Mampir ke Museum Anjuk Ladang

Saya kira, dan rata-rata warga Nganjuk semua kira, Museum Anjuk Ladang (nama asli Nganjuk itu Anjuk ladang) itu nggak boleh dikunjungi. Soalnya seringkali (kelihatannya) pintunya digembok dan gak ada yg jaga.

Walhasil sebagai pengangguran profesional, diriku yg punya banyak waktu lowong ini jadi sering mati gaya kalau nggak ada kegiatan dan nggak ada teman ngobrol. Pingin sekali-kali mampir ke museum Anjuk Ladang melihat ada apa sih di dalamnya. Tapi gak berani masuk karena museumnya seperti “gak welcome” untuk dikunjungi gituh.

Mungkin harus “diundang” dulu kali ya sama museumnya. Diundang sama museumnya? It sounds creepy ya?

Dan “undangan” datang ke museum Anjuk Ladang datang ketika Sabtu 16 Agustus kemarin. Habis menghadiri mantenan temen SMP, tiba-tiba kepikiran mampir ke museum. Karena kebetulan temenku yg mboncengin aku, kantornya ada tepat di sebelahnya. Yaitu, kantor DPRD Nganjuk.

Lha kersane ngalah, temenku yang kantornya mepet tembok sama museum juga belum pernah ke sana! Weladalah. Mungkin inilah yg namanya “undangan” khusus itu. Hahaha..

*Jadi merinding*

Penjaga museum saat itu lagi ngobrol santai sama temennya di atas tembok yang sangat tinggi. Mungkin penjaga itu bisa terbang. Atau punya ilmu meringankan tubuh. Haha.

Aku yg alhamdulillah sudah lumayan kurus ini, akhirnya harus menek tembok dengan sedikit susah payah. Dan mengalami masa-masa “mak gedebuk” lumayan keras menghatam bumi ketika aku turun dari tembok setinggi 2 meter itu.

*Semoga gak anyang-anyangen* :takut:

Langsung foto-foto.

Arca di Museum Nganjuk

Arca bertangan enam! Pasti ini manusia multitasking!

Di area luar museum saja banyak arca-arca dari batu yg ditata berjejer. Salah satunya yg aku foto di atas. Kira-kira ada belasan patung yg dipajang di luar.

Lalu aku masuk ke museumnya lewat pintu belakang. Mungkin karena aku tamu “khusus”, jadi masuknya lewat pintu khusus juga. Hahaha. Gak kok, penjaganya aja yg males bukain pintu depan. Soalnya sudah kenal sama temenku.

Di dalam museum..

Ndop di Museum Anjuk Ladang

Ada banyak arca-arca bersejarah!
Termasuk yg di tengah itu. Arca yg juga perlu dilestarikan!

Rata-rata yg dipajang terbuat dari batu. Arca-arca ini berasal di desa Mangundikaran. Dulu saya ingat arca-arca ini dikumpulkan di sebelahnya SMPN 1 Nganjuk. Dan tempatnya terkenal angker. Hiiii… Untungnya udah dipindahkan ke museum sini. Entah masih angker apa enggak. #eh

Eh, gosipnya ya, penjaga museum pernah mengalami peristiwa aneh. Ketika jaga malam-malam gitu, dia menemukan ada arca yang tiba-tiba ada, padahal sebelumnya nggak ada. Trus ada arca yg tiba-tiba ilang, padahal sebelumnya ada. Wah serem ya. :takut:

Gosipnya lagi sih, arca-arca itu nggak suka dipindahin dari tempatnya yg dulu sudah pewe di sebelah SMPN 1 Nganjuk.

Ya, semua hal pasti mengandung resiko dan manfaat ya. Kalau masih di tempatkan di sebelah SMPN 1 Nganjuk, aku gak bakalan bisa melihat arcanya satu-satu semudah ini. Soalnya dulu gelap dan dipager besi, bahkan kita mau memegang saja nggak nyampe tangannya.

Kalau dikumpulin di museum begini khan enak. Ada deskripsinya. Bisa dibaca-baca. Bisa difoto-foto dan dipegang-pegang, kecuali yg ada di lemari kaca.

Baru saja melihat-lihat beberapa patung, aku sempet bengong kaku melihat boneka ini..

Lara Bengok

Lara Bengok. Serem gak?

Serem banget ya.. :takut:

Lara Bengok ini sebuah boneka. Dulu sering digunakan untuk pelengkap sesajen para perias temanten putri. Jadi periasnya (mungkin) tambah percaya diri kalau “ditemani” boneka ini, bahkan “meminta bantuan” kepada boneka itu agar hasil riasannya berhasil dan pengantin putri nampak cantik.

*merinding lagi*

Tapi itu dulu, sekarang sih boneka ini cuma buat mainan anak-anak gitu. Wah, kayaknya harus ada produser film yg bikin film horor judulnya Lara Bengok ya! Hahaha.. Hush! Serem tauk! :takut:

Boneka Khas Nganjuk

Boneka Khas Nganjuk

Wah, aku baru tahu kalau ada boneka khas Nganjuk.

Tapi tetep aja ya, jaman dulu khan orang pada percaya sama yg berbau alam nggoib. Jadi boneka di atas ini juga bukan boneka sembarangan. Selain sebagai sesajen yg diletakkan di belakang pelaminan, boneka serem ini konon fungsinya untuk dijadikan tumbal dengan cara dilarungkan ke sungai pas pembangunan jembatan.

Fosil Bovidae

Fosil Bovidae

Aku nggak paham apa itu Bovidae. Sejenis sapi purba kah? Kambing purba kah? I dunno. Yang jelas menurut artikel yg ditempel di sana, umur fosil ini masih 7000 (pitungewu) tahun saja. Belum lama-lama amat. Bahkan menurut ahli, fosil ini berlum mengalami proses pemfosilan secara sempurna.

Nganjuk keren khan? Iya dong!

Museum Anjuk Ladang

Sebagian yang ada di Museum Anjuk Ladang

Kalau kalian mau ke sini, semoga pas ada penjaganya ya. Biar dibukain pintunya. Biasanya sih yang ke sini rombongan dari SD mana gitu. Mereka mungkin pas blusukan ala Jokowi pelajaran sejarah. Nah, kalau bisa masuk bareng anak-anak SD itu bakalan rame dan gak serem suasanya.

Gak kayak aku cuma berduaan sama temenku. Trus mlencar pula. Sama aja kayak sendirian haha.

Sebenarnya masih buanyak patung-patung atau arca yg belum aku apload di blog ini. Kalian biar penasaran aja. Biar berkunjung sendiri saja. Haha..

Oke deh, ini foto terakhir, dan ini yang paling penting..

Prasasti Anjuk Ladang

Prasasti Anjuk Ladang bersama seorang model.
Wardrobe:
Java Square Shirt dari Awesome Indonesia: 230 ribu
Celana Jins Cardinal: 230 ribu
Sandal Crocs KW: 260 ribu
Tas pinggang Eiger: 199 ribu
Jam Tangan G-Shock MC-100: 1250 ribu

Prasasti di atas cuma replika kok. Sama kayak modelnya, modelnya juga replika blesteran Arya Wiguna dan Bondan Prakoso.

Prasasti yang asli sudah ditaruh di Jakarta sana. Prasastinya ditulis pakai tulisan jawa. Kalau mau tau isi prasastinya, ada kok di museum.

Udah pada tahu belum kalau Nganjuk ini berdiri sejak tahun 937 Masehi? Berati umurnya Kabupaten Nganjuk ini sudah 1077 (sewu pitungpuluh pitu) tahun! Sudah tua khan? Makanya jangan macem-macem sama Nganjuk ya. Ntar kualat loh!

Udah ya, aku mau ancang-ancang buat melompat pagar setinggi 2 meter lagi.

HAP! HAP!

*Gedebuk*

42 Comments

Komen dong!