Wisata Gunung Kelud: Kayak di Planet Lain!

Gunung Kelud Kediri

10 Oktober 2015

Setelah melihat keserakahan manusia yg bikin lingkungan rusak parah, jam 11 siang berangkat ke Gunung Kelud dari Nganjuk bersama Alfi.

Ini rencana dadakan banget. Soalnya sebenarnya aku pingin ke Jombang ke rumahnya Alid (alidabdul.com). Lha kok ternyata dia malah mau piknik ke Gunung Kelud. Lha daripada aku bareng sama Alid, khan kejauhan! Soalnya Nganjuk – Jombang – Gunung Kelud Kediri itu kayak ke sana, balik lagi, trus ke situ alias muter.

Makanya aku ada ide lain ngajak temen lain aja, si Alfi, yang ternyata dia lagi free Sabtu itu. YES! Alid rencana berangkat ke Kelud sore sih. Alfi bilang mending berangkat pagi aja, jaga-jaga kalau nanti sore hujan. Juga biar bisa berlama-lama di sana sih. Kata Alfi sih, Gunung Kelud gak ada apa-apa, jadi paling gak betah berlama-lama di sana.

Masa sih?

Aku pingin bukti deh. Ayok ke sana!

Bawa tripod, kamera Nikon D3200, tas slempang, jaket jins, kacamata, topi, sneaker, lengkap pokoknya! Maklum kami ini model! HAHAHAH.

Perjalanan sejam lebih deh. Soalnya mampir makan dulu di warungnya keluarga Alfi. Sampe Gunung Kelud jam 1.20 siang. Lumayan banyak waktu buat pemotretan.

Waktu itu hujan baru 3 kali turun di Kediri. Di Nganjuk masih belum hujan. Soooo, masih kemarau panas-panasnya. Untungnya di Gunung Kelud cuacanya adem. Kayak mendung tapi gak mau hujan.

Mungkin si cuaca tahu banget kalau kami mau mengadakan pemotretan. HAHAHA. :rock:

Perjalanan menuju ke Gunung Kelud emang hampir sama kayak perjalan ke gunung lainnya. Kiri kanan pepohonan, jalan naik turun, udara dingin, gitu-gitu deh. Eh, ada yg beda dikit ding. Ada kebun nanas! Cuman gak mampir soalnya fokus pingin ke Gunung Kelud.

Bahkan pas liwat zebra cross gedhe yg konon bisa menarik barang dari bawah ke atas itu, kami cuma melambatkan motor doang. Trus melanjutkan perjalanan. Padahal sepi loh, kalau mau foto-foto gak akan bocor. Haha.

Singkat cerita, sampailah kami ke Gunung Kelud. Parkir motor di atas aja. Di bawah sebenarnya ada parkir motor tapi kejauhan kalau mau jalan kaki.

Aku lepas jaket, masukin ke tas. Lalu melangkah beberapa kaki ke depan. DAN LANGSUNG SHOCK melihat kiri kanan!

Gunung Kelud

Pemandangan Gunung Kelud

WAAAAAAAAAH.. ini kayak gak di bumi! Pohonnya mana? Kok debu doang! Keren banget dah! Aku langsung gak sabar buat pemotretan! Hahaha

Hmm.. di sini gak begitu ramai ya. Foto-foto masih bisa leluasa gak gampang bocor.

Oh iya, wisata Gunung Kelud ini kalian harus siap stamina ya. Soalnya untuk menikmati pemandangannya harus jalan kaki lumayan jauh dan jalannya naik turun. Melelahkan.

Tapi, kalau mau naik sesuatu, bisa menyewa ATV.

ATV Gunung Kelud

Bisa naik ini kalau ga mau jalan kaki.

Jalan naik

Jalannya naik dan akan terus naik.
Siapkan stamina!

Sebelum melanjutkan perjalanan ke atas, kalian harus foto-foto di sini..

Ndop Gunung Kelud

Guwanteng banget matching sama cantiknya Gunung Kelud!

Levitasi Alfi

Alfi keren levitasinya!

Wis jangan lama lama. Ayuk ke atas!

Pemandangan kiri kanan selanjutnya sangatlah amazing. Ketika kalian biasanya melihat gunung selalu dengan pepohonan yg rimbun, di Gunung Kelud tidak akan menemui hal itu. Semua tandus kayak gurun pasir tapi warnanya beda. Warnanya abu-abu. Bahkan kalau terkena sinar matahari akan berwarna keemasan. Keren. Banget!

Gunung Kelud

Bagaikan terdampar di planet lain!
Banyak bebatuan super raksasa!

Gunung emas

Alfi berlatarbelakang Golden Mountain!

Alfi di Kelud

Alfi berlevitasi

Aku duduk aja

Aku duduk aja deh, levitasi gagal terus hahaha.
Alfi harus belajar mencet shutter dengan timing yg tepat! HAHA

Levitasi Ndop

Ini percobaan sudah puluhan kali!
Dan hasilnya masih aja belum bagus! HAHAHA

Bosen dengan pemandangan gunung? Nih, ada pemandangan baru!

Pos kampling

Pos Kampling?

HAHAHAHA. Bukan pos kampling itu ndop! Ya masa di Gunung Kelud ada maling tipi? Tipinya siapa? :lol:

Pemotretan produk

Di sini juga oke banget buat pemotretan produk apparel anda!
HAHAHA

Sepatu New Balance 574 Wide 2E

Atau buat pemotretan sepatu?
Eciye sepatu baru ya ndop?

Ih enggak! Udah lama itu sepatunya! Oh iya, nanti aku posting khusus tentang sepatu di atas deh! Soalnya itu sepatu gak ada di Indonesia!

Wooooh, jalan kaki plus pemotretan ternyata lelah juga. Yuk istirahat dulu.

Duduk dulu

Duduk-duduk dulu sambil main hape.
Mbalesin komen dari ndofans™.

Maju terus ke depan, sampe lupa kalau pemandangan di bawah sana keren banget! Kayak berada di kota yg peradapannya sudah hancur rata dengan tanah!

Pemandangan bawah

Keren banget! Sumpah!

Banyak spot menarik lagi buat kamu foto dengan gaya apapun. Karena saat itu sepi jarang ada yg berkunjung, jadi foto-foto sebegini lebar spacenya pun, masih gak bocor!

Alfi diuppercut ndop

Keren khan! Ini cuma ngandalin timer kamera.

Wis ayok naik lagi!

Loh, belum selesai to?

Ya beluuum! masih ada pemandangan lainnya yg lebih kayak planet lain!

Tapi, eh, ada spot lucu buat foto ala-ala menatap masa depan!

Menatap masa Depan

Menatap masa depan! HAHAHA

Gunung Kelud aku edit

Kalau lebih pinter ngedit lagi,
foto di gunung kelud ini akan bisa amazing!

Beberapa langkah kaki lagi kita akan mencapai ujung wisata Gunung Kelud ini. Dan ternyata pemandangan di ujung sana bener-bener klimaks! Aku kayak terlempar di planet lain! Sumpah!

jreng!

WOW!

Keren banget!

We O We!!!

Inilah panorama yg berhasil aku potret pakai iPhone 5 ku. Untung batre belum habis!

Ujung Gunung Kelud

Pemandangan ujung wisata Gunung Kelud
yang sungguh mendebarkan sanubari!
(klik untuk memperbesar)

Hari semakin sore. Awan semakin gelap. Yuk pulang yuk!

Ngomong-omong, wisata Gunung Kelud ini sedikit membahayakan buat anak kecil yg baru bisa jalan dan lagi seneng-senengnya lari-larian. Soalnya banyak sekali area yang dibiarkan “telanjang” tanpa ada pegangan sama sekali. Padahal di bawah sana itu JURANG sedalam ratusan meter.

So, selalu pegang erat tangan anak kecil anda ya Bu, Pak. Jangan sampe lepas deh. Bahaya.

Peringatan

Tuh ada peringatan: BERBAHAYA
PENGUNJUNG DILARANG BERDIRI DI BIBIR JURANG.

Jurang punya bibir?

Laailaahaillalloooh.. Nggak gitu-gitu amat kali mengartikannya. Di bibir jurang itu maksudnye itu di pinggir jurang. Gituuuu…! :doh:

Lalu jangan lupa bawa minum ya. Walaupun di sini ada yg jual minuman, tapi yg jual ada di belakang sana. Di parkiran. Di ujung sini gak ada yg jual.

Dan di sini juga gak ada toilet! Kalau mau kencing mungkin agak-agak pornoaksi ya. Kalau nekat monggo ndodok di tempat yg agak tersembunyi. Walaupun hal itu susah dicari. Maklum di sini gak ada pohon! Semuanya gurun! Semuanya terbuka!

Hayoh kono! Kapok! HAHAHAHA.

Sebagai manusia teladan dan inspirator handal (sudah kenal Marindop Teguh?), aku harus menginspirasi banyak orang dalam setiap perbuatanku. Inspirasi yg kali ini aku kasihkan ke pembaca adalah..

Di Gunung Kelud ini sebenarnya kalau aku tengok kiri kanan sudah lumayan bersih. Tapi kalau aku lihat lebih detail lagi, ternyata aku nemu banyak botol akua dan plastik yang dibuang di sembarang tempat.

Aku gak menyalahkan yg buang juga sih. Soalnya tempat sampah sangat jarang di sini. Kayaknya cuma ada 1-2 tempat sampah. Sementara wisata Gunung Kelud ini khan membuat pengunjung berjalan kaki sejauh sekilometer (lebih?). Orang mungkin malas bawa sampah. Mau buang sampah juga gak nemu tempat sampah. Jadi terpaksa dibuang di sembarang tempat.

Akulah yg memungut sampah itu. Sebenarnya mau pencitraan. Tapi pencitraan ke siapa? Wong di sini sepi sedikit orang. HAHAHA.

Memungut Sampah

Tolong hal ini dicontoh!
Ini perbuatan yg sangat terpuji.
Memungut sampah dan dibuang di tempat sampah.

Memang perlu mental kuat dalam memungut sampah. Apalagi penampilanku saat itu sangat artis banget! Apa kata orang kalau ada yg lihat artis terkenal sedang memungut sampah? HAHAHA.

Untungnya aku cuek aja. Wong gak ada yg lihat. HAHAHA. Tapi hati kecilku memang gundah kalau ada sampah gak dibuang di tempat sampah. Aku mah ngikutin kata hati aja. Kata orang lain aku pilih-pilih aja. Kalau pas di hatiku ya nurut. Kalau enggak ya suka-suka guweh! HAHAHA

Setelah membuang sampah, eh di perjalanan pulang kok ketemu orang yg lumayan familiar. LAH.. ALID!!!! HAHAHAHA.

Aku mau pulang, Alid malah baru datang? Lah ini khan sedang gerimis? Ntar kalau hujan mau berteduh di mana? Wooooo.. Bocah gak nduwe wedi!

ALid Alfi ALien

Alid, Alfi, Alien!

Langsung ngerampok stiker sama pin. Jadi sebenarnya aku ketemu Alid cuma mau minta stiker sama pin dari Instagram. Kalau ngobrol sih udah bisa chattingan aja khan? HAHAHAH.

Beberapa detik kemudian, aku pulang. CEPET BANGET! Kebetulan aku sama Alid emang bukan type orang yg suka basa-basi. Hahaha.

Bye Alid, selamat menikmati gunung Kelud!

Pulang naik motor dibonceng Alfi. Gerimis berubah menjadi hujan. Kami mampir musholla buat berteduh doang! HAHAHA. Gak ding, sekalian “laporan” dong. Udah setengah empat sore.

Hmmm..

Kalau dulu sih, wisata Gunung Kelud itu ada macem-macem. Ada ke terowongan, mandi air panas dari sumber apa gitu, dan lain-lain. Namun, saat itu khan pemandangannya masih sama kayak gunung kebanyakan: Pepohonan di kiri kanan.
Nah, setelah meletus, wahana-wahana itu otomatis terkubur debu volkanik.

Jadi, kalaupun sekarang gak ada “wahana-wahana” itu, aku sangat puas dengan pemandangan “out of the box” nya. Pemandangan “alam lain”nya sungguh membekas di hati. Menawarkan hal lain daripada yang lain. Unforgettable!

BONUS FOTO

Bonus

Jadi, masih bilang Gunung Kelud gak ada apa-apanya?
Tuh ada dedek-dedek gemes yg supel banget
dan mau diapain aja #eh

HAHAHAHAHA. Buyar-buyaaar!!!

35 Comments

Komen dong!