Cerita Lebaran 2014

Aku selalu berusaha berbeda dengan orang kebanyakan.

Dulu, ketika orang pada kirim sms ucapan lebaran, tulisan kelap-kelip atau gambar mesjid versi monokrom, aku beda sendiri dengan mengirim ringtone lagu “Selamat hari lebaran” yang aku compose sendiri nadanya di hape Nokia 3315 ku.

Tahun ini, ketika orang-orang pada ngirim ucapan lebaran via brodkes BBM, watsap, gambar facebook yg ditag ke orang sekampung, aku beda sendiri..

Aku telfun temen-temen deket buat ngucapin maaf lahir batin. Dan ternyata hasilnya beda. Mereka terharu banget pas aku telfun. Aku juga gitu, akhirnya bisa mendengarkan suara temen facebook yg selama ini hanya ngobrol via chat watsap atau BBM.

Untuk mendukung itu, aku sampe beli pulsa khusus untuk beli paket nelfun 100 menit sesama dan luar operator pakek tri haha. Murah tapi ya pedot-pedot. Lima menit ngobrol tiba-tiba suaraku hilang di sana, sementara suara dia jelas terdengar di sini. Ah, gak papa, murah kok minta bagus. Hahaha..

Oke, ini kegiatanku selama lebaran aku ceritakan berdasarkan tanggal..

27 Juli 2014

Ini malam takbiran ya. Aku sama Novan jalan kaki dari rumah ke pusat pertokoan di Nganjuk. Yaitu di jalan Ayani. Novan mau membelikan baju lebaran buat ibunya. Juga buat dirinya sendiri.

Pertama ke toko Widada (dulu namanya Widodo), beli kopyah merek Awing. Harganya 97 ribu. Lalu beli baju di toko batik sebelahnya buat ibuknya yg awalnya tertulis 250 ribu. Ternyata harganya cuma 126 ribu. 250 ribu itu satu pasang sama kemeja. Duh murahnya baju di Nganjuk sini.

Sambil nonton Pawai Lampion..

Penampilan dari SMPN 1 Nganjuk

Penampilan dari SMAN 2 Nganjuk. Aku dong alumni SMA ini.

Lalu beli baju koko di Toko Fantastic. Beli krupuk pecel di Alun-alun Nganjuk sambil melihat kembang api dar dor dar dor.

28 Juli 2014

Ini berati pas hari pertama lebaran. Sebelum berangkat sholat Ied, aku yg baru tidur 2 jam mengajak keluarga untuk foto bareng. Cukup dua jepretan saja, soalnya waktunya mepet.

Jepretan pertama ngeblur! Aku lupa nggak nyetting auto fokus :pukul: . Jepretan kedua, ibuk ternyata ketutupan kepalanya Farhan keponakanku. Duh, gak mungkin bisa diulang lagi soalnya udah keburu berangkat ke mesjid.

Mohon maaf lahir batin

Kiri ke kanan:
Malik (masku), Beril (anak Malik), Siska (Istri Malik),
Anis (Istri Rosyid), Rosyid (Masnya Malik),
Farhan (anaknya Nurul), Munasikah (Ibukku), Aku,
Pipi (Adikku), Nurul (Mbakku), Bagus (Suami mbakku)

Sholat Ied berjalan lancar. Pulang ke rumah langsung halal bihalal salaman sama semua penduduk gang di tengah gang. Sama kayak yg pernah aku posting di sini.

Agak siangan, temen ketika SMA datang ke rumah. Pertama yg datang adalah temen sebangku, Dian Priyo lalu diikuti Sigit dan istrinya. Sigit pulang, aku dan Dian main ke rumah Bowo yg saat itu masih tidur aku bangunin paksa untuk jalan-jalan ke rumah temen SMA yg lain.

Bertiga kami mampir ke rumah Broto dan dilanjut ke Muhaimin. Di rumah Muhaimin melihat ikan koi segedhe betis yg semangat berenang ke sana kemari.

Muhaimin dan Broto

Muhaimin dan Broto

Koi

Koi dan Muhaimin

Lalu mampir ke rumah Risa Setiawan, temen SMA yg baru akrab setelah facebookan hahaha.

29 Juli 2014

Pagi sampe siang, tidur karena kemarin kelelahan. Haha. Malamnya, main ke rumah Bowo untuk berkunjung ke rumahnya Hari Subagyo. Ditraktir bakso kikil yg enak!

Bertiga, kami berkunjung ke rumah Sigit di Kramat Nganjuk (rumah istrinya). Jam 10 malam, Wawan datang ikut nimbrung. Wawan sudah berkeluarga, jadi dia baru bisa datang setelah anak-anaknya tidur. Hahaha..

Di rumah sigit

Aku, Bowo (malu difoto), Sigit, Hari, Wawan.

Jam 12 malam, kami yg alumni IPA 5 Smada Nganjuk ini, pamit pulang. Aku, Wawan dan Bowo nerusin nongkrong di nasi pecel Ayani sampe jam 1 pagi. Bowo pulang, Wawan main ke rumahku dan ngobrol di kamarku sampe jam 3 pagi!

HUWAHAHAHAHAHA… malam yg melelahkan..

30 Juli 2014

Wawan adalah manusia yg nyata yg pertamakali mengucapkan selamat ulang tahun. Hahaha. Makasih Wan. Sebelum Wawan, tentu saja sudah banyak ucapan ultah bertebaran di facebook dan twitter. Tapi tetep aja kesannya beda dengan diucapkan langsung sama orangnya.

Tidur kira-kira 3 jam. Aku baca sms dari Rahmat Tante Ular. Eh, maksudku Tantular. Dia adalah fans beratku yg kepingin banget ketemu aku. Yaudah, ini moment yg pas. Pas aku ulang tahun! Hahaha..

Rahmat (asli Surabaya) bilang di sms, kalau dia otw dari Malang ke Nganjuk. Wuih, niat banget ya! Padahal masih jam 5.30 pagi!

Setelah nyasar muter-muter, akhirnya dia boncengan sama Mukti sampe juga di rumahku. Ngobrol-ngobrol bentar. Lalu rombongan fans dari Surabaya yg lain pun datang ramai-ramai berenam! Hahaha..

Kemudian Zainal, temen SMA datang, diikuti Muhaimin. Wuah, rame bener! 10 orang berada di rumah! Hahahaha..

Jam setengah tiga sore, Rahmat dan Mukti pulang..

Rahmat dan Akooh

Kapan-kapan main ke sini lagi ya, ntar kita rekaman lagu.
Btw, Mukti kok gak kefoto blas ya? Hahaha

Jam setengah lima lebih, fans dari Surabaya pamit pulang, setelah kenyang makan dan ngobrol tentang bisnis vector masing-masing. Yup, mereka adalah pebisnis design grafis, sama kayak aku. Terimakasih buat facebook yg mempertemukan teman-teman seprofesi kayak mereka.

Fans Surabaya

Atas: Aming, Edi, Roki, lupa, Anwar Sz
Bawah: Gus Ndop, Taufan.

Malamnya, aku dan Zaenal berkunjung ke rumah PM, yg sudah aku posting khusus di sini.

31 Juli 2014

Jam 1 siang, aku dan Dian ke rumah Sigit. Lalu Anna menyusul. Kami berlima makan-makan di Rumah makan (gubuk) gurami “Deu” di Sukomoro Nganjuk dalam rangka traktiran ulang tahunku. Sejam baru datang makanannya. Maklum diriku gak ngerti kalau harus memesan dulu lewat telfun sebelum berangkat ke sana.

Kelaparan menunggu makanan datang, dibayar tuntas dengan lezatnya bumbu gurami yg pedas dan manis ituh! Berlima, dengan 3 gurami, 5 nasi putih, sama minuman jus, aku cuma habis 107 ribu. Huwahahaha.. murahnya hidup di Nganjuk!

Deu Gurami

Gurami Deu Sukomoro Nganjuk.
Sudah habis baru foto. Itupun selfie. Huahaha

Setelah makan, kami berlima mampir di rumah Wiwid, sang pengantin baru.

1 Agustus

Pagi-pagi jam 6.30 sudah berangkat mudik ke Tulungagung. Naik bis berdesak-desakan. Hahaha. Harusnya naik bus patas sih ya.

Sampe rumah Lik Yah (Ibunya Aziz, Lik Yah adalah adiknya ibukku) jam 10 pagi.

Laili dan Lik Yah di depan rumahnya.

Habis jumatan, aku menuju rumah mbah Rubi (Sudah almarhum). Rumahnya kosong soalnya Bude (pertama) sudah meninggal juga.

Tapi di samping kiri rumah mbah, ada rumah Pak Amim (Bapaknya Rijal, Bom, dan Fikri). Pak Amim adalah adiknya ibukku.

Tulungagung

Rumah Bude kedua, rumah mbah dan pak lik berdekatan.
Yang tengah itu rumah mbah.

Di samping kanan ada rumahnya Bude kedua (almarhum juga). Jadi keluarga Rubinah (mbahku) cuma tinggal tiga orang: Ibukku, Pak Amim dan Lik Yah. Sisanya (Mbah lanang, mbah wedok, pak puh, bude 1, bude 2) sudah meninggal.

Siangnya aku tiduuuur. Malam berkunjung ke rumah saudara yg juga tetangganya mbahku. Jadi satu gang itu saudaraku semua hahaha…

2 Agustus

Acara Reuni Keluarga Bani Ibrahim yang pernah aku posting di sini, tahun ini diadakan 2 Agustus 2014. Aslinya berdasarkan kesepakatan, diselenggarakan setiap lebaran hari kelima. Alias jatuh pada 1 Agustus. Tapi karena bertepatan dengan hari Jum’at (liburnya umat muslim nih!), makanya diundur Sabtunya.

Nasabi di Blitar

Acaranya di Blitar. Di Aula Graha Bhakti.

Perjalanan Tulungagung – Blitar itu sejam lah ya. Berangkat bareng sodara Tulungagung. Acara keluarga ini digilir tempatnya. Kali ini memang di Blitar, tahun kemarin di Tulungagung. Pernah juga dulu di Nganjuk, di rumahku. Trus Tuban, dll. Bahkan tahun depan itu di Lumajang! Yay! Tahun depan = Piknik!

Nasabi Bani Ibrahim

Rame loh ini!
Biasanya yg datang gak sebanyak sekarang ini!
Mungkin orang-orang pada dasarnya suka piknik!
Hahahaha..

Nah, sebagai seorang sosial media yg baik, selain foto-foto, diriku ngrekam video juga. Khan yutub juga sosial media. Nah, ini hasil video Reuninya..

Bapak yg ceramah di awal ganteng yak..
#eh #salahfokus

Habis reuni, aku dan rombongan mampir ke rumah istrinya kakaknya mbahku (nah lo bingung?). Jadi mbahku namanya mbah Rubi. Mbah Rubi punya kakak. Nah, istrinya kakak itu yg masih sugeng (sehat) sampe sekarang. Padahal mbahku sendiri juga sudah meninggal.

Mbah De Katilah

Mbah De Katilah yg cantik jelita.
:kiss:

Balik ke Tulungagung lagi. Mampir ke rumah bude yg hanya lima langkah. Eh, ada janur banyak! HUWAAAAA.. AKU SUKA BANGET BIKIN KUPAT!

Open Order ya sis.
Ketupat Lebaran sepuluh buah IDR 3500 saja sis.
Ready stock cuma warna ijo muda doang ya sis.
Yang pink sama biru muda masih out of stock.
Belum dibikin sama Yang Maha Kuasa.
*jualan ala sista-sista instagram*

Malamnya aku pulang, karena besok ada temen yg mau main ke rumah. Sudah janjian gitu.

Bis jaman sekarang ini berkurang jumlahnya. Aneh kok. Katanya digalakkan kendaraan umum tapi kenyataannya malah sebaliknya, SUSAH banget cari bis sekarang ini.

Dulu paling 10 menit nunggu bis berangkat atau lewat, sekarang ini minimal setengah jam! Malam itu, aku nunggu setengah jam lebih. Bisnya pun sudah penuh! Kampret! Hahaha..

Walhasil aku berdiri dari Tulungagung ke Mberaan Kertosono. Lumayan 2 jam perjalanan! Lalu dari Mberaan ke Nganjuk, aku naik bis Patas! Saking malesnya aku nunggu bis tarif biasa. Sudah kecapekan berdiri soalnya.

Walhasil diriku bayar 35 ribu hanya untuk perjalanan 30 menit saja! (Mberaan – Nganjuk itu deket banget!) Huahaha.. Antara bodoh dan #horangkayah. Padahal Tulungagung – Mberaan yg dua jam perjalanan itu cuma bayar 11 ribu. HAHAHAHAHA..

3 Agustus

Pagi-pagi waktuku tidur, adikku sing ngganteng dewe sak Kertosono berkunjung ke rumah. Duh, dik Rozaq, demi dirimu lo aku pulang malam-malam dari Tulungagung. Berdiri dua jam! Hahaha.

Bersyukur ya, kamu datang bawa wanita cantik jelita nan ramah tamah gemah ripah loh jinawi. Adem banget suasana di ruang tamu saat itu. Kamu pinter bingit cari “teman”! :tepuk:

Aku yg sebenarnya masih ngantuk ini ya jadi melek. Obrolan kita pun jadi super grogi ya. Karena ada bidadari sedang memperhatikan. Hahaha… Eh, itu adikmu apa adikmu sih? Hayoo.. adik apa “adik”? Hahaha..

Rozaq mak nyuk saja berkunjungnya, sampe lupa foto-foto. Duh, mungkin karena gerogi.

Aku masuk kamar, pingin nerusin tidur, lha kok ada Hasrul ngewotsap nanya alamat rumah. 3 menit kemudian, lha kok sudah ada yg ngucap salam di pintu.

Hasrul naik bis turun terminal trus jalan kaki ke rumahku. Jarak terminal ke rumahku itu 3 kilometer! Hahahaha.. kakimu pasti satu jenis sama kakiku ya? Kuat banget! Hahaha.. *kasihan juga sih* :rolleyes:

Lalu aku ajak ke Cafe Merdeka (atau Istana es) naik sepedaku. Hasrul naik sepedanya ibukku. Lalu di sana makan-makan sepuasnya.

Cafe Merdeka, Istana Es

Hasrul gak kelihatan. I hate back light!

Sambelnya enak bingits!
Yang gak doyan pedes jangan ndulit banyak-banyak ya..

Setelah kenyang, pulang. Di rumah ternyata sudah ada Novan yang menungguku pulang dari Cafe. Lalu minal minul.

Hasrul pulang. Aku dan Novan main ke rumah Doni.

Novan pulang. Sekitar jam 3 sore aku menghadiri reuni SDN Kauman 2 Nganjuk lulusan 1996. Kami masih muda-muda loh..

Reuni SDN Kauman 2 Nganjuk

Atas: Dwi, Arum (yeti), Iis, Suaminya Arum
bawah: Tinuk, Niak, Aku

Walaupun pesertanya sedikit, cuma enam doang. Tapi ramenya sudah kayak pasar! Hahaha..

Maghrib berkumandang, aku pulang. Trus tiduuuuuur… pules!

Lebaran yang sangat melelahkan..

Thiyend.

46 Comments

Komen dong!