil aku pun memesan Udon Ayam Komika. Ini kayaknya ayam doang deh, maka aku mesen nasi juga. Gak seru kalau cuma makan ayam doang tanpa nasi khan?

Setelah makanan datang, EH TERNYATA UDON ITU MIE AYAM!

WONG UDON! EH, WONG EDAN! TRUS NGAPAIN AKU MESEN NASI JUGA! KENTHUK! JARE CAH GAUL UTEK ENCER MOSOK UDON AE GAK NGERTI?? HAHAHA

Agus pun tertawa sangat puas. SANGAAAT PUAS! HAHAHAHA. ASEM!

Mau gak mau, akhirnya diriku makan karbohidrat dobel-dobel. Mie dan nasi. HAHAHA. Sumpah ini malu-maluin khalayak Ndofans™. Masa idolanya yg dipuja-puja anak gaul ini, makan mie sama nasi?

Runtuhlah semua kegaulan yg sudah aku bangun selama ini! HAHAHA

Ah bodo amat! Aku habisin nih!

Ternyata Udonnya enak. Harganya murah, cuma 12 ribu. Untuk sekelas cafe lumayan keren, harga ini murah banget.

———-

Yuda dan Cepi datang kemudian. Aku gak kenal mas Cepi siapa. Tapi Agus dan Yuda kenal. Mas Cepi ini sepertinya penulis hebat juga. Hmm, berati aku sekarang berada di antara blogger-blogger hebat! Mantab!

komika cafe bareng agus, yuda, cepi

Para penulis berkumpul

Obrolan kemudian diriku gak begitu mudeng. Diriku main sosial media saja. Sambil sesekali bergaya kuul karena kak Yuda asyik motret ngendid-ngendid. Mbok kiro aku ora ruh? HAHAHA.

kendid karya Yuda

Bagus kendidnya!

Oh iya, diriku khan gak rajin moto-moto sekarang, tapi lebih seneng rekam video. Nih videonya selama sehari bersama Agus Mulyadi:

——–

Jam 5 sore Agus pulang. Aku juga pulang. Bis Bagong jurusan Jombang terakhir jam 8 malam. Diriku jangan sampe ketinggalan bis.

Dianter ke terminal sama Yuda. Jam 7 malam aku sudah berada di dalam bis Bagong. Sampe terminal Jombang jam 10 malam. Suasana Terminal sepi banget! Ternyata kalau malam, bis Surabaya-Jogja gak masuk terminal Jombang, tapi langsung bablas lurus aja.

What? Trus aku ke Nganjuk naik apa?

Tukang ojek datang layaknya moloekat penolong. Diriku yg berpacakan gaul kayak anak orang kaya ini bisa jadi sasaran empuknya. Mas Ojek minta 10 ribu untuk mengantarku ke cegatan bis.

But wait! Diriku dulu juga pernah susah, Mas. Jadi tunggu dulu. Kalau mau menjadikanku sasaran empuk, izinkan diriku buka google map dulu!

Mas Ojek tentu mau mark up tarif ojeknya dong. Dia tahu banget diriku lagi bingung mau naik apa. Jadi menurut mas ojek, diriku akan mau bayar berapa aja asal selamat.

Aku tanya mas ojek, kita nanti akan turun di mana? Ternyata Simpang Tiga. Baiklah diriku sercing Simpang Tiga Jombang di gugel mep. Daaaan, jaraknya cuma 2 km! 2 km 10 ribu? MAHAL ITUUUH! Bensin 1 liter khan 8 ribu. Itu untuk 40 km khan?

Jadi tarif 1 km nya = 8000/40 = 200 rupiah. Jadi kalau jaraknya 2 km, maka harusnya aku hanya bayar 400 repes saja!

Tapi karena aku orangnya kaya raya duik turah-turah dan baik hati, maka aku tawarlah jadi 5 ribu.

Eh, mas ojeknya gak mau.

What? Khan udah untung banyak tuh?

Lagi-lagi karena aku orang kaya, aku naikin jadi 6 ribu. Trus mas ojeknya mau.

YES!!!

Paling cuma 2 menit ya, udah sampe. Cepet banget. Ya iyalah, wong cuma 2 km. Hahaha.

Btw, thank you ya Mas Ojek. Kalau memang jaraknya deket, bilang deket aja. Jangan suka mark up harga. Gak barokah tuh. Memanfaatkan keluguanku. Itu duit kalau aku bayar 10 ribu, hasil nipu tuh. Gak bakalan bermanfaat.

Coba kalau jujur aja bilang, ‘Jaraknya dua kilo mas. Masnya terserah mau ngasih berapa.’ Mungkin aku bisa tersenyum sambil ngasih duit 500 rupiah buat bensin. Hehehe.

Belum. Belum selesai..

Lalu 9500 rupiah buat ucapan terimakasihnya.

:ampun:

31 Comments

Komen dong!