Wisata Karimun Jawa: Belajar Snorkeling. Panik!

Dari Jepara Beach Hotel kami naik mobil jemputan menuju Pelabuhan Kartini. Kita mau menyeberaaaang ke Karimun Jawa!!!

Ini bukan pengalaman pertama sih menyebrang pulau. Dulu pernah ke Madura yg juga harus menyeberang dari Surabaya ke Pulau madura naik kapal feri gitu.

Nah, yg pengalaman pertama adalah NAIK KAPAL CEPAT ML EKSRESS BAHARI!!

Kapal Cepat ML Ekspress Bahari

Kapal cepatnya yg di belakangku itu loh yaaa!

Gak kerasa sudah setengah jam kami menunggu kapal berangkat. Maklum apalah arti menunggu kalau sudah ada internet. Menunggu seharian aja nggak kerasa, apalagi cuma setengah jam.

Jam 11 siang, kapal berangkat. Aku dapat nomor tempat duduk di lantai bawah, di belakang pula. Jadi dekat dengan mesin. Suaranya keraaas banget.

Sebenarnya enak nih tidur di dalam kapal begini. Tapi suara yg keras itu bikin aku susah tidur. Yaudah mendingan aku keluar aja melihat ombak dari belakang..

Suasana di dalam kapal cepat ml ekspress bahari

Suasana di dalam Kapal Cepat ML Ekspress Bahari.
Btw, ML itu singkatan dari apa ya?
Eh, ada kepala mbak-mbak bule nongol..

Suasana di Belakang kapal cepat

Bapak bule di belakangku itu mengira
aku gak bisa bahasa Inggris.
Dia ngomong sama aku pakai bahasa isyarat. :doh:

Beuuuh, ombaknya gedhe banget loh ituu.. Aku aja sampe ndredeg ngeliatnya. Kami serombongan (berenam) kompakan keluar kapal. Melihat ombak dan merasakan desiran angin laut yg kering dan asin. Membaur bersama mas-mas yg jaga mesin kapal.

Ketika kapal sudah berada di tengah lautan luas, aku jadi teringat film Life Of Pi deh. Bagaimana caranya hidup di tengah-tengah laut ketika air melimpah tapi gak bisa diminum. Sama kayak rasanya kesepian, ketika berada di keramaian orang, tapi hati kita terasa sepi karena gak ada yg bisa diajak bicara.

Lha kok jadi curhat???

Naik Kapal Cepat Ekspress ini, dari Pelabuhan Kartini Jepara, hanya perlu waktu 2 jam sudah sampai Karimun Jawa. Kalau mau menikmati berada di lautan lebih lama, bisa naik kapal feri. Harganya lebih murah dan perjalanannya lebih lama, sekitar 4 jam. Kalau kapal cepat ini tiketnya tertulis 110 ribu.

Di dalam kapal dingin kok, ada asenya, ada nonton filmnya. Saat itu yg diputer adalah film baru: Kapten Emmerika. Sayangnya aku gak nonton, asyik di belakang kapal.

Dan… Akhirnya kami sudah sampe Karimun jawa! Dua jam perjalanan gak kerasa ya! Padahal aku gak internetan loh! Soalnya sinyal internet sudah ilang dari tadi. Aku khan pakek nomer 3, dari setengah perjalanan, sinyal udah No Service! Huaha.. bye bye klien.. Bye bye kerjaan. Aku akan free dari gangguan klien selama… 2 hari ke depan!

Iya bro. Di Karimun Jawa sinyal yg lancar cuma SIMPATI (Telkomsel). Indosat byar pet (mending matiin hape aja). Selain itu ilang sinyal. Hidup jadi sangaaat nikmat!

Eh hey! Selamat datang di Karimun Jawa!!!

Selamat datang di Karimun Jawa

Selamat Datang di Karimun Jawa mas ndop!

Kami berenam, Aku, Joddi, Adit, Aryan, Andi, Bebek, sesampainya di pelabuhan Karimun Jawa, harus mencari seseorang yang akan mengatur suwegalaaa kebutuhan kami selama di pulau terpencil Karimun Jawa ini. Setelah tolah-toleh sambil nelfun orangnya, mas Adit akhirnya nemu juga orangnya. Ternyata ada di samping kami! Huahaha..

Mungkin gara-gara auraku ya, makanya mas Tour Guide nya gampang menemukan.. :P

Mas Triyadi, Tour Guide kami. Orangnya sangat aneh! Gak bisa serius! Huahaha.. Kok ya apes! pas, dapat tour guide yg model begini..

Kami langsung diangkut naik kol mencari houm stei yg masih kosong.

Loh, kok masih mencari? Bukannya sudah dipesan jauh-jauh hari?

Jadi, ceritanya ini ada kejadian yg tak terduga. Home stay kami yg sudah dipesan sebelumnya ternyata ada anggota keluarga yg meninggal. Walhasil gak mungkin dong, kami mengganggu acara berkabungnya. Kami harus cari home stay lainnya yg masih ready stock (kayak olshop ya! Haha).

Akhirnya nemu jugaaa.. Home stay kami namanya LISHAFAH. Rumahnya enaaaak! Kami berenam mendiami lantai dua.

Home Stay Lishafah

Home Stay Lishafah.
Di depan home stay ini ada musholla yg masih ndeso!
Huwaaaa… Aku suka banget kalau nemu Musholla
yg ada pujiannya sebelum sholat.

Tas-tas berat kami langsung diletakkan di kamar. Lumayan melelahkan perjalannya, tapi asyik banget. Di dalam kamar ada kipas angin, ase juga. Wow, siang-siang gini asyik banget rebahan sambil mendinginkan badan.

Lalu aku coba mengekakkan kipas angin. Klik. Kok gak bisa? Oh, kabelnya belum dicolokkan. Pantesan. Setelah dicolokkan ternyata masih nggak bisa berputar kipas anginnya. WOK HEPPEN?

TERNYATA AKU LUPA KALAU DI KARIMUN JAWA, LISTRIK HANYA ADA JAM 6 SORE SAMPE JAM 6 PAGI!!!

HUWOT??? OMAGAAAD!!! Huahahaha.. bye bye listrik! Saatnya bergelantungan di pohon! Ndop si Tarsan Ndeso!

Eh, kita lihat keadaan homestay Lishafah dan kamarnya yuk..

Kamar di Home Stay Lishafa

Di dalam kamar ini ada asenya.
Ada kamar mandinya (pakek shower).
Enaak.. enaaaak..

Ruang tengah

Tangga dan ruang ndelok tipi

Teras lantai dua

Aryan dan Andi ada di teras lantai dua. Ngisis..

Setelah diskusi dengan mas Triyadi (Tour Guide), akhirnya kami harus segera berangkat mengunjungi bukit Joko Tuwo. Beuuuh, mbok istirahat sejam dua jam gitu dong ah.. Eit, gak bisa! Waktunya mepet. Rugi kalau udah jauh-jauh ke sini cuma buat leyeh-leyeh doang. We better work bitch! :rock:

Kami meninggalkan tas-tas berat kami di houm stei. Kami naik kol menuju bukit joko tuwo. Bukit apaan itu ya? Ah nikmati aja deh. Gak usah banyak nanya..

Ndop di dalam kol

Aku di depan, disamping pak sopir! Horee..
Eh, rumahnya masih ndeso-ndeso loh di sini.. Sukak deh!

Sebelum menuju lokasi, kami dienggokkan ke tempat makan dulu. Tempatnya di sebelah laut. Ini tempat makan yg sangat strategis. Karena viewnya bagus, ada perahu, ada laut…

Perahu di sebelah tempat makan

View di samping tempat makan..

Bule makan

Warung makan ini juga otomatis gou intenesyenel
tanpa gembor-gembor berlebihan kayak agnes monika
Lihat tuh, ada bulenya! Hahaha..

Menunya apa?

Waaah, ya jangan ditanya. Kalau ada warung makan di sebalah laut, sudah pasti rata-rata menunya makhluk laut. Sebagai orang Nganjuk yg jauuuuh banget dari laut, aku mencoba makanan yg jarang buanget aku makan. Yaitu cumi-cumi. Yay!!!

Ndop makan cumi-cumi

Cumi-cuminya alot. Tapi enak! Haha.

Setelah kenyang, diriku dan kawan-kawan diangkut naik kol lagi menuju Bukit Joko Tuwo. Ketika melewati lapangan bola, aku menemukan pemandangan pepohonan yg asyik.

Pohon asyik di lapangan karimun jawa

Pohonnya di sana itu souuu magnificent!

Di perjalanan, aku mengamati penduduk sekitar. Lalu menyimpulkan kalau di pulau Karimun Jawa, penduduknya rata-rata GEMUK SEMUA. Walaupun rumahnya rata-rata sederhana, tapi aku bisa menangkap raut bahagia dan ketenangan hidup yg mereka rasakan. Hidupnya gak neko-neko, gak banyak pikiran. Di sana juga gak ada rumah yg mewah sekali dan miskin sekali. Jadi taraf hidupnya merata. Kesenjangan sosialnya gak ada. Hidup bahagia tanpa iri dengki dan ambisi.

Ehm.. ehm.. sudah selesai pidatonya Bapak Marindop Teguh?

Perjalanan menuju Bukit Joko Tuwo cuma ditempuh selama lima menit saja. Cepet ya ternyata..

Bukit Joko Tuwo Karimun Jawa

Bukit Joko Tuwo, pulau Karimun Jawa

Dari “pintu” masuk, kami harus mendaki sekitar 5 menitan ke atas sana. Lalu kami shock setelah melihat kerangka ikan raksasa bernama Ikan Joko Tuwo.

Ikan Joko Tuwo

Kerangka ikan raksasa bernama Ikan Joko Tuwo

Kata mas Triyadi, di zaman dahulu kala, sebenarnya itu adalah ikan paus yg melompat ketinggian trus jatuhnya di bukit Joko Tuwo ini. Gila ya, melompatnya tinggi buwanget berati. Soalnya lautnya itu ada di bawaaaah sana.

Aku percaya aja deh, soalnya kalau tak pikir-pikir, laut jaman dulu mungkin ada di atas sini. Atau mungkin pulau Karimun Jawa ini “hidup” meninggi gitu. Walhasil yg awalnya terdampar di pantai jadi terangkat ke atas bukit.

Wis pokoke ngono.. Soalnya kalau aku nggak percaya, kepada siapa lagi aku bertanya selain dari mas Triyadi, sang tour guide? Bertanya ke google? Sinyalnya matek bro!

Aku, Jodi dan ikan joko tuwo

Perbandingan ukuran kerangka dan manusia.
Kak Jodi dan anak Gravis Design, kompakan pakek kaos putih..

Naik ke atas lagi sekitar semenit kemudian, sampelah ke Bukit Joko Tuwo.

Bukti Joko Tuwo

Bukit Joko Tuwo, pulau Karimun Jawa.
Sangat cocok nih buat foto-foto!

Foto bareng di bukit joko tuwo

Crew Gravis design bersama bintang tamu: Ndop!

Bukit Joko Tuwo bersama seorang model

Bukit Joko Tuwo bersama seorang model!

Penampakan Sekolah dari bukit Joko Tuwo

Penampakan Sekolah dari bukit Joko Tuwo

Di bukit Joko Tuwo ini, kalian bisa leyeh-leyeh tiduran sepuasnya sambil menikmati angin semilir sepoe-sepoe. Banyak gazebo betebaran di sana-sini.

Leyeh-leyeh

Kesukaan leyeh-leyeh berbanding lurus dengan berat badan.
Entah siapa ini yg saya foto. Gak kenal.

Setelah bosen foto-foto, kami menuruni bukit. Lalu menemukan belokan menuju Tasbih Raksasa.

Tasbih Raksasa

Jalan menuju Tasbih Raksasa

Tasbih Raksasa

Tasbihnya gedhe banget loh! Dan terbuat dari batu.
Mau bawa pulang? Silakan angkat sendiri!
:P

Setelah bosen nonton tasbih raksasa. Kami turun lagi ke tempat kol parkir berada. Kami nggak sempet brosing-brosing kenapa ada tasbih raksasa di sini. Mas Triyadi juga gak ikut soalnya. Dia memilih leyeh-leyeh nunggu kami berpetualang sendiri.

Yowis, ora popo kok, Mas. Wong ya iso digoleki ndik google wae loh. Mas Triyadi ngerti google gak, Mas?

Lalu kami diajak ke pantai Batu Topeng. Perjalanannya dari Bukit Joko Tuwo setengah jam. Selama perjalanan, aku melihat penduduk rumah di pulau Karimun Jawa pada di teras rumah mengobrol sama anggota keluarganya yang lain atau mungkin sama tetangganya.

Gak kayak suasana rumah di kita-kita ya, paling-paling pada di dalam rumah nonton tipi. Ketiadaan listrik di pulau ini di pagi dan siang hari membuat penduduknya jadi bisa punya banyak waktu untuk bertegur sapa, fokus bekerja. Gak menghabiskan waktu di depan tipi.

Pantai Batu Topeng sudah sampaaaaai!!!

Pantai Batu Topeng

Pantai Batu Topeng bersama seorang model..
Ada mbak-mbak di gazebo yg agak mengganggu pemandangan. Haha..

Huwaaa.. akhirnya bisa bermain pasir. Btw, pantainya bersih banget loh. Maklum belum ramai dikunjungi wisatawan. Kami aja di sini cuma berenam doang. Serasa pantai milik pribadi! Mbak-mbak di gazebo dicuekin aja deh. Huahaha..

Gazebo Pantai Batu Topeng

Gazebo-gazebo di Pantai Batu Topeng Karimun Jawa

iPhone Pantai Batu Topeng

Daripada nganggur gak kepakek, mending diphoto saja..

Di dalam mobil ternyata bawa peralatan Snorkeling. Apaan itu snorkeling? Itu looh, yang kepala kita dipakekin kacamata renang yg menutupi hidung biar gak bisa nafas lewat hidung. Lalu mulut kita menggigit selang air yang lubangnya ada di atas kepala. Jadi kita cuma boleh bernafas melalui mulut.

Nah, setelah setelah dipakek dengan bener, dan kacamata snorkelingnya nggak bocor, maka kalian bisa tengkurep di dalam air laut tanpa takut tenggelam soalnya air laut memang bisa bikin orang ngambang.

Snorkeling di pantai Batu Topeng

Dua orang yg tengkurep itu gak bisa renang loh!
Tapi mereka bisa ngambang!

Bermain air

Bermain air.. Duh senengnya mereka..

Trus kamu mana ndop?

AKU PANIK!

Huahahaha.. Walaupun sudah dijelaskan kalau bakalan ngambang nggak tenggelam, aku tetep aja panik banget. Apalagi ketika nekat nyemplung, sudah pakek kacamatanya, ketika murep, aku gak berani bernafas! Huahahaha..

SUNGGUH MEMALUKAN ORANG NGANJUK!!!

Aku pun belajar bernafas menggunakan mulut dulu tanpa nyemplung. Setelah lancar baru coba selulup dulu sambil duduk di air. Setelah bener-bener rileks, aku baru coba nyemplung.

Tapi tetep aja panik yaaa.. Maklum ini pengalaman pertama dan aku emang manusia anti air, gak suka renang. Haha..

Coba ah, nekat!

Plung…
Blep blep blep.. blep blep blep..

HUWAAAAA.. ASIIIN!!!! Air laut masuk ke tenggorokan. Gila! Kayak minum kuah sop yg keasinan! Huahahaha..

Ternyata aku salah pakek kacamata. Lubang udaranya masuk ke dalam air laut. Pantesan airnya masuk tadi. Hih, sialan!

Setelah coba-coba lagi, akhirnya aku bisa juga menikmati snorkeling di pantai yang cuma bisa melihat batu-batuan saja. Hahaha. Walaupun cuma beberapa detik, airnya kok masuk lagi. Halah mbuh wis..

akhirnya bisa Snorkeling

Akhirnya bisa murep juga! Huahaha..
Walaupun setelah ngambang gitu bingung mau ngapain lagi.
Aku lupa kalau punya tangan yg bisa dikayuh biar jalan ke depan.

Huahahaha.. payah banget!

Pantainya dangkal kok

Ketauan kalau airnya dangkal banget gak ada sedengkul.
Jadi photo di atas sana itu cuma ekting bisa ngambang.
Padahal aslinya mbrangkang.. -__-

Nggak juga kali! Air laut memang bisa ngambang kok. Walaupun cuma sedengkul doang, tapi ngambang kok.

Ngambang

Eh, iya bisa ngambang beneran!
:tepuk:

Tapi aku masih saja panik, soalnya sering banget air lautnya masuk mulut. Mungkin ini alat snorkelingnya yg bocor. Ah, mbuh wis..

Setelah mbak-mbaknya yang tadi di gazebo ilang entah kemana, aku langsung mengakuisisi gazebo itu buat foto-foto..

Foto di gazebo

Habis snorkeling gini aku mirip ikan gak?

Sudah sore nih, matahari sudah hampir tenggelam, yuk kita pulang saja.

Ha? Pulang? Aku belum puas foto-foto nih.. Tunggu sebentar napa.

Sementara semua pada beberes pulang, aku masih asyik foto-foto sampe pada akhirnya aku lari menjemput mereka. Tanpa sadar ternyata topiku Eiger (orijinal seharga 75 ribu) ketinggalan di pantai! Dan sudah terlambat, mobil sudah berjalan jauh dan hari sudah menjelang maghrib..

Duh naseb.. naseb… :cry:

Sampe di home stay lagi, ternyata lampu sudah bisa menyala! Horeee!! Dan penduduk Karimun Jawa menyambut listrik ini dengan suka cita. Tampak banget dari raut muka mereka. Pujian-pujian kepada Sang Maha Kuasa pun terdengar dari toa Masjid. Duh, damainya hidup di pulau ini.

Setelah maghrib, mereka kayak merayakan pasar malam di lapangan. Banyak pedagang makanan di sana. Suasanya persis kayak berbuka puasa. Cuman bedanya mereka puasa listrik, bukan makanan. Hahaha.

Setelah mandi bersih, kami jalan kaki sekitar 1 kilometer menuju lapangan. Kami diajak makan malam di lapangan ituh. Menunya ikan bakar. WOW MANCAP!!!

Ikan Bakar siap dibikin

Ibu-ibunya masak ikan bakar.
Enak bingits!

Makan-makan

Bebek, Adit, Aryan, Andi, Aku.
Habis makan ikan bakar. Diriku kelihatan ngantuk yaaa..

Mas Triyadi

Tapi setelah melihat mas Triyadi bergaya begini,
kok gak jadi ngantuk ya? Tapi malah mual ya?

Mas Triyadi kalau malam memang berubah menjadi Mbak Triyani, siluman ikan pari yg cantik yg tersohor dari Karimun Jawa! :lol:

Yuk, pulang ke houm stei, udah ngantuk nih. Yang mau beli oleh-oleh, bisa mampir ke sini…

Pusat oleh oleh Karimun Jawa

Semacam pusat oleh-oleh Karimun Jawa

Ada kaos pastinya, sama hiasan terbuat dari kerang. Ya setandar oleh-oleh wisata laut lah ya.. Aku gak beli apa-apa, soalnya aku sebenarnya mau cari sandal jepit yg ada tulisannya Karimun Jawa. Ternyata belum ada yg jual. Ada yang mau bisnis sandal jepit di Karimun Jawa?

Trus di Karimun Jawa itu terkenal dengan kayunya bernama DEWANDARU yang katanya bisa sebagai obat dan bisa sebagai tolak bala. Karena kayu ini mengandung kesaktian gitu deh.

Aku gak beli juga, soalnya takut nanti jadi makin sakti. Segini aja aku sudah sombong, gimana kalau tambah sakti? :siul:

Kalau kalian ke Karimun Jawa, kalian akan banyak menemui lampu yg ada papannya di atas. Kayak gini…

Lampu tenaga surya

Coba tebak, papan itu apaan?
Yup! Tenaga surya!

Nah, aku menyadarinya baru-baru ini. Ternyata di Krimun (penduduk lokal menyebutnya begini, asalnya sih Crimon, bahasa Londo sana), listriknya pakek tenaga surya euy. Keren banget yaaa!

Yaudah, aku mau tidur dulu di home stay Lishafah yaaa.. Soalnya besok akan ada pengalaman lebih seru lagi. Dan latihan snorkeling di pantai Batu Topeng yg cuma sedengkul itu akan diaplikasikan besok di LAUTAN SEDALAM UP TO 3 METER BENERAN!

Bagaimana paniknya aku? Tunggu saja kelanjutannya!

Tebi Kentinyuud

60 Comments

Komen dong!