Gejet Seumur Hidup Part II

Ini sambungan postingan sebelumnya ya..

Jadi ceritanya begini para ndofans tercinta..

Ada dua orang membeli iPhone di hari yang sama. Yang satu iPhone 5s replika, yang satunya lagi (saya) iPhone 5. IPhone 5s replika harganya 1,8 juta, sedangkan iPhone 5 harganya tolong dilihat sendiri di google ya hehe.

Yang beli iPhone 5s replika asalnya dari Surabaya. Sudah ibu-ibu umur 60 tahun. Oh iya, iPhone 5s replika itu OS nya android. Tapi semua tampilannya sama persis dengan iPhone 5s mulai dari kesing, logo, kerdus, semuanya. Hanya saja layarnya tentu tidak sebening iPhone 5s yang asli atau iPhone-iPhone type yang lainnya. Jadi layarnya iPhone 5s replika itu kusam. Redup. Gak tajam.

Ibu-ibu itu mau menghadiahi ponakannya yang ulang tahun. Kalau hadiahnya iPhone 5s yang asli, kok kayaknya kemahalan dan berlebihan untuk seorang keponakan yang masih SMP. Jadi dibeliin replika aja. Toh ponakannya itu juga gak ngerti apa bedanya asli sama replika. Sepertinya begitu.

Ponakannya tinggal di Manado sana, yang pada saat itu banjir melanda.

iPhone 5s replika dimasukkan kardusnya lalu dibungkus kertas putih HVS dengan alamat Surabaya. Lalu iPhone 5 yg masih baru, masih segel, dibungkus juga trus dikasih alamat Nganjuk. Setelah itu baru dibungkus pakai bungkus dari TIKI. Nah, tragedi berawal dari sini..

Bungkus TIKI untuk iPhone 5s replika yang seharusnya ditulis alamat Surabaya, ketuker sama alamat Nganjuk. Jadi iPhone 5 ku dibungkus TIKI dengan alamat Surabaya!

Alamat iPhone 5s Surabaya

Bungkus dalamnya beralamat Surabaya

Bungkus TIKI Nganjuk

Bungkus luarnya, bungkus TIKI, alamatnya Nganjuk!
Harusnya Surabaya

*Petir menyambar*

Tentu saja ini kelalaian tukang bungkusnya. Walhasil barang kami tertukar. Sudah kayak judul sinetron yak, “Alamat Yang Tertukar”.

Dikirimlah barangnya pada hari senin, 20 Januari 2014. Yang dikirim ke Surabaya sampai ke tujuan pada tanggal 23 Januari. Sedangkan yang dikirim ke Nganjuk sampai ke tujuan pada 29 januari.

Gila! Selisihnya kok lama banget sampe 6 hari?

Jadi, barang yang dikirim ke Nganjuk, ternyata setelah saya cek resinya, barangnya nyasar ke Tulungagung! Jadi ketika barangnya sampai Tulungagung, karena salah alamat, walhasil barangnya dikirim ke Surabaya lagi. Kemudian baru dikirim ke Kediri, trus baru ke Nganjuk. Dan hal itu memerlukan waktu 6 hari kemudian, 29 Januari.

Ibu-ibu yang menerima iPhone 5s replika pada tanggal 23 Januari itu, dia nggak baca alamat yg ada di kardus barangnya, yang harusnya alamatnya Nganjuk. Mungkin karena sudah sepuh, dan karena barangnya sama-sama iPhone, jadi dia ngerasa biasa aja. Nggak ngerasa aneh. Maka, dia langsung menyuruh kurir untuk mengirim barangnya langsung ke Manado.

Jadi iPhone 5 ku dikirim ke Manado sodara-sodara! Setelah sampai Manado, yang saat itu banjir ya. iPhone 5 ku ternyata sampe juga ke ponakannya. Dan ponakannya tentu saja senang kegirangan. Yaiyyalah, dapet hadiah iPhone 5, baru dan asli pulak!

Dan otomatis segel iPhone 5 ku yg dibawa oleh anak SMP yg ulang tahun itu sudah tidak perawan lagi. Sudah disobek-sobek. Hapenya juga sudah dipakek. Entah, si anak SMP bisa bikin Apple ID gak. Bisa mengoperasikan iOS enggak, aku gak tau.

Sementara ponakan itu bahagia sejahtera lahir batin seumur hidup, diriku malah menanti dengan was-was kapan ini barangku nyampe. Dan pagi itu, ketika aku menyadari bahwa barang yg aku terima pada 29 Januari itu iPhone 5s replika, aku langsung lemes sodara-sodara..

Awalnya sih aku sumringah karena hapeku sampe dengan selamat walaupun sempet nyasar. Namun sumringahku langsung ter-pause ketika menyadari bahwa hape iPhone 5s ku replika!

Aku tahunya replika adalah pas mau download aplikasi facebook dan twitter, ketika aku pencet Appstore, yang muncul adalah Google Play Store. Lalu aku tidak percaya, aku ulangi lagi, ternyata masih sama, yg muncul bukan Appstore.

Aku lemes sodara-sodara…

iPhone 5s replika

iPhone 5s Replika. Mirip asli khan?
Buat yg kepingin gaya, tapi gak mampu bayar mahal
mending beli replika aja.

Ketika aku cek akun googlenya, ternyata belum dilogout, dan nama emailnya adalah “testingreplika@gmail.com” (pokoknya ada “replika”nya, aku lupa alamat email tepatnya).

Aku lemes lagi sodara-sodara. Rasanya mau nangis…

Untungnya aku nggak salah pilih seller. Mas Haumanto Irawan adalah seller yang paling care sedunia. Walaupun di awal aku sudah was-was, karena barang sempet nyasar, namun aku tetap yakin kalau mas Hau ini bukan penipu. Soalnya kalau aku lapor ke dia tentang resi yang nyasar, dia selalu merespon tidak ada sejam. Bahkan dia telfun aku dan melaporkan hasil selidik dia ke TIKI.

Setiap hari aku selalu mengecek thread kaskus dia, bersyukur selalu ada. Akun kaskusnya juga nggak ganti-ganti sejak 2 tahun yang lalu. Jadi dia gak pernah lari dari tanggung jawab dengan gonta-ganti akun. Terlepas dari bukti-bukti otentik itu, aku percaya sama instingku. Insting bahwa mas Hau bukan model-model penipu.

Dan benar saja, ketika aku sms mas Haumanto tentang iPhone 5s replika yang bikin aku lemes mau nangis itu, dia hanya bisa shock, “Ha?? Kok bisa???”

Seorang seller penipu kalau kita laporin hasil penipuan dia, dia gak mungkin jawab atau nomer hapenya langsung dibuang ke luar angkasa.

Yakali. :rolleyes:

Mas Haumanto yang shock membaca cerita saya, langsung menyuruh aku tenang. Aku pun memaksakan diri untuk tenang sambil curhat sama teman blogger. Terimakasih yang tak terhingga untuk @Atanasia_Rian, @TomiPurba, @HelgaIndra dan @CebongIpit sudah jadi “tempat sampah” curhatanku untuk mengurangi beban di hati…

Mas Haumanto pun sibuk mengurus ini itu. Nelfun TIKI, nelfun Ibu-ibu Surabaya, melaknat, membunuh hidup-hidup, memarahi karyawan barunya yg salah bungkus ituh, lalu terakhir menelfun aku. Prosesnya cepat, hanya pagi sampe sore.

Sekitar jam 3 sore, mas Haumanto nelfun saya dengan nada suara yg mencoba tegar. Padahal aku bisa merasakan betapa dia juga sangat stress karena barang yg tertukar itu adalah kasus yang fatal dalam dunia kirim mengirim barang.

Fatalnya adalah hapeku yg seharusnya masih baru, otomatis sudah nggak baru lagi karena segel sudah dibuka dan sudah dipakai selama beberapa hari sama ponakan yg ulang tahun itu. Dan mas Hau menyadari kalau aku gak bakalan mau menerima barang yg sudah nggak segelan.

Maka, dengan nada suara yg sepertinya lelah, mas Hau mengabarkan berita buruk baginya sendiri, dan angin segar buat jiwaku yg panas, mas Hau bilang, “Mas, jangan khawatir, barangnya aku ganti.. “

“Trus iPhone 5 yang di Manado gimana mas?”

“Fiuuuh, angel wis, barangnya udah kemana gak jelas. Udah aku ihlasin kok. Dijadikan pengalaman aja mas..”

Aku meleleh sodara-sodara. Kalau mas Hau ada di sebelahku, mungkin udah aku peluk buat menguatkan dia.. :hug:

Gara-gara kelalaian karyawannya, mas Hau harus mengganti iPhone 5 yg baru. Dan salutnya, ketika itu iPhone 5 warna putih sedang out of stock alias habis. Walhasil dia beli iPhone 5 putih baru ke seller lainnya dengan harga lebih mahal. Demi tanggung jawabnya kepada kliennya. Demi saya..

Duuh… :cry:

Besoknya, Kamis, 30 Januari, iPhone 5 baru, dikirim lagi ke Nganjuk. Sementara aku, atas permintaan mas Hau, mengirimkan iPhone 5s replika ke tempat semula. Dengan biaya ongkos kirim diganti sama mas Hau. Sungguh profesional!

Karena long weekend libur imlek, walhasil iPhone 5ku baru sampe tujuh hari kemudian, Kamis, 6 Februari 2014.

Alhamdulillah barangnya kali ini gak nyasar kayak dulu. Alamatnya bener Nganjuk. Barangnya juga otomatis beneran iPhone 5. Aku bahagia. Mas Hau juga bahagia tentu saja. Semua teman yg aku curhatin juga ikut bahagia.

iPhone 5 milik Ndop

iPhone 5 akooh yang harus ditata sedemikian rupa
layaknya iklan hape.
Photografer: Ndop; Camera: Nikon D3200

Gejet seumur hidupku ini akhirnya berada di tangan setelah melewati cobaan dan rintangan batin (buat aku) dan kerugian materi (buat mas Hau) dan pelajaran berharga buat kita semua.

iPhone Ndop

iPhone lima sudah di genggaman akooh! Yay!

Bahwa setiap pekerjaan pasti punya resiko. Buat orang yg lemah, dia akan menyerah. Dia akan lepas tanggung jawab. Dia akan merengek-rengek kayak anak kecil minta belas kasihan…

Seperti saat itu ketika aku beli pulsa secara online di YM. Sellernya salah kirim pulsa. Aku beli pulsa 5 ribu, yang dikirim 50 ribu. Trus dia merengek-rengek minta aku mengganti biaya salah kirimnya. Padahal itu kesalahan dia, kenapa harus aku yg menanggungnya? Padahal saat itu pulsanya buat temenku, bukan buat aku. Sungguh bukan type seller yg bertanggung jawab.

Sejak saat itu seller pulsa itu udah aku blacklist. Kepercayaan yg sudah dia bangun, runtuh seketika.

Suatu resiko, buat orang yg kuat, resiko itu bisa jadi pelajaran berharga untuk kehidupan selanjutnya. Dia akan tanggung jawab. Dia akan mempertahankan nama baiknya yg sudah dibangun dengan susah payah dan kesabaran ekstra.

Dia akan menganggap kerugian itu pasti akan terbalas berlipat ganda di kemudian hari, di saat yang tepat. Karena Tuhan nggak pernah ingkar janji. Kebaikan akan dibalas kebaikan, bahkan berlipat ganda.

Buat mas Hau, sudah jelas dia rugi, tapi nama dia akan tetap harum. Dia masih akan menjadi trusted seller di kaskus. Karena ini bukan semata-mata kesalahannya. Dan kerugiannya akan berbalas berlipat ganda di tempat lain. Bisa berupa materi, bisa juga berupa pelajaran hidup (yg tentu saja lebih berharga daripada materi).

Buseeeeet… Bijak banget ya diriku… Biasa aja keleeeesss

And yay! This is me. The king of selfie! With my new iPhone 5. Enjoy the joy!

Ndop and iPhone 5

Kalau kayak gini ini kurus apa gemuk?
Kurus aja ya..

Ndop and iPhone 5

Kakiku gedhe kayak pemain bola
padahal gak pernah bal-balan.
:dance:

The end..

103 Comments

Komen dong!