Tipe-tipe Pemesan Vectorku

Hore, akhirnya job vector pun habis tuntas alias sepi. Hari ini nganggur. Trus apakah saya sedih? ENGGAK BLAS! Justru aku jadi punya banyak waktu untuk nulis blog atau menggambar selain pekerjaan. Misal nggambar doodle crayon yg aku apload di instagram (follow @dzofar yaaaa! :p).

Trus untuk menarik pelanggan, kayaknya aku harus nulis tentang mereka deh. Mereka unik-unik karakternya. Ada yang menyenangkan dan tentu saja ada yg bikin kontroversi hati dan labil ekonomi yang menyebabkan kudeta pemikiranku! #catet #lagingehits

klien

Yuk, kita preteli satu-satu karakter mereka:

  1. Pelanggan ini sebelum memesan vector ke saya udah baca semua tulisan di halaman pemesanan vector di blog ini. Walhasil, ketika dia mengirim email, isi emailnya jelas, subyeknya juga jelas, misalnya PESAN VECTOR KARTUN. Lalu emailnya berisi penjelasan secukupnya yang bikin aku gampang memahami. Misalnya “Mas Ndop, tolong foto yang pakai jilbab, bagian kepalanya yg terpotong dilengkapi ya“.

    Pelanggan yang super jelas dalam menjelaskan pesanannya begini akan aku respon dengan cepat gak ada satu menit! Soalnya aku sudah nyiapin signature di email yang berisi nomer rekening dan kalimat default untuk transfer ke rekening ini, biayanya segini dan selesainya hari apa.

  2. Pelanggan yang ini hanya tahu nomer HPku entah dari blog ini atau mungkin dari facebook atau dari temannya yang pernah mesen vector ke aku. Walhasil pelanggan dengan tipe yang satu ini akan nanya dari NOL!

    Misal, ini beneran yang bisa gambar vector? Cara mesan vector gimana? Harganya berapa? Boleh nanya resep gantengnya gak? Eh, yang terakhir aku karang sendiri. Hehehe.

    Untuk mengatasi pelanggan yang seperti ini, aku sudah ready banget karena tinggal ketik shortcut di blekberiku “informasiemo” lalu enter. Maka akan muncul tulisan default berupa jenis vector plus harganya, plus cara pemesanannya.

  3. Pelanggan selanjutnya ini pelanggan yang bikin aku hepi karena dermawan banget. Jadi dia suka transfer biaya berlebih. Misal biaya vector cuma 60 ribu, dia transfernya 100 ribu. Kalau aku bilang transfernya kebanyakan, dia bilang, “Udah ambil aja“. Dalam hatiku, Yes! Jawabannya sesuai dengan apa mauku! Hahaha.

    Pelanggan seperti harus diberi perlakuan khusus. Misal, kalau dia mesen lagi di lain waktu, aku harus ngasih diskon tapi NGGAK BILANG-BILANG.

    Misal, seharusnya fotonya rumit, jadi biayanya 85 ribu. Tapi aku bilang ke dia cuma 60 ribu saja. Kemudian dia transfer berlebih lagi 100 ribu. Dalam hatiku, YES! TERNYATA SESUAI DENGAN APA MAUKU! Hahaha.. Lalu tak lupa aku bilang terimakasih dan mendoakan supaya rejekinya banyak! (Biar bisa ngasih duit berlebih lagi maksudnya! HAHAHAHA)

  4. Pelanggan selanjutnya ini nggak ngerti sama sekali vector itu apa. Sehingga dia selalu miss universe komunikeisyen sama aku. Misal, dia suka nanya-nanya “Ini nanti pecah gak kalau dicetak?” atau “Kok aku zoom fotonya pecah ya“.

    Lalu aku jelasin, kalau yg dicetak itu yang file corel drawnya. Jangan yg PNG nya. Kalau misalnya masih protes gambarnya pecah, saya akan jawab, “Tukang cetaknya mana? Sini aku jelaskan ke tukang cetaknya langsung aja” atau “Pindah ke tukang cetak yang lain aja“.

  5. Pelanggan selanjutnya adalah yang bikin kontroversi hati yang membuat aku nulis statusisasi labil ekonomi di facebook!

    Pelanggan yang jenis ini tentu saja ngeselin. Jadi misal dia sms:
    “Ini mas ndop ya? Saya mau mesen vector nih”
    “Iya, monggo dikirim fotonya ke email ndop@dzofar.com ya.. “
    “Emailnya yahoo apa gmail?”
    “ndop@dzofar.com gak ada yahoo atau gmailnya”

    Lalu email pun sampai trus aku balas cepat nggak ada semenit.

    “Mas Ndop, emailnya sudah saya kirim,” Bahkan sms dia lebih lambat dibanding balasan emailku.
    “Iya, sudah aku balas kok, cek emailnya lagi, ya..”
    “Mas, dua wajah 100 ribu ya? Besok jadi ya?”
    “120 ribu mas, jadinya 4 hari lagi” Hih! Udah nawar, minta cepet lagi!
    “Lama amat, masa besok gak bisa? Please bantuin dong. Udah ditungguin sama bos, nih. Bahaya kalau telat, bisa dipecat nanti. Lusa jadi ya?”
    “Maaf ya mas.. “
    “Ayo dong mas. Please bantuin, nanti duitnya aku tambah deh! Ya?” Woh, dia mulai nyogok! Sungguh generasi yang tidak baik!
    “120 ribu saja mas. Yaudah, lusa aja deh ya, aku bela-belain nglembur aja deh.” Untuk mencegah perilaku menyogok, orang yg disogok pun harus MENOLAK MENERIMA SOGOKAN!
    “Makasih maaaas… Muuuaaaaah… ” Halah ujung-ujungnya kok menzizikkan begini ya? :muntah:
    Setelah itu masnya transfer dan aku mencatat di buku antrian.

    Lusanya pun aku harus ngelembur demi mas yang satu ini. Setelah vectornya selesai lalu saya kirim ke emailnya. Karena kelelahan, aku langsung tidur, lupa gak ngasih kabar lewat sms.

    Dua hari berlalu, masnya ternyata baru balas email mengucap terimakasih. Dalam hatiku, sialan nih orang, katanya harus cepet selesai karena ditungguin bosnya, ternyata itu hanya akal-akalan dia aja biar jadinya cepet. Buktinya dia baru buka email sekarang alias EMPAT HARI LAGI dari hari awal dia memesan. ITU SAMA AJA DENGAN ANTRI NORMAL khan? JADI KENAPA SAYA HARUS NGLEMBUR MALAM ITU? Ah sudahlah…

  6. Pelanggan yang satu ini sebelum mesen udah nanya revisinya berapa kali?. Aneh ya? Iya. Tapi tenang, saya punya jawaban yang tepat untuk pertanyaan seperti itu.

    Ya kalau kesalahannya dari aku, misal di foto matanya ada dua, trus aku gambar satu saja. Atau lubang hidungnya kurang satu, atau telinganya lupa nggak aku gambar. Nah kalau yang begitu bisa direvisi. Tapi kalau revisinya lebih ke masalah “style”, mendingan kamu lihat dulu portfolioku ya.

    Jawaban yang menurut saya akan menyadarkan klien (pelanggan/pemesan). Karena kita sebagai seorang designer grafis ini suka sekali dipermainkan. Konsep awal sudah ditulis sama pemesan, trus ketika kita buatkan sesuai konsep, lha kok klien ganti konsep! Ini kejahatan!

    Akan menjadi tidak jahat apabila si klien menambahkan biaya revisi. Karena itu kesalahan klien, bukan kesalahan designer grafisnya.

    Nah, kalau vector wajah juga sama dong. Kalau fotonya udah dikirim, ya aku akan gambar sesuai “konsep” foto aslinya. Styleku pun udah lengkap ada di portfolio (facebook atau deviantart). Kalo dia minta beda style akan aku garap sesuai styleku. Kalau dia nggak mau ya udah sana pergi! cari yang lain.

    Jahat banget ya? Bukan jahat sih, tapi TEGAS. Lebih baik tegas di awal, daripada menyesal di belakang. #catet

  7. Pelanggan selanjutnya ini bikin aku males baca penjelasannya. Soalnya bertele-tele dan super rinci. Seolah-solah dialah desiner grafisnya. Dan gara-gara pelanggan seperti inilah, aku jadi males nerima job logo, banner, spanduk dan hal sejenis. Aku males baca konsepnya. Pasti panjang! Iya kalau dia pinter nulis, kalau enggak? Bahasanya akan mbulet.

    Contoh:
    Mas ndop tolong buatin logo ya. Aku kepinginnya kayak logo Honda. Simpel saja gitu. Oh iya nanti dikasih ornamen-ornamen biar gaul ya mas. Di sebelah kiri kanan dikasih sayap ya mas. Khan ceritanya biar terbang melesat tinggi ke atas. Hehehe.

    Aku juga suka sama logo BMW mas, simpel dan gampang diingat. Eh enaknya nanti warnanya merah atau hitam ya mas? Kayaknya merah aja deh. Tapi merah khan kayak darah, nanti serem dong? Sayapnya diilangin aja deh mas. Tapi kalau nggak pakai sayap, filosofinya ilang dong mas ndop?

    Harganya berapa mas ndop? Jangan mahal-mahal ya, maklum mahasiswa rantau nih. Jadinya kapan mas? Nanti malam bisa nggak? Please mas ndop, tolongin ya. Besok pagi udah dikumpulin nih. Kalau nggak jadi bisa ngulang lagi tahun depan nih. Tolong bantuin ya mas..

    email dari: CowCaYnkPuTeLliHCalJuh@yahoo.com

  8. JADI PINGINNYA SIMPEL APA RIBET? KALAU SIMPEL KENAPA HARUS PAKAI ORNAMEN? JADI WARNANYA MERAH ATAU HITAM? JADI PAKAI SAYAP APA ENGGAK? TRUS KENAPA HARUS NANTI MALAM JADINYA? MENDADAKNYA KOK GAK SANTE BANGET SIH? DAN KNAPA HARUS PAKAI ANCAMAN GAK LULUS TRUS NGULANG TAHUN DEPAN? AKU KAU ANGGAP APA, HA? AKU KAU ANGGAP APAAAAAAA???

    *ngelus dadanya mas mas yang berbulu* *ternyata beruang* *kepalaku putus digigit* *matik* :malaikat:

  9. Kalau yang ini pelanggan abal-abal. Cuma ngaku-ngaku. Tiba-tiba protes gak jelas. Dan komennya pedes. Bikin emosi. Bikin nggak mood.

    salah order

    Kebaca nggak?

    Jadi dia nulis begini: “Udah order, hasilnya jelek sekali, dan suruh balikin uang nggak mau, parah nih jasa edit fotonya.”

    Trus aku balas: “Emailnya apa? Kamu order ke mana? Ati-ati ya, banyak penipuan loh. Order hanya dilayani lewat email ndop@dzofar.com selain itu nggak dilayani. Mungkin kamu ditipu orang lain.”

    Awalnya sih saya tahu dia komen di blog ini. Email dan nama dia sudah saya search di emailku, ternyata gak ada sama sekali. Yaudah saya anggap dia hater saja. Lha kok ternyata dia komen juga di page facebook. Waduh aku jarang banget buka page facebookku.

    Dan mungkin memang benar dia kena tipu. Soalnya ketika aku sekrol page facebook ke bawah, ternyata ada yang jualan jasa vector dengan bayar LIMARIBU SAJA! Dan bisa dibayar dengan pulsa.

    Waduh, jangan-jangan banyak yg mesen ke situ? Itu kok gak sopan banget sih, numpang iklan di page orang. Dengan jasa yang sama pulak. LIMA RIBU pulak! Itu harga jasa vector atau harga burger abal-abal sih? HIH!!!

    Aku tuh kalau ada klien protes karena kesalahanku, aku akan balikin duit 100 persen. ASAL KESALAHANKU YA, bukan kesalahan klien. Makanya aku tegas banget di fase negosisasi. Demi kenyamanan kedua belah pihak di face hasil akhir.

    10 hari lagi page facebook itu akan aku hapus. Entahlah kenapa Kakak Mark Zukenberg itu harus ngasih waktu dua minggu untuk pendeletan fanpage. Kelamaan Kak!

  10. Tipe pemesan vector selanjutnya adalah gak paham apa itu email. Dia hanya ngerti facebook! Ajaib ya, punya facebook tapi gak ngerti email! Padahal fase pertama berinternet itu khan harus ngerti email dulu. Baru sosial media. Tapi jaman sekarang ini orang pada punya facebook tapi nggak ngerti email. Sungguh ajaib!

    Jadi khan dia chatting di facebook. Mesen vector. Lalu saya suruh ngirim foto ke email. Tapi dia nggak ngerti emailnya apa. Katanya kalau ngirim email harus ke warnet dulu. Loh bukannya lewat hape juga bisa ngirim email? Khan bisa ngirim email lewat operamini (kalau memang hapenya jadul).

    Setelah saya pikir-pikir, bisa jadi dia minta bantuan operator warnet untuk ngirim email. Setelah email dikirim, dia pulang. Lalu email saya balas. Dia jelasin tetek bengeknya lewat chat facebook. Trus saya bilang njelasinnya jangan di chat facebook, soalnya nanti aku bingung membedakan mana job-joban mana guyonan.

    Dan ternyata dia mau balik ke warnet lagi! OMAIGOD! Saya pun bilang ke dia kalau buka email bisa lewat hape. Pakai broser apa aja khan bisa.

    Setelah menunggu beberapa puluh menit ternyata emailku dibalas lagi. Boleh jadi dia berhasil buka email, atau kemungkinan dia ke warnet lagi minta bantuan operator. HAHAHAKASIHANHAHAHA.

  11. Ada juga loh yang nggak percaya sama saya. Jadi, pemesan vector yang satu ini nggak mau bayar dulu sebelum vectornya selesai aku buat. Padahal aturannya harus bayar dulu di awal, baru aku masukin di antrian. Tapi mereka tetep ngeyel!

    “Maaf, Mas, bayar dulu baru aku kerjakan..”
    “Hah? Kerjakan dulu dong! Nanti kalau duitku kamu bawa kabur gimana?”
    “Aturannya bayar di awal mas. Kalau masnya nggak yakin, ya nggak usah mesen”.
    “Yaudah, aku bayar separuh dulu ya, nanti sisanya akan aku bayar setelah selesai.”
    “Kalau bayar separuh, akan aku kerjakan separuh juga mas. ”
    “Hah? Kok gitu? Dimana-mana DP itu khan udah biasa. Kita sama-sama orang desain, dan bayar DP itu sudah biasa. Kok kamu nggak percaya sama saya? Nama kita sama-sama Muhammad nya lo..”
    Wuih, bawa-bawa nama nih. Berat nih. Beraaat.
    “Masnya juga gak percaya sama aku gitu. Dulu aku udah pernah ketipu dua kali sama klien lain, mas. Maaf ya mas, bayarnya tetep di awal.”

    Dan siapa yang menang? Tentu saja aku! Haha. Klien yg satu itu sempet transfer separuh loh. Trus aku ngeyel supaya melunasi. Ternyata mau! Hahaha. *bangga*

  12. Tipe yang satu ini adalah tipe orang primitif yang nganggep pekerjaan menggambar adalah pekerjaan yang nggak bisa jadi duit. Walhasil mereka minta gratis! Nggak cuma orang lokal, bahkan orang luar negeri pun ada yang minta gratis dengan nada kalimat memelas.

    Cuih! Rasudi ya! Kalau mau gratis, silakan kembali ke tahun 2008 sana, pas masa-masa promosi. Minta bantuan doraemon sana.

    Contoh rajukan maut mereka, “Mas Ndop yang guwanteng, buatin vector dong. Satu wajah aja deh, kalau mau dua wajah juga gak papa deh, sama photo pacarku yak. Tapi gratis ya, itung-itung promosi lah. Khan kita temenan di facebook. Nanti aku doakan supaya vectornya mas ndop laris manis. Jangan lupa kalau sudah laris manis, aku dikasih vector gratis lagi ya. Jangan khawatir, tuh di facebook masih banyak foto dengan pose yg beda-beda yang siap dibikinin vector sama master ndop yang tersohor itu. Makasih ya mas ndop.. “

    MAKASIH GUNDULMU KUWI!
    *log out facebook* *mutung* *makan mouse prolink*

Udah ah. Sebelas aja ya. Kebanyakan sih klienku adalah sesama designer grafis juga. Soalnya ngerjain vector itu khan kegiatan yang hanya perlu telaten. Dan seorang designer grafis gak semuanya telaten. Mereka kebanyakan hanya pinter ngonsep tapi gak telaten mengeksekusi yang njlimet-njlimet. Kalau aku sebaliknya. Aku buruk di konsep-mengonsep, tapi urusan ketelatenan aku bisa diandalkan lah.

Pas musimnya pilkada, pilgub dan pil pil lainnya, aku kebanjiran order bikin vector wajah. Dari calon yg santun dan sumeh bernama Mbak Khofifah, sampe yang ajaib bin aneh bernama Farhat Abas. HAHAHA.

Dan kalau job vector wajah lagi sepi begini, saya akan menerima job logo juga. Barusan temen SMA mesen logo buat usaha Ikan Koi nya. Wah semoga dengan logo buatanku, usaha Koinya bisa maju dan sukses. Aaamiiin…

60 Comments

Komen dong!