Bahasa Jawa Masih Eksis di Jerman!

Iya loh. Aku sempet shock ketika ada blogger yg SANGAT BERANI nulis dengan bahasa jawa padahal dia tinggal di Jerman.

Di saat orang sini, di jawa sini, orang-orang mulai gengsi memakai bahasa jawa karena bahasa jawa itu kampungan dan nggak keren, di Jerman sana mbak ini malah sudah menghasilkan 81 postingan dengan bahasa jawa (khas jawa tengahan) yg apa adanya. Buat pembaca yg gak bisa bahasa jawa, jangan khawatir, karena ada terjemahannya kok di bawahnya.

Aku kenal DUNIA ELY dari blogwalking sih. Aku lupa siapa duluan yg komen di blog masing-masing. Yang membuatku memutuskan untuk langganan baca tulisan di duniaely adalah karena aku dan mbak Ely punya banyak kesamaan hobi.

Mbak Ely itu SANGAT MENYUKAI SEPEDA. Nah sama banget khan denganku? *toast mbak*

Trus dia juga suka makan apel (dan buah-buahan yang lainnya pastinya). Nah, kalau digabung, maka postingan tentang apel yang saya suka ya yang ini: Apel lan Manuk, soalnya ditulis dengan bahasa jowo.

Manuk Jerman

Paling suka sama foto ini soalnya manuke
cuek sama apelnya gak mau makan.
Apelnya import sih, yg tahan berbulan-bulan itu loh!
Mungkin ada obatnya yg bikin burungnya malas makan..

Trus aku suka gaya hidupnya mbak Ely di dunia dongeng (di Jerman maksudnya) sana. Sepedahan, berkebun, hunting srengenge mlethek, masak sendiri, kayaknya tuh adem ayem tentrem. Penduduknya walaupun acuh tak acuh, tapi hatinya baik. Gak kayak di sini ya, justru kebalikannya #eh.

Pohon-pohon masih rimbun, burung-burung nggak ada yg ditangkap dan dimasukkan sangkar. Di sana nggak ada budaya melihara burung di dalam sangkar loh! Jadi ya bebas berkicau di alam liar gitu. Asri sekali khan ya?

Coba kalau di Indonesia sini, kalau ada burung bagusan dikit trus bisa dijual, pasti sudah ditangkap tuh. Haha..

Kalau alam saja sangat dirawat di sana, otomatis manusianya akan mendapat dampaknya, yaitu kesehatan dan kebahagiaan. Saya yakin mbak Ely ini orangnya surmringah terus. Soalnya lingkungannya sangat damai dan tenang.

Senajan mbak Ely sudah tinggal di negeri dongeng, dia tetap tidak lupa untuk pulang kampung di Kudus sana. Soalnya walaupun Indonesia itu amburadul, tapi ngangenin juga lah ya.

Karakter masyarakatnya itu loh, tiada duanya! Buang sampah pada tempatnya, bekerja keras blusukan di pasar-pasar untuk mendengar aspirasi rakyat trus dianggap pencitraan itu ya cuma ada di Indonesia! Amazing tenan! Hahaha..

Seru kok baca tulisan di Dunia Ely. Nggak muluk-muluk kok isinya. Kejadian sehari-hari gitu. Enteng dibaca. Nggak pernah menyinggung perasaan. Yang bikin unik, kejadian sehari-harinya itu di Jerman sana. Jadi selalu membuka wawasan baru tentang kehidupan di sana.

Saya rasa mbak Ely ini well educated orangnya. Cirikhas orang yg well educated itu tulisannya santun, damai dan menyenangkan.

Jangan kaget kalau kamu baca blognya mbak Ely itu jumlah komennya milyatan! Buanyak banget! Lha piye, mbak Ely itu ramah banget. Seringkali membalas komentar kita dengan pertanyaan. Sehingga kita akan terus ngerespon kayak ngobrol gitu. Makanya di dalam satu postingan biasanya ada ratusan komentar. Haha.

Eh, mbak Ely yg baik dan ramah itu sedang bagi-bagi kartu pos dari Austria loh. Kartu pos dari Austria itu pasti bagus kalau dibingkai trus dipajang di kamar. Kalau cuma digletakkan dan disimpen ya nggak bisa dinikmati setiap saat.

Nah, tulisan ini aku tulis dalam rangka mengikuti lomba itu. Ada 13 tulisan yg akan dipilih. Semoga aku menang ya.

Kartu pos Austria duniaely.com

Kamu mau dikirimi kartu pos cantik dari Austria?

Klik aja link di atas. Tapi sainganmu berat loh! Aku gitu! Hahaha..

42 Comments

Komen dong!