Tips ke Air Terjun Sedudo dan Singokromo

Mungkin lebih dari 10 kali aku ke Air Terjun Sedudo Nganjuk. Sebagai manusia yg gak bisa nyetir motor atau mobil, pergi wisata ke Air Terjun Sedudo adalah hal yang sulit bagiku. Soalnya setahuku yg pergi ke sana, semua pasti naik motor atau mobil.

Tapi itu dulu, sekarang aku sudah tahu kalau hanya dengan kendaraan umum pun, kita bisa sampai ke Air Terjun Sedudo bahkan ke air terjun tetangganya, Air Terjun Singokromo, dengan aman sentausa layaknya raja tinggal duduk tenguk-tenguk, sampai!

TAPI MAHAL!

Hahahaha.. Iya banget. Jarak Nganjuk ke Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, tempatnya Air Terjun berada, itu sekitar 30 km. Dengan 22 km nya jalan menanjak lumayan ekstrim. Jadi buat pengendara sepeda kayak saya, terlalu berat untuk ngontel ke sana.

Selain berat, juga bahaya. Karena jalannya berkelok dan curam. Para pesepeda yang berpengalaman, biasanya hanya menempuh setengah perjalanan, habis itu pulang. Kaki lempoh! Apalagi yg gak pengalaman, paling cuma kuat 1/4 perjalanan saja. Haha.

Kalau naik motor bisa murah, paling cuma habis 10-20 ribu buat bensinnya.

Kalau naik kendaraan umum plus ojek, kalian bisa bayar sampai 100 ribu! Selisihnya banyak banget khan? HAHAHAHA. Tapi bisa kok ditekan biayanya biar murah. Baca dengan seksama deh, tips ke Air Terjun Sedudo dan Singokromo di bawah ini. Semoga komplit yaaa..

TIPS KE AIR TERJUN SEDUDO

Sedudo bersama seorang model

Sedudo bersama seorang model

Buat yg sukanya rame-rame, pergilah ke Sedudo ketika hari Sabtu atau Minggu. Mandi air terjun pun serasa anget soalnya berdesak-desakan sama orang lain. Nyali juga akan besar soalnya banyak temennya.

FYI, Air terjun Sedudo ini sangat dingin. Jadi kalau mau jogging dulu buat manasin tubuh, boleh banget. Tapi gak perlu juga sih, soalnya pas menuruni tangga dari atas itu juga sudah cukup memanaskan tubuh.

Siap nyemplung kakak?

Harus siap! Rugi kalau gak nyemplung!

Sedudo rame

Seorang model sedang mandi bersama para fans di Air Terjun Sedudo

Iya banget! Ritual wajib kalau ke Air Terjun Sedudo emang nyemplung dan ikutan mandi sama pengunjung lain di sana. Gak harus lepas baju kok, pakai baju lengkap, atau yang berkerudung pun okay aja!

Jangan lupa bawa salin ya. Kalau lupa gak bawa gak papa sih, di sana banyak yg jual baju murah ada tulisannya I love Sedudo kok.

Buat yg sukanya sepi, pergilah ke Sedudo hari Senin-Jumat, pokoknya selain tanggal merah, Sabtu dan Minggu. Niscaya kamu akan seperti memiliki “kamar mandi” Sedudo seutuhnya. Mandi pun gak pakai antri. Mau foto tanpa terganggu pengunjung lain pun sangat bisa.

Tapi ya itu, karena sepi, mau mandi pun jadi males. Biasalah manusia, kalau nggak ada temennya, suka males khan? Sama kayak aku kemarin, harus punya kenekatan dulu, baru berani nyemplung.

Sedudo Sendiri

Seorang model mandi sendiri di Air Terjun Sedudo
*punya fans sebenarnya hanya delusional si model saja, aslinya ya kesepian*

Di Sedudo ada tempat salin bajunya kok. Kayaknya gak ada kewajiban bayar, tapi di sana ada kotak untuk nyemplungin duit seikhlasnya. Trus di sana juga ada mushollanya, jadi gak ada alasan untuk gak sholat ya!

Perut Lapar?

Ada banyak penjual makanan kok. Dari yang tradisional sampai yg mainstream macam nasi, mie instan atau pop mi.

Penjual Makanan Sedudo

Penjual makanan

Penjual Nasi Jagung

Mereka gak suka difoto kalau kita gak beli.

Makanan tradisional di sini adalah nasi jagung sama krupuk pecel.

Nasi Jagung

Nasi Jagung

Krupuk Pecel

Krupuk pecel adalah
Krupuk bakar (krupuk upil) dikasih kulupan plus sambel pecel

Tips membeli makanan di Sedudo: Jangan beli sebelum nanya harga! Soalnya bakulnya suka asal ngasih harga. Nasi jagung yang harusnya 2-3 ribu rupiah bisa dinaikkan hingga 6 ribu! Krupuk Pecel yang seharusnya 1500-2500 juga bisa naik menjadi 4 ribu! Jadi nanya dulu harga masing-masing makanan yg kamu beli ya.

Buat yang naik motor, pastikan motormu itu kuat menanjak. Kalau enggak, yowis selamat jalan kakai di trek-trek tertentu yg tanjakannya tinggi dan lama. Lumayan melelahkan jalan kakinya. Tapi anggap aja olah raga. Alam pegunungan pinus di sana juga bisa jadi refreshing mata sambil jalan kaki.

Jalan Sedudo

Saya berani sumpah, alam sebenarnya jauh lebih keren dibanding foto ini!

Buat yg boncengan motor, kalau motor gak kuat menanjak, biasanya khan yg dibonceng turun dulu ya. Nah, kalau situ bawa duit dan males jalan kaki, di sana banyak ojek (di trek yg biasanya motor pada gak kuat nanjak) yg siap mengantar sampai lokasi. Ongkosnya kira-kira 10 ribu. Kalau mas ojeknya minta lebih mahal, TAWARLAH sampai harga sekitar itu. Ojek-ojek ini hanya eksis di hari Sabtu atau Minggu.

Mas ojek

Mas-mas Ojek. Lihat motor mereka jenis apa.
Itu adalah jenis motor yg kuat menanjak

Tiket masuk 10 ribu, sudah dapat 2 air terjun: bisa ke Singokromo dan Sedudo. Kalau mau tiket gratis bisa sih, bilang aja mau bertamu ke rumahnya Pak Imam (mertua masku). Tapi ini trik jahat sih. HAHAHAHA. Udah, mending bayar aja, gak mahal juga.

Tiket

Tiketnya warna pink. Sori udah lecek. Haha.

Kalian harus jago nyetir motor atau mobil sebelum ke Air Terjun Sedudo ya. Soalnya jalannya berkelok-kelok gak santai. Tapi jangan khawatir, jalanan aspalnya bagus.

Kalau musim hujan, bawalah jas hujan, karena kiri kanan gak ada tempat berteduh kalau hujan. Atau, kamu mau berteduh di hati aku? #eh

RUTE KE AIR TERJUN SEDUDO?

Gampang. Cari alun-alun Nganjuk. Depan alun-alun itu Jl. Ayani. Lurus aja sampe mentok! Jangan lupa lihat plank ijo penunjuk arah. Banyak banget tulisan “KE AIR TERJUN SEDUDO”.

Kalau mau gunakan GPS, Search Sawahan Nganjuk. JANGAN SEARCH “SEDUDO” YA! Karena aku cek di google map, Sedudo itu rumah warga di pinggir jalan raya. Sialan! Siapa sih yg ngacoin alamat wisata begini? Hih!

Ini caranya menurut Google Map:

Cara ke sedudo

Cara menuju Air Terjun Sedudo dari Alun-alun Nganjuk

Peta Rute Sedudo

Peta ke Sawahan dari Alun-alun Nganjuk

Kalau sudah sampe Sawahan, yowis tinggal ngikuti jalan aja. Ujungnya mentok ke Air Terjun Sedudo.

Kalau masih bingung, yowis tanya warga sekitar aja. Gak usah takut atau malu, orang Nganjuk ramah-ramah kok. Kayak pemilik blog ini. *kedip kedip*

Buat yang naik mobil, kalau hari Sabtu/Minggu atau hari libur Nasional, parkiran ada di bawah ya. Setelah itu kamu akan jalan kaki gak ada sekilometer. Atau kalau males, banyak ojek di sekitar parkiran. Naik ke atas itu kira-kira 10 ribu ongkosnya.

Di hari Senin-Jumat, mobil bisa dibawa naik sampai lokasi Air Terjun Sedudo. Karena memang sepi.

Mobil naik Sedudo

Mobilnya bisa nampang dengan background Sedudo! Keren!

Pingin naik mobil, tapi gak punya mobil?

Berati kalian harus baca tips berikut ini…

CARA NAIK KENDARAAN UMUM KE AIR TERJUN SEDUDO

Berangkat dari terminal Nganjuk. Keluarlah dari terminal. Niscaya banyak mas-mas angkot nawarin, “Sawahan?”. Nah, itu angkot menuju Air Terjun Sedudo. Atau kalau ragu, langsung bilang, “Sedudo, Mas?”. Kalau masnya mengangguk, yowis masuk aja.

Angkutan umumnya cuma angkot ya. Gak pakai ase. Yakali lo kira travel. Hahaha.

Angkot Sedudo

Selfie di angkot menuju Sedudo

Angkotnya nanti kalau berhenti-berhenti, muter-muter, buat nyenengin penumpang, jangan sewot ya. Wajar lah, dia nyari penumpang agak banyakan gitu. Pengalamanku, kalau hari biasa nggak weekend, penumpang dapat 3 bisa berangkat kok. Kalau weekend sih kayaknya lebih dari 5 orang baru berangkat.

Tarif angkot dari Terminal Nganjuk ke Sawahan: Rp. 12.500,- (Februari 2015)

Perjalanan menuju ke Sawahan itu kira-kira 40 menitan. Jangan takut nyasar, soalnya angkot ini tujuan akhirnya memang Sawahan. Jadi kalau kamu ketiduran di angkot karena terbuai sejuknya pegunungan, gak masalah. Ntar juga kalau udah sampe bakalan dibangunin.

Sampai terminal Sawahan, nanti akan ada mas-mas ojek hiperaktif nawarin ojek ke Sedudo dengan brutal. Bahkan sebelum kamu turun angkot pun, mereka masuk angkot dan menawari naik ojeknya dengan super semangat. Layaknya kucing garong ketemu tikus cabe-cabean yang dandan menor dan pakai celana ketat super pendek. HAHAHA

“Munggah Sedudo, Mas?”

JANGAN BILANG IYA! Ingat! Jangan bilang iya! TOLAKLAH tawaran mas-mas ojek itu dengan tenang. Misal bilang, “Nggak, Mas”.

Kenapa harus menolak?

Karena mas-mas ojek di terminal Sawahan situ akan memberikan tarif fantastis! Aku pernah dulu ditawari 85 ribu pulang pergi. Gila mahal amat. Padahal jarak Terminal Sawahan ke Air Terjun itu “cuma” 9 kilometer. Ditawar pun susahnya minta ampun, paling mentok 65 ribu. *atau aku kurang santai ya nawarnya?* Hahaha.

BIAR DAPAT HARGA LEBIH MURAH, maka kalian cukup jalan kaki ke depan sebentar (kira-kira duapuluh meteran), menuju pasar Sawahan. Nah, di sebelah kanan sana berjejer abang-abang ojek yang gagah dan ganteng tenang gak gila penumpang. Mereka itu tarifnya jauh lebih murah. Nawar 40-50 ribu untuk pulang pergi ke Air Terjun Sedudo pun bisa dengan gampang diperoleh. Kalau dapat lebih murah dari itu, ya selamat! Anda hebat dan beruntung!

MAU LEBIH MURAH LAGI?

Bisaaa.. Jalan kakilah agak jauh ke depan. Sampe ke rumah penduduk. Lalu kalau nemu penduduk sedang ngobrol-ngobrol alias nganggur, coba tanya apakah ada ojek di sekitar sana. Biasanya tarifnya bisa jauh lebih murah. Bisa dapat 40 ribu pulang pergi. Apalagi kalau kebetulan mas-mas ojeknya asli Desa Ngliman, letak Air Terjun Sedudo berada, maka kalian akan BEBAS BIASA TIKET MASUK! Lumayan menghemat 10 ribu! Hahaha..

MAU LEBIH MURAH LAGI? BAHKAN GRATIS?

Yaudah jalan kaki aja 9 kilometer ke depan sana. Paling-paling cuma bengkak di kaki… *krik*

Nah, mas-mas ojek ini akan menunggu di atas sana sampe kalian selesai main-main di air terjun. Terserah mau 3-4 jam di Air Terjun, ditungguin kok. Asal jangan sampai nginep di Air Terjun aja sih. HAHAHA.

Bayar mas ojeknya ini pas sampai Terminal Sawahan lagi. Jadi bayar di akhir. Kalau bayar di awal, takutnya nanti dibawa kabur lagi sama mas ojek. HAHAHA.

Kalau penumpangnya yg kabur?

Yowis silakan aja kabur, paling-paling kamu bakalan ditemukan dengan sangat gampang sama penduduk sekitar. Digebukin jelas! Kalau mau bersembunyi lebih dalam ke dalam hutan, paling-paling kamu akan ketemu macan, trus dimakan hidup-hidup!

Pilih mana? Bayar atau kabur? HAHAHAHA

TIPS KE AIR TERJUN SINGOKROMO

Air Terjun Singokromo

Artis papan atas sedang memotret kemolekan Air Terjun Singokromo

Jadi, Air Terjun Singokromo ini tetanggaan sama Air Terjun Sedudo. Atau jangan-jangan mereka satu keluarga? Bisa jadi bisa jadi.

Letaknya di bawah air terjun Sedudo. Jadi setelah membayar tiket masuk, lalu nanti di perjalanan akan menemukan jalan percabangan. Belok kiri ke Air Terjun Singokromo, kalau lurus ke Air Terjun Sedudo.

Buat yg naik motor, pastikan banmu gak terlalu keras. Kurangi anginnya biar lebih enak. Soalnya separuh jalannya masih makadam. Semoga sebentar lagi akan diaspal. Aamiiin..

Lebar jalan singokromo

Lebar jalan ke air Terjun Singokromo ini cuma 1,5 meteran

Jadi mobil gak bisa masuk ya. Buat yg bermobil, lupakan liburan ke Singokromo. Kecuali kalau sampean mau mlampah alias jalan kaki, ya monggo, kira-kira 3-4 kilometer dari percabangan jalan!

Di awal-awal, jalanan aspal. Lalu semakin ke dalam, jalanan berubah menjadi setapak yang lumayan licin. Apalagi kalau musim hujan. Harus super hati-hati ya kak. Itu yg dibonceng mending suruh turun aja jalan kaki! HAHAHA.

Jalan Setapak

Lalu melewati jalan setapak seperti ini.

Jalan makadam

Semakin ke dalam, kondisi jalan semakin Alia Kadam, eh, makadam.

Di perjalanan menuju Singokromo, kamu akan dimanjakan dengan pemandangan pepohonan gunung yg menawan dan kebun mawar di kiri kanan jalan.

Pepohonan gunung

Pohon-pohonnya tertara rapi dan indah

Model bersama mawar

Seorang model sedang berpose di kebun mawar
T-Shirt by: @Route28co

Kira-kira 15 menit kamu akan sampe di parkiran motor. Trus jalan kaki kira-kira 500 meter menuju Air Terjun. Awas hati-hati jalannya ya, karena jalan setapak cuma selebar 40cm dan treknya curam banget! Jalannya selalu lembab dan terkadang becek dan licin karena memang air di sini melimpah.

Menuju Singokromo

Harus jalan kaki ya. Gak usah nekat naik mobil kalau lewat sini!

Belok kiri

Kalau sudah sampe rumah kayu, belok kiri yaaa..

Pakailah sepatu yg gak licin solnya ya. Jangan pakai sandal jepit Swallow ya, licin nanti. Apalagi ndlamak atau nyeker, jangan ya! Bakalan kepleset nanti.

Jalanan terjal

Jalanan terjal, sempit dan licin. Kepleset-able banget!

Air Terjun Singokromo kelihatan

Tuh air terjunnya udah kelihatan!

Walaupun kamu ke sini hari Minggu sekalipun, yang mengunjungi Air Terjun Singokromo ini sepi ya. Kalaupun ada, ya paling penduduk lokal sini-sini juga.

Di sini masih alami, gak ada bangunan, gak ada yg jualan makanan di Air Terjun Singokromo. Adanya di parkiran motor di atas sana. Tapi jangan khawatir, karena hawanya super sejuk, kamu gak akan mungkin kehausan. Air melimpah, diminum aja gak papa. Yakin bersih!

Di sini kamu gak mandi gak papa. Soalnya air terjunnya debit airnya gedhe banget! Gemuk gitu. Trus situasinya juga gak “mengajak” kamu untuk mandi. Jaga sikap ya, jangan macam-macam. You know what I mean lah. Ini air terjun. Letaknya di gunung. Dingin. Sepi. Jadi? Oke simpulkan sendiri.

Jangan lupa bawa kamera yg bisa slow speed ya. Soalnya kegiatan foto-foto di sini bakalan asyik banget. Ketegangannya lumayan. Karena bebatuannya licin. Dan air ada di mana-mana. Jadi harus super hati-hati bawa kameranya ya. Menjaga keseimbangan tubuh sama pentingnya sih. Apalagi di sini dingin.

Sedang moto slow speed

Mawi sedang asyik mencari angle yg pas.
Pasti dia mau motret aku deh. #eh

Air Terjun Singokromo

Walaupun aku berada 4 meteran dari Air terjun Singokromo
Tapi aku masih kelihatan kecil.

Siapkan baterai kamera cadangan biar bisa berlama-lama di sini. PENTING BANGET! Soalnya memotret pakai slow speed itu menguras baterai banget. Pas aku ke sini bareng Mawi kemarin, baterai kameraku cuma tinggal satu bar. Trus kemudian kami galau karena belum motret Sedudo sama sekali. HAHAHA.

Makadam

Pembuatan jalan. Semoga segera selesai ya.
Selamat bekerja bapak-bapakku.. Semangat!!

BUAT YANG NAIK KENDARAAN UMUM, setelah sampai Terminal Sawahan, carilah ojek seperti yg saya sarankan di atas ya. Lalu bilang ke tukang ojeknya kalau kamu mau ke Air Terjun Singokromo. Tarifnya sama dengan ke Air Terjun Sedudo. Walaupun jarak Sedudo lebih jauh, tapi treknya Singokromo ini lebih sulit dan bahaya.

Jadi kalau nawar, pulang pergi minimal 40 ribu ya. Abang ojeknya nungguin di atas kok. Sekalian bisa diajak ngobrol-ngobrol. Orang sini ramah-ramah.

Karena musim hujan, sedia payung atau jas hujan ya. Soalnya di sini gak ada tempat berteduh. Di tengah hutan ini bero.

Kalau kalian belum pernah ke Air Terjun Sedudo dan Singokromo, bilang aja ke tukang ojeknya kalau kamu mau ke dua Air Terjun ituh. Siapa tahu dapat harga spesial. Kisaran saya sih nawar 75 ribu masih wajar. Sukur-sukur bisa 60 ribu, khan lumayan. Hahaha.

Bersikaplah ramah sama penduduk. Siapa tau dicarikan tukang ojek yg murah. Bergaul dengan orang Nganjuk itu gampang. Ambil hatinya, maka semua beres! Hahaha.

Sehari mengunjungi 2 air terjun sekaligus sangat bisa kok. Asal kamu berangkat dari Terminal Nganjuknya pagi di bawah jam 9. Karena kalau terlalu siang, rawan hujan. Kalau hujan ya gak bisa menikmati liburan to ya.

Kalau mau cari aman, berangkat subuh pun ayok! Angkotnya jam segitu sudah ada kok.

Aku kemarin sama Mawi berangkat jam 9 pagi dari rumahku. Menuju terminal Nganjuk. Naik angkot ke Sawahan. Sampe Air Terjun Singokromo jam 11.30 siang. Agak lama sih, soalnya nunggu angkot berangkat dan pas naik ojek hampir sampai Singokromo, motornya Pak Purnomo, bannya bocor. Walhasil harus nunggu Pak Purnomo nambal ban di atas sana sekitar setengah jam.

Moto-moto ganteng di Air Terjun Singokromo selama satu jam saja di sini sudah lumayan puas. Lalu melanjutkan perjalanan ke Sedudo. Dari Air Terjun Singokromo menuju Air Terjun Sedudo kira-kira setengah jam perjalanan. Sampai Sedudo jam 12.30 siang.

Di Sedudo kami menghabiskan waktu 2 jam. Sudah cukup puas lah. Kenapa lebih lama, karena banyak yg perlu dieksplor kalau di Sedudo. Bisa makan, mandi, ngobrol-ngobrol. Soalnya tempatnya asyik buat tenguk-tenguk. Kalau mau trekking juga ada sih. Tapi di atas sana gak ada apa-apa.

Jam 2.45 pulang. Sampe Terminal Sawahan, bayar ojek. Naik angkot lagi menuju Nganjuk. INGAT! ANGKOT SAWAHAN – NGANJUK PALING AKHIR JAM 4 SORE YA!. Jadi buat yg naik kendaraan umum, maksimal main-main air terjun Sedudo itu sampai jam 3 sore ya. Buat jaga-jaga aja biar gak ketinggalan angkot.

Sedudo bareng Mawi

Ke Sedudo bareng Mawi sang water fall hunter!

Okay, sekian dulu tips-tipsnya. Kalau nanti aku nemu tips lagi, bakalan aku tambahkan. Yang mau nanya-nanya, silakan-silakan. Semoga pertanyaanmu mudah ya, biar aku bisa jawab. Hahaha.

91 Comments

Komen dong!