Ke Pameran Affandi Alive! di Jogja

Tiket Affandi

Pas ke Jogja ikutan Running Teh Javana 29 Nopember kemarin, aku nyempetin lihat Pameran Lukisan di Lippo Plaza Jogja. Sebenarnya ke sini karena mau ngambil race pack buat “pertandingan” besok.

Sudah lama banget gak lihat pameran lukisan secara live begini. Jaman internet khan kalau mau lihat karya orang tinggal buka akun instagramnya aja sudah selesai. Atau akun deviantart, behance, dll.

Lihat pameran lukisan langsung?

Mungkin gak banyak orang berminat.

Sama kayak pas aku ke Pameran Lukisan Affandi Alive 27 Nopember 2015. Hanya aku, Putu, dan mas satpam gemuk dan ganteng yang ada di pameran lukisan ituh. Padahal ini di Jogja loh. Kota yg menurutku banyak senimannya.

Atau mungkin karena ini jumat sore? Belum malam minggu?

Boleh jadi.

Dengan biaya tiket masuk 10 ribu saja (foto di atas), kami disuguhi sebagian besar karya Affandi yg menurutku liar banget itu.

Lukisan Affandi

Beberapa lukisan Affandi

Sebagai seniman KTP (yang sombong -katanya-), aku gak begitu belajar banyak tentang lukisan-lukisan. Cuman aku suka banget ngelihat lukisan. Senang merasakan ekspresinya, goresan, kelembutan, menangkap apa yg terkandung dalam lukisan itu, dll bahkan sampai mencoba masuk ke “alam” lukisan itu! (Wow keduwuren ndop!).

Aku anggap melihat pameran lukisan itu sebagai makanan jiwaku. Makanan darah seniku. Ngecharge jiwa seniku yang akhir-akhir ini menipis gara-gara banyak haters iri yg menyerang. HAHAHAH.

Gak ding.

Di Nganjuk ini kotanya kecil, mana mungkin ada pameran lukisan? Kota kecil biasanya warganya gak begitu tertarik melihat seni lukis. Kalau dangdut koplo jangan ditanya! RAMAI ASSOLOLE BROOO! HAHAHAHA.

Dulu sering sih ada pameran lukisan. Entah kenapa, pelukisnya pada kemana, atau pelukisnya udah pada pensiun karena sepi peminat? Banting setir jadi tukang akik? HAHAHA. Nggak tau deh.

Makanya ketika ada pameran lukisan (Entah siapa itu pelukisnya gak peduli), aku langsung tertarik. Walaupun di awal pas mau masuk, lha kok harus bayar dulu. Karena saat itu moodku lagi miskin, pelit dan minder, makanya aku enggan untuk bayar dan cuma nginguk aja dari depan.

Setelah ngambil racepack, moodku membaik menjadi mood default, yaitu sombong, kaya dan hobi nraktir. Maka dengan gagah berani, aku pun beli 2 tiket (satunya untuk Putu). Pingin beliin juga buat mas satpam, tapi satpamnya ternyata gratis masuk.

YAIYYALAAAAH NDOP!!!

Balik lagi ke Affandi.

Memasuki pintu masuk pameran, bulu kudukku merinding banget. Ada lukisan yg childish (guwe banget!), liar juga kadang-kadang. Kadang pakai cat minyak, bahkan ini sebagian besar dilukis pakai benang! Lah, siapa ini yang bikin?

Sik sik, lukisan dilukis pakai benang? Aryu siries?

IYES BRO! Ternyata ini karyanya Maryati, istri tercinta Affandi. yang tenryata juga seniman. Alirannya mirip-mirip sama suaminya. Medianya aja yg berbeda kali ya. Trus yang aku suka dari karya Maryati adalah, karyanya sangat mejik! (magic, red.).

Gak usah banyak omong ndop! Mana karyanya?

Karya Maryati

Lukisan Maryati yang magical!
Yang ini pakai cat minyak (oil on canvas)

Kayak lukisan karya anak kecil ya?

Iya, dan aku suka banget malahan! Gak ada ketakutan sama sekali dalam menggoreskan kanvas. Tidak ada keraguan dalam menentukan bentuk dan warna objeknya. Sama kayak hidup ya, gak boleh ragu dalam menentukan pilihan! (Marindop teguh).

Maryati pakai benang

Karya Maryati pakai sulaman benang (embroidery).
Baguuuuus!!!

Karya Maryati

Kak Putu di depan beberapa karya Maryati

Udah ya, kalian lihat sendiri saja. banyak banget karya lainnya yg jauuuh lebih memukau.

Eh tapi masih ada nggak ya pamerannya? Kurang tahu, soalnya satpamnya bilang sampai Desember 2015. Entah sekarang masih ada apa enggak. Coba tengok (((TENGOK))) sendiri ke Lippo Plasa di Jogja sana yaaa.

Barusan buka facebooknya, pameran ini sudah sejak Juni 2015 loh!

Eh, siapa itu Maryati?

Nih, baca!

Biografi Maryati

Biografi Maryati 2

Biografi Maryati.
Ternyata berkarya seni gak perlu bisa baca yaaa..

Udah baca semua?

Aku aja belum. Males. #eh. :pukul:

Barusan aku baca semua, dan terharu… :cry:

Jadi di museum (nama aulanya) Lippo Plaza Jogja ini, ada dua ruangan. Ruangan satu buat mamerin karya Maryati. Ruangan kedua karyanya Affandi. Dan lampunya redup-redup gimana gitu. Ada banyak tempat duduk yg ditata seminimalis mungkin buat yg lelah berdiri atau kepingin menikmati lukisan Affandi dan Maryati dengan duduk.

Ayam Jago dan Klenteng karya Affandi

Lukisan Ayam Jago dan Klenteng karya Affandi

Karya Affandi

Karya Affandi yg nggak ada judulnya.
Mungkin ini karyanya sudah terkenal? Aku cupu banget!

Rata-rata karya Affandi itu judulnya simpel-simpel. Kayak Ayam Jago, Topeng, Topeng di Bali, Wanita Bediri, Wanita Duduk, dan lain-lain. Yang digambar adalah kejadian sehari-hari dengan ekspresi goresan kanvas sesuai dengan yang dirasakan Affandi.

Contohnya ya, ada lukisan judulnya Wanita Berdiri yang naked (tapi gak terlihat porno kok, masih aman!) (((MASIH AMAN))). Di situ warna yg dipakai sungguh di luar ekspektasi. Kalau biasanya gambar wanita itu terlihat cantik, anggun, warna-warna soft. Tapi yg terlukis dengan liar di situ justru warna-warna kelam, hitam, hijau tua, merah tua, seakan menggambarkan si wanita yg sedih atau marah? Silakan diinterpretasikan sendiri deh. Bebaaaaas…

Oh iya, jangan menaruh ekspektasi tinggi ya terhadap lukisan Affandi atau Maryati. Buat yg taunya “Lukisan bagus itu harus mirip, detail, tampak real (nyata)”, mending kalian gak usah masuk. Soalnya Affandi (dan Maryati) BUKAN pelukis realis (walaupun dia bisa nggambar realis, karena melukis realis itu menurutku justru ilmu dasar). :hihi:

Mungkin buat penyuka lukisan realis yang hatinya tumpul, lukisan Affandi ini menurutmu JELEK BANGET! LUKISAN OPPOOOOO IKI? ORET-ORETAN GAK JELAS!!!

Hmm..

Tapi buat penyuka aliran abstrak dan punya imajinasi tinggi, lukisan Affandi ini AMAZING, LIAR, KELAM, PUNYA INTERPRETASI MENDALAM, MAGICAL, LAYAK DIPAJANG! (pantas aja harganya ratusan jut!)

Oh iya, buat yg males baca tulisan panjang di atas, aku kasih tahu kalau Affandi dan istrinya sudah meninggal tahun (Affandi 1990 – Maryati 1991) yang lalu. Tapi lihatlah, aku kalau gak baca artikel di atas juga gak tahu kalau mereka sudah meniggal.

Inilah hebatnya seniman yg punya banyak karya, ketika senimannya sudah nggak ada pun, karyanya masih bisa dinikmati oleh banyak orang. Menginspirasi orang lain, menginspirasi seniman lain agar terus berkarya. Jangan nunggu ada orderan aja baru berkarya. Kamu ini seniman apa bisnisman? Kok menuhankan duit? #jleb

Eh, aku jadi punya pertanyaan, kalau pelukisnya udah meninggal, kalau lukisannya terjual, duitnya buat siapa ya? Anak cucunya? Trus yg ngasih harga siapa? Anak cucunya juga kah? Enak banget jadi anak cucunya ya? Gaji buta dong! HAHAHAHA.

Oke skip.

Ketika aku baca komen facebook, ada yg nanya, apakah ada lukisan Kuda karya Affandi yg fenomenal itu?

Fenomenal? Wah, sebagai seniman KTP, aku gak ngerti dong. Tapi yg jelas di Affandi Alive ini aku gak nemu lukisan Kuda nya. Mungkin ada di Museum Affandi nya kali ya. Sama-sama di Jogja sih. Cuman konon di Museumnya gak bolek moto, gak boleh ngambil gambar. Di Lippo Plasa ini boleh bebaaaas foto-foto.

Kesimpulannya aku puas lihat lukisan Affandi dan Maryati. Duit 10 ribu gak ada artinya buat ngecas jiwa seniku. Coba tengok instagramku deh, aku mulai menggambar lagi. Walaupun gak bagus, tapi aku berkarya bro. Gak hanya komen doang! HAHAHAHA.

Okay bye!

12 Comments

Komen dong!