Perjuangan Arisan Statistika ITS 2002

Minggu kemarin, aku menghadiri arisan perdana yang diadakan sama temanku Alumni Statistika ITS tahun 2002. Walaupun aku Drop Out, tapi itu khan kuliahnya. Kalau sama teman-temannya gak akan “out” lah. Masih akrab.

Acaranya jam 1 siang. Perjalanan dari Nganjuk ke Royal Plaza Surabaya itu sekitar 3 jam. Aku berangkat jam 10. Hehehe mepet.

Sebelum berangkat, perutku agak sakit. Trus ke wese. Trus mandi. Trus berangkat. Trus mampir ATM Mandiri di kantor pos. Sekalian beli roti sama minuman di Indomaret kantor pos buat bekal di bis.

Aku naik sepeda ke terminal Nganjuk. Sepeda dititipin di penitipan. Ketika jalan kaki masuk terminal, perutku lha kok menggeliat. Senep. Tapi trus berkurang. Lama-lama hilang.

Bis Sumber Selamat ngawe-awe supaya aku naik. Oke deh. Pas banget. Duduk di sebelah manusia berbody hot. Waduh, bakalan gak konsen nih. Bakalan keenakan terus nih di dalam bis. Huahaha..

Ternyata doaku tidak dikabulkan sama Yang Maha Kuasa. *Petir menyambar*

Bis berjalan mulus sampe Kertosono, tapi tidak diikuti dengan isi perutku yang menggeliat meraung-raung pingin memuntahkan isinya. Aku menahan dengan kesakitan sampe keringat dingin menetes di kening.

Lama-lama ilang sih sakitnya. Tapi ketika aku beli permen jahe, lalu memakannya, lha kok perutku memberontak parah! Sakit!

Body hot di sebelahku jadi nggak ngefek sama sekali. Lha wong badanku fokus sama perut yg duh, sakit banget jiwa raga. Belum lagi ketika bis berangsur-angsur penuh, aku harus banyak gerak ketika pedagang melewatiku. Sambil menahan rasa sakit di perut. Sambil menahan supaya nggak keluar isinya.

Karena aku tidak ingin terjadi hal yang sangat memalukan sumur hidupku nanti, yaitu mencret di bis. Aku pun memutuskan untuk turun di Jombang. Padahal baru sejam perjalanan. Surabaya masih 2 jam lagi.

Padahal manusia berbody hot tadi akhirnya menyapaku loh, padahal aku gak ngasih kode apa-apa. Wah, rejeki itu harus kutinggalkan gara-gara masalah perut. KAMPRET TENAN!

HUAHAHAHAHA..

Turun terminal Jombang, aku langsung mencari toilet. Untungnya pas turun dari bis sampe menuju toilet, sakit perutku berkurang. Tapi ketika berada di dalam toilet, DIA MENGGELIAT PARAH!

Aku lepas segalanya kecuali kaos Peter Says Denimku yang mahal itu. Lalu ndodok. Dengan sekali jurus saja, keluar semua isi perut yang setelah aku ingat-ingat, sudah dua hari nggak ke wese. Karena begadang.

Masuk angin memang cepet sembuh, tapi SANGAT MEREPOTKAN dan DARURAT sekali. Kalau nggak segera ditangani, bisa malu. bahkan bisa mati loh! Hahahaha..

ALHAMDULILLAAAHIROBBIL ‘AALAMIIIN…

Akhirnya sakit perut sudah tuntas sembuh. Aku ngemil permen jahe untuk menghangatkan tubuh. Minum susu soklat Ultra. Sambil menunggu bis Surabaya.

____________

Sampelah ke Surabaya. Aku turun PLN, oper bis ijo jurusan Joyoboyo. Turun di Royal Plaza. Menuju ke D’COST, rumah makan seafood dengan harga kaki lima itu loh (walaupun menurutku tetep mahal sih, maklum aku bandingkan dengan Nganjuk. Hahaha)

Kirain aku telat, soalnya sudah jam 1 lewat. Ternyata aku datang duluan! Hahaha. Maklum temenku bawa keluarganya semua. Jadi ya persiapannya lama.

Datang selanjutnya Ade Irfandi Suyatno. Temenku yang ketika kuliah dulu, sering belajar bareng di kosannya Jati sampe nginep-nginep. Haha. Jadi kangen masa-masa kuliah.

Ade tengak-tengok sendirian sambil menempelkan spiker Blekberinya di telinga. Lalu aku menghampirinya. Eh, dia masih kenal aku. Katanya aku gemukan. Huahaha. Padahal ini sudah kurusan lo De. Eh, Ade nggak banyak berubah, cuma sedikit agak berisi. Sedikit.

Lalu datanglah Arif Nur Ikhsan, bersama bala tentaranya, istri dan anaknya. Arif tambah gemuk. Standar orang yg sudah menikah, pasti tambah gemuk.

Lalu datanglah Tarni bersama kedua anaknya yang wajahnya kayak bule, mereka playon kejar-kejaran. Tarni yang sekarang tampak lebih putih dibanding pas jaman kuliah dulu. Iyalah, perawatan to ya. Huahahaha.

Sama sih, aku juga sekarang jauh lebih ganteng dibanding masa kuliah dulu yang banyak jerawatnya dan item. Huahahaha.

Lalu masuklah kami bertiga plus keluarga masing-masing ke D’COST. Sambil menunggu teman-teman lainnya. Kami ngobrol-ngobrol.

Lalu datanglah Dani. Manusia mbulet sedunia. Badannya bulet dan omongannya mbulet. Hahaha. Eh, Dani jomblo loh! Sarjana Statistika loh! Hauahahaha.

Aku juga jomblo sih, tapi aku khan DO. Tapi khan aku belum pingin nikah. Wehehehe..

Lalu datangnya Sopik bersama suaminya yg tingginya sak genter. Wah, aku kesaingan nih. Anaknya Sopik punya suara 7 oktaf. Tinggi banget ketika teriak.

Kami masih menunggu satu keluarga lagi. Sekarang sudah jam 2.30 sore, daripada kelaparan nunggu, kami memesan makanan dulu.

Aku gak paham, menu andalan di sini apa. Walhasil aku mesen ciken fille. Walah, rasanya setandar. Kata temenku, yang enak itu cumi-cuminya atau kepitingnya. Owalah, oke deh. Lain kali mesen menu andalan aja.

Shinta akhirnya datang bersama suaminya yg ginuk-ginuk dan anaknya yg masih kecil. Wah, akhirnya sudah datang semua (yang bisa datang, yang nggak datang ada 7 orang!).

Ngobrol-ngobrol, makan-makan. Yang banyak ngobrolnya itu aku sih, soalnya teman-teman pada penasaran sama pekerjaanku yg “nyentrik” sendiri ini. Kerja online. Kerjaan yang futuristik banget ya! Kerjaan yang ajaib. Yang Hanya dari rumah, bisa datang klien dari Amerika!.

Makanku lumayan lahap, maklum lapar habis “turun mesin” tadi.

Arisan Statistika

Kangkung yg tersisa itu lima menit kemudian sudah amblas!
Hehehehe.

Arisan Statistika

Teman-temanku awet muda semua.
Kalau generasi sekarang, wajah kayak mereka itu baru umur belasan tahun.
generasi sekarang boros mukanya.

Lalu pengocokan nama pun dimulai. Pertama yang ngocok adalah Ade. Yang mbetok adalah Tamim (gak datang). Trus dikocok lagi, kali ini aku yg ngocok. Yang mbetok adalah Tarni. Wah, selamat ya! Jadi November nanti arisannya di Surabaya lagi, di rumahnya Tarni.

Sebenarnya arisan ini khusus teman-teman kuliah yg sekarang tinggal di Surabaya dan sekitarnya. Trus aku diajak. Trus aku mau. Ngggak papa lah, Nganjuk – Surabaya gak jauh-jauh amat. 3 jam perjalanan. Lagian kapan lagi bisa kumpul-kumpul sama teman kuliah kalau nggak diadakan arisan begini?

Jam setengah lima sore, kami pulang. Foto-foto dulu.

Arisan Statistika 2002

Arisan Statistika ITS 2002 di D’Cost Royal Plasa Surabaya.
Karena awet muda, gak mirip ibu sama anak, tapi kakak sama adik.

Kami berpisah untuk bertemu lagi November 2014 nanti. Aku dan Dani kemudian mampir ke rumah Ade di Bendul Merisi. Sebelum berangkat, aku dan Dani ngambil motor dulu.

Beuuuh, area parkirnya miskin oksigen. Pengap banget. Aku yang biasa dengan udara segar dan sejuk dari Nganjuk ini, langsung sesak dan megap-megap. Mood langsung turun.

Aku heran, penduduk Surabaya sini kuat-kuat banget ya. Di situasi miskin oksigen begini, mereka masih bisa tersenyum dan ngobrol santai. Kalau aku sudah kepingin kabur aja beli oksigen tabung yang dikirim khusus dari pegunungan Nganjuk. Hahaha.

Ya nggak heran sih, kalau masyarakat perkotaan berkunjung ke pedesaan atau pegunungan, pasti pada suka lebay memuji-muji kesejukan dan kebersihan udaranya. Karena udara yang dia hirup sehari-hari gak sebersih di sana. Kalau aku sih, berkunjung ke gunung, ya biasa aja. Gak lebai. Paling cuma lebih dingin aja.

__________

Sampelah di rumah ade. Ade ngontrak rumah di Bendul Merisi. Setahun 17 juta. Mihil bingit! Di Nganjuk duik segitu bisa ngontrak rumah 2 tahun.

Ade Irfandy Suyatno

Ade Irfandy Suyatno di rumahnya.

Ade asli Bone, Sulawesi Selatan sana. Jusuf Kalla juga kelahiran Bone loh. Jangan-jangan Ade nanti bisa jadi calon wakil presiden? Who knows?

Kok doanya nanggung ndop? Kenapa nggak didoakan jadi Calon Presiden?

Karena Calon Presidennya adalah aku! HUAHAHAHA..

Di rumah Ade ngobrol-ngobrol sampe puas. Membahas pengalaman hidupku (yang tadi masih bersambung) tentu saja. Aku cerita kalau dulu itu aku sempet down juga karena stress kuliah. Lalu bisa bangkit setelah nekat memilih jalan hidup sesuai mauku (yang mungkin nggak sesuai sama kemauan banyak orang, terutama keluarga).

Hidup ternyata sebuah pilihan. Silakan pilih, menyenangkan orang sekitar, tapi diri sendiri gak seneng. Atau menyenangkan diri sendiri, tapi orang sekitar belum tentu seneng. Kalau bisa sih ya menyenangkan diri sendiri dan orang lain. Tapi itu idealnya. Susah mencapai ideal kalau hidup itu. Harus ada yg dikorbankan. #tsah

Habis makan mie goreng, sudah jam setengah sembilan malam. Ade harus balik lagi ke keluarganya. Aku dan Dani pamit pulang.

_________

Sampe Nganjuk jam 12 malam. Roti bekalku hilang di bis. Huahaha kok bisa ya. Main game bentar. Buka facebook bentar. Buka twitter bentar juga. Eh, lha kok udah jam 2 pagi. Yaudah tidur aja.

Hari minggu yang melelahkan, sampe sms klien aja gak sempet aku balas. Maklum minggu khan libur. Kebetulan liburnya pas sedang di luar rumah pula. Jadi ya lupa. Hahaha..

The end

46 Comments

Komen dong!